Tag: thailand

  • Thailand Resmi Berlakukan Larangan Impor Sampah Plastik, Kapan Indonesia Menyusul?

    Thailand Resmi Berlakukan Larangan Impor Sampah Plastik, Kapan Indonesia Menyusul?

    7cloud.asia – Larangan impor sampah plastik mulai diberlakukan di Thailand per Januari 2025, atau dua tahun setelah kebijakan tersebut diumumkan.

    Larangan impor plastik ini merupakan upaya pemerintah Thailand untuk mengendalikan polusi dan melindungi kesehatan masyarakat.

    Para pembuat undang-undang Thailnad telah membahas larangan impor sampah plastik tersebut sejak tahun 2020.

    Saat itu mereka berupaya menghentikan banjir plastik dari negara-negara Barat yang telah menyebabkan polusi udara dan air pada tingkat berbahaya di negara tersebut.

    Thailand dan negara-negara berkembang lainnya, terutama di Asia Tenggara termasuk Indonesia, telah menjadi tempat pembuangan sampah negara-negara asing selama beberapa dekade.

    Baca: Menteri Lingkungan Hidup kaji larang impor sampah plastik

    Hingga tahun 2017, China merupakan importir sampah plastik terbesar di dunia, yang mengimpor rata-rata 8 juta ton plastik per tahun dari lebih dari 90 negara di seluruh dunia.

    Untuk mengatasi krisis polusi plastik yang mendesak, pemerintah China pada tahun 2018 memberlakukan larangan impor limbah padat, termasuk beberapa jenis sampah plastik dan limbah daur ulang lainnya.

    Sejak saat itu, eksportir besar seperti AS, yang mengirimkan sekitar 4.000 kontainer sampah ke China setiap hari sebelum larangan berlaku, mengalihkan sebagian besar sampah mereka ke negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

    Negara yang terakhir menerima lebih dari 552 juta metrik ton sampah plastik, pasangan, dan skrap pada sat China memberlakukan larangan tersebut – sepuluh kali lebih tinggi dari jumlah rata-rata sampah plastik yang diimpor sebelum tahun 2015.

    Pada tahun 2023, negara tersebut menerima lebih dari 200 juta metrik ton, sebagian besar berasal dari Jepang.

    Baca: Sejumlah perusahaan mulai kembangkan kemasan plastik berkelanjutan

    Sama seperti larangan impor sampah plastik di China dan Thailand yang akan berdampak di mana-mana, memaksa negara pengekspor untuk mencari cara baru dalam menangani sampah mereka sendiri.

    Negara-negara tersebut juga didorong untuk menerapkan kebijakan baru yang bertujuan mengurangi sirkulasi plastik secara keseluruhan.

    Tantangan
    Penerapan larangan ini menandai berakhirnya perjuangan panjang masyarakat sipil untuk melindungi Thailand agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah plastik.

    Namun menurut Penchom Sae-Tang, direktur Ecological Alert and Recovery-Thailand (Earth), pemantauan dan penegakan hukum yang efisien sangat penting untuk mencegah pengiriman sampah memasuki negara tersebut secara ilegal.

    “[P]erjalanan kami tidak berakhir di sini,” kata Penchom, seraya mengucapkan terima kasih kepada banyak kelompok masyarakat sipil yang tanpa lelah berkampanye untuk pelarangan tersebut.

    Baca: Perjalanan panjang menuju lahirnya perjanjian plastik global

    “Kita harus tetap menjadi benteng kewaspadaan yang kokoh, bermitra dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa undang-undang bukan hanya sekadar kata-kata di atas kertas, tetapi menjadi perisai bagi masyarakat luas.”

    Meskipun ada larangan, Thailand tetap berada di antara sepuluh besar penghasil sampah plastik di dunia.

    Thailand menghasilkan sekitar 2 juta ton sampah plastik setiap tahun. Hanya 25 persen dari sampah plastik ini yang didaur ulang.

    Selain itu ada setidaknya 50.000 ton sampah plastik yang tidak dikumpulkan dan dibuang sembarangan berakhir di lautan setiap tahunnya, menjadikan Thailand sebagai penyumbang sampah plastik laut terbesar nomor enam di dunia.

    Artikel ini diterjemahkan dari Earth.org, Penulis: Martina Igini, Editor in Chief di Earth.org

  • Gempa Magnitudo 7.7 Guncang Thailand dan Myanmar, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal

    Gempa Magnitudo 7.7 Guncang Thailand dan Myanmar, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal

    7cloud.asia – Setidaknya 25 orang tewas di Myanmar dan satu orang di Thailand, sementara 43 lainnya masih hilang setelah sebuah bangunan berlantai di anyak Bangkok runtuh akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di wilayah Sagaing, Myanmar, pada Jumat (28/3/2025).

    Guncangan pertama disusul oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo 12 menit kemudian, menurut laporan US Geological Survey.

    Di Bangkok, satu orang tewas dan 43 lainnya terjebak di dalam gedung bertingkat yang masih dalam tahap konstruksi di distrik Chatuchak, seperti dilaporkan Thai PBS.

    Di Myanmar, sebuah biara di kota Taungoo juga runtuh, menewaskan lima anak pengungsi, menurut laporan Eleven Media Group.

    Setidaknya 20 orang meninggal saat gempa mengguncang Masjid Shwe Pho Shing di wilayah Mandalay saat ibadah salat Jumat berlangsung, sebagaimana dilaporkan Khit Thit Media.

    “(Masjid) itu runtuh saat kami sedang beribadah. Sekitar tiga masjid ambruk. Ada orang yang terjebak. Saat ini, setidaknya 20 orang telah meninggal, dan jumlah korban bisa bertambah. Masjid Shwe Pho Shing juga runtuh,” ujar seorang petugas penyelamat.

    Upaya evakuasi terhadap para korban yang masih terperangkap terus dilakukan.

    Selain itu, Jembatan Ava yang bersejarah di Mandalay dilaporkan runtuh akibat gempa, sementara Istana Mandalay juga mengalami kerusakan.

    Saluran televisi pemerintah MRTV, melalui kanal Telegramnya, mengutip pernyataan dari Dewan Administrasi Negara bahwa Komite Nasional Penanggulangan Bencana telah menetapkan status darurat di wilayah yang terdampak gempa.

    Status ini antaralain diberlakukan di Sagaing, Mandalay, Magway, Negara Bagian Shan bagian timur laut, Naypyidaw, dan Bago.

    Di Thailand, otoritas setempat juga menetapkan Bangkok sebagai “zona darurat” akibat gempa, menurut laporan Thai PBS News.

    Bursa Efek Thailand menghentikan aktivitas perdagangan akibat gempa tersebut, seperti dilaporkan Thai Enquirer.

    Sementara itu, sebuah rumah sakit utama di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, dilaporkan menerima banyak korban luka.

    Gempa yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer ini juga mengganggu komunikasi seluler di wilayah terdampak.

    Foto-foto yang dibagikan media lokal menunjukkan bangunan dan jalan mengalami kerusakan akibat guncangan dahsyat tersebut. Getaran gempa juga terasa hingga ke negara-negara tetangga.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Pertempuran di Perbatasan Thailand dan Kamboja, Apa Dampaknya untuk Indonesia?

    7cloud.asia – Pertempuran antara tentara Thailand dan Kamboja sejak Kamis (24/7/2025) telah menewaskan setidaknya 16 orang dan puluhan ribu lainnya dievakuasi dari perbatasan kedua negara.

    Sejumlah pengamat menganggap Indonesia akan terkena dampak jika pertempuran antara Thailand dan Kamboja berlanjut dan semakin parah.

    Aksi saling serang ini menunjukkan eskalasi sengketa antara dua negara bertetangga di Asia Tenggara yang telah berlangsung selama satu abad.

    Thailand telah menutup wilayah perbatasannya dengan Kamboja.

    Sementara itu, Kamboja telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Thailand seraya menuduh negara tetangganya itu menggunakan “kekuatan berlebihan”.

    Baca: ASEAN jangan jadi arena rivalitas yang menghancurkan

    Dalam pernyataan terdahulu, pemimpin Thailand mengatakan, pertempuran sengit dengan Kamboja, dapat “bergerak menuju perang”.

    Apa dampaknya terhadap Indonesia jika konflik Thailand-Kamboja terus memanas?

    Pengamat hubungan internasional dari Universitas Pelita Harapan, Wempy Pasaribu, mengatakan dampak yang paling jelas dari konflik Thailand dan Kamboja adalah kemungkinan Indonesia kebanjiran pengungsi dari daerah konflik.

    “Kita khawatirkan bisa terjadi banjir pengungsi, seperti perang Vietnam dulu. Spill out dari pengungsi ini kan bisa juga mengakibatkan yang tidak baik dalam hubungan Indonesia dengan kedua negara,” kata Wempy, Jumat (25/7/2025).

    Jika benar terjadi, kata Wempy, kondisi di Indonesia akan semakin buruk karena saat ini saja, pemerintah masih kewalahan mengurus pengungsi Rohingya dan Afghanistan.

    Sementara itu, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, memperingatkan agar Indonesia mewaspadai pihak-pihak luar yang ingin memanfaatkan keadaan di Thailand dan Kamboja.

    Baca: Inisiatif Asia Afrika untuk penyandang disabiltas dan lansia

    Ia mengambil contoh sindikat perdagangan senjata yang mungkin ingin memasukkan barang ke daerah konflik melalui negara-negara tetangga Thailand dan Kamboja, termasuk Indonesia.

    “Mereka tidak mau langsung membawa barang ke wilayah konfliknya, tapi mungkin lewat Indonesia dulu untuk menyamarkan senjata itu sebenarnya dari siapa. Nanti seolah-olah Indonesia yang terlibat,” kata Teuku.

    “Itu harus kita hindari. Jangan sampai kelengahan kita berujung pada kita dipermalukan.”

    Namun, Wempy dan Teuku mengatakan, konflik ini baru saja pecah, jadi belum dapat diketahui pasti dampaknya buat Indonesia.

    Untuk saat ini, mereka hanya mengingatkan pemerintah dan masyarakat Indonesia agar tidak terlihat membela salah satu pihak.

    “Jangan merasa harus mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang enggak perlu karena bisa dianggap oleh mereka sebagai upaya ikut campur atau ikut memengaruhi,” kata Teuku.

  • Banjir di Thailand Selatan Mulai Surut, Jumlah Korban Meninggal Capai 78 Orang

    Banjir di Thailand Selatan Mulai Surut, Jumlah Korban Meninggal Capai 78 Orang

    7cloud.asia – Ketinggian air di berbagai wilayah Songkhla, Thailand selatan yang sebelumnya terendam mulai surut. Sementara beberapa area kini telah benar-benar kering setelah banjir melanda sejak akhir pekan lalu.

    Seiring surutnya air, tim penyelamat terus melakukan penyisiran dan evakuasi jenazah dari rumah-rumah, kendaraan, serta daerah terpencil yang sebelumnya sulit diakses.

    Hingga Jumat (28/11/2025) jumlah korban tewas akibat banjir di Songkhla, meningkat menjadi 87 orang, sebut laporan Thai PBS, mengutip data Rumah Sakit Songklanagarind.

    Jenazah para korban dibawa ke Rumah Sakit Songklanagarind, fasilitas kesehatan publik terbesar di provinsi itu, untuk proses identifikasi dan pencatatan resmi kematian oleh otoritas setempat.

    Saat ini rumah sakit tersebut menampung 110 jenazah, termasuk 23 jenazah yang dipindahkan dari rumah sakit lain di wilayah itu akibat keterbatasan ruang penyimpanan jenazah.

    Polisi setempat telah mengirim enam kontainer berpendingin ke rumah sakit guna menampung tambahan jenazah, karena kamar mayat rumah sakit tidak mampu menampung lonjakan korban.

    Pada Kamis (27/11/2025) pihak Rumah Sakit Songklanagarind menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta pengertian karena proses penyerahan jenazah membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.

    Rumah sakit menyatakan antrean administrasi sangat panjang, sehingga identifikasi dan verifikasi dokumen memerlukan waktu tambahan sebelum jenazah dapat diserahkan kepada keluarga.

    Banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah provinsi Thailand selatan, terutama Songkhla, setelah hujan lebat terus-menerus mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.

    Kenaikan permukaan air yang tajam tercatat pada akhir pekan lalu hingga awal pekan ini, menyebabkan ratusan desa terputus dan ribuan warga mengungsi ke pusat-pusat darurat.

    Para ahli Thailand mengatakan curah hujan ekstrem pada November ini merupakan yang paling deras dalam 300 tahun berdasarkan catatan historis negara tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • 154 Orang Meninggal Selama Perayaan Songkran di Thailand

    154 Orang Meninggal Selama Perayaan Songkran di Thailand

    7cloud.asia – Sebanyak 154 orang meninggal dunia dan 705 orang lainnya luka-luka dalam kecelakaan lalu lintas selama perayaan Songkran atau Tahun Baru Thailand dalam periode 13 hingga 15 April 2026.

    Tingginya angka kecelakaan dalam Festival Songkran ini membuatnya dikenal sebagai “Seven Dangerous Days”.

    Mengutip detik travel.com pada Rabu (15/4/2026) jumlah kecelakaan tahun ini sebenarnya turun jika dibandingkan dengan tahun lalu hingga mencapai 1.002 kasus.

    Namun, jumlah korban meninggal pada tahun ini meningkat menjadi 154 orang dari 144 orang pada tahun lalu. Sementara korban luka menurun dari 999 menjadi 705 orang.

    Baca: Festival Kemayoran, Menggali Ingatan Kawasan Kemayoran

    Menurut Kepala Pusat Keselamatan Jalan (RSC), Yossapol Wenukoset pada Senin (13/4/2026) lalu sebanyak 237 kecelakaan di seluruh Thailand.

    Adapun jumlah korban luka mencapai 224 orang dan 51 orang meninggal dunia.

    Jutaan orang yang memenuhi jalanan di berbagai kota di Thailand selama Festival Songkran ini sebagai salah satu pemicu kecelakaan berulang.

    Perang air yang dilakukan oleh masyarakat membuat jalanan menjadi licin.

    Kecelakaan berulang saat Festival Songkran itu menjadi perhatian pemerintah Thailand dengan menggelar kampanye keselamatan bertajuk “Drive Safely, Reduce Speed, Prevent Accidents” untuk menekan angka kecelakaan.

    .