Tag: taman safari indonesia

  • Taman Safari Indonesia Sukses Biakkan Kodok Merah yang Terancam Punah

    Taman Safari Indonesia Sukses Biakkan Kodok Merah yang Terancam Punah

    7cloud.asia – Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berhasil mengembangbiakkan dan menetaskan empat ekor kodok merah atau Leptophryne cruentata untuk pertama kali di luar habitat alaminya.

    Diketahui, kodok merah dikenal sebagai “Bleeding Toad” karena warnanya yang merah mencolok, spesies ini hanya ditemukan di beberapa lokasi terbatas di Pulau Jawa.

    Kodok merah termasuk dalam daftar merah IUCN The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan status konservasi “kritis” (Critically Endangered) sebagai spesies terancam punah.

    Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, di Cisarua, Rabu (16/4/2025) menjelaskan bahwa satwa tersebut merupakan spesies endemik Jawa yang terancam punah.

    “Ini merupakan pencapaian luar biasa dalam upaya penyelamatan salah satu permata alam langka Indonesia,” kata dia.

    Selama proses perkawinan, kodok merah jantan mengeluarkan suara khas yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya.

    Baca: Burung hantu Tyto alba pengendali alami hama Tikus

    Para peneliti mencatat bahwa dalam sekali bertelur seekor kodok merah betina dapat menghasilkan 50 hingga 150 butir, jumlah yang relatif kecil karena strategi reproduksi yang selektif dan habitat terbatas spesies ini.

    Taman Safari Indonesia bekerja keras untuk menciptakan kondisi habitat yang ideal bagi reproduksi kodok merah, dengan mereplikasi secara tepat suhu, kelembaban, dan faktor lingkungan dari habitat alaminya di pegunungan Jawa Barat.

    “Prestasi ini membuktikan komitmen Taman Safari Indonesia dalam mendukung agenda konservasi nasional dan global,” imbuh Jansen

    Satwa yang berstatus dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 itu kini menjadi simbol penting upaya penyelamatan keanekaragaman hayati Indonesia yang terancam akibat perusakan habitat dan perubahan iklim.

    Jansen menyebutkan, prestasi ini menandai tonggak penting dalam upaya global melindungi keanekaragaman hayati, khususnya amfibi yang terancam punah.

    Keberhasilan program penangkaran ini diharapkan dapat diterapkan untuk spesies langka lainnya, serta mendukung program pelepasliaran di masa depan.

    Baca: Lebah punya peran signifikan dalam penyerbukan

    Sementara Vice President Life Science Taman Safari Indonesia, Bongot Huaso Mulia mengatakan tim konservasi TSI Bogor berhasil mendokumentasikan seluruh proses reproduksi dan metamorfosis spesies langka ini, mulai dari perkawinan, peneluran, hingga perkembangan menjadi kodok dewasa.

    Tim konservasi berhasil mendokumentasikan tahapan metamorfosis lengkap. Dimulai pada hari ke-0-4 masa perkembangan telur. Hari ke-6-18 fase pembentukan mulut dan organ internal, berudu sudah mulai aktif mencari makanan di bebatuan.

    Hari ke-60-76 fase yang menunjukkan perkembangan morfologis yang signifikan, ditandai dengan pertumbuhan kaki belakang dan diikuti dengan pertumbuhan kaki depan.

    Hari ke-90 hingga 95 berudu menyelesaikan metamorfosis dan pertama kali melangkah ke darat, dan ekor secara bertahap menyusut.

    Kemudian, hari ke-95-100 tahapan dimana kodok merah menyelesaikan seluruh tahapan metamorfosisnya dan sepenuhnya beradaptasi untuk kehidupan di darat.

    “Dokumentasi lengkap siklus hidup kodok merah yang kami lakukan memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi. Kami menemukan bahwa kualitas air dan mikrohabitat yang spesifik menjadi faktor krusial dalam keberhasilan reproduksi spesies ini,” kata dr Bongot.

     

  • Taman Safari Indonesia Umumkan Kelahiran Bayi Panda Rakaasa

    7cloud.asia – Pengelola Taman Safari Indonesia (TSI) secara resmi mengumumkan kelahiran seekor bayi panda raksasa pada 27 November 2025 lalu.

    Bayi panda ini lahir di fasilitas konservasinya di Cisarua, Bogor Jawa Barat. Pencapaian bersejarah ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam konservasi spesies terancam punah di tingkat global, terlebih ketika populasi panda raksasa dunia diperkirakan hanya sekitar 1.900 individu.

    Kelahiran bayi panda ini merupakan hasil dari program kerja sama internasional jangka panjang yang telah berlangsung selama satu dekade, sejak kedatangan panda raksasa Huchun dan Caitao ke Indonesia pada tahun 2017 sebagai bagian dari kemitraan konservasi selama 10 tahun dengan pemerintah China

    Dalam pernyataan tertulis ya, Taman Safari Indonesia menyebut kelahiran bayi panda ini menjadi capaian akhir tahun yang membanggakan bagi Indonesia dan simbol kemajuan dalam kolaborasi konservasi internasional. 

    Taman Safari Indonesia juga memberikan apresiasi tulus kepada Pemerintah China beserta tim ilmiahnya atas dukungan yang konsisten selama masa kebuntingan hingga proses kelahiran.

    Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas program reproduksi berbasis sains yang dikembangkan Taman Safari Indonesia dengan dukungan teknis berkelanjutan dari para ahli dari China. 

    Proses reproduksi melibatkan pemantauan hormon yang sangat presisi, observasi perilaku yang ketat, serta penerapan standar kesejahteraan satwa internasional—faktor penting mengingat panda betina hanya memiliki masa subur selama 24–72 jam per tahun.

    Pada 30 November, para spesialis nursery dari Panda Center juga tiba di Indonesia untuk mendukung perawatan awal bayi panda, memastikan penanganan optimal pada fase perkembangan yang sangat krusial ini. 

    Dengan pencapaian ini, Indonesia bergabung dengan negara-negara ASEAN lainnya yang telah berhasil menyambut kelahiran bayi panda, mempertegas kemampuan bangsa dalam memenuhi standar internasional terkait pengelolaan dan perlindungan spesies terancam punah.

    Bayi panda saat ini berada dalam kondisi stabil dan dipantau selama 24 jam oleh tim Life Science TSI, menunjukkan indikator perkembangan awal yang baik seperti vokalisasi sehat, proses menyusu yang efektif, serta peningkatan berat badan yang konsisten. 

    Dalam 30–60 hari ke depan, bayi panda diperkirakan akan mengalami perkembangan signifikan, termasuk peningkatan kemampuan mengatur suhu tubuh, pertumbuhan bulu, mulai membuka mata, serta kemampuan motorik awal. 

    Para ahli dari China Conservation and Research Centre for the Giant Panda (CCRCGP) tetap berada di lokasi untuk memberikan pendampingan teknis, sehingga memperkuat kolaborasi bilateral dalam bidang sains konservasi. 

    Pada tahap awal ini, bayi panda belum dapat diakses oleh publik. Taman SafarI Indonesia akan terus memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan induk serta bayinya, dan mengundang masyarakat untuk bersama-sama mendoakan perkembangan bayi panda agar tetap sehat dan aman pada periode awal kehidupannya.

    Pada 4 Desember, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menamai bayi panda Huchun tersebut sebagai Satrio “RIO”, yang berarti “ksatria” atau “pahlawan” dalam bahasa Indonesia,

    Nama ini melambangkan harapan, ketangguhan, dan komitmen bersama Indonesia dan China dalam melindungi spesies yang terancam punah.