7cloud.asia – Dalam Ethical Finance GCC Summit yang diselenggarakan oleh Global Ethical Finance Initiative (GEFI) di Dubai, baru-baru ini turut diluncurkan program Tayyib Fellowship.
Tayyib Fellowship merupakan sebuah inisiatif kolaboratif antara Greenpeace Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) sebagai bagian dari Ummah for Earth Alliance dan GEFI melalui Islamic Sustainable Finance Initiative (ISFI).
Tariq Al-Olaimy, Penasihat Keuangan Islam untuk Ummah for Earth Project di Greenpeace MENA, menyatakan bahwa Tayyib Fellowship menandai perubahan mendasar dalam cara keuangan Islam berperan dalam menjaga lingkungan.
”Dengan menumbuhkan para pemimpin yang menerapkan pendekatan Tayyib, melampaui sekadar kepatuhan halal untuk secara aktif mengejar manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan, kami membangun sebuah gerakan yang menunjukkan bahwa prinsip Islam dan aksi iklim serta alam bukan hanya sejalan, tetapi tidak terpisahkan.” ujarnya.
Baca: Langkah mundur negara maju dalam pendanaan iklim
Dengan inisiatif ini, para peserta akan memperoleh wawasan dari para eksekutif tingkat tinggi, scholars terkemuka di bidang syariah, dan pionir dalam keuangan iklim.
Program ini memberikan kesempatan unik untuk terhubung dengan lebih dari 30 calon pemimpin muda dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara, membangun jejaring yang benar-benar berskala global.
Para fellow juga akan mengembangkan solusi nyata di bidang keuangan Islam berkelanjutan dengan potensi implementasi tinggi, dan setelah menyelesaikan program, akan menerima sertifikasi resmi ISFI Fellowship yang diakui oleh lembaga mitra.
Program berdurasi sembilan bulan ini bertujuan membentuk jaringan global profesional keuangan, akademisi, pembuat kebijakan, dan inovator yang berpotensi mendorong lahirnya generasi baru keuangan Islam berkelanjutan.
Inisiatif ini bukan hanya tentang pengembangan kapasitas, tetapi juga tentang membangun gerakan menuju peluang pembiayaan iklim senilai 400 miliar dolar AS.
Hal ini dapat terwujud hanya dengan mengalihkan 5 persen dari total aset keuangan Islam ke sektor energi terbarukan dan solusi iklim.
Baca: COP 29 sepakati pendanaan iklim sebesar 300 miliar dolar AS setahun
