Tag: suhu panas

  • BMKG: Waspada Suhu Panas Landa di Kota Ini

    BMKG: Waspada Suhu Panas Landa di Kota Ini

    7cloud.asia – Suhu panas masih melanda beberapa kota besar di Indonesia. Salah satunya Kota Surabaya. Diperkirakan pada Senin (23/10/2023) suhu udara mencapai 36 derajat celsius.

    Berdasarkan laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu terendah di Kota Surabaya adalah 26 derajat celsius.

    BMKG memperkirakan pada pagi hari cuaca di kota pahlawan tersebut cerah berawan.

    Pada siang dan malam hari diprediksi cuaca cerah. Cuaca kembali cerah berawan pada dinihari. Tingkat kelembaban 40 hingga 90 persen.

    baca juga: bmkg sejumlah kota besar berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang

    Selain Kota Surabaya, suhu panas juga diperkirakan terjadi di Kota Semarang dan Banjarmasin. Di kedua kota ini suhu udara berkisar antara 24 hingga 35 derajat celsius.  

    Sementara kota-kota lain di Indonesia umumnya cerah, berawan dan cerah berawan. Suhu berkisar antara 21 hingga 36 derajat celcius dengan suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Meski demikian, BMKG memperkirakan hujan dengan ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur sejumlah kota.

    Diantaranya Kota Bandung, Gorontalo, Banjarmasin, Mataram, Jayapura, Manokwari, Makassar dan Padang hujan ringan diperkirakan turun pada siang hari.

    Kota Palangkaraya, Samarinda, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju dan Padang diprediksi akan turun hujan ringan pada malam hari. Bahkan Kota Pekanbaru diperkirakan kembali diguyur hujan ringan pada dinihari.

    Hujan dengan intesitas sedang diperkirakan akan mengguyur Kota Pontianak dan Manado pada siang hari.

    Sedangkan hujan lebat diprekirakan akan mengguyur kota Banda Aceh dan Medan pada siang hari.

    Sebelumnya BMKG telah memperkirakan Indonesia mengalami suhu tertinggi pada Oktober 2023.

    baca juga: suhu panas hingga 33 derajat celsius ini penyebabnya

    Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum Oktober ini bahkan hampir mencapai 40 derajat Celsius atau lebih tinggi daripada September 2023.

    Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, mengaggap wajar beberapa kota di Indonesia merasakan suhu tinggi pada bulan September dan Oktober.

    “Data klimatologis selama 30 tahun dari 1991-2021 menunjukkan bahwa rata-rata suhu maksimum di beberapa kota besar Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Surabaya mencapai nilai tertingginya pada September-Oktober,” jelasnya seperti dilansir Kompas.com.

    Kenaikan suhu tersebut dialami kota-kota yang secara geografis berada di selatan ekuator. Menurutnya hal ini terjadi karena faktor posisi semu Matahari berada di arah tersebut.

    Akibatnya, sebagian wilayah Indonesia di selatan ekuator mendapatkan sinar Matahari yang relatif lebih tinggi sehingga terasa lebih panas dibandingkan wilayah Indonesia lainnya.

    Selanjutnya Miming memaparkan bulan Oktober 2023 cenderung lebih panas daripada suhu-suhu bulan sebelumnya.

    baca juga: waspada suhu udara jakarta capai 36 derajat celsius

    Pada bulan September 2023 suhu maksimum mencapai 38 derajat celsius. Sementara suhu tertinggi Oktober 2023 terukur pada 39,4 derajat celsius.

    “Dari data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum selama periode 1-31 September 2023 di Indonesia cukup tinggi dengan kisaran suhu antara 35,4-38 derajat celsius pada siang hari,” paparnya.

    BMKG mencatat suhu tertinggi di bulan tersebut terukur pada 25 dan 29 September 2023 di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang, Jawa Tengah.

    Selain itu, suhu 38 derajat celsius juga terukur di Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Jawa Barat pada 28 September 2023.

    “Sementara itu suhu maksimum terukur di wilayah Jabodetabek berada pada kisaran 35-37,5 derajat celsius,” ungkapnya.

    “Di mana suhu maksimum hingga 37,5 derajat celsius terukur di wilayah Tangerang Selatan pada 29 September 2023,” tambahnya.

    Suhu maksimum selama periode 1-18 Oktober 2023 terukur dengan kisaran antara 36,6-39,4 derajat celsius pada siang hari.

    “Suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut mencapai 39,4 °C yang terukur di Kantor Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Tangerang Selatan pada 16 Oktober 2023,” jelasnya.

    Sementara suhu tertinggi pada 18 Oktober 2023 terukur di Stasiun Meteorologi Kertajati, Jawa Tengah suhu mencapai 39,1 derajat celsius.

    Pada Jumat (20/10/2023) terjadi penurunan suhu. Suhu tertinggi yang terukur hanya 37,8 di Kertajati, Majalengka.

    Adanya potensi suhu panas ini, Miming mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadainya.  terhadap suhu panas yang terjadi di Indonesia. “Selama Oktober ini masih harus waspada, kemgkinan cenderung menurun mulai November,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Climate Central: Tiga Kota di Indonesia Alami Anomali Suhu Panas Akibat Perubahan Iklim pada Maret-Mei 2024

    Climate Central: Tiga Kota di Indonesia Alami Anomali Suhu Panas Akibat Perubahan Iklim pada Maret-Mei 2024

    7cloud.asia – Laporan “People Exposed to Climate Change: March-May 2024” yang dirilis Climate Central menyebut, ada tiga kota di Indonesia masuk daftar kota dengan suhu panas tidak biasa atau anomali periode Maret-Mei 2024.

    Dalam laporannya, Climate Central menyebut, anomali suhu panas di tiga kota ini diperburuk oleh perubahan iklim.

    Laporan “People Exposed to Climate Change: March-May 2024” dikutip Antaranews.com, Jumat (7/6/2024) memperlihatkan Makassar di Sulawesi Selatan, Semarang di Jawa Tengah, dan Jakarta masuk daftar kota-kota dengan suhu panas tidak biasa.

    Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (6/6/2024), Climate Central menempatkan Makassar dalam urutan teratas daftar kota di dunia dengan anomali suhu panas disebabkan perubahan iklim.

    Baca: Udara panas di Indonesia bukan gelombang panas

    Hal itu berdasarkan catatan 92 hari berada dalam indeks pergeseran iklim atau climate shift index (CSI) level 3 atau lebih tinggi dan anomali suhu mencapai 1,2 derajat Celcius.

    Jakarta masuk daftar kota-kota besar global dengan suhu panas tidak biasa disebabkan perubahan iklim di posisi keempat dengan catatan 77 hari pada CSI level 3 atau lebih tinggi dan anomali suhu 0,9 derajat Celcius.

    Semarang berada di posisi ke-11 daftar yang sama dengan catatan 88 hari pada CSI level 3 atau lebih tinggi dan anomali suhu 1,4 derajat Celcius.

    Baca: BMKG sebut Indonesia tak dilanda gelombang panas

    Dalam laporan itu dijelaskan metode CSI digunakan Climate Central untuk mengukur pengaruh lokal perubahan iklim terhadap suhu harian di kota-kota di seluruh dunia.

    CSI level 1 berarti perubahan iklim dapat dideteksi, secara teknis, kenaikan suhu setidaknya 1,5 kali lebih mungkin terjadi, sedangkan CSI level 2 berarti kenaikan suhu setidaknya dua kali lebih mungkin terjadi.

    Laporan itu juga mengemukakan periode Maret, April, dan Mei 2024 memecahkan rekor bulanan dalam catatan temperatur global.

    Baca: Bangladesh liburkan sekolah akibat gelombang panas

    Dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil, terlihat secara khusus dalam bentuk panas ekstrem.

    Laporan Climate Central itu menyebut, sebagai akibat perubahan iklim sekitar satu dari empat orang di dunia mengalami peningkatan suhu setidaknya tiga kali lipat setiap hari, selama 1 Maret hingga 31 Mei 2024.

    Puncaknya pada 6 April 2024, ketika 2,7 miliar orang atau satu dari tiga orang di dunia merasakan suhu tidak biasa dengan pengaruh kuat dari perubahan iklim.

  • Waspada! BMKG Sebut Suhu Panas Hingga 36 Derajat Celsius Berpotensi Melanda Indonesia Sepekan Kedepan

    Waspada! BMKG Sebut Suhu Panas Hingga 36 Derajat Celsius Berpotensi Melanda Indonesia Sepekan Kedepan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu panas maksimum harian hingga 36 derajat celsius akan melanda hampir seluruh wilayah Indonesia dalam sepekan kedepan.

    Menurut Tim Pusat Meteorologi Publik BMKG, Miming, sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Aceh, Jawa Timur dan Bali mengalami kondisi suhu panas maksimum dalam dua hari terakhir.

    Hasil analisa tim ahli meteorologi BMKG pada Selasa (11/6) siang, suhu terpanas di wilayah Aceh mencapai 36,6 derajat celcius dan Sumatera Utara 35,9 derajat celcius.

    Baca: Gelombang panas berpeluang besar terjadi di Idonesia

    Selain itu, tim meteorologi juga menganalisa suhu panas maksimum hingga 34,8 – 34,0 derajat celcius melanda sebagian besar wilayah di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Banten, Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Bali.

    “Ya, kondisi ini masih perlu kita waspadai dalam sepekan ke depan yang mana siang hari jadi titik suhu terpanas,” ujar Miming seperti yang dilansir Antaranews.

    Analisa tim meteorolgi BMKG menyebut suhu panas maksimum pada siang hari tersebut umumnya disebabkan karena gerak semu matahari dengan jarak terdekat di equator.

    Baca: Gelombang panas di Thailand tewaskan 61 orang

    Fenomena ini sekaligus menandakan musim kemarau mulai melanda Indonesia yang sebagaimana diprakirakan sebelumnya akan berlangsung Juni – September 2024.

    Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengkonsumsi air mineral secara cukup dan teratur supaya terhindar dari dehidrasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

    Jika berada diluar ruangan, gunakan topi atau payung untuk melindungi kepala dan tubuh bagian atas, kacamata hitam melindungi mata, dan tabir surya untuk melindungi diri kulit dari paparan sinar ultra violet (UV).

  • Akhir Pekan, Waspada Potensi Suhu Panas Hingga 35 Derajat di Dua Kota Ini

    Akhir Pekan, Waspada Potensi Suhu Panas Hingga 35 Derajat di Dua Kota Ini

    7cloud.asia – Musim kemarau telah tiba. Akhir pekan, Sabtu (20/07/2024) sejumlah kota mengalami suhu panas bahkan hingga 35 derajat celsius.

    Mengutip laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu panas di Kota Banda Aceh dan Medan berpotensi terjadi suhu panas hingga 35 derajat celsius.

    Suhu panas hingga 34 derajat celsius berpotensi terjadi di Kota Serang, Semarang dan Pontianak.

    Sedangkan suhu terendah berada pada titik 19 derajat celsius dan  diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    BMKG memperkirakan cuaca di sebagian besar kota di Indonesia cerah dan berawan. Meski demikian masih ada kota yang berpeluang hujan dengan intensitas ringan di Kota Bandar Lampung dan Ambon pada pagi hari.

    Kemudian siangnya hanya Kota Ambon yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Lalu malam harinya kondisi cuaca serupa diperkirakan terjadi di Kota Mamuju dan Medan.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 22 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 50 hingga 85 persen.

     

  • Suhu Panas Landa Sumatera Utara, Terdeteksi 105 Titik Panas

    Suhu Panas Landa Sumatera Utara, Terdeteksi 105 Titik Panas

    7cloud.asia – Suhu panas melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya sebanyak 105 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah ini.

    “Ke-105 titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20,” ungkap prakirawan cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah I Medan, Martha Manurung seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Martha menjelaskan 105 titik panas tersebut masing-masing terpantau 3 titik di Humbang Hasundutan, 1 di Labuhanbatu Selatan, 7 di Labuhanbatu Utara, 1 di Mandailing Natal, 2 di Padang Lawas Utara.

    Selain itu tedapat 2 titik panas di Padang Lawas dan satu titik di Pakpak Bharat, 3 di Serdang Bedagai, 6 di Tapanuli Selatan, 4 di Tapanuli Utara, 13 di Toba, 2 di Asahan, 4 di Dairi, satu di Deli Serdang, 6 di Karo.

    Baca: Waspada suhu panas hingga 37 derajat celsius di wilayah Sumatera Utara

    Titik panas terbanyak terdeteksi di wilayah Labuhanbatu 35 titik, 2 titik di Langkat dan 12 titik panas di Samosir.

    “Informasi mengenai keberadaan titik panas tersebut juga sudah disampaikan kepada pemangku kepentingan agar dapat menjadi perhatian,’ ujarnya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca pada Kamis (25/7/2024) pagi sebagian besar wilayah Sumatera Utara berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Humbang Hasundutan dan sekitarnya.

    Kemudian malam harinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di wilayah Humbang Hasundutan Sibolga, Langkat, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.

    Baca: Titik panas di Riau capai 124 titik

    Suhu udara diperkirakan berkisar antara 15 hingga 36 derajat celcius dengan tingkat kelembapan udara antara 50 hingga 90 persen. Angin bertiup dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 05 – 15 km/jam.

    “Waspada potensi suhu udara yang cukup panas dan gerah di wilayah dataran rendah, perkotaan, dan pesisir pantai Sumatera Utara,” ucapnya.

    Dia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan karena sebagian wilayah Sumatera Utara sudah memasuki musim kemarau.

     

  • BMKG: Hujan Awal November Tandai Berakhirnya Tren Suhu Panas di Indonesia

    BMKG: Hujan Awal November Tandai Berakhirnya Tren Suhu Panas di Indonesia

    7cloud.asia – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia pada awal November ini menandai berakhirnya tren suhu panas maksimum di Tanah Air pada tahun 2024.

    Hasil analisa iklim dari tim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, saat ini hujan masuk secara gradual ke wilayah Indonesia menggusur suhu panas, karena La Nina sudah mulai aktif kembali dalam kategori lemah.

    Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan saat di konfirmasi di Jakarta, Selasa (5/11/2024) mengatakan terus menjauhnya keberadaan beberapa siklon tropis dari wilayah Indonesia juga berkontribusi dalam pertumbuhan awan hujan tersebut.

    Sejumlah siklon tropis seperti Trami dan Kong-Rey sebelumnya terpantau oleh tim BMKG sejak Selasa (21/10/2024), berada di sekitar 14,5 derajat Lintang Utara – 126,0 Bujur Timur Laut Filipina atau sekitar 1.240 kilometer sebelah utara Tahuna, Sulawesi Utara.

    Pergerakan siklon ber kecepatan 74 kilometer per jam (kategori II) saat itu telah menarik awan potensial, sehingga suhu di wilayah Indonesia menjadi panas karena tidak ada tutupan awan yang menghalangi paparan sinar matahari yang sedang tepat di atas khatulistiwa.

    Baca: BMKG ajak masyarakat bersiap hadapi musim hujan

    BMKG sempat mencatat suhu panas maksimum di Indonesia berada pada rentang 37 – 38,4 derajat Celcius pada akhir Oktober 2024, salah satunya menyasar wilayah Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Ardhasena menjabarkan periode La Nina ini diprakirakan mulai berlangsung dari November 2024 dan berakhir pada kuartal pertama 2025, setelah itu diyakini tidak ada gangguan iklim signifikan di Indonesia secara umum.

    BMKG mengklasifikasikan terdapat 67 persen wilayah Indonesia yang berpotensi mendapatkan curah hujan tahunan lebih dari 2.500 mm/tahun pada 2025.

    Wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi antara lain adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung bagian utara.

    Juga Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian barat, sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, sebagian Bali, sebagian kecil NTT, Kepulauan Maluku, dan Papua.

    Baca: Minim ruang terbuka hijau, kota-kota di belahan bumi selatan rawan alami suhu panas

    Selain itu terdapat sekitar 15 persen wilayah Indonesia yang diprediksi mengalami curah hujan tahunan di atas normal, antara lain sebagian kecil Aceh, Riau, Sulawesi bagian tengah dan utara

    Sebagian kecil Sulawesi Selatan bagian selatan, sebagian kecil Sulawesi tenggara, sebagian kecil NTT, sebagian kecil kepulauan Maluku, dan sebagian Papua bagian tengah.

    Kendati demikian BMKG mendorong semua pihak agar memanfaatkan curah hujan untuk mengisi waduk, bendungan, irigasi, dan embung-embung

    Hal ini guna menjamin ketahanan air dan energi persiapan musim kering yang dapat memicu bencana kekeringan hingga kebakaran kawasan hutan dan lahan (karhutla) tahun depan.

    Dalam hal ini BMKG memetakan sebanyak satu persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan di bawah normal antara lain Sumatera Selatan bagian barat, Bali, NTT, NTB, Maluku utara, dan Papua Barat bagian utara, pada medio Mei-Juli 2025.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celsius, Meski Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Waspada Suhu Panas Hingga 37 Derajat Celsius, Meski Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Meski sebagian besar kota di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir, namun cuaca panas hingga 37 derajat celsius masih melanda pada Selasa (12/11/2024).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun youtube resminya mengungkapkan suhu maksimal di Kota Kupang diprediksi mencapai 37 derajat celsius dengan cuaca diperkirakan berawan.

    Sedangkan sebagian besar kota di Indonesia berpotensi hujan. Kota Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Serang, Pontianak, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Sorong dan Jayapura diprediksi terjadi hujan dengan intensitas ringan.   

    Hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Padang, Yogyakarta, Tanjung Selor, Manado, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.

    Sementara hujan disertai petir berpotensi mengguur Kota Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Lampung, Bandung,Palangkaraya, Banjarmasin dan Mamuju.

    Untuk wilayah DKI Jakarta, seluruh wilayah diperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada pagi hingga sore hari.

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Sedangkan wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diprediksi berawan.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 37 derajat celsius dengan suhu terendah di Kota Jayawijaya. Tingkat kelembaban udara berkisar antara 51 hingga 100 persen.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Suhu Udara Hingga 35 Derajat Celsius di Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Suhu Udara Hingga 35 Derajat Celsius di Kota Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu udara yang tinggi melanda sejumlah kota, bahkan hingga mencapai 35 derajat celsius pada Rabu (30/07/2025).

    Melalui kanal youtube resmi BMKG, suhu udara panas hingga mencapai 35 derajat celsius terjadi di Kota Pontianak. Kota-kota lainnya suhu berkisar antara 29 hingga 33 derajat celsius.

    Meski demikian masih ada potensi hujan dengan inensitas ringan di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Semarang, Bandung, Serang, Denpasar, Kupang.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi pula terjadi di Kota Tanjung Selor, Palu, Sorong, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Dan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bengkulu.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir  Kalimantan Tengah dan pesisir Papua Selatan.

     

     

     

     

  • Ketika Kota Semakin Panas, Warga Miskin Semakin Menderita

    Ketika Kota Semakin Panas, Warga Miskin Semakin Menderita

    7cloud.asia – Sejak awal bulan Juli lalu, sejumlah negara di Eropa disibukkan dengan adanya gelombang panas ekstrem.

    Gelombang panas ini bahan memaksa pemerintah Prancis mengeluarkan peringatan tingkat merah saat suhu mencapai 36-40°C. Sejumlah sekolah ditutup, begitu pula kunjungan ke puncak Menara Eiffel di Paris disetop sementara demi keselamatan pengunjung.

    Di Brussels, Belgia, Atomium, landmark ikonik kota tersebut juga menyesuaikan jam operasional sebagai respons terhadap suhu panas yang menyengat.

    Sementara itu, di Indonesia yang beriklim tropis, suhu panas sering kali dianggap sebagai hal biasa. Pemerintah cenderung tidak menanggapinya dengan serius.

    Warga dibiarkan tetap beraktivitas seperti biasa meski suhu panas di atas 36°C. Para siswa tetap bersekolah meski banyak ruangan kelas tidak punya pendingin udara yang memadai.

    Padahal, gelombang panas bukan hal sepele. Paparan suhu tinggi dalam jangka waktu lama bisa berdampak serius terhadap produktivitas dan kesehatan manusia, bahkan bisa meningkatkan risiko kematian.

    Baca: Gelombang panas melanda negara-negara Eropa

    Jika dibiarkan, efek jangka panjangnya bisa mengganggu stabilitas ekonomi. Di kota-kota besar, risiko ini lebih tinggi akibat fenomena urban heat island—kondisi ketika suhu di area perkotaan lebih panas dibanding wilayah sekitarnya.

    Hal ini disebabkan oleh kepungan permukaan keras seperti beton, aspal, serta minimnya pepohonan di perkotaan.

    Polusi dari berbagai kegiatan manusia seperti lalu lintas transportasi dan industri makin memperburuk efek urban heat island ini. Akibatnya, orang miskin menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

    Dampak suhu panas
    Banyak anggapan bahwa tubuh manusia mampu beradaptasi dengan peningkatan suhu panas. Tapi faktanya, tubuh manusia punya ambang batas biologis untuk menahan panas.

    Saat kombinasi suhu udara dan kelembapan mencapai 35°C, tubuh kehilangan kemampuan mendinginkan diri, bahkan saat berkeringat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan hipertemia dan bisa berujung pada kematian.

    Panas ekstrem juga memberi tekanan besar pada organ tubuh, terutama jantung dan ginjal. Hal ini bisa memperburuk kondisi kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan pernapasan, diabetes, dan kerusakan ginjal akut.

    Baca: Pembangunan ruang terbuka hijau mikro di kawasan kumuh Jakarta

    Selain itu, suhu panas juga menyebabkan gangguan tidur dan ketidaknyaman saat bekerja. Akibatnya, performa kerja berisiko menurun.

    Jika berasal dari keluarga mampu atau orang kaya, mungkin kita bisa berlindung di rumah ber-AC, bepergian nyaman dengan mobil, ‘ngadem’ di kantor atau kafe.

    Tapi bagi orang miskin, pilihan yang mereka punya mungkin hanya tetap bertahan di cuaca sepanas apa pun, terutama bagi mereka yang harus bekerja di luar ruangan (outdoor).

    Masyarakat miskin yang tinggal di kawasan padat penduduk biasanya menempati rumah dari bahan bangunan seadanya, tanpa AC, dan minim ventilasi. Akses ke taman hijau pun sangat terbatas. Padahal ruang terbuka seperti taman bisa menjadi pendingin alami.

    Ironisnya, sebaran taman justru lebih banyak di sekitar kawasan elite.

    Baca: Alam menawarkan cara berkelanjutan untuk meredam panas perkotaan

    Pemerintah tidak serius
    Selama ini, pemerintah belum menjadikan urban heat island sebagai agenda kebijakan yang perlu ditangani secara serius.

    Tidak seperti bencana alam seperti banjir, gempa, atau tanah longsor yang memiliki regulasi khusus, fenomena ini belum mendapat pengaturan jelas dalam kebijakan penanggulangan bencana.

    Penanganan urban heat island masih sekadar disisipkan dalam program ketahanan iklim, seperti rencana pengembangan bangunan hijau atau penambahan ruang terbuka hijau.

    Akibatnya, tak ada institusi penanggung jawab, anggaran, atau sistem pemantauan yang jelas.

    Lebih buruk lagi, tidak ada identifikasi wilayah prioritas sehingga mitigasi dan penyediaan ruang hijau untuk masyarakat rentan terus terabaikan.

    Artinya, masyarakat miskin perkotaan akan terus terjebak ‘kepanasan’ tanpa adanya bantuan nyata. Apa yang harus dilakukan pemerintah, akan diulas di tulisan selanjutnya.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Nimas Maninggar (Peneliti bidang kebijakan inovasi/inovasi wilayah, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN)

  • BMKG: Suhu Udara Panas Menyengat Akan Berlangsung hingga November 2025

    BMKG: Suhu Udara Panas Menyengat Akan Berlangsung hingga November 2025

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu udara yang panas di sejumlah wilayah di Indonesia saat ini akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

    Perkiraan ini seiring dengan dimulainya musim hujan yang berbeda di masing-masing daerah. Puncak musim hujan juga berbeda-beda setiap daerah.

    Di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan puncak musim hujan terjadi pada bulan November hingga Desember 2025.

    Sedangkan wilayah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku dan Papua puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari dan Februari 2026.

    Baca: Penjelasan BMKG Tentang Musim Hujan 2025

    Dalam akun instagram resminya, BMKG membantah kondisi cuaca panas yang merupakan akibat Gelombang Panas (Heatwave) seperti yang terjadi di negara-negara subtropis.

    Suhu di Indonesia saat ini masih dalam batas wajar meski terasa sangat panas dan tidak nyaman. Kondisi cuaca seperti ini juga biasa terjadi saat musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan (pancaroba).

    BMKG menjelaskan saat ini, gerak semu matahari sudah berada sedikit di selatan ekuator. Akibatnya wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari yang sangat intens.

    Faktor lainnya adanya angin timuran yang bertiup dari Benua Australia membawa massa udara kering. Udara kering inilah yang membuat awan sulit terbentuk, sehingga panas matahari terasa lebih terik di permukaan.

    Baca: Udara Panas Menyengat di Beberapa Kota, Ini Penyebabnya

    Memang sebagian wilayah di Indonesia saat ini telah memasuki musim hujan. Namun pembentukan awan hujan di beberapa wilayah masih minim sehingga panas matahari langsung memancar ke permukaan bumi tanpa penghalang.

    Hal inilah yang membuat suhu udara terasa jauh lebih panas terutama saat siang hari.

    Karena itu BMKG mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dan cukup minum air putih. Selain itu masyarakat juga sebaiknya menghindarai paparan langsung sinar matahari terlalu lama.

    Masyarakat juga harus mewaspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang kerap terjadi secara mendadak.