Tag: tebet eco park

  • Puluhan Siswa Identifikasi Satwa di Tebet Eco Park, Temukan Burung Hampir Punah

    Puluhan Siswa Identifikasi Satwa di Tebet Eco Park, Temukan Burung Hampir Punah

     

    7cloud.asia – Puluhan siswa dari 30 Sekolah Menengah Atas/sederajat dari Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang mengamati dan mendata aneka satwa di kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Belantara Biodiversity Class yang dilaksanakan pada Sabtu (20/12/2025). 

    Dari total 20 jenis burung yang berhasil diidentifikasi di kawasan Tebet Eco Park, salah satunya adalah burung betet biasa (Psittacula alexandri) yang termasuk satwa dilindungi.

    Berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), burung betet biasa berstatus Near Threatened (NT) atau hampir terancam punah.

    Selain itu, peserta juga mengidentifikasi burung kerak kerbau (Acridotheres javanicus) yang berstatus Vulnerable (VU) atau rentan terhadap kepunahan.

    Baca: Kucing Merah Kalimantan Kembali Muncul di Taman Nasional Kayan Mentarang

    Kegiatan yang digagas oleh Belantara Foundation ini berkolaborasi dengan Gaia Indonesia, Himpunan Mahasiswa Biologi Helianthus FMIPA, serta Wapalapa Universitas Pakuan.

    Selain burung, peserta juga berhasil mendata 1 jenis amfibi dan 8 jenis reptil di kawasan Tebet Eco Park.

    Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna, menjelaskan bahwa tujuan utama Belantara Biodiversity Class adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya menjaga serta melestarikan keanekaragaman hayati, terutama di kawasan perkotaan.

    “Kegiatan ini juga bertujuan membantu pendataan dan identifikasi potensi satwa liar seperti burung, amfibi, dan reptil di Tebet Eco Park sebagai bahan monitoring dan evaluasi untuk mendukung pembangunan taman yang berkelanjutan,” ujar Dolly.

    Baca: Satwa Langka Anoa dan Babi Hutan di Pulau Kecil Lebih Tanguh

    Dolly yang juga merupakan anggota Commission on Ecosystem Management IUCN menambahkan, ruang terbuka hijau di perkotaan seperti Tebet Eco Park dapat berfungsi sebagai laboratorium alam bagi pelajar, khususnya dalam pembelajaran biologi.

    Keberadaan satwa liar juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem taman kota. Burung, misalnya, membantu penyebaran biji tanaman, sementara amfibi dan reptil berperan sebagai pengendali hama alami seperti serangga dan tikus.

    Selain itu, ketiga kelompok satwa tersebut dapat menjadi bioindikator kualitas lingkungan.

    Namun demikian, seiring pesatnya pembangunan, satwa liar di perkotaan menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kehilangan habitat, perburuan dan perdagangan ilegal, pencemaran lingkungan, perubahan iklim, hingga kerusakan ekosistem yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas habitat mereka.