7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mendalami usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta terkait penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, laporan usulan kenaikan tarif Transjakarta dari DTKJ telah diterima Pemprov DKI Jakarta.
Selanjutnya, pihaknya akan mengkaji secara mendalam laporan tersebut sebelum mengambil keputusan.
“Laporan DTKJ sudah masuk kepada kami. Kami sedang mempelajari itu, dalam minggu-minggu depan ini kami segera menghitung kembali,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan, perlunya perhitungan yang matang terkait subsidi yang akan diberikan untuk moda transportasi publik di bawah naungan Pemprov DKI. Sehingga subsidi yang disalurkan tidak akan membebani APBD.
Baca: Dewan Transportasi Kota Jakarta Usulkan Tarif TransJakarta Naik Jadi Rp5000
“Untuk memutuskan kenaikan tarif Transjakarta dan semuanya, termasuk Transjabodetabek, tentunya kami harus melihat bagaimana dengan subsidi yang harus dihitung dan dilakukan untuk itu,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, DTKJ mengusulkan tarif tunggal Rp5.000 untuk layanan TransJakarta di dalam Jakarta. Sementara untuk mikrotrans diusulkan naik menjadi Rp2000 dari sebelumnya gratis.
Saat ini, penyesuaian tarif transportasi publik termasuk TransJakarta tengah dibahas bersama DPRD DKI Jakarta bersamaan dengan pembahasan APBD. Pramono menyampaikan kebijakan terkait hal ini akan segera diputuskan.
“Sekarang ini sedang dalam tahap pembahasan APBD dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, tetapi itu menjadi prioritas untuk segera diputuskan,” kata Pramono.
Baca: Kenaikan Tarif Transjabodetabek Bertentangan dengan Upaya Pengendalian Polusi Udara Jakarta
Gubernur pun memastikan kebijakan yang akan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan dan manfaat untuk masyarakat.
Penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek ini, lanjut dia, akan menyasar pada masyarakat yang dinilai mampu secara finansial.
Sedangkan untuk 15 golongan masyarakat yang masuk kategori tertentu, Pemprov DKI akan terus menggalakkan program ini agar masyarakat mendapatkan layanan gratis transportasi.
“Sehingga dengan demikian, siapapun yang nanti mengalami kenaikan pasti memang orang-orang yang mampu untuk itu,” kata dia.
