7cloud.asia – Taman Margasatwa Ragunan masih menjadi tujuan wisata populer di kalangan warga Jakarta.
Setiap hari libur panjang, hampir dipastikan Taman Margasatwa Ragunan dipadati pengunjung baik yang datang dari Jakarta maupun kota di sekitarnya.
Hal ini tak bisa dilepaskan dari koleksi binatangnya yang beragam dan berbagai atraksi menarik yang ditawarkan Taman Margasatwa Ragunan.
Di liburan Natal dan tahun baru ini, pengunjung Taman Margasatwa Ragunan diperkirakan akan memuncak pada Senin, 1 Januari 2024.
“Jumlah pengunjung tertinggi kami nanti kemungkinan di tahun baru tanggal 1,” kata Staf Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Humas) Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang kepada wartawan di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (26/12/2023)
Baca: Perayaan Tahun Baru 2024 di Jakarta
Bambang mengatakan, kehadiran pengunjung terbanyak di Ragunan terjadi pada Minggu, 24 Desember lalu. Pada hari itu, pihak Taman Margasatwa Ragunan mencatat terdapat 94 ribu pengunjung.
“Untuk sementara (puncak keramaian pengunjung) sudah terjadi di tanggal 24 kemarin. Sudah mencapai angka 94 ribu pengunjung lebih,” jelasnya seperti dilansir Antaranews.com.
Kemudian, jumlah pengunjung berkurang menjadi 68 ribu orang pada Sabtu (25/12). Menurut Bambang, berkurangnya jumlah pengunjung itu berkemungkinan disebabkan oleh turunnya hujan di sekitar wilayah Jakarta Selatan kemarin.
“Sepertinya iya karena hujan. Kemarin sempat turun hujan beberapa kali,” kata dia.
Baca: Mengenal Ciliwung yang membelah Kota Jakarta
Bagaimana sejarah Taman Margasatwa Ragunan, berikut 7cloud.asia ragkumkan dari berbagai sumber.
Taman Margasatwa Ragunan dulunya disebut Kebun Binatang Ragunan. Terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Taman Margasatwa Ragunan berdiri di atas lahan seluas 140 hektare.
Taman Margasatwa Ragunan termasuk salahh satu kebun binatang tertua di Indonesia dan didirikan pada tahun 1864. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen.
Ragunan sempat ditutup selama sekitar tiga minggu sejak 19 September 2005 karena hewan-hewan di dalamnya ada yang terinfeksi flu burung, tetapi dibuka kembali pada 11 Oktober 2005.
Baca: Ada 50 komunitas di sepanjang Kali Ciliwung
Kebun binatang ini memiliki banyak spesies hewan yang langka antara lain kakatua, orangutan, gorila, anoa dan gajah
Taman Margasatwa Ragunan pada awalnya merupakan pindahan dari Planten En Dierentuin yang memiliki arti “Tanaman dan Kebun Binatang” yang berdiri pada didirikan pada tahun 1864.
Planten ini terletak di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat yang merupakan pemberian Raden Saleh.
Saat itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia.
Baca: Galeri Melaka sekarang hadir di Museum Jakarta
Pada tahun 1949, nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini dan pada tahun 1961 dipindahkan ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada tahun 1964.
Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 hektare yang menjadi rumah bagi kebun binatang ini. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966.
Dan sejak itu Taman Margasatwa Ragunan terus mengalami perubahan dan perkembangan sampai sekarang.


