Tag: Tidak Membeli Barang

  • Minimalisme: Tidak Membeli Barang Tak Hanya Mengamankan Keuangan Tapi Juga Turut Menjaga Lingkungan

    Minimalisme: Tidak Membeli Barang Tak Hanya Mengamankan Keuangan Tapi Juga Turut Menjaga Lingkungan

    7cloud.asia – Dear pembaca, di akhir pekan ini kita kembali berbincang soal minimalisme. Kali ini kita akan membincangkan manfaat tidak membeli di tengah gempuran konsumerisme yang melanda masyarakat dunia.

    Anda mungkin sudah sering membaca tentang dampak negatif dari konsumsi berlebihan atau konsumerisme.

    Konsumsi berlebihan atau konsumerisme tak hanya buruk dengan kondisi keuangan dan kesehatan mental Anda, tetapi juga merusak lingkungan dan membunuh planet Bumi. Tidak heran, jika ajakan untuk tidak membeli mulai digaungkan.

    Antara tahun 1945 dan 1992, produktivitas industri melonjak hingga 96 persen di hampir semua sektor – barang, pertanian, jasa, dan bahan bakar – untuk mengimbangi konsumerisme penduduk Bumi.

    Peningkatan produksi ini telah meningkatkan emisi gas rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan.

    Baca: Menguak kebohongan di balik konsumerisme

    Menurut sebuah laporan tahun 2014, konsentrasi karbondioksida atau CO2 di atmosfer, salah satu dari sekian banyak gas yang mempercepat perubahan iklim, meningkat hingga 43 persen sejak perang dunia kedua.

    Karena kebiasaan belanja kita telah bergeser dari moderasi ke konsumsi berlebihan, maka sektor industri telah mengimbanginya dengan memproduksi sebanyak-banyaknya.

    Pada tingkat konsumsi kita saat ini, kita akan membutuhkan hampir dua Bumi untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan dan menyerap semua limbah yang ditimbulkan oleh konsumerisme manusia.

    Lebih buruk, diperkirakan bahwa pada tahun 2050, lautan akan mengandung lebih banyak plastik daripada ikan.

    Jika tidak percaya, cobalah memperhatikan sekeliling rumah Anda dan di tempat sampah Anda sekarang dan mainkan game I Spy with Plastic.

    Baca: Dampak konsumerisme pada lingkungan

    Anda mungkin melihat tas belanja dan makanan yang lembut, botol soda dan wadah yogurt, surat, bungkus gelembung, plastik pembungkus, styrofoam, selotip, pulpen, peralatan dapur, pakaian yang terbuat dari serat sintetis, casing ponsel, barang murah yang wajib dimiliki yang Anda beli secara daring.

    Untuk material yang relatif baru di pasaran konsumen selama sekitar 70 tahun, konsumerisme telah menciptakan permintaan yang menyebabkan industri memasok 9 miliar ton sampah plastik sejak 1950.

    Kabar buruknya, semua sampah plastik itu tidak ada yang sepenuhnya terurai secara hayati dan terus mencemari lingkungan

    Tidak membeli barang baru mengurangi sumber daya yang digunakan dan polusi yang disebabkan oleh produksi barang baru; memperpanjang kegunaan barang yang sudah ada, mengalihkannya dari tempat pembuangan sampah;

    Tidak membeli barang juga memberikan informasi berharga kepada pengecer tentang masa depan seperti apa yang Anda inginkan karena Anda memberikan suara dengan uang yang Anda miliki.

    Dalam tulisannya di The Guardian, Ashlee Piper menyebut dengan praktik Tidak membeli barang, dia berhasil membayar semua utangnya dan bahkan bisa menabung hingga ratusan juta rupiah. Bagaimana apakah Anda tertarik untuk menerapkannya?

    Baca: Habolnas, dorong pertumbuhan ekonomi atau konsumerisme

  • Minimalisme: 7 Alasan Mengapa Tidak Membeli Barang Baru Layak Dicoba

    Minimalisme: 7 Alasan Mengapa Tidak Membeli Barang Baru Layak Dicoba

    7cloud.asia – Pada tahun 2013, Ashlee Piper berpikir, akan sangat menyenangkan jika dirinya tidak bisa membeli barang baru selama sebulan penuh?

    Dia tahu, gagasan ini bukan sesuatu yang menyenangkan bagi banyak orang. Maka, ia kemudian menjadikan keputusan tidak membeli barang baru sebagai tantangan yang harus dijalaninya.

    Awalnya, premis itu membuat Ashlee sangat takut dan ber pikir dia akan menyerah saat bulan pertama tiba dan menanggalkan tantangan ini..

    Namun, seiring berjalannya waktu tantangan untuk tidak membeli barang baru itu ternyata memberikan begitu banyak manfaat luar biasa dan membawa begitu banyak kemudahan dalam hidupnya.

    “Sehingga saya terus menjalaninya – selama hampir dua tahun,“ tulis Ashlee di The Guardian.

    Baca: Tidak membeli barang baru berarti turut menjaga lingkungan

    Dia menambahkan, selama 683 hari berbelanja di lemarinya sendiri, ternyata memberikan pengalaman yang sangat berarti. Dia jadi memperlakukan barang bekas yang dia temukan dengan lebih penuh perhatian.

    Ini, ujarnya, melengkapi hidup saya dengan barang daur ulang yang kreatif, dan benar-benar menikmati hari-hari yang bebas dari promosi dan tagihan belanja yang terus-menerus mengejarnya

    Tak hanya itu, dengan tantangan tidak membeli barang baru ini, Ashlee bisa melunasi semua utangnya dan bahan menghemat sekitar 36.000 dolar!

    Angka ini merupakan hasil yang luar biasa, tetapi Ashlee sebelumnya sudah menduga manfaat finansial dari tantangan tidak membeli barang baru ini.

    Yang tidak dia duga adalah seberapa banyak waktu yang saya dapatkan kembali, seberapa banyak tingkat stres saya menurun, dan seberapa banyak kreativitas dan fokus yang saya miliki.

    Baca: Menguak kebohongan di balik konsumerisme 

    “Hidup benar-benar lebih baik setelah saya keluar dari lingkaran setan konsumerisme,“ ujarnya penuh semangat

    Banyak orang berpikir mereka bakal berada dalam kesulitan keuangan yang besar atau berjuang melawan kecanduan belanja untuk memulai proyek tidak membeli barang baru seperti yang dilakukan Ashlee ini.

    Tetapi Ashlee menegaskan, kekhawatiran ini sama sekali tidak benar. Dia lantas memaparkan sejumlah alasan mengapa tidak membeli barang baru mungkin cocok untuk dicoba.

    1. Terlalu banyak keinginan dan hasrat memiliki barang akan memicu stres

    2. Tidak membeli barang baru akan mendorong Anda untuk mengelola uang Anda dengan lebih baik

    Baca: Mencegah perilaku konsumtif sejak dini

    3. Konsumsi berlebihan tak bagus untuk lingkungan, dan Anda harus berkontribusi dengan mengurangi konsumsi.

    4. Tidak membeli barang baru akan memberi Anda lebih banyak waktu luang.

    5. Tidak membeli barang baru akan mendorong Anda lebih kreatif dan berinovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru dari yang sudah ada.

    6. Tidak membeli barang baru berarti Anda berhasil mengambil alih kendali atas hidup Anda, ketimbang terus menerus mengikuti simpton dari luar.