Tag: teh

  • Cara Menyeduh Teh yang Benar Agar Manfaatnya Tak Hilang

    Cara Menyeduh Teh yang Benar Agar Manfaatnya Tak Hilang

    7cloud.asia – Mengonsumsi teh disebut memiliki sederet manfaat untuk kesehatan dan tubuh. 

    Namun, kadang manfaat kesehatan teh ini hilang karena ada kesalahan perlakuan saat menyeduh teh

    Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin menikmati teh yang bermanfaat bagi tubuh, Pemilik Petik Tea Bar, Bimbi Mahesa membagikan tips menyeduh teh yang benar. 

    Dilansir Antaranews.com, Bimbi mengatakan saat menyeduh teh celup jangan lebih dari tiga menit di dalam gelas.

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Allih-alih menggunakan air mendidih, Bimbi menyarankan untuk menyeduh teh  menggunakan air dengan suhu 60-80 derajat celsius.

    “Tea blend atau teh celup, maksimal tiga menit dalam gelas, kalau sudah tiga menit angkat, kalau terlalu lama terlalu pekat dan nggak bagus buat tubuh,” ucap Bimbi.

    Bimbi mengatakan teh celup yang sudah sekali dipakai masih bisa dipakai kembali 2-3 jam setelahnya, namun harus disimpan di wadah tertutup agar teh tidak teroksidasi dengan udara.

    Teh yang terlalu lama berada dalam gelas dengan kondisi suhu air yang panas, akan terasa terlalu pekat dan mengakibatkan masalah pada ginjal.

    Baca: Mengapa air kelapa tak disarankan untuk penderita masalah ginjal

    Sebagai pelaku usaha yang bergelut di bisnis minuman teh, Bimbi ingin mengedukasi masyarakat tentang beragam macam teh yang bisa dipadupadankan dengan campuran seperti bunga, buah dan rempah.

    “Kita targetnya dobrak kopi supaya asumsi tentang teh bisa berubah dan edukasi manfaat teh,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

    Petik Tea Bar yang berlokasi di Kuningan ini ingin menghilangkan persepsi masyarakat bahwa minum teh adalah kebiasaan orang tua dan bukan sebagai minuman mahal.

    Kedai teh ini juga menawarkan teh dengan kualitas yang baik mulai dari grade A sampai B dengan varian mocktail tea dan tea blend.

    Baca: Teh ini bagus untuk daya tahan tubuh

    Usaha yang baru dirintis satu tahun ini berawal dari keresahannya karena tidak bisa ikut mengonsumsi kopi seperti teman-temannya sebab ada masalah pada lambungnya.

    Dari situ ia bersama tiga rekan lainnya ingin menjadikan teh sebagai alternatif opsi ‘nongkrong’ yang sama asiknya seperti ‘ngopi’.

    Tak ingin setengah-setengah, Bimbi bersama rekan-rekannya melakukan riset yang cukup mendalam bersama para komunitas teh hingga mendatangkan konsultan teh selama lima bulan.

    Hal itu dilakukannya agar bisa mengerti seluk beluk teh Indonesia dan cara penyajian yang terbaik agar berbeda dengan usaha teh yang sudah ada.

    Baca: Manfaat temulawak untuk kesehatan

    Yang menarik di Petik Tea Bar, konsumen bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan peracik teh atau Baristea untuk tahu keinginan konsumen.

    “Misalnya siang-siang mau dingin atau panas, kalau dingin ada varian mocktail tea, itu apa dijelasin, varian rasa apa, jadi interaksi itu yang akhirnya kita selalu ada sampai sekarang,” kata Bimbi.

    Pembeli juga bisa membeli satu bungkus tea blend milik Petik Tea Bar jika ingin menyeduhnya di rumah.

    Beberapa menu yang disajikan di antaranya teh mocktail dengan campuran buah seperti semangka, lemon, nanas hingga buah naga yang disajikan dingin.

    Baca: Manfaat kesehatan daun kelor

    Sedangkan untuk tea blend yang disajikan panas, Petik Tea Bar menggunakan 4 jenis teh yakni oolong, white tea, black tea, dan green tea, yang juga di kombinasikan dengan bunga seperti kamomil dan jasmin.

    Harga teh yang dijual Petik Tea Bar berkisar di antara Rp 28 ribu sampai Rp 33 ribu per gelasnya.

     

  • Tokopedia Sediakan Fasilitas Bagi UMKM di Sektor Pertanian Lokal

    Tokopedia Sediakan Fasilitas Bagi UMKM di Sektor Pertanian Lokal

    7cloud.asia – Perusahaan aplikasi teknologi Indonesia, Tokopedia memberikan fasilitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor pertanian seperti produk teh agar lebih dekat dengan konsumen.

    Director of Communication Tokopedia and TikTok E-commerce, Nuraini Razak mengatakan, hal itu dilakukan melalui platform Tokopedia dan ShopTokopedia.

    Melihat besarnya potensi produksi teh di Indonesia, Tokopedia dan ShopTokopedia menggencarkan deretan inisiatif untuk memberikan panggung lebih bagi para produsen maupun penjual teh untuk menjangkau pasar yang lebih luas sehingga meningkatkan penjualan produk mereka.

    “Di antaranya melalui inisiatif Beli Lokal dan Tokopedia NYAM,” katanya di Bali, Rabu (28/8/2024).

    Ia mengatakan kedua inisiatif ini juga mempermudah masyarakat menjangkau berbagai produk kebutuhan, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi secara digital.

    Ia mencontohkan UMKM lokal asal Bali BREW ME TEA, satu dari banyak pelaku UMKM teh di Tokopedia dan ShopTokopedia yang melibatkan puluhan petani teh di sekitaran Bali untuk seluruh proses panen pucuk teh, mulai dari penanaman hingga pemetikan.

    Baca: Tokopedia hapus 80 juta item yang langgar HAKI

    “BREW ME TEA adalah bagian dari jutaan pelaku usaha, termasuk dari Bali, yang saat ini tergabung di Tokopedia dan ShopTokopedia,” kata dia.

    Ia mengatakan dari berbagai inisiatif yang digencarkan Tokopedia dan ShopTokopedia untuk membantu UMKM lokal, turut ikut mendorong tren belanja daring (online) baik secara nasional maupun secara khusus di Bali.

    “Kampanye Beli Lokal di Tokopedia mendorong kategori produk makanan dan minuman menjadi kategori produk yang paling laris selama enam bulan terakhir secara nasional, dengan kenaikan penjualan yang mencapai hampir 2 kali lipat,” katanya.

    Data ini diambil dari 12 Desember 2023-12 Juni 2024 dibandingkan 12 Desember 2022-12 Juni 2023

    “Kampanye Beli Lokal juga terbukti telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia dan terlihat dari beberapa daerah dengan jumlah transaksi paling tinggi lewat kampanye Beli Lokal di Tokopedia, antara lain, seluruh Pulau Jawa, Bali, Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Lampung,” kata dia.

    Selain itu, Tokopedia juga melihat dampak positif dari Beli Lokal terhadap UMKM Bali. Terbukti dari kenaikan penjualan merek (brand) lokal Bali yang mencapai hampir 1,5 kali lipat selama berlangsung kampanye Beli Lokal.

    Baca: Banjir produk China matikan industri dalam negeri

    Di sisi lain, di ShopTokopedia yang dapat ditemukan di aplikasi TikTok, beberapa produk dengan kenaikan tertinggi jumlah transaksi di Beli Lokal secara nasional, yaitu produk kecantikan, perawatan tubuh, makanan dan minuman.

    Selain itu perabotan rumah tangga dan perlengkapan dapur, dengan rata-rata kenaikan lebih dari tiga kali lipat pada periode yang sama.

    “Kampanye Beli Lokal terbukti mendongkrak penjualan para pelaku usaha, khususnya brand lokal di ShopTokopedia,” kata dia.

    Menurut dia, hal ini terbukti dari kenaikan penjualan merek lokal yang mencapai hampir 2,5 kali lipat selama berlangsung kampanye Beli Lokal.

    “Sedangkan brand lokal di Bali mencatat kenaikan penjualan hampir 5 kali lipat berkat kampanye Beli Lokal di ShopTokopedia berlangsung,” kata dia.

    Selain itu, di ShopTokopedia tercatat daerah yang mengalami kenaikan tertinggi jumlah transaksi lewat kampanye Beli Lokal, yaitu Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bali, dengan rata-rata kenaikan hingga lebih dari 2,5 kali lipat.

    Baca: Produk tekstil China matikan industri tekstil dalam negeri

    ShopTokopedia mencatat kampanye Beli Lokal mendorong penjualan beberapa kategori, khususnya di Bali.

    Misalnya, kategori makanan dan minuman mengalami lonjakan penjualan lebih dari 7 kali lipat selama enam bulan pertama kampanye Beli Lokal berlangsung.

    Ia mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada kuartal III tahun 2023, sektor pertanian tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 1,46 persen yoy dan berkontribusi sebesar 13,57 persen ke PDB nasional.

    Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi teh nasional pada tahun 2022 sebesar 136.800 ton. “Jumlah ini tentu cukup besar dan potensi pasarnya juga sangat menjanjikan,” kata dia.

    ​​​​​​​Director BREW ME FIND BLEND, Tjokorda Alit Darma Putra mengatakan berkat Tokopedia dan ShopTokopedia, teh artisan lokal BREW ME TEA bisa diakses masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

    Ia mengatakan, sejak bergabung di Tokopedia dan ShopTokopedia, penjualan online BREW ME TEA bisa mencapai 80 persen.

    Sumber:Antaranews.com

  • Menyedu Teh Bisa Kurangi Kandungan Logam Berat di Dalam Air Minum

    Menyedu Teh Bisa Kurangi Kandungan Logam Berat di Dalam Air Minum

    7cloud.asia – Kontaminasi logam berat pada makanan dan minuman bisa berdampak serius pada kondisi kesehatan bahkan bisa mengakibatkan mutasi sel.

    Kabar baiknya, studi terbaru yang dipublikasikan di ACS Food Sciences & Technology mengungkap memanaskan air bersama sekantung teh bisa mengurangi kandungan logam berat beracun seperti timbal dan kadmium yang ada di dalam air minum.

    Hasil studi yang dipublikasikan pada 24 Februari 2025 itu menunjukkan bahwa logam berat beracun menempel di permukaan daun teh dan kantong teh saat proses penyeduhan.

    Dan, tentu Anda tahu daun teh dan kantong teh ini akhirnya akan dikeluarkan dari cangkir dan dibuang.

    “Tampaknya menyeduh teh dapat membantu mengurangi paparan logam berat secara pasif dan menawarkan metode pemulihan yang sederhana dan mudah diakses,” kata Kantha Shelke, PhD, kepala di firma sains dan penelitian pangan Corvus Blue LLC serta dosen Universitas Johns Hopkins, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

    “Mengingat popularitas teh di seluruh dunia, praktik ini tidak memerlukan perubahan gaya hidup atau teknologi tambahan, menjadikannya sebagai intervensi kesehatan masyarakat yang mudah,” katanya kepada Health.

    Penulis studi Vinayak P. Dravid, PhD, seorang profesor teknik di Universitas Northwestern, berusaha mencari tahu apakah teh dalam kantong juga bisa digunakan sebagai penyaring kontaminan.

    Baca: Cara menyeduh teh yang benar agar manfaatnya tak hilang

    Vinayak meneliti hal ini bersama mahasiswa pascasarjana Benjamin Shindel, PhD.Tim mereka membuat larutan air yang mengandung logam berat seperti kromium, seng, tembaga, dan aluminium serta memasukkan kadmium dan timbal, logam sangat beracun yang bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan.

    Para peneliti kemudian memanaskan larutan hingga suhu di bawah titik didih dan menambahkan teh daun lepas dengan berbagai ukuran atau daun teh dalam kantong komersial yang berbeda.

    Mereka menyeduh teh dalam waktu yang bervariasi, mulai dari hitungan detik hingga 24 jam, lalu mengukur konsentrasi logam berat yang tersisa di dalam larutan teh.

    Hasilnya menunjukkan bahwa kadar timbal dalam satu cangkir berisi air dan sekantung teh yang diseduh selama tiga hingga lima menit berkurang sekitar 15 persen bahkan ketika kadar awalnya setinggi 10 bagian per juta.

    Kantong katun dan nilon tidak menyerap banyak logam, tetapi kantong selulosa bisa menyerap banyak logam.

    Teh bubuk, terutama daun teh hitam, sedikit lebih baik dalam menangkap ion logam daripada daun utuh, mungkin karena varietas ini memiliki luas permukaan yang lebih tinggi sehingga menyediakan lebih banyak ruang bagi ion logam berat untuk menempel.

    Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan

    Kemampuan teh menyerap logam berat juga dipengaruhi oleh durasi penyeduhan.

    “Waktu seduh adalah pertimbangan utama dalam kinerja dan seberapa banyak logam yang Anda singkirkan dari cangkir teh Anda,” kata Shindel kepada Health.

    “Meskipun ada perbedaan antara teh hijau dan hitam, perbedaan antara menyeduhnya selama dua menit dan empat menit, atau empat menit dan 10 menit, jauh lebih besar,” ia menambahkan.

    Shelke mengatakan bahwa penelitian itu menyoroti “potensi konsumsi teh untuk secara pasif mengurangi paparan logam berat.”

    Menurut dia, penelitian tersebut merupakan “awal yang sangat baik” untuk memahami sifat dekontaminasi daun teh meskipun memiliki beberapa keterbatasan.

    Dalam hal ini, para peneliti menggunakan air deionisasi yang mungkin tidak secara akurat mewakili skenario dunia nyata, karena berbagai ion air keran seperti kalsium, magnesium, dan tembaga juga memengaruhi penyerapan.

    Selain itu, para peneliti hanya mengukur sejumlah kecil teh dan bahan kantong teh.

    “Untuk memahami sepenuhnya efek ini, akan sangat berharga untuk membandingkan berbagai format teh dan metode penyeduhan, seperti perendaman standar selama tiga menit, waktu seduh lebih lama yang umum dalam persiapan teh China, atau metode perebusan kuat yang digunakan dalam chai India,” kata Shelke.

    “Variasi ini dapat menawarkan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana teh berinteraksi dengan logam berat dan meningkatkan penyaringan,” katanya.