Tag: spanyol

  • Tundukkan Belanda, Inggris Tantang Spanyol di Final Piala Eropa 2024

    Tundukkan Belanda, Inggris Tantang Spanyol di Final Piala Eropa 2024

    7cloud.asia – Spanyol akan menghadapi Inggris di partai pamuncak Piala Eropa 2024 yang akan digelar pada Minggu (14/7/2024) atau Senin (15/7/2024) dini hari mulai pukul 02.00 WIB.

    Laga Spanyol vs Inggris di final Piala Eropa 2024 bakal berlangsung di Stadion Olimpiade, Berlin, Jerman.

    Inggris berhasil memastikan langkah ke final Piala Eropa 2024 setelah memenangi duel menghadapi Belanda dengan skor 2-1.

    Kemenangan Inggris diraih lewat pertandingan dramatis dan ini menjadi salah satu rekor terbaik Three Lions dalam beberapa dekade terakhir.

    Baca Juga: Belanda dan Inggris Akan Berhadapan di Semifinal Piala Eropa 2024

    Inggris sempat kecolongan gol dari Belanda via Xavi Simons (7’). Meski begitu, Inggris dapat menyamakan skor lewat penalti Harry Kane (18’).

    Inggris selanjutnya memastikan kemenangan melalui sepakan keras Ollie Watkins (90’), yang baru dimasukkan ke lapangan pada menit ke-81.

    Spanyol lebih dulu memastikan tiket final Piala Eropa 2024 usai mengalahkan Perancis dengan skor 2-1 di partai semifinal.

    Spanyol sejatinya sempat tertinggal 0-1 dari Perancis seusai Randal Kolo Muani mengemas gol pada menit ke-9.

    Baca Juga: Spanyol dan Portugal Lolos ke Semifinal Piala Eropa 2024

    Namun, Spanyol dapat membalikkan keadaan guna meraih kemenangan atas Perancis lewat aksi Lamine Yamal (21’) dan Dani Olmo (25’).

    Penyerang yang juga pemain senior Inggris, Harry Kane, menegaskan bahwa duel menghadapi Spanyol tidak akan berjalan mudah untuk Tiga Singa.

    Walau demikian, Kane menginginkan membawa Inggris meraih gelar juara Euro 2024.

    “Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Satu pertandingan lagi untuk mengukir sejarah,” kata Kane, dikutip dari laman resmi UEFA.

    Jadwal final Piala Eropa 2024
    Senin (15/7/2024) 02.00 WIB – Spanyol vs Inggris

  • Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Spanyol Mencapai 95 Orang, Diperkirakan Masih Akan Bertambah

    Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Spanyol Mencapai 95 Orang, Diperkirakan Masih Akan Bertambah

    7cloud.asia – Setidaknya 95 orang tewas dalam banjir bandang yang melanda Spanyol pada Rabu (29/10/2024).

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (30/10/2024), pemerintah setempat menyebut bahwa banjir terbesar dalam sejarah modern Spanyol ini terjadi setelah hujan lebat melanda wilayah timur Valencia. Banjir menyapu jembatan dan bangunan.

    Ahli meteorologi mengatakan curah hujan yang biasanya tercurah selama satu tahun telah turun dalam delapan jam di beberapa bagian Valencia pada hari Selasa (29/10/2024).

    Banjir menyebabkan kendaraan-kendaran tidak bisa bergerak di jalan-jalan raya dan menenggelamkan lahan-lahan pertanian di wilayah yang menghasilkan dua pertiga produksi buah jeruk yang ditanam di Spanyol.

    Dilansir VOA Indonesia, Spanyol selama ini memang dikenal sebagai eksportir jeruk terkemuka di dunia. 

    Penduduk di daerah-daerah yang terdampak paling parah menggambarkan bagaimana mereka melihat orang-orang memanjat ke atap mobil ketika air berwarna coklat mengalir deras melalui jalan-jalan.

     

    Baca: WMO ingatkan pemanasan global memicu bencana ekologi

    Aliran air menumbangkan pohon-pohon dan menyeret bongkahan-bongkahan besar dari bangunan-bangunan.

    “Itu adalah sungai yang mengalir,” kata Denis Hlavaty menggambarkan kondisi banjir. Ia menunggu bantuan penyelamatan di sebuah pompa bensin tempat dia bekerja di ibu kota daerah itu. “Pintunya roboh dan saya bermalam di sana, dikelilingi air sedalam 2 meter.”

    Menteri Pertahanan Margarita Robles mengatakan kepada stasiun radio Cadena Ser bahwa unit militer yang khusus melakukan operasi penyelamatan pada hari Kamis (31/10/2024) akan mulai menyisir lumpur dan puing-puing dengan anjing pelacak di daerah yang paling parah terdampak.

    Ketika ditanya apakah jumlah korban kemungkinan akan meningkat, dia berkata: “Sayangnya kami tidak optimistis.” Tim-tim penyelamat membawa 50 truk kontainer penampung mayat.

    Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berjanji untuk membangun kembali infrastruktur yang telah hancur dan mengatakan dalam pidatonya di televisi:

    “Bagi mereka yang saat ini masih mencari orang yang mereka cintai, seluruh Spanyol menangis bersama Anda.”

    Rekaman yang diambil oleh layanan darurat dari helikopter menunjukkan jembatan-jembatan runtuh dan mobil-mobil serta truk bertumpuk di jalan raya di antara ladang-ladang yang terendam banjir di luar kota Valencia.

     

    Baca: Pemanasan global memicu masalah serius bagi lingkungan

    Layanan kereta ke kota Madrid dan Barcelona dibatalkan karena banjir, sementara sekolah serta layanan-layanan penting lainnya ditangguhkan di daerah yang paling parah terdampak banjir, kata para pejabat.

    Perusahaan listrik i-DE, yang dimiliki oleh perusahaan utilitas terbesar di Eropa, Iberdrola, mengatakan sekitar 150.000 klien di Valencia tidak mendapat aliran listrik.

    Layanan darurat di wilayah tersebut mendesak warga untuk menghindari semua perjalanan darat dan mengikuti saran pemerintah lebih lanjut.

    Beberapa wilayah Valencia seperti Kota Turis, Chiva atau Bunol mencatat curah hujan lebih dari 400 mm, sehingga badan cuaca negara bagian AEMET mengumumkan peringatan merah pada hari Selasa (29/10/2024).

    Warnanya diturunkan menjadi kuning pada Rabu (30/10/2024) saat hujan mulai mereda.

    Banjir juga terjadi di bagian lain negara itu, termasuk wilayah selatan Andalusia, dan para peramal cuaca memperingatkan akan adanya cuaca buruk yang lebih besar di masa depan karena badai bergerak ke arah timur laut. (Sumber: VOA Indonesia)

  • WMO Sebut Banjir Spanyol sebagai Contoh Bencana Cuaca Ekstrem Global

    WMO Sebut Banjir Spanyol sebagai Contoh Bencana Cuaca Ekstrem Global

    7cloud.asia – Badan cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa (WMO) pada Jumat (1/11/2024) menyatakan banjir bandang di Spanyol merupakan salah satu dari banyak bencana cuaca ekstrem yang terjadi secara global.

    Banjir bandang di Spanyol ini dilaporkan telah merenggut lebih dari 158 nyawa, dan memporak-porandakan Valencia selatan

    Dalam konferensi pers PBB, juru bicara WMO, Clare Nullis mengatakan bahwa pada tahun 2024 ini, hampir setiap minggu dunia menyaksikan peristiwa menyesakkan seperti ini.

    “Hujan deras yang memecahkan rekor dan banjir bandang yang melanda Spanyol, menyebabkan puluhan korban jiwa, gangguan besar, dan kerugian ekonomi yang masif,” ujarnya.

    Banjir Spanyol ini, ujarnya, adalah rangkaian terbaru dari bencana banjir yang menghantam masyarakat di seluruh dunia.

    Baca: Banjir bandang terburuk dalam sejarah Spanyol modern

    Dia menambahkan, dunia sedang menghadapi masalah iklim yang terus meningkat, baik karena kelebihan air maupun kekurangan air.

    Ia menyebutkan bahwa setiap kenaikan suhu udara 1°C dapat meningkatkan kapasitas udara jenuh untuk menampung uap air sebesar 7 persen seiring dengan pemanasan iklim global.

    Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) melaporkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dan kekeringan telah menjadi lebih mungkin dan semakin parah.

    Peristiwa-peristiwa itu bisa terjadi akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia terkait dengan polusi atau lingkungan, kata juru bicara WMO tersebut.

    “Badai parah serupa telah terjadi di cekungan Mediterania di masa lalu, menunjukkan kerentanan kawasan tersebut terhadap peristiwa semacam itu,” ujar Nullis.

    Badai hebat di Spanyol mengakibatkan curah hujan setara dengan jumlah hujan setahun hanya dalam beberapa jam

    Baca: WMO sudah mengingatkan pemanasan global akan memicu bencana meteorologi

    Hujan deras ini menyebabkan sungai meluap dan memicu banjir bandang di wilayah Valencia, Spanyol. Jalan-jalan dengan cepat berubah menjadi sungai yang berarus deras.

    Kepala pemantauan iklim WMO, Omar Baddour, mengatakan dalam konferensi pers yang sama: bahwa cekungan Mediterania rentan terhadap badai parah dan siklon berat sepanjang tahun, terutama pada akhir musim panas.

    Kedatangan udara dingin berdampak pada wilayah kecil di atas Spanyol, Portugal, Maroko Utara, dan Prancis.

    Kondisi ini menciptakan ketidakstabilan atmosfer dalam istilah meteorologi, yang menyebabkan awan besar dan hujan deras di lokasi yang sangat terbatas.

    “Fenomena ini luas terjadi di kawasan Mediterania. Banyak badai parah seperti ini terjadi pada masa lalu.” imbuhnya.

    Pemerintah Spanyol telah menyatakan tiga hari masa berkabung nasional atas bencana banjir bandang ini. (Sumber: Antaranews/Anadolu)

  • Spanyol Kenalkan Kebijakan Cuti Iklim Berbayar Pasca Banjir yang Menewaskan 230 Orang

    Spanyol Kenalkan Kebijakan Cuti Iklim Berbayar Pasca Banjir yang Menewaskan 230 Orang

    7cloud.asia – Pemerintah Spanyol, Kamis (28/11/2024) menyetujui kebijakan “cuti iklim berbayar” hingga empat hari bagi para pekerja untuk menghindari perjalanan selama keadaan darurat cuaca.

    Kebijakan “cuti iklim berbayar” ini dirilis sebulan setelah banjir bandang yang menewaskan 230 orang di Sevilla Selatan, Spanyol.

    Langkah ini diambil setelah sejumlah perusahaan dikritik karena memerintahkan karyawan untuk tetap bekerja meskipun Badan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan merah saat bencana pada 29 Oktober lalu.

    Perusahaan-perusahaan tersebut mengklaim bahwa otoritas Spanyol gagal memberikan informasi yang memadai terkait badai tersebut.

    Pemerintah Sanyol juga dinilai terlalu lambat dalam mengirimkan peringatan melalui telepon terkait salah satu banjir paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Eropa itu.

    Kebijakan baru ini bertujuan untuk “mengatur sesuai dengan keadaan darurat iklim” sehingga “tidak ada pekerja yang harus mengambil risiko,” kata Menteri Tenaga Kerja Yolanda Diaz kepada penyiar publik RTVE.

    Jika otoritas darurat mengeluarkan peringatan bahaya, “Pekerja harus menahan diri untuk tidak pergi bekerja,” tambah Diaz.

    Pekerja juga bisa menggunakan mekanisme pengurangan jam kerja setelah periode empat hari tersebut, yang sudah berlaku untuk keadaan darurat lainnya, menurut pemerintah.

    Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo memperingatkan bahwa biaya dampak cuaca ekstrem bisa meningkat dua kali lipat pada 2050.

    Pemerintah Spanyol juga mengonfirmasi bantuan baru senilai 2,3 miliar euro untuk korban banjir.

    Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia memicu peningkatan durasi, frekuensi, dan intensitas berbagai bencana alam.