Tag: tik tok

  • Tik Tok Shop Tutup, Pedagang Taman Puring Tetap Sepi Pembeli

    Tik Tok Shop Tutup, Pedagang Taman Puring Tetap Sepi Pembeli

    7cloud.asia – Tik Tok Shop resmi ditutup oleh pemerintah, namun tidak berpengaruh pada pedagang konvensional. Seperti yang dialami para pedagang Pasar Taman Puring.

    Pasar Taman Puring di kawasan Kebayoran Lama Jakarta Selatan yang menjadi tempat favorit para pemburu sepatu murah di kawasan Jakarta Selatan tersebut kini sepi pembeli.

    Saat 7cloud.asia menyusuri lorong-lorong Pasar Taman Puring pada Kamis (05/10/2023) siang, tampak sejumlah para pedagang hanya mengobrol dengan sesama pedagang.

    Sesekali mereka menawarkan barang dagangannya kepada para pengunjung yang lewat. Hanya beberapa pedagang saja yang sibuk melayani pembeli.

    Baca: Pedagang pasar Tanah Abang keluhkan sepi pembeli

    Rizky, salah seorang pedagang sepatu olahraga di Pasar Taman Puring kepada 7cloud.asia mengatakan, kondisi sepi pembeli ini sudah terjadi sejak tiga tahun yang lalu.

    “Kalau dulu masih rame. Bisa dapat 15 hingga 20 juta sehari. Sekarang, yah…..paling cuma dapat 30 persennya aja,” kata Rizky tersenyum getir.

    Kondisi ini semakin berat karena dia harus bayar listrik, iuran kebersihan dan lain-lain yang jumlahnya sekitar Rp 500 ribu sebulan.

    Mengenai penutupan Tik Tok Shop oleh pemerintah, Rizky mengaku tidak merasakan dampak positifnya. Sebab, kios nya tetap sepi pembeli.

    Baca: Janji Mendag kepada pedagang Pasar Tanah Abang

    Menurutnya penutupan tersebut sia-sia. Karena para penjual di Tik Tok Shop bisa saja pindah ke aplikasi lain.

    “Lewat Whatsapp aja juga bisa mereka live di sana. Jadi fitur live nya yang harusnya ditutup, karena banyak pembeli dari sana,” jelasnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Fajar. Pedagang sepatu anak ini juga mengalami sepi pembeli. Bahkan kondisi ini lebih buruk daripada masa pandemi Covid 19 beberap waktu lalu.

    “Parah, sekarang mbak, parah. Lebih baik Covid, masih bagus kami dapatnya,” kata Fajar.

    Baca: Tiktok Shop resmi dilarang, ini penjelasan pemerintah

    Laki-laki berusia 32 tahun tersebut mengungkapkan penjualan sepatu di kiosnya dalam sehari paling banyak 5 pasang.

    Padahal biasanya, ia bisa menjual puluhan hingga ratusan pasang sepatu. Banyak pembeli yang menjual lagi barang-barangnya di daerah lain.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya TikTok Shop resmi ditutup pada Rabu 4 Oktober 2023 pukul 17.00 WIB. Penutupan TikTok Shop terkait masalah perizinan.

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengatakan TikTok Shop tidak memiliki izin berdagang bagi e-commerce.

    Baca: Perdagangan di media sosial harus diatur untuk lindungi UMKM

    TikTok Shop hanya memiliki izin Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (KP3A).

    “Saat ini izin TikTok Shop hanya sebagai KP3A yang tidak boleh berdagang,” kata Teten, seperti dikutip dari detikFinance. Teten menegaskan TikTok Shop harus memiliki izin berdagang sesuai aturan hukum di Indonesia.

    Izin usaha e-commerce telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

    “Yang benar, TikTok Shop harus mendirikan badan hukum di Indonesia dan memiliki izin baru sesuai dengan Permendag No 31 Tahun 2023,” tegasnya.

    Reporter: Nurakhmayani