Tag: susu

  • Minum Segelas Susu Sebelum Tidur? Ini Dia Manfaatnya

    Minum Segelas Susu Sebelum Tidur? Ini Dia Manfaatnya

    7cloud.asia – Susu adalah salah satu minuman yang mengandung banyak manfaat. Mengonsumsi susu bisa pagi hari saat sarapan atau malam hari sebelum tidur. Salah satu manfaatnya adalah menurunkan berat badan.

    Melansir dari klikdokter, ada 5 manfaat minum susu pada malam hari sebelum tidur, yaitu: 

    1. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

    Minum segelas susu sebelum tidur akan memberi efek kantuk dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

    Sebab susu mengandung asam amino yang bernama tryptophan. Asam amino ini tidak diproduksi oleh tubuh, melainkan berasal dari sumber nutrisi yang Anda konsumsi, salah satunya susu.

    Tubuh memerlukan tryptophan untuk membuat melatonin dan serotonin. Melatonin berfungsi untuk mengatur waktu tidur dan bangun, sedangkan serotonin diperlukan untuk mengatur rasa lapar, sakit, kantuk, dan suasana hati (mood).

    Baca: Bahaya di balik makanan fermentasi

    Hasil studi yang dimuat pada jurnal Clinical Nutrition ESPEN, mengonsumsi susu dengan madu sebanyak dua kali sehari selama tiga hari ditemukan bermanfaat meningkatkan kualitas tidur pasien jantung.

    Berdasarkan studi lainnya yang dimuat dalam jurnal BioMed Central Geriatrics, aktivitas fisik dan konsumsi susu dapat membuat tidur lebih cepat pada lansia yang mengidap kesulitan tidur.

    Nah, jika susu diminum di malam hari, tentu manfaatnya ini akan mendukung kualitas tidur jadi lebih baik lagi.

    1. Meningkatkan Pertumbuhan Otot

    Kandungan protein yang terdapat di dalam susu membuat perkembangan otot menjadi meningkat.

    Baca: Manfaat minum air putih

    Setelah tubuh dipakai untuk beraktifitas seharian, maka tubuh memerlukan nutrisi untuk membantu memulihkan otot-otot yang digunakan.

    Alasan ini pula yang menyebabkan banyak atlet yang mengonsumsi susu setelah melakukan latihan fisik.

    Berdasarkan sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Physical Activity and Nutrition, mengonsumsi susu setelah berolahraga di sore hari dan 30 menit sebelum tidur bermanfaat untuk membangun kembali jaringan otot tubuh.

    Selain itu, minum susu juga akan membantu kamu mencegah nyeri otot dan mengembalikan cairan yang hilang saat melakukan aktivitas fisik.

    Baca: Segudang manfaat tanaman sambiloto

    1. Menurunkan Berat Badan

    Susu berpotensi memberikan berat badan ideal karena mengandung nutrisi penting, seperti kalsium, protein, dan lemak baik. Ketiga nutrisi tersebut dapat membuat kamu kenyang setelah meminumnya.

    Hasil sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nutrients, meningkatkan konsumsi susu yang diikuti membatasi asupan kalori bermanfaat dalam menurunkan berat badan serta massa lemak tubuh.

    Tentu saja, agar mendapatkan efek yang maksimal, konsumsi susu harus diikuti dengan diet yang sesuai.

    1. Memberikan Tambahan Energi

    Selama tidur, tubuh tetap membutuhkan energi agar organ tetap bisa bekerja secara optimal.

    Dilansir dari Sleep Foundation, rata-rata manusia membakar 50 kalori setiap jamnya saat tidur.

    Baca: Konsumsi buah kiwi untuk menstabilkan tekanan darah

    Kalori tersebut dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi penting, seperti pernapasan, peredaran darah, pengaturan suhu tubuh, serta perbaikan dan regenerasi sel.

    Karena itu, minum susu sebelum tidur bisa memberikan energi tambahan sehingga saat bangun tidur, kamu tidak merasa lelah dan siap beraktivitas kembali.

    1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

    Manfaat minum susu sebelum tidur selanjutnya adalah menurunkan risiko penyakit jantung.

    Hasil studi studi berjudul Association Between Dairy Consumption and Cardiovascular Disease Events, Bone Fracture and All-Cause Mortality, mengonsumsi susu rendah lemak secara rutin dapat menurunkan resiko penyakit jantung.

    Baca: Manfaat ikan bandeng bagi tubuh

    Dilansir dari Cardio Smart, seseorang yang mengonsumsi susu setidaknya dua kali sehari akan memiliki risiko terkena penyakit jantung, stroke dan kematian yang lebih rendah dibandingkan seseorang yang tidak mengonsumsi susu.

    Minum susu bisa dalam keadaan hangat maupun dingin. Menurut Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan, mengonsumsi susu daam keadaan dingin maupun hangat sama sehatnya.

    Tetapi susu hangat akan memperlambat respons tubuh sehingga otot tubuh menjadi lebih rileks dan memicu rasa kantuk.

    “Sebaliknya, umumnya minum susu dingin akan membuat tubuh menjadi lebih segar. Jadi, jika ingin manfaat susu agar lebih cepat tertidur, sebaiknya pilih susu hangat,” jelas Iqbal.

     

  • Tanggapi Aksi Buang Susu, DPR Minta Pemerintah Batasi Impor Susu

    Tanggapi Aksi Buang Susu, DPR Minta Pemerintah Batasi Impor Susu

    7cloud.asia – Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menyoroti aksi peternak sapi yang membuang susu di Pasuruan, Jawa Timur dan Boyolali, Jawa Tengah.

    Hal itu karena pembatasan jumlah pengiriman ke Industri Pengolahan Susu (IPS) dan dibukanya keran impor susu dengan sangat lebar.

    Saan menegaskan pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada peternak sapi lokal agar tak lagi membuang susu hasil panen.

    “Kita berharap, ya, bahwa petani-petani atau peternak-peternak lokal yang terkait dengan terutama peternak sapi untuk susu, itu juga tetap mendapatkan prioritas perhatian dari pemerintah,” kata Saan kepada media, di Jakarta, Sabtu (9/11/2024).

    Saan tak menampik keperluan impor susu karena kebutuhan yang besar. Namun, menurutnya, pemerintah harus tetap memberikan perhatian khusus agar alokasi pasokan susu didominasi oleh peternak lokal.

    “Jadi tetap disamping memenuhi kebutuhan susu untuk nasional, itu tetap juga harus selain impor, karena memang tidak mencukupi, juga peternak itu harus mendapatkan perhatian khusus juga,” kata Politisi Partai NasDem itu

    Dengan demikian, katanya, tak ada lagi susu dari peternak lokal yang tidak laku karena tak mampu bersaing dengan kualitas susu impor.

    Apabila ketersediaan susu di pasar domestik sudah tak lagi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, kata Saan, baru lah keran impor susu bisa dibuka.

    “Nanti sisanya kekurangan dari lokalnya berapa, baru nanti impornya berapa. Sehingga kesediaan susu secara nasional itu bisa terpenuhi,” tuturnya.

    Diberitakan sebelumnya, peternak sapi asal Pasuruan, Jawa Timur membuang susu hasil panen karena adanya pembatasan pasokan susu lokal ke industri.

    Peternak sekaligus pengepul susu Bayu Aji Handayanto mengatakan, kondisi ini terjadi akibat kurangnya kontrol pemerintah terhadap susu impor.

    Bayu berharap pemerintah memperhatikan pasokan susu dalam negeri. Terkait harga, Bayu yakin para peternak mau berdiskusi dengan industri.

    Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan Indonesia perlu mengimpor 1 juta ekor sapi perah untuk kebutuhan susu program Makan Bergizi Gratis dan kebutuhan susu regular. Jumlah itu merupakan akumulasi impor sapi pada 2025 -2029.

    Hal itu dipaparkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Selasa (5/11/2024).

    “Impor 1 juta ekor (2025-2029). Pelaksana: perusahaan swasta 55 perusahaan,” demikian bunyi paparan Amran.

    Dalam paparan tersebut juga dijelaskan impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan 8,5 juta ton susu pada 2029. Jumlah itu terbagi atas kebutuhan susu reguler sebanyak 4,9 juta ton dan kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis sebanyak 3,6 juta ton.

  • Kementan Diminta Turun Tangan Atasi Masalah yang Dihadapi Peternak Sapi Perah di Berbagai Daerah

    Kementan Diminta Turun Tangan Atasi Masalah yang Dihadapi Peternak Sapi Perah di Berbagai Daerah

    7cloud.asia – Beberapa waktu terakhir ramai diberitakan para peternak susu sapi di sejumlah daerah membuang susu hasil produksinya karena tidak terserap pasar.

    Peternak sapi perah dan pengepul susu di Boyolali, Jawa Tengah misalnya menggelar aksi mandi susu dari susu yang tak terserap industri di Tugu Susu Tumpah, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu lalu (9/11/2024).

    Selain itu, para peternak sapi perah dan pengepul susu di Pasuruan, Jawa Timur juga memprotes dengan membuang susu hasil panen lantaran ada pembatasan jumlah pengiriman susu ke industri pengolahan.

     

    Baca: Tanggapi aksi buang susu, DPR minta pemerintah batasi impor susu

    Menanggapi kejadian ini, anggota Komisi IV DPR, Rajiv, meminta Kementerian Pertanian (Kementan) turun tangan untuk menangani kasus peternak susu seperti di Boyolali, Jawa Tengah yang membuang 50.000 liter atau 50 ton susu.

    “Kami dari Komisi IV DPR RI sangat prihatin dan menyesalkan kejadian ini,” kata Rajiv dalam keterangannya, Minggu (10/11/2024).

    Rajiv menilai, kasus tersebut menunjukkan adanya kendala dalam rantai pasok yang harus segera ditangani. Politisi Partai NasDem ini meminta perhatian serius dari Kementan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

    “Kami berharap agar ada langkah-langkah konkret dari kementerian terkait untuk memastikan bahwa hasil produksi para peternak dapat terserap dengan baik di pasar domestik, terutama mengingat pentingnya menjaga stabilitas ekonomi sektor peternakan,” ujar Rajiv.

    Baca: Industri Peternakan sumbang 41 persen deforestasi global

    Secara khusus, Rajiv meminta Kementan untuk segera mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusi jangka panjang.

    “Adanya keterbatasan dalam penyerapan hasil ternak ini harus segera dicari solusinya, baik melalui diversifikasi produk, optimalisasi pasar domestik, atau bahkan mengkaji kebijakan importasi susu agar tidak terlalu membebani peternak lokal,” tegasnya.

    Ia menegaskan, Komisi IV DPR akan terus melakukan pemantauan dan berharap kementerian terkait bisa segera mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan kesejahteraan para peternak sapi perah, terutama di Boyolali, tetap terjaga.

  • Kritisi Pembebasan Pajak Impor Susu, DPR: Kebijakan yang Tak Adil dan Mengancam Ketahanan Pangan

    Kritisi Pembebasan Pajak Impor Susu, DPR: Kebijakan yang Tak Adil dan Mengancam Ketahanan Pangan

    7cloud.asia – Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan Daniel mengkritik ketidakdilan regulasi pajak yang menyebabkan peternak penghasil susu dalam negeri terpuruk.

    Pernyataan ini menanggapi aksi protes peternak sapi perah yang kecewa dengan kebijakan pembatasan kuota di Industri Pengolahan Susu (IPS).

    “Kebijakan itu harus pro rakyat jangan sampai bikin susah. Giliran impor bebas pajak, sementara rakyat kita sendiri dipajakin dalam berbagai aspek,” ujar Daniel Johan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/11/2024).

    Seperti diketahui, peternak susu perah di berbagai daerah melancarkan aksi protes dengan melakukan mandi susu hingga membuang susu perah secara cuma-cuma lantaran industri dituding lebih memilih menggunakan susu impor.

    Kontrol dari Pemerintah pun dianggap kurang karena keran impor susu dibuka luas dan tidak ada pajak untuk susu dari luar negeri.

    Baca: Kementan diminta turun tangan atasi masalah yang dihadapi peternak sapi perah

    Eksportir ke Indonesia seperti Selandia Baru dan Australia memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA) sehingga harga susu impor lebih murah 5 persen dari susu lokal.

    Para peternak sapi merasa dirugikan dengan adanya kebiajakan pembatasan dari IPS yang lebih memilih menggunakan susu impor.

    Padahal Peraturan menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2018 telah menetapkan kewajiban agar perusahaan pengolahan susu bekerja sama dengan koperasi peternak rakyat untuk menyerap susu sapi perah.

    Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa perusahaan yang menjalin kemitraan dengan peternak lokal tidak sampai 20 persen dari total jumlah pelaku usaha pengolahan susu.

    Daniel pun mendorong Pemerintah untuk mengevaluasi aturan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor susu impor.

    Baca: DPR minta pemerintah batasi impor susu

    “Pemerintah harus melindungi peternak lokal dengan memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan adil dan mendukung kemajuan bangsa sendiri,” tegasnya.

    Kebijakan pembatasan IPS buntut membanjirnya susu impor ini menyebabkan serapan susu lokal menurun drastis.

    Sebagai contoh, produksi susu harian di Boyolali mencapai 140.000 liter, tetapi hanya 110.000 liter yang dapat diserap oleh pabrik.

    “Pembatasan ini tidak hanya merugikan peternak secara finansial tetapi juga menyebabkan ketidakpastian dalam usaha mereka. Banyak peternak terpaksa membuang susu karena tidak ada tempat untuk menjualnya,” ungkap Daniel.

    “Aksi mandi susu hingga membuang susu oleh peternak menunjukkan tingginya frustrasi mereka terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil dan merugikan,” imbuh Legislator dari dapil Kalimantan Barat I itu.

  • Komisi IV DPR Minta Pemerintah Segera Membuat Regulasi yang Melindungi Peternak Susu

    Komisi IV DPR Minta Pemerintah Segera Membuat Regulasi yang Melindungi Peternak Susu

    7cloud.asia – Komisi IV DPR melakukan kunjungan kerja spesifik (Kunsfik) dengan sejumlah mitra kerja dan para peternak susu sapi di Koperasi Peternak Sapi Perah Bandung Utara (KPSBU), Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.

    Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto yang memimpin kunjungan kerja itu meminta pemerintah segera membuat regulasi untuk mendukung penyerapan susu sapi dari peternak lokal.

    Regulasi, ujarnya, dinilai penting untuk mengatasi rendahnya harga jual dan persaingan dengan susu impor, sekaligus mendukung program nasional “Makan Siang dan Susu Gratis”.

    “Kami mendorong pemerintah untuk mengeluarkan peraturan-peraturan yang berpihak pada peternak lokal, supaya mereka bisa bekerja lebih baik. Tentunya bisa berkembang dan lebih sejahtera lagi,” ujar Titiek saat wawancara dengan Parlementaria di KPSBU Lembang, Jawa Barat, pada Kamis (21/11/2024).

    Salah satu kendala yang dihadapi peternak lokal adalah rendahnya daya serap susu sapi oleh industri pengolah susu di dalam negeri.

    Baca: DPR kritisi kebijakan pembebasan pajak susu impor

    Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas industri serta kualitas susu lokal yang dianggap belum memenuhi standar.

    “Perusahaan industri pengolah susu tidak bisa menyerap sebagian susu sapi dari para peternak lokal atau dalam negeri, karena industri itu sendiri mungkin kapasitasnya terbatas. Kemudian, kualitas susu sapi kurang memenuhi standar,” jelasnya.

    Titiek juga menyoroti ketiadaan regulasi yang mewajibkan perusahaan-perusahaan pengolah susu untuk menyerap susu dari peternak lokal.

    Ia menilai, tanpa aturan yang jelas, perusahaan lebih memilih mengandalkan impor dibandingkan membeli susu lokal.

    Baca: DPR minta pemerintah batasi susu impor

    Ke depan, Komisi IV akan mendorong pemerintah untuk mengeluarkan regulasi-regulasi yang berpihak kepada masyarakat.

    “Misalnya, perusahaan tidak bisa impor 100%. Mereka harus ada peraturan tertentu, bahwa mereka tetap harus menyerap susu dari peternak lokal,” tutup legislator Dapil Yogyakarta ini.

    Pada Kunsfik Komisi IV DPR RI kali ini, hadir juga para pejabat dari mitra kerjanya yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    Juga Badan Pangan Nasional, Badan Karantina Indonesia, Perum Perhutani, Perum Bulog, PT Perkebunan Nusantara VIII, PT Pupuk Indonesia, dan ID Food.

  • 80 Persen Kebutuhan Susu Nasional Dipenuhi dari Susu Impor

    80 Persen Kebutuhan Susu Nasional Dipenuhi dari Susu Impor

    7cloud.asia – Komisi IV DPR menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku susu yang masih mencapai 80 persen. Kondisi ini dinilai menjadi ancaman serius bagi kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.

    Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi IV ke peternakan PT Greenfields Indonesia di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/12/2025).

    Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi menyatakan bahwa isu ketahanan pangan harus dipandang secara lebih komprehensif, tidak hanya sebatas beras dan jagung.

    Menurutnya, susu merupakan sumber protein strategis yang justru belum mendapatkan perhatian memadai dari pemerintah.

    “Fakta menunjukkan bahwa 80 persen kebutuhan bahan baku susu nasional masih dipenuhi melalui impor. Situasi ini diperburuk oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menurunkan populasi sapi perah dalam negeri,” ujar Titiek kepada Parlementaria di sela-sela kunjungan tersebut.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Panggah Susanto, menambahkan bahwa kontribusi industri dalam negeri terhadap suplai susu masih relatif kecil.

    Baca: Pemerintah diminta segera susun regulasi yang melindungi peternak susu

    Sebagai contoh, PT Greenfields yang telah beroperasi sejak 1997 baru mampu menyediakan sekitar 14 persen kebutuhan nasional. Pasokan lainnya sebagian besar berasal dari produk impor dalam bentuk susu bubuk atau bahan baku, bukan susu segar.

    “Harus ada intervensi kebijakan agar impor susu dapat dikurangi secara bertahap. Produk yang masuk ke Indonesia mayoritas berupa susu bubuk, sementara fresh milk produksi lokal sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi,” jelas Politisi Partai Golkar ini.

    Lebih lanjut, Panggah menegaskan bahwa Komisi IV akan mengoptimalkan fungsi pengawasan untuk memastikan adanya langkah progresif dalam pengurangan impor.

    Tidak hanya itu, Komisi IV juga siap mengevaluasi regulasi yang dinilai menghambat investasi dan pengembangan industri persusuan nasional demi tercapainya kemandirian pangan.

    Produksi susu nasional bisa dikatakan masih sangat terbatas, hanya memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan, dengan sisanya dipenuhi melalui impor untuk memenuhi total konsumsi yang mencapai sekitar 4,4 hingga 4,6 juta ton per tahun.

    Produksi susu segar domestik pada 2023 mencapai sekitar 837.000 ton. Meskipun ada sedikit peningkatan dari tahun sebelumnya, produksi ini masih jauh di bawah kebutuhan, dengan kendala seperti populasi sapi perah rendah dan teknologi budidaya.

    Baca: DPR kritisi pembebasan pajak susu impor

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan impor susu Indonesia selama Januari hingga November 2024 menurun 6,19 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    Pelaksana tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan sepanjang tahun 2024, nilai impor susu Indonesia mencapai 803,4 juta dolar.

    “Impor tertinggi dalam bentuk susu bubuk atau skim milk dengan negara asal utama impor susu Indonesia dari Selandia Baru dengan persentase sekitar 53,28 persen dari total impor susu,” kata Amalia dalam konferensi pers yang disimak secara daring pada Senin, 16 Desember 2024.

    Amalia melanjutkan, negara asal impor susu terbesar kedua setelah Selandia Baru adalah Amerika Serikat dengan persentase 17,44 persen. Disusul Australia dengan persentase 14,84 persen dari total impor susu Indonesia.

    Pemerintah sedang berupaya meningkatkan produksi melalui pembangunan peternakan baru untuk mendukung program makan bergizi gratis.

    Baca: Peternak sapi perah di berbagai daerah keluhkan tak bisa jual produksinya