Tag: stasiun

  • Lewati 12 Stasiun Tanpa Perlintasan Sebidang, LRT Jabodebek Dinilai Lebih Aman dan Nyaman

    Lewati 12 Stasiun Tanpa Perlintasan Sebidang, LRT Jabodebek Dinilai Lebih Aman dan Nyaman

    7cloud.asia – Pada Jumat (14/7/2023) kru ruangkota, Herie Setianto berkesempatan menjajal LRT Jabodebek bersama rombongan Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan.

    Rombongan Korlantas menjajal LRT Jabodebek ini dari Stasiun Dukuh Atas menuju Stasiun Harjamukti, kemudian kembali lagi ke Stasiun Dukuh Atas.

    Dari Stasiun Dukuh Atas, LRT Jabodebek ini akan melintasi 12 stasiun, di antaranya Stasiun  Setiabudi, Stasiun Rasuna Said, Stasiun Kuningan, Stasiun Pancoran, Stasiun Cikoko, Stasiun  Ciliwung, Stasiun  Cawang, Stasiun TMII, Stasiun Kampung Rambutan, Stasiun Ciracas dan berakhir di Stasiun Harjamukti.

    Baca: Berapa tarif LRT Jabodebek

    Jarak sejauh 24,3 kilometer dari Stasiun Dukuh Atas ke Stasiun Harjamukti ini ditempuh LRT Jabodebek dalam waktu kurang dari satu jam. 

    Kenyamanan yang kami rasakan saat naik LRT Jabodebek ini tak hanya pada waktu tempuh yang singkat tanpa macet, tapi juga kebersihan kereta dan stasiunnya serta ketepatan waktunya.

    “Waktu tempuh perjalanan hanya sekitar 50 menit. Dengan LRT Jabodebek kita bisa menerobos kemacetan, serta tidak ada perlintasan sebidang, jadi LRT Jabodebek ini betul-betul aman dan nyaman,” jelas Aan.

    Baca: Tarif LRT Jabodebek dinilai masih kemahalan

    Tak lupa Aan yang mengungkapkan apresiasinya atas kenyamanan LRT Jabodebek ini dan memuji kebersihannya. Meski beroperasi tanpa masinis, LRT Jabodebek lebih terjamin keselamatan.

    “Kami lihat risiko terjadinya crash ini hampir tidak ada, karena tidak ada perlintasan sebidang, jadi perjalanan LRT Jabodebek mulus dari Dukuh Atas ke Harjamukti, begitu pula sebaliknya,” sambung Aan.

    Menurut Aan LRT Jabodebek menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dan juga melindungi keselamatan kecelakaan lalu lintas di jalan.

    Baca: Pembangunan hunian dengan konsep TOD diharapkan bisa mengurai kemacetan

    “Dengan LRT Jabodebek ini insyallah bisa menekan angka kecelakaan di jalan,” sebut Aan.

    Aan berharap moda transportasi publik bisa terus diperbanyak rutenya, sehingga masyarakat dari tempat tinggal bisa ke Jakarta dengan akses yang mudah.

    Kemudian koneksi dengan moda transportasi lain juga sudah baik, tersambung dengan kereta bandara, KRL, MRT dan busway.

    “Artinya ini betul-betul satu solusi untuk permasalahan lalu lintas di jalan,” pungkas Aan.

    Seperti diketahui LRT Jabodebek saat ini masih dalam tahap ujicoba sejak Selasa (12/7/2023). Uji coba akan berlangsung sampai 16 Agustus 2023 mendatang.

    Baca: Salah kaprah pembangunan TOD di Indonesia

  • Ada 18 Stasiun LRT Jabodebek yang Layani Penumpang, Seperti Ini Spesifikasinya

    Ada 18 Stasiun LRT Jabodebek yang Layani Penumpang, Seperti Ini Spesifikasinya

    7cloud.asia – Kereta Api Ringan atau LRT Jabodebek dijadwalkan akan mulai beroperasi melayani penumpang mulai Senin (28/8/2023) besok. 

    LRT Jabodebek ini melayani dua rute yakni Dukuh Atas-Jatimulya dan Dukuh Atas-Harjamukti. Setidaknya ada 18 stasiun yang dilalui dengan stasiun Cawang akan berfungsi sebagai stasiun transit.

    Sebanyak 18 stasiun yang melayani pelanggan LRT Jabodebek adalah Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat dan Jatimulya.

    VP Public Relations KAI, Joni Martinus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/8/2023) mengatakan, Stasiun-stasiun LRT Jabodebek berada di lokasi-lokasi strategis mulai dari kawasan perumahan hingga kawasan bisnis.

    Baca: Segini tarif LRT Jabodebek

    “Tujuannya untuk memudahkan para pelaju bertransportasi dari dan menuju Ibu Kota atau wilayah lainnya,” katanya

    Lebih lanjut dia menjelaskan stasiun LRT Jabodebek terdiri atas 2 tipe yaitu tipe Interchange Station yakni Stasiun Cawang dan tipe Typical Station untuk 17 stasiun lainnya.

    Perbedaan dari tipe stasiun ini adalah jumlah jalur, luas stasiun dan fasilitas tambahan yang ada di dalamnya.

    Interchange Station terdiri atas 3 lantai di mana lantai 1 yaitu area boarding dan komersial, lantai 2 area peron, dan lantai 3 adalah area komersial.

    Baca: Pengoperasian LRT Jabodebek sempat tertunda, ini alasannya

    Sedangkan untuk tipe Typical Station terdiri atas 2 lantai, di mana lantai 1 adalah area boarding dan lantai 2 merupakan area peron.

    Stasiun Cawang merupakan Interchange Station karena merupakan stasiun persimpangan atau stasiun transit.

    Pelanggan dari Stasiun Harjamukti yang ingin menuju ke arah Stasiun Jatimulya dapat berhenti terlebih dahulu di Stasiun Cawang dan berganti kereta tujuan Stasiun Jatimulya, maupun sebaliknya.

    Untuk menunjang kenyamanan para pelanggan saat berada di stasiun, stasiun LRT Jabodebek dilengkapi dengan fasilitas akses berupa eskalator, tangga dan lift.

    Baca: Tidak lewati perlintasan sebidang LRT Jabodebek dinilai lebih aman

    Stasiun LRT Jabodebek juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet, ruang menyusui, mushalla, ruang kesehatan, Passenger Information Display System (PIDS), passenger announcement dan CCTV.

    Pemerintah dan KAI juga berupaya menghadirkan stasiun LRT Jabodebek yang ramah disabilitas dengan menghadirkan lift, gate, toilet khusus disabilitas serta tactile.

    “Dengan hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah pelanggan disabilitas dalam melakukan mobilitas menggunakan LRT Jabodebek,” ucap Joni.

    Untuk mengoptimalkan layanan di stasiun, KAI juga menyiapkan petugas yang siap melayani penumpang.

    Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia

    Petugas tersebut meliputi pengawas stasiun, petugas loket, passenger service, petugas kebersihan, petugas kesehatan dan petugas keamanan.

    Dari sisi akses stasiun, stasiun LRT Jabodebek memiliki keunggulan karena akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum.

    Misalnya Stasiun Dukuh Atas, lokasinya berada di dekat Stasiun KRL Sudirman, Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Stasiun KA Bandara BNI City, halte Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya.

    Sementara Stasiun Halim terintegrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta dekat dengan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

    “Stasiun-stasiun LRT Jabodebek terletak tidak jauh dari titik moda transportasi umum lainnya. Sehingga akan memudahkan pelanggan yang akan menggunakan transportasi umum lanjutan,” ujar Joni.

    Baca: Pembangunan kawasan dengan konsep TOD di Jakarta

    LRT Jabodebek merupakan moda transportasi terintegrasi yang rangkaian keretanya diproduksi BUMN PT INKA Persero, dan prasarananya dikerjakan PTAdhi Karya Persero Tbk. (ADHI).

    Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk pengerjaan LRT lebih dari 60 persen.

    LRT Jabodebek menggunakan teknologi yang lebih tinggi dari MRT Jakarta ataupun LRT Sumsel, yaitu generasi ke-3 atau Grade of Automation (GoA) Level 3.

    Dengan teknologi itu, memungkinkan kereta dioperasikan tanpa masinis dan mengatur jarak antar kereta menjadi lebih dekat dengan tetap konstan menjaga jarak aman.

    Baca: Kontroversi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

     

  • Gegara Demo Bela Palestina Keberangkatan Kereta Jarak Jauh Dipindah Ke Stasiun Jatinegara

    Gegara Demo Bela Palestina Keberangkatan Kereta Jarak Jauh Dipindah Ke Stasiun Jatinegara

    7cloud.asia – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, pada Sabtu (28/10/2023) melakukan pengaturan pola keberangkatan kereta api jarak jauh.

    Dengan aturan baru PT KAI itu, Kereta Api jarak jauh yang biasanya dari Stasiun Gambir kini berhenti Stasiun Jatinegara.

    Pemindahan keberangkatan Kereta Api jarak jauh ini untuk menghindari keterlambatan calon penumpang karena adanya kemacetan lalu lintas di sekitar jalan atau akses menuju Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

    Baca: Integrasi angkutan publik di Jakarta

    Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan hendriwintoko mengatakan, pada saat normal kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara.

    “Namun khusus hari Sabtu (28/10) terdapat sepuluh keberangkatan sekitar pukul 06.30 WIB sampai 13.10 WIB yang akan berhenti di Stasiun Jatinegara untuk melayani naik turun penumpang,” kata Ixfan dalam keterangan di Jakarta.

    Kemacetan lalu lintas di akses menuju Stasiun Gambir tersebut terkait dengan adanya aksi damai Bela Palestina di Kedutaan Besar Amerika Serikat pada tanggal 28 Oktober 2023.

    Baca: Terowongan Stasiun Tugu makin nyaman

    Sementara waktu keberangkatan KA dari Stasiun Gambir tidak mengalami perubahan.

    Ixfan menjelaskan pengaturan pola operasi khusus tersebut diharapkan bisa menghindarkan pelanggan dari risiko kemacetan.

    “Diharapkan pelanggan dapat terhindar dari risiko kemacetan yang mungkin terjadi akibat pengalihan arus lalu lintas menuju Stasiun Gambir dan memiliki pilihan untuk dapat berangkat dari Stasiun Jatinegara,” tambah Ixfan.

    Baca: Stasiun Manggarai bakal jadi Stasiun Sentral

    Berikut daftar perjalanan kereta api jarak jauh yg berhenti di stasiun Jatinegara pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2023:

    1. KA 2 ArgoBromo Anggrek 08.20 WIB
    2. KA 26 Argo Cheribon 08.30 WIB
    3. KA 10 Argo Dwipangga 08.50 WIB
    4. KA 68 Taksaka 09.20 WIB
    5. KA 44 Argo Parahyangan 09.30 WIB

    Baca: 18 Stasiun LRT yang layani penumpang

    6. KA 62 Sembrani 09.50 WIB
    7. KA 22 Argo Cheribon 10.20 WIB
    8. KA 80f Manahan 10.30 WIB
    9. KA 48 Argo Parahyangan 12.30 WIB
    10.KA 50. Argo Parahyangan 13.10 WIB.

     

  • Kementerian Lingkungan Hidup Minta Pengelola Kawasan Industri Bangun Stasiun Pemantau Kualitas Udara

    Kementerian Lingkungan Hidup Minta Pengelola Kawasan Industri Bangun Stasiun Pemantau Kualitas Udara

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta kepada pengelola kawasan industri untuk menyiapkan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) sebagai bentuk antisipasi potensi polusi udara jelang memasuki musim kemarau.

    Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan belum ada peraturan menteri terkait Stasiun Pemantau Kualitas Udara ini

    “Karena itu kami akan memandatkan lebih awal dengan keputusan menteri sampai peraturan menterinya akan dibangun. Sehingga sifatnya semi mandatory,” kata Hanif usai memberikan arahan kepada para pelaku usaha kawasan industri Jabodetabek dan Karawang dalam pertemuan di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

    Dia mengatakan arahan untuk membangun SPKU di kawasan industri bertujuan untuk memastikan secara pasti sumber pencemaran yang dapat dilihat dari kualitas berdasarkan SPKU tersebut, untuk dapat mempertimbangkan langkah lanjutan untuk mengatasinya.

    Baca: Libur Lebaran membuat kualitas udara Jakarta membaik

    Secara khusus dia juga menyebut sejumlah kawasan industri sudah dan akan membangun SPKU atau Air Quality Monitoring System (AQMS) yang memantau kualitas udara secara otomatis dan berkelanjutan untuk memberikan data secara faktual atau real time.

    Terkait kapan akan dikeluarkan keputusan menteri terkait SPKU tersebut, Hanif menyebut akan diterbitkan dalam waktu dekat.

    Pertemuan yang dilakukan hari ini sendiri dilakukan untuk mencapai kolaborasi antara pemerintah lewat KLH dengan dunia usaha terutama yang berada di kawasan industri.

    Dia mengingatkan bahwa pengendalian pencemaran udara, dan juga jenis pencemaran yang lain, menjadi tugas penting dari pengelolaan kawasan industri bersama dengan pemerintah daerah di wilayah masing-masing.

    Baca: Dunia catat kemajuan penting terkait pemantauan kualitas udara

    Jika tidak melakukan pengelolaan dengan baik dan tidak mematuhi ketentuan yang ada, Hanif mengingatkan KLH dapat melakukan penegakan hukum jika dibutuhkan.

    Sebagai pimpinan kawasan industri, ujar Hanif, kepala dinas provinsi, kabupaten/kota kalau masih setelah pembinaan, pengarahan, masih juga membandel dan tidak mengindahkan kaedah-kaedah lingkungan.

    “Maka hari ini izinkan saya untuk melakukan langkah-langkah penegakan hukum terkait dengan tenant yang kemudian tidak mematuhi kaedah-kaedah tata lingkungan,” demikian Hanif Faisol Nurofiq.

    Dalam kesempatan itu Hanif juga meminta para pelaku kawasan industri untuk melaksanakan aturan lingkungan hidup termasuk menyusun peta jalan untuk memperbaiki kualitas udara Jabodetabek.