Tag: taman

  • Jakarta Akan Bangun 10 Taman dan Ruang Terbuka Hijau di 2024

    Jakarta Akan Bangun 10 Taman dan Ruang Terbuka Hijau di 2024

    7cloud.asia – Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta akan membangun sebanyak sepuluh taman kota di tiga wilayah pada 2024 untuk menambah ruang terbuka hijau yang ada di wilayah tersebut.

    Kepala Seksi Perencanaan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta Hendrianto mengatakan taman tersebut akan memiliki luas yang bervariasi.

    “DKI membangun sebanyak 10 taman tahun ini. Taman-taman tersebut dibangun di tiga wilayah berbeda dengan luasan bervariasi,” katanya Sabtu (3/2/2024) sebagimana dikutip Antaranews.com. 

    Pembangunan taman-taman tersebut merupakan upaya menghadirkan Kota Jakarta yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui penambahan ruang terbuka hijau.

    Baca: Menghijaukan Jakarta dengan menambah ruang terbuka hijau

    Pembangunan taman-taman ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau.

    Dalam beleid ini diamanatkan kegiatan peningkatan kualitas, kuantitas dan luasan, penataan, pengembangan serta pemanfaatan RTH.

    Hendri mengatakan, penambahan ruang terbuka hijau di Jakarta dengan memperbanyak taman merupakan langkah untuk mengatasi polusi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

    Taman-taman ini sekaligus untuk menambah area resapan air dan mengurangi dampak pemanasan global.

    Baca: Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Pohon-pohon dan tanaman yang ditanam diharapkan dapat menyerap emisi karbon di kawasan sekitar.

    “Bukan hanya sebagai penyeimbang ekosistem perkotaan, keberadaan taman juga dapat menjadi tempat atau ruang interaksi masyarakat sekitar,” ujar Hendri.

    Taman-taman yang akan dibangun selama 2024 ini, kata Hendri, dilengkapi area bermain anak, sarana olahraga, lintasan joging (jogging track), bangunan serbaguna, kolam retensi, toilet dan lain-lain.

    “Sekarang tahap dokumen pengadaan, ditargetkan pembangunan mulai triwulan dua,” kata Hendri.

    Baca: Taman literasi Christina Martha Tiahahu

    Dalam laman informasi jakartasatu.jakarta.go.id, ruang terbuka hijau (RTH) DKI Jakarta tercatat  sebesar 33,34 juta meter persegi atau 33,34 kilometer persegi.

    Jumlah itu mencakup 5,2 persen dari luas Jakarta yang mencapai 661,5 kilometer persegi.

    Padahal menurut aturan yang ada, ruang terbuka hijau idealnya mencapai 30 persen dari total luasan sebuah kota.

    Cakupan yang ada tersebar di Jakarta Timur sebesar 26,2 persen, Jakarta Selatan (24,87), Jakarta Utara (20,93), Jakarta Pusat (12,69) dan Jakarta Barat 8,64 persen.

    Baca: Tujuh taman kota di Jakarta

    Berikut lokasi dan luasan taman-taman yang dibangun Distamhut DKI pada 2024:

    1. Jakarta Selatan
    – Jalan Reformasi, Kelurahan Petukangan Utara, Pesanggrahan (1.058 meter persegi)
    – Jalan Jeruk Purut, RT 09/03, Cilandak Timur, Pasar Minggu (3.385 meter persegi)

    – Jalan Raya Tanjung Barat, Kecamatan Pasar Minggu (900 meter persegi)
    – Lebak Bulus V, Kecamatan Cilandak (1.684 meter persegi)
    – Tebet Dalam 1, Manggarai Selatan, Tebet (240 meter persegi)
    – Jalan AUP, Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu (1.981 meter persegi).

    2. Jakarta Timur

    – Kampung Setu, Kelurahan Setu, Cipayung (4.324 meter persegi)
    – Jalan Swadaya IV, Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung (2.288 meter persegi)
    – Pinang Ranti, Makasar (4.168 meter persegi)

    3. Jakarta Utara
    – Jalan Kebantenan V, Semper Timur, Cilincing (2.737 meter persegi)

  • Taman di Sekitaran Blok M Jakarta yang Seru Buat Hang Out

    Taman di Sekitaran Blok M Jakarta yang Seru Buat Hang Out

    7cloud.asia – Ada sejumlah taman di sekitar Blok M Jakarta Selatan yang dapat dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya saat libur akhir pekan.

    Salah satu lokasi wisata gratis yang dapat dinikmati di Jakarta Selatan adalah Taman Literasi Martha Christina Tiahahu atau yang biasa disebut Taman Literasi Blok M.

    Sesuai dengan namanya, taman ini terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan yang berada tepat di seberang pusat perbelanjaan legendaris yaitu Plaza Blok M.

    Sejak dahulu, kawasan Blok M ini memang dikenal sebagai tempat perbelanjaan, hiburan, dan kuliner yang seru buat hang out.

    Diresmikan pada September 2022, Taman Literasi Blok M kini menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literasi, budaya, dan ekonomi kreatif.

    Taman Literasi Blok M tak hanya menghadirkan kesejukan di tengah kesibukan lalu lintas dan polusi Jakarta, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas inklusif seperti Ruang Baca, Plaza Bunga, Plaza Anak, dan lainnya.

    Baca Juga: Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Tempat Nongkrong Favorit Warga Jakarta

    Selain itu, taman ini menyediakan area kuliner dengan berbagai pilihan makanan serta beberapa spot yang menarik untuk dijadikan tempat berfoto.

    Adapun masyarakat yang berkunjung ke Taman Literasi Blok M menggunakan kendaraan pribadi, dapat memarkirkan kendaraannya di Plaza Blok M atau Mal Blok M.

    Sementara itu, bagi yang menggunakan transportasi publik dapat memanfaatkan bus Transjakarta dengan tujuan Blok M, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dengan tujuan stasiun Blok M, atau memanfaatkan jasa ojek online maupun taksi online.

    Berjarak sekitar 500 meter atau berjalan kaki kurang lebih 10 menit dari Taman Literasi Blok M, terdapat dua taman dengan lokasi yang berdekatan yaitu Taman Ayodia Barito dan Taman Langsat.

    Taman Ayodia Barito yang diresmikan oleh Gubernur Fauzi Bowo pada Maret 2009 silam, merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan warga Jakarta untuk sekadar beristirahat atau berolahraga ringan.

    Taman ini memiliki kolam besar di bagian tengah, dikelilingi pohon-pohon besar serta tempat duduk yang dibangun bertingkat menyerupai amphiteater.

    Baca Juga: Jakarta Akan Bangun 10 Taman dan Ruang Terbuka Hijau di 2024

    Waktu terbaik untuk mengunjungi taman ini adalah pada pagi dan sore hari, ketika matahari tidak terlalu panas dan udara masih segar.

    Setelah pukul 17.00 WIB pedagang kuliner kaki lima mulai membuka lapak di sekitar taman.

    Kemudian, Taman Langsat juga bisa menjadi pilihan ruang terbuka yang layak dikunjungi untuk sekadar bersantai, berolahraga, dan menikmati udara segar.

    Di taman ini terdapat pepohonan dan rumput yang ditata rapi sehingga terasa asri. Di bagian lain, terdapat beberapa bangunan terbuka seperti gazebo yang dapat digunakan untuk duduk lesehan.

    Bagi yang membawa anak-anak, Taman Langsat menyediakan lokasi bermain (playground) yang dapat dimanfaatkan secara gratis.

    Masyarakat Jakarta dan sekitarnya dapat berkunjung ke tiga taman ini tanpa dipungut biaya.

    Sumber:Antaranews.com

     

  • Pramono Anung – Rano Karno Akan Hidupkan Taman-taman di Jakarta

    Pramono Anung – Rano Karno Akan Hidupkan Taman-taman di Jakarta

    7cloud.asia – Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Terpilih, Pramono Anung berjanji, jika sudah dilantik akan membuka beberapa taman di Jakarta selama 24 jam.

    Dia juga akan menindak pungutan liar (pungli) yang saat ini masih banyak dikeluhkan warga Jakarta.

    “Pokoknya pungutan liar kepada siapapun tentunya akan kami tangkap,” kata Pramono di Kampus Universitas Indonesia Depok, Sabtu (11/1/2025)

    Kemudian, dia juga akan membuka beberapa taman hingga 24 jam agar masyarakat bisa lebih maksimal memanfaatkan fasilitas umum tersebut.vSalah satunya, taman yang ada di Tebet, Jakarta Selatan, untuk dibuka seharian.

    “Taman yang selama ini hanya buka sampai jam 18.00 WIB, di beberapa taman yang utama, yang besar akan kami buka 24 jam,” ujarnya.

    Dia berharap dengan dibukanya taman hingga malam hari, akan tersedia ruang publik bagi warga yang pulang kerja untuk beristirahat, melakukan silaturahmi hingga merasakan kegiatan menarik di taman.

    Baca: Program prioritas 100 hari pertama Pramono-Rano

    Pramono Anung juga mempersilahkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan di taman kota tetapi harus menjaga kebersihan dan ketertiban. Sehingga pedagang tersebut akan diatur secara tertib.

    Pernyataan Pramono Anung ini sesuai dengan janji pada debat ketiga Pilkada DKI Jakarta 2024, yakni membuka taman 24 jam dan memasang kamera pengawas (CCTV).

    Ini menjadi bagian dari upaya Pramono dan Rano Karno untuk mewujudkan udara bersih Jakarta tanpa polusi dan lingkungan asri yang menjadi hak bagi warga Jakarta.

    Pramono juga mengatakan akan menambah armada dan transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) berbasis listrik untuk menurunkan emisi di Jakarta.

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan pasangan Pramono Anung dan Rano Karno atau Si Doel sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta.

    Pramono Anung dan Rano Karno akan dilantik pada Maret mendatang serentak bersama kepala daerah terpilih lainnya.

    Baca: Angka Golput Tinggi, Hasil Pilkada Jakarta 2024 Tetap Sah

    Untuk mengurus transisi pemerintahan dari penjabat sebelumnya, telah dibentuk tim transisi yang beranggotakan 14 orang. Berikut nama-namanya:

    Tim Inti:
    1. Ketua Tim: Ima Mahdiah
    2. Koordinator Operasional: Emir Kresna
    3. Koordinator Komunikasi: Chiko Hakim
    4. Sekretaris: Beno Mohamad Ibnu

    Tim Bidang Teknis:
    1. Bidang Sumber Daya Manusia: M. Syafrudin
    2. Bidang Perencanaan: Mangatta Toding Allo
    3. Bidang Keuangan: Yustinus Prastowo
    4. Bidang Infrastruktur:John Oddius
    5. Bidang Teknologi Informasi: Yunarto Wijaya

    Tim Bidang Kebijakan:
    1. Bidang Kebijakan Publik: Nirwono Joga
    2. Bidang Kebijakan Ekonomi: Agus Haryadi
    3. Bidang Kebijakan Sosial & Budaya: Dedi Wijaya
    4. Bidang Kebijakan Lingkungan Hidup: Prof. Firdaus Ali
    5. Bidang Kebijakan Kesehatan: Charles Honoris

    Tim Pendukung:
    1. Wakil Sekretaris: Desa Pridini
    2. Asisten Data dan Komunikasi: Mandira Bienna Elmir.

  • Dua Taman di Jakarta Timur Akan Dibuka 24 Jam

    Dua Taman di Jakarta Timur Akan Dibuka 24 Jam

    7cloud.asia – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur menyiapkan dua taman di wilayahnya yang akan dioperasikan selama 24 jam setiap harinya.

    Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur Dwi Ponangsera mengatakan, pihaknya tinggal menunggu payung hukum dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pengoperasian dua taman itu selama 24 jam.

    Dilansir Antaranews.com, dua taman yang disiapkan untuk beroperasi 24 jam itu yakni Taman Simpang UKU di Jalan Utan Kayu Raya No.12, RT 12/05, Utan Kayu Utara, Matraman dan Taman Humaniora di sisi selatan Jalan Supriyadi RT 07/05 Kelurahan Susukan, Ciracas.

    Menurut Dwi, dua taman ini dipilih karena lokasinya sangat strategis, berada di pinggir jalan besar yang selalu ramai, dekat dengan pemukiman warga, dan memiliki fasilitas memadai.

    “Saat ini kita sedang koordinasikan dengan lintas sektor termasuk perihal keamanannya,” ujar Dwi Jumat (7/2/2025).

    Baca: Pramono Anung dan Rano Karno akan hidupkan taman-taman di Jakarta

    Dwi menjelaskan, Taman Simpang UKU seluas 800 meter persegi dibangun dengan konsep taman kantong (pocket).

    Taman ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti tempat seluncur (skate park), tempat penampungan (shelter), area bermain anak, lintasan olahraga (jogging track), hingga fasilitas olahraga luar ruang (outdoor).

    Sedangkan Taman Humaniora yang dibangun di atas lahan seluas 1.836 meter persegi dilengkapi ruang perpustakaan, aula, lapangan multi fungsi lengkap dengan ring basket, sarana bermain anak, parkir sepeda, area jogging track, dan pos jaga keamanan.

    Lebih lanjut, Dwi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor karena masih ada penambahan kelengkapan, di antaranya lampu sorot, wifi gratis, serta petugas keamanan yang berjaga 24 jam.

    “Nantinya tiap kecamatan akan disiapkan minimal satu taman yang beroperasi 24 jam setiap harinya. Semua akan dilengkapi wifi gratis,” ujar Dwi.

    Baca: Ruang terbuka hijau atau taman kota di Jakarta masih minim

    Dwi juga meminta bantuan Satpol PP, pengurus RT/RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk keamanan taman yang beroperasi 24 jam.

    “Kami juga meminta agar pengunjung ikut merawat dan menjaga kebersihan taman,” ucap Dwi.

    Sebelumnya, Gubernur terpilih Pramono Anung berjanji akan mengoperasikan lima taman di Jakarta akan beroperasi selama 24 jam penuh sebagai tempat berkreasi dan pusat hiburan bagi warga setempat setelah dirinya dan Rano Karno (Doel) dilantik.

    “Dari 2.554 taman yang ada di Jakarta yang siap untuk beroperasi 24 jam ini hanya lima taman saja,” kata Pramono di Jakarta, Jumat (31/1/2025).

    Menurut dia, lima taman ini dipilih karena memiliki beragam indikator yang membuat mereka bisa beroperasi 24 jam.

  • Pemprov DKI Jakarta Matangkan Rencana Operasional Taman hingga Malam

    Pemprov DKI Jakarta Matangkan Rencana Operasional Taman hingga Malam

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mematangkan wacana aktivasi sejumlah taman hingga malam hari atau bahkan selama 24 jam. Ditargetkan, rencana ini akan direalisasikan saat perayaan HUT ke-498 Jakarta pada 22 Juni 2025 mendatang.

    “Kemungkinan titik awal di HUT Jakarta, sekarang masih persiapan,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Kakarta, Rano Karno saat menghadiri acara Lebaran di Jakarta di kawasan Monas, Sabtu (5/4/2025)

    Dilansir di jakarta.go.id, Rano Karno, jumlah taman di Jakarta keseluruhannya ada di lebih dari 500 lokasi yang tersebar di lima wilayah Jakarta.

    Namun, aktivasi taman beroperasi selama 24 jam dilakukan dengan mempertimbangkan luasan dan letaknya agar ke depan tidak mengganggu kawasan permukiman.

    Disebutkan, ada 10 taman yang akan dioperasikan hingga malam hari. Dari 10 taman ini, enam di antaranya akan beroperasi hingga 24 jam. Sisanya akan aktif sampai pukul 22.00, seperti Eco Park Tebet yang letaknya berdekatan dengan kawasan permukiman penduduk.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta akan hidupkan taman-taman di Jakarta

    “Ini merupakan salah satu upaya kita meningkatkan UMKM,” ujar Rano.

    Rano Karno menambahkan, beberapa persiapan yang sedang dilakukan antara.lain, pemasangan CCTV untuk pengamanan serta lokasi bagi pelaku UMKM berjualan.

    “Terhadap pelaku UMKM yang berminat, nantinya akan dikenakan tarif retribusi sesuai aturan berlaku,” tandasnya.

    Sebelumnya Taman Menteng dan Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat telah beroperasi selama 24 jam pada akhir Februari 2025 lalu.

    Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat, Mila Ananda mengatakan, selain kedua taman ini, pihaknya juga tengah menyiapkan 13 taman lingkungan untuk dioperasikan selama 24 jam.

    Baca: Dua taman di Jakarta Timur akan beroperasi selama 24 jam

    Mila mengaku pihaknya masih harus melakukan koordinasi dengan jajaran kelurahan, pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat sekitar taman, terutama terkait aspek keamanan dan kenyamanan lingkungan.

    “Operasional taman lingkungan selama 24 jam harus dapat persetujuan warga sekitar,” tukas Mila, Rabu (5/2/2025).

    Diharapkannya, dukungan masyarakat akan memastikan keamanan dan pemanfaatan taman pada malam hari agar ke depannya tidak disalahfungsikan oknum tidak bertanggung jawab.

    “Meski kami akan menyiapkan petugas untuk berjaga, tetap akan lebih maksimal bila ada partisipasi masyarakat,” tandasnya.

  • Tiga Taman di Jakarta Selatan Akan Direvitalisasi dan Dijadikan Taman Utama ASEAN

    Tiga Taman di Jakarta Selatan Akan Direvitalisasi dan Dijadikan Taman Utama ASEAN

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merevitalisasi sejumlah taman di Jakarta Selatan, agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas di area taman secara maksimal.

    Selain itu, pengembangan ketiga taman tersebut juga menjadi sarana pendukung kantor Sekretariat ASEAN di Jakarta.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan taman yang akan direvitalisasi antara lain adalah Taman Ayodia, Taman Langsat dan Taman Leuser.

    Pemprov DKI Jakarta akan membuat tiga taman ini Ayodia, Langsat dan Leuser menjadi taman utamanya ASEAN. Dan dalam jangka menengah panjang, tempat ini akan menjadi betul-betul sarana ibu kota ASEAN.

    “Kenapa itu kami lakukan? Karena fasilitas yang ada selama ini tidak dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya di Taman Leuser, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2025).

    Pramono Anung memastikan, nantinya ketiga taman tersebut akan terhubung dengan baik. Proses pembangunan ketiga taman itu akan menggunakan dana kompensasi dari kelebihan koefisien lantai bangunan (KLB) yang sudah tersedia.

    Baca: Rencana operasional taman hingga malam terus dimatangkan

    “Dari dana KLB, dananya sudah ada, sehingga dengan demikian saya mengharapkan pembangunan ini bisa dimulai pada pertengahan tahun ini,” kata Pramono.

    Pramono juga meminta agar desain renovasi taman disesuaikan dengan keinginan masyarakat. dengan begitu masyarakat benar-benar bisa memanfaatkan fasilitas taman sesuai dengan kebutuhannya, termasuk menyediakan fasilitas jogging track dan toilet.

    “Taman menjadi ramai memang karena masyarakat membutuhkan budaya untuk pergi ke taman. Mereka berekspresi, bersilaturahmi, ketemu kerabat, menyanyi, baca puisi, baca buku,” jelasnya.

    Pramono menargetkan, proses revitalisasi taman bisa dimulai pada pertengahan tahun ini dan ditargetkan rampung akhir tahun.

    Setelah pembangunan rampung, ketiga taman tersebut nantinya akan beroperasi selama 24 jam, dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar yang lebih mendukung dan kesiapan UMKM serta penataan parkir yang lebih baik.

    “Saya akan segera memulai keinginan untuk membuka 24 jam, salah satu yang dimulai dari taman ini. Ini adalah menjadi landmark awal Jakarta akan mempunyai taman yang dibuka 24 jam,” ucap Pramono.

    Baca: Taman-taman di Jakarta akan dihidupkan

     

    Pramono memastikan, kebijakan Pemprov DKI untuk mengoperasikan taman 24 jam akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat sekitar. Pramono tak ingin, aktivasi taman 24 jam justru menganggu ketenangan masyarakat.

    Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan jajarannya agar mengutamakan dialog dengan masyarakat sekitar dalam pelaksanaannya.

    “Kalau di sini gak ada pengaruh dan di sini kita sudah mulai ini. Walaupun dengan kondisi yang sekarang ini fasilitas yang masih belum direnovasi maksimal, sudah mulai 24 jam di sini,” kata dia.

    Dalam peninjauan ini, Pramono Anung juga mengunjungi Taman Eco Park Tebet. Setelah berdialog dengan masyarakat sekitar, ia menegaskan tak akan membuka operasional Taman Eco Park Tebet hingga 24 jam.

    “Taman Eco Park di Tebet bukan dibuka 24 jam, tapi akan dibuka sampai dengan jam 10 malam. Besoknya dibuka lagi jam 6 pagi,” tandasnya.

    Baca: Dua taman di Jakarta Timur akan dibuka 24 jam

  • Lima Taman di Jakarta Mulai Beroperasi 24 Jam

    Lima Taman di Jakarta Mulai Beroperasi 24 Jam

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung secara resmi mengaktifkan operasional taman kota 24 jam di lima taman di Jakarta.

    Kelima taman tersebut adalah Taman Menteng dan Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat serta Taman Langsat, Taman Ayodya dan Taman Literasi Martha Tiahahu di Jakarta Selatan.

    “Dengan resmi malam hari ini ada lima taman yang kita akan buka 24 jam dan ini komitmen kami membuka ruang terbuka hijau lebih banyak,” kata Pramono di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2025).

    Pramono pun mengaku terkejut atas antusiasme warga dan kualitas taman yang melebihi ekspektasinya.

    Dalam kunjungan ini Pramono sekaligus menyempatkan diri berinteraksi dengan berbagai komunitas, seperti komunitas sepeda malam, pecinta hewan peliharaan hingga komunitas yoga.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta matangkan rencana operasional taman hingga malam

    Ia berharap taman-taman kota ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dan berbagi bersama.

    “Karena saya meyakini taman-taman seperti inilah banyak rasa sayang, rasa cinta, rasa saling memiliki, rasa saling berbagi, toleransi, kebersamaan, itu akan timbul,” ujarnya.

    Pramono juga menyampaikan rencananya menambah jumlah taman yang beroperasi 24 jam, seperti di area Banjir Kanal Timur (BKT) dan RPTRA Kalijodo. Ia berharap, keberadaan taman 24 jam ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan diri.

    “Mudah-mudahan dengan dibukanya taman-taman 24 jam ini memberikan ruang yang lebih banyak bagi masyarakat Jakarta untuk menikmati setelah pulang kantor,” katanya.

    Selain itu, Pramono juga menyoroti potensi tumbuhnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar taman.

    Baca: Pramono Anung dan Rano Karno akan hidupkan taman-taman di Jakarta

    Ia menekankan, pengelolaan UMKM di area taman harus dilakukan Pemprov DKI Jakarta guna memastikan ketertiban dan kenyamanan pengunjung.

    Untuk memastikan keamanan, setiap taman juga dilengkapi dengan petugas keamanan dan CCTV. Pramono pun menginstruksikaan Satpol PP DKI agar benar-benar menjaga keamanan taman.

    “Saya wanti-wanti kepada Pak Fajar (Kadis Tamhut, red), dan saya juga minta kepada Satpol PP untuk yang seperti ini dijaga banget,” ucapnya.

    Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI, Fajar Sauri menambahkan, taman-taman ini akan dijaga para petugas keamanan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat.

    “Ada security yang jaga 24 jam,” tandasnya.

  • Kawasan Barito Bakal Menjadi Tempat Konservasi Air dan Ruang Ekologi Berkelanjutan

    Kawasan Barito Bakal Menjadi Tempat Konservasi Air dan Ruang Ekologi Berkelanjutan

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta akan mengintegrasikan Taman Langsat, Taman Leuser, dan Taman Ayodia, menjadi satu dengan nama Taman Bendera Pusaka.

    Lebih dari sekadar ruang terbuka hijau, ketiga taman ini memiliki fungsi vital sebagai area resapan air, penyeimbang ekosistem, serta menjadi ruang beragam aktivitas sosial masyarakat.

    Dilansir di beritajakarta.id, elemen khas ketiga taman ini adalah adanya badan air berupa kanal atau sungai yang mengalir membelah kawasan, serta kolam yang memperkuat karakter lanskap.

    Fakta ini sangat mendukung fungsi ekologis taman secara keseluruhan. Harapannya, taman tidak hanya indah, tapi juga lestari.

    Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan infrastruktur pengendali banjir dan sanitasi modern dalam pembangunan Taman Bendera Pusaka.

    Baca: Kawasan Barito diproyeksi bakal jadi magnet baru

    “Dinas SDA DKI Jakarta akan mengintegrasikan Taman Langsat dan Taman Leuser dengan kolam retensi. Panjang badan air dari Taman Langsat hingga Taman Leuser yaitu 750 meter,” terang Ika di Jakarta, pada Jumat (8/8/2025).

    Di sepanjang badan air ini akan dibangun infrastruktur pengendali banjir, berupa pintu air, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), saringan sampah, dan sediment trap.

    Dinas SDA juga akan memperbaiki saluran drainase di sekeliling taman. Hal ini untuk membantu mereduksi debit limpasan air ke Hang Lekir, Hang Jebat, dan sekitarnya saat musim hujan.

    Saat musim kemarau, lanjut Ika, air yang mengalir di saluran penghubung (PHB) Jelawe dapat lebih jernih karena sudah diolah melalui IPAL. Ia memaparkan, debit air limbah yang akan diolah IPAL adalah 800 meter kubik per hari.

    Hasil keluaran dari IPAL nantinya akan memenuhi Baku Mutu Air Limbah Domestik yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.68/2016.

    Baca: Taman di sekitar Blok M yang asyik buat nongkrong

    Menurut Ika, program sanitasi ini dirancang untuk mengantisipasi berbagai tantangan perkotaan, seperti urbanisasi, perubahan iklim, dan tekanan lingkungan.

    “Sehingga, diharapkan mampu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan hidup, demi tercapainya pembangunan di bidang lingkungan dan kesehatan yang terintegrasi serta berkelanjutan,” tutur Ika.

    Perbaikan fungsi ekologis dalam penataan kawasan Barito juga disampaikan oleh pakar bioteknologi lingkungan dan tata kelola air FTUI, yang juga Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali.

    Ia mengungkapkan, penataan tiga taman di Jakarta Selatan juga mengedepankan tata kelola air yang modern, sehingga kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat bersantai dan beraktivitas.

    Taman Bendera Pusaka diharapkan juga berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.

    Baca: Bakal direvitalisasi, para pedagang Pasar Barito direlokasi

    Selama ini, menurut Firdaus, belum ada adalah IPAL-nya karena itu akan dibangunkan IPAL, karena aliran limbah domestik ikut mengalir ke taman.

    Selama ini juga tidak ada saringan sampah, maka kita perlu siapkan saringan sampah, sehingga aliran air bebas sampah.

    Infrastruktur pengendali banjir yang disediakan itu disiapkan agar air limpasan atau run off yang ada bisa kita kendalikan, sehingga dampaknya ke kawasan akan dapat semakin kita minimalisasi,” terang Firdaus.

    Ia menambahkan, penataan dan integrasi ketiga taman ini dimaksudkan untuk menyediakan ruang publik terpadu yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat luas.

    Konsep ini menggabungkan fungsi ruang terbuka hijau, ruang terbuka biru, serta area rekreatif yang mendukung kegiatan olahraga, seni, dan budaya.

    “Dengan integrasi ini, kawasan tersebut dapat menjadi pusat kegiatan yang nyaman, hijau, dan bernilai ekologis tinggi bagi masyarakat dalam konteks kota global yang berbudaya dan berkelanjutan,” pungkas Firdaus.

    Baca: Pedagang Pasar Barito menolak direlokasi

  • Resmikan Taman di Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Pramono Akan Berbanyak Ruang Terbuka Hijau

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Taman Si Pitung di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Jampea, Koja, Jakarta Utara, Kamis (23/10/2025).

    Peresmian taman di kolong Tol Wiyoto Wiyono ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan fasilitas bermain anak, terutama di wilayah padat penduduk.

    Taman Si Pitung di kolong Tol Wiyoto Wiyono ini memiliki luas 1.700 meter persegi dari total area 2.500 m².

    Taman ini disulap dari area yang sebelumnya gelap dan kumuh menjadi ruang terbuka hijau dengan fasilitas seperti lapangan futsal, skate park, dan ruang interaksi.

    Taman ini dilengkapi lampu penerangan dan enam titik CCTV untuk menjaga keamanan bagi masyarakat yang beraktivitas.

    Lurah Koja, Lutfi Rachman menjelaskan, pembangunan Taman Si Pitung ini memanfaatkan kolong tol yang belum digunakan secara optimal. Adanya taman ini akan menambah ruang baru untuk interaksi masyarakat dan juga sebagai sarana olahraga.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta manfaatkan kolong tol menjadi ruang terbuka hijau

    “Warga tentunya senang dan juga bahagia ketika ada rencana pembangunan kolong tol sehingga ada tempat berkumpul,” tandas Lutfi.

    Pramono juga terus mendorong penyediaan taman di lokasi-lokasi yang sebelumnya kurang termanfaatkan, seperti kolong jembatan dan jalan tol.

    “Pada hari ini saya meresmikan salah satu yang memang betul-betul saya dorong adalah ruang terbuka hijau dan tempat bermain untuk anak di tempat-tempat seperti kolong jembatan, kolong jalan tol, dan sebagainya. Dan Alhamdulillah di sini hari ini diresmikan, diberikan nama Taman Si Pitung,” ujar Pramono.

    Pramono menyebut, Jakarta Utara sebagai daerah padat penduduk, memiliki keterbatasan Ruang Terbuka Hijau. Karena itu, diperlukan penambahan taman sebagai tempat untuk interaksi warga.

    Pramono pun telah menginstruksikan Kepala Dinas Pertamanan dan Wali Kota Jakarta Utara agar segera membuka taman serupa lainnya, khususnya di kolong-kolong jembatan.

    Taman tersebut juga akan dipercantik dengan mural graffiti serta dilengkapi tempat bermain bagi masyarakat.

    Baca: Ruang terbuka hijau di Jakarta masih minim

    “Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pertamanan dan juga Bapak Wali Kota agar yang seperti ini juga segera dibuka di tempat-tempat baru, terutama di kolong-kolong jembatan,” kata dia.

    Lebih lanjut, Pramono juga berencana untuk menghijaukan seluruh area di bawah jalan tol. Ia meyakini dengan bertambahnya Ruang Terbuka Hijau, Jakarta akan siap menjadi kota global.

    Saat ini, luas ruang terbuka hijau di Jakarta sudah berada di atas enam persen, meningkat dari sebelumnya 5,74 persen. Idealnya, sebuah kota memiliki ruang terbuka hijau 30 persen dari total luas wilayahnya.

    Melalui upaya penghijauan selama ini, peringkat Jakarta dalam indeks kota global juga telah naik dari 74 (2024) menjadi 71 pada tahun ini

    Pramono menyebut, pembangunan taman di Jakarta nantinya akan difokuskan pada pemanfaatan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) yang telah diserahkan kepada Pemda DKI.

    Menurutnya, masih banyak fasos fasum yang telah diterima oleh Pemprov DKI yang bisa dimanfaatkan sebagai taman.

    “Seperti besok di Jakarta Selatan atau Jakarta Timur, saya akan meresmikan Kampung Kalibata. Sehingga dengan demikian memang banyak sekali yang kami dorong untuk menjadi ruang terbuka hijau,” kata dia.

    Baca: Minim Ruang Hijau, kota-kota di Selatan rentan terhadap panas ekstrem

  • Pengawasan Taman di Sepanjang Jalan Daan Mogot, Cengkareng Diintensifkan

    Pengawasan Taman di Sepanjang Jalan Daan Mogot, Cengkareng Diintensifkan

    7cloud.asia – Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menginstruksikan sejumlah unsur terkait untuk mengintensifkan pemantauan dan pengawasan di area taman sepanjang Jalan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng.

    Uus mengatakan, sejumlah langkah untuk mengantisipasi perilaku negatif sudah dialkukan, baik melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut), Satpol PP Jakarta Barat, serta pihak kelurahan setempat.

    “Saya sudah meminta kepada lurah untuk ikut mengawasi dan memonitor bersama unsur terkait agar kejadian tersebut tidak terulang,” ujarnya, Senin (17/11/2025) dikutip beritajakarta.id

    Sebelumnya taman di Jalan Daan Mogot ini menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah alat kontrasepsi berserakan di area taman. Temuan itu memunculkan dugaan aktivitas prostitusi sejenis yang berlangsung pada malam hari di ruang publik tersebut.

    Baca: Ruang terbuka hijau Jalan Tubagus Angke pernah jadi lokasi prostitusi

    Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sudah menurunkan tim lapangan pada Kamis (13/11/2025) untuk menertibkan kawasan tersebut.

    Rumput liar dirapikan, pepohonan yang menutupi pencahayaan dipangkas, pun sampah yang mengganggu estetika dan keamanan dibersihkan.

    Sudin Pertamanan bekerja bersama Suku Dinas Bina Marga juga menambah penerangan jalan. Beberapa titik yang selama ini minim cahaya dipasangi lampu tambahan guna menekan potensi tindakan menyimpang dan meningkatkan rasa aman pengguna jalan.

    Petugas berencana melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan kondisi taman tetap bersih dan terbuka.

    Uus menjelaskan, monitoring rutin juga diminta dilakukan oleh Satpol PP Jakarta Barat, mulai pukul 20.00-24.00 WIB untuk memastikan keamanan kawasan taman.

    Baca: Menghijaukan Jakarta lewat ruang terbuka hijau

    Selain peningkatan pengawasan, Uus juga meminta Suku Dinas Bina Marga menambah lampu penerangan jalan agar area taman tidak terlihat gelap dan mengurangi potensi tindakan negatif.

    “Saya sudah berkoordinasi agar taman-taman di sepanjang Jalan Daan Mogot ditata kembali menjadi taman interaktif. Sehingga, taman akan lebih terbuka, terang, dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti olahraga, rekreasi, atau sekadar relaksasi,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama menambahkan, telah menyiagakan 10 personel di lokasi setiap malam sesuai instruksi Wali Kota. Selain itu, Satpol PP telah memasang spanduk imbauan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

    “Saya juga meminta semua pihak turut mengawasi, termasuk partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” tandasnya.