Tag: tewas

  • Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 99 Orang

    Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 99 Orang

    7cloud.asia – Setidaknya 99 orang tewas dan 1.600 lainnya kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hutan di wilayah Valparaiso, Chile tengah, menurut keterangan otoritas pada Minggu.

    Hingga saat ini 32 korban telah diidentifikasi, sebut koroner pemerintah Layanan Medis Hukum Chile.

    “Badan forensik menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan teman-teman korban,” menurut sebuah pernyataan.

    Baca: Terdakwa kasus kebakaran Gunung Bromo divonis 2,5 tahun penjara

    Terdapat 161 kebakaran aktif di seluruh negeri, menurut Direktur Layanan Pencegahan dan Tanggap Bencana Nasional Alvaro Hormazabal.

    Kebun raya yang dibentuk pada 1931 di kota Vine del Mar hampir seluruhnya hangus dilalap api.

    Otoritas telah mendesak ribuan warga untuk meninggalkan rumah mereka dan memberlakukan jam malam di di kota-kota yang paling terkena dampak kebakaran untuk membebaskan rute dan memungkinkan kendaraan darurat mencapai daerah yang dilanda kebakaran.

    Gambar mengerikan beredar di media sosial menunjukkan ratusan mobil terbakar, yang telah menghancurkan seluruh lingkungan.

    Lebih dari 200 orang dilaporkan hilang di Vina del Mar dan wilayah sekitarnya, sebuah wilayah populer bagi wisatawan selama liburan musim panas.

    Baca: Kenaikan suhu global picu bencana

    Presiden Gabriel Boric telah memperingatkan bahwa korban jiwa dapat bertambah dengan masih terjadinya kebakaran besar di Valparaiso, dimana para pemadam kebakaran berjuang untuk mencapai wilayah padat penduduk yang dilalap api besar.

    Setelah mengunjungi wilayah terdampak, Boric menyatakan dua hari berkabung nasional bagi korban kebakaran. Presiden mengatakan angin kencang menyebabkan pemadam kesulitan untuk mengendalikan kebakaran hutan, yang telah melahap 8.000 hektar hutan dan daerah perkotaan.

    Kebakaran terjadi seiring dengan rekor suhu tertinggi yang melanda negara Amerika Selatan akibat pola cuaca El Niño yang menyebabkan suhu tinggi dan memicu kebakaran hutan di beberapa negara Amerika Latin termasuk Kolombia, Ekuador, dan Argentina.

    Sumber: Anadolu

  • Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat Bertambah, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat Bertambah, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    7cloud.asia – Korban tewas terus bertambah sejak banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Pasaman Barat dan Pariaman, Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari.

    Hingga Selasa (12/03/2024) sore, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) mencatat 32 orang tewas dalam bencana banjir di Sumatera Barat ini.

    Karena itu, pemerintah menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari dalam upaya percepatan penanganan daerah yang terdampak banjir dan longsor.

    “Benar, kita telah menetapkan masa tanggap darurat sejak 8 Maret sampai 21 Maret 2024. Saat ini penanganan daerah terdampak sedang dilakukan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Hendra Putra di Simpang Empat seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Korban banjir di Sumatera Barat terus bertambah  

    “Di masa tanggap darurat itu kita melakukan pengkajian secara cepat, membuat perencanaan dan penanggulangan bencana serta mengusulkan rencana kebutuhan belanja,” sambungnya.

    Penetapan status tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor 100.3.3.2/220/Bup-Pasbar/2024, masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sembilan kecamatan.

    Sembilan kecamatan itu adalah Kecamatan Talamau, Sungai Aur, Kinali, Sasak Ranah Pasisia, Ranah Batahan, Lembah Melintang, Sungai Beremas, Koto Balingka dan Kecamatan Pasaman.

    Selanjutnya Hendra mengungkapkan di Jorong Limpato Kajai Kecamatan Talamau jalan terputus mengakibatkan terputusnya akses Simpang Empat-Talu.

    Banjir Batang Pasaman mengakibatkan merendam perumahan warga dan terputusnya akses Ujung Gading-Simpang Empat.

    Baca: BNPB ingatkan ancaman bencana hidrometeorologi

    Selain itu, banjir di wilayah Rura Patontang Parit Koto Balingka mengakibatkan putusnya jembatan dari Parit menuju Rura Patontang.

    Di wilayah Aek Napal, Kecamatan Ranah Batahan banjir mengakibatkan satu unit rumah warga hanyut dan merendam puluhan rumah warga.

    Banjir di Salawai Sungai Beremas mengakibatkan akses jalan Air Bangis-Ujung Gading terputus, banjir di Sungai Aur juga mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui.

    Kemudian banjir di Kecamatan Lembah Melintang merendam pemukiman warga, banjir di Anam Koto Selatan Kecamatan Kinali mengakibatkan 30 kepala keluarga terdampak.

    Di wilayah Wonosari Kinali banjir menyebabkan terendamnya pemukiman warga dan di Koja Kinali menyebabkan terputusnya satu unit jembatan.

    Baca: BRIN sebut cuaca ekstrem makin sering terjadi 

    ‘Banjir juga terjadi di Rantau Panjang dan Sialang Kecamatan Sasak Ranah Pasisia yang merendam rumah warga,” ujarnya.

    Saat ini pihaknya saat ini akan mempercepat pembangunan jembatan darurat di Rura Patontang dan jalan darurat di Jorong Limpato Rimbo Kejahatan Kajai Talamau.

    “Jalan Simpang Empat-Talu telah kembali bisa dilalui pengendara namun diperlukan penanganan lebih lanjut dari Pemprov Sumbar. Untuk jembatan di Koja Kinali akan dibuat jembatan belly,” jelasnya.

    Salah seorang warga Kajai, Elwa, mengharapkan Pemprov Sumbar segera memperbaiki jalan yang ada di sepanjang Rimbo Kejahatan Kajai karena sangat rawan dan sudah membahayakan pengendara.

    “Kami mengharapkan tindakan cepat Pemprov Sumbar karena jalan ini adalah jalan provinsi dan ramai dilalui kendaraan setiap harinya,” harapnya.

    Baca: 3 Jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Saat ini pemerintah daerah bersama SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi lainnya terus berusaha mencari lima korban lain yang belum ditemukan.

    Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan bencana banjir dan tanah longsor diakibatkan oleh beberapa faktor di antaranya intensitas curah hujan yang tinggi lebih dari 12 jam.

    Kemudian bencana hidrometeorologi juga akibat saluran drainase yang kurang berfungsi dengan baik sehingga terjadi penyumbatan di beberapa titik.

    Selain itu, pembangunan infrastruktur dan pemukiman warga yang tidak memerhatikan tata ruang wilayah.

    Baca: Kearifan lokal efektif memitigasi bencana

    Dari hasil pendataan di lapangan pemerintah menemukan beberapa titik di kawasan longsor terjadi penggundulan hutan dan deforestasi. Bangunan penahan dinding sungai rusak dan sejumlah faktor lainnya.

    Total terdapat 871 rumah mengalami rusak berat, 135 rusak sedang, dan 593 rusak ringan.

    Selain itu ada 51 rumah ibadah, 28 sekolah, dan 13 ruas jalan ikut terdampak banjir dan longsor. Kemudian ada 23 jembatan dan dua unit irigasi mengalami kerusakan serius.

    Bencana alam ini juga memaksa 78.877 orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Seluas 5.550 hektare lahan dan 1.960 hewan ternak ikut terdampak. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Gara-gara Panas Ekstrem, Hampir Setengah Juta Orang Meninggal Per Tahun

    Gara-gara Panas Ekstrem, Hampir Setengah Juta Orang Meninggal Per Tahun

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Kamis (25/7/2024), menyoroti bahaya panas ekstrem yang semakin meningkat bagi dunia.

    “Panas ekstrem diperkirakan membunuh hampir setengah juta orang per tahun, sekitar 30 kali lebih banyak dari pada siklon tropis,” kata Guterres kepada wartawan.

    “Kita tahu apa yang mendorongnya — perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan bahan bakar fosil. Dan kita tahu itu akan menjadi lebih buruk,” katanya lagi.

    Panas ekstrem adalah “ketidaknormalan baru, tetapi kabar baiknya adalah kita dapat menyelamatkan nyawa dan membatasi dampaknya,”  lanjutnya.

    Baca: Suhu panas di Jepang, 6 orang tewas

    Guterres menekankan bahwa panas ekstrem semakin menghancurkan ekonomi, memperlebar kesenjangan, melemahkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB dan membunuh korban.

    Karena itu, Sekjen PBB tersebut mengatakan bahwa dia meluncurkan tuntutan global dengan empat area fokus – merawat yang paling rentan, meningkatkan perlindungan bagi pekerja, meningkatkan ketahanan ekonomi dan masyarakat dengan menggunakan data dan sains.

    Guterres menegaskan bahwa poin utamanya yaitu fokus komunitas internasional sekarang adalah dampak panas ekstrem.

    “Namun, jangan lupa bahwa masih banyak lagi gejala krisis iklim yang menghancurkan: Badai yang semakin dahsyat, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, naiknya permukaan air laut — dan masih banyak lagi,” kata Guterres.

    Baca: Suhu di India hampir capai 50 derajat celsius

    Untuk mengatasi gejala-gejala tersebut, dia menegaskan penggunaan bahan bakar fosil harus segera dievaluasi.

    “Kita perlu melawan penyakit. Penyakit itu adalah kegilaan yang membakar satu-satunya rumah kita. Penyakit itu adalah kecanduan bahan bakar fosil. Penyakit itu adalah tidak adanya tindakan untuk mengatasi perubahan iklim.” ujarnya

    Dia mengatakan G20 harus mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan mendukung negara-negara dan masyarakat yang rentan.

    “Pesannya jelas: Panas sedang terjadi. Panas ekstrem berdampak ekstrem pada manusia dan planet ini. Dunia harus bangkit menghadapi tantangan kenaikan suhu,” tambahnya.

    Sumber: Anadolu

  • Atap Roboh di Dominika, 44 Orang Tewas

    Atap Roboh di Dominika, 44 Orang Tewas

    7cloud.asia – Jumlah korban tewas akibat atap roboh di sebuah kelab malam di Republik Dominika bertambah menjadi 44 orang, dengan 146 lainnya dirawat di rumah sakit, direktur pusat operasi darurat negara tersebut, Juan Manuel Mendez, Selasa.

    “Menurut data sementara, sebanyak 146 orang dirawat di rumah sakit dan 44 orang meninggal,” kata Mendez kepada awak media di lokasi kejadian, dalam sebuah video yang diunggah penyiar Panorama FM di X.

    Sehubungan dengan insiden tersebut, Presiden Dominika Luis Abinader menandatangani sebuah dekret yang menyerukan tiga hari masa berkabung nasional bagi para korban tragedi di Ibu Kota Dominika, Santo Domingo.

    Pada Senin dini hari, atap di kelab malam Jet Set, yang berlokasi di Santo Domingo, roboh di tengah banyaknya pengunjung.

    Petugas darurat saat ini masih mencari orang-orang yang tertimpa reruntuhan, yang diduga masih ada beberapa di lokasi kejadian.

    (antaranews/nurakhmayani)