Tag: timur tengah

  • Pemerintah Antispasi Dampak Ketegangan di Timur Tengah terhadap Kondisi Ekonomi Nasional

    Pemerintah Antispasi Dampak Ketegangan di Timur Tengah terhadap Kondisi Ekonomi Nasional

    7cloud.asia – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia akibat serangan balasan yang dilancarkan Iran ke Israel pada Sabtu (13/4/2024).

    Dia mengatakan, dari sisi ekonomi akan terjadi lonjakan harga minyak akibat serangan Israel ke Kedutaan Iran di Damaskus, dan juga terhadap retaliasi yang dilakukan oleh Iran.

    Dari segi ekonomi, Laut Merah dan Selat Hormuz itu menjadi penting terutama karena Selat Hormuz itu dilalui 33 ribu kapal minyak dan Laut Merah dilalui sekitar 27 ribu kapal.

    ”Peningkatan freight cost itu menjadi salah satu hal yang harus dimitigasi,” ungkap Airlangga usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/4).

    Meski demikian, jelasnya, fundamental perekonomian tanah air saat ini masih cukup positif. Hal ini, menurutnya, ditandai dengan tingkat inflasi yang masih terkendali di level 2,5 persen plus minus satu persen, neraca perdagangan yang masih surplus, dan cadangan devisa yang tercatat sebanyak USD136 miliar.

    Airlangga mengungkapkan, eskalasi di kawasan Timur Tengah akan meningkatkan berbagai ketidakpastian. Namun, katanya, kondisi pasar keuangan dan pasar saham di dalam negeri saat ini masih relatif aman jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

    Guna mengantisipasi dampak eskalasi geopolitik ini, pemerintah pun akan melakukan beberapa bauran kebijakan fiskal dan moneter seperti menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga APBN, serta memonitor kenaikan logistik dan kenaikan harga minyak.

    “Pemerintah akan terus melihat reformasi struktural dan menjaga ekspektasi investor dan juga memperkuat daya saing untuk menarik investasi jangka panjang ke Indonesia. Jadi kepastian-kepastian itu yang harus dijaga dan tentu berbagai skenario sudah dibahas, seperti menjaga agar defisit tetap dalam rentang yang diperbolehkan,” jelasnya.

    Ekonom CORE Indonesia Muhammad Faisal mengatakan dalam jangka pendek, dampak yang akan dirasakan akibat konflik Iran-Israel ini adalah melambungnya harga minyak dunia yang diperkirakan bisa tembus USD100 per barel apabila konflik ini berkepanjangan.

    Sebagai informasi, saat ini harga minyak brent telah menyentuh level USD90 per barel. Sedangkan kurs Rupiah berada di posisi Rp16.100an per dolar.

    Konsekuensi dari naiknya harga minyak dunia ini, kata Faisal, adalah naiknya harga BBM di dalam negeri baik untuk BBM yang tidak disubsidi maupun BBM yang disubsidi. Selain itu, menurutnya, hal ini juga akan meningkatkan tingkat inflasi global.

    “Ini akan mempengaruhi inflasi, inflasi akan meningkat sebagaimana di tahun 2022. Bukan hanya menyangkut pada inflasi BBM saja tetapi merembet pada bahan pangan dan lain-lain.

    Artinya itu akan mempengaruhi daya beli masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” ungkap Faisal.

    Guna merespons hal tersebut, katanya, pemerintah harus melakukan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih akomodatif dan memperhatikan dampaknya bagi perekonomian dalam negeri, terutama untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah.

    “Artinya dari sisi fiskal berarti kebijakannya harus lebih akomodatif, tidak ketat karena sebelum ada konflik ini, kebijakan fiskal sinyalnya sudah mengarah kepada pengetatan fiskal terutama di bawah pemerintah baru kita dengar ada rencana penambahan cukai, kemudian rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen,” jelasnya.

    “Jadi artinya standpoint pemerintah yang sudah mau melakukan pengetatan fiskal, dengan kondisi yang terbaru ini semestinya pemerintah harus menimbang ulang untuk menaikkan dari sisi penerimaan dan juga mengurangi subsidinya karena kalau itu dilakukan akan semakin menekan lagi perekonomian masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” lanjut Muhammad Faisal.

    Sementara dari sisi moneter, Faisal berharap, Bank Indonesia (BI) mempertimbangkan untuk menahan kenaikan suku bunga acuan, karena hal ini akan menekan sektor riil di dalam negeri.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Menlu: Indonesia Serukan Deeskalasi Ketegangan di Timur Tengah

    Menlu: Indonesia Serukan Deeskalasi Ketegangan di Timur Tengah

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan, Indonesia akan terus mendorong deeskalasi dan pengendalian diri di antara negara-negara yang terlibat konflik di Timur Tengah.

    Kita, ujarnya, khawatir melihat perkembangan situasi di Timur Tengah dan kita yakin bahwa eskalasi tidak akan membawa manfaat bagi siapapun.

    “Oleh karena itu, upaya diplomatik perlu terus dilakukan oleh semua pihak termasuk oleh Indonesia,” ujar Menlu Retno usai Rapat Terbatas di Istana, Selasa (17/4/2024).

    Pihak Indonesia, kata Retno, telah melakukan komunikasi yang intensif dengan para pemimpin dunia, termasuk Menteri Luar Negeri dari Iran, Arab Saudi, Yordania, Mesir, Persatuan Emirat Arab, Uni Eropa, Jerman, Belanda, serta Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

    Komunikasi tersebut, lanjut Menlu, menegaskan pentingnya menahan diri dan mengurangi eskalasi konflik di Timur Tengah.

    “Dua hal yang kita sampaikan di dalam semua komunikasi. Dengan pihak-pihak terkait langsung yang kita minta adalah self restraint, menahan diri, dan deeskalasi, pentingnya melakukan deeskalasi,” jelasnya.

    Ia juga menggarisbawahi pentingnya perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) di kawasan konflik.

    Pemerintah, paparnya, telah menyampaikan himbauan perjalanan, menyiapkan saluran telepon darurat, termasuk menyampaikan arahan langsung kepada WNI di Iran dan Israel mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika situasi memburuk.

    “WNI kita sejauh ini dalam keadaan baik dan tidak terdampak situasi yang ada,” katanya, seraya menambahkan bahwa kementerian terus melakukan pemantauan dan telah menyiapkan rencana kontingensi.

    “Kita terus melakukan pantauan dari dekat dan hampir setiap hari Kementerian Luar Negeri mengadakan rapat secara virtual dengan KBRI-KBRI dengan wilayah-wilayah yang kira-kira dapat terdampak kita terjadi eskalasi” tambahnya.

    Presiden Jokowi, ujar Retno berpesan untuk terus melanjutkan upaya diplomasi guna mencegah terjadinya eskalasi yang bisa berdampak serius bagi stabilitas regional dan global, termasuk pada ekonomi dunia.

    “Sekali lagi, kita pantau dari dekat, kita waspada, dan kita terus melakukan upaya diplomatik, agar masing-masing pihak menjaga, menahan diri, self restraint, dan kita mencoba untuk bicara dengan sebanyak mungkin pihak untuk menggunakan pengaruhnya agar eskalasi tidak terjadi,” tandasnya.

  • Antisipasi Ketegangan di Timur Tengah, Pemerintah Diminta Pastikan Pasokan Energi

    Antisipasi Ketegangan di Timur Tengah, Pemerintah Diminta Pastikan Pasokan Energi

    7cloud.asia – Pemerintah diminta mengambil langkah-langkah strategis secara proaktif untuk mengantisipasi dampak dari konflik Israel-Iran yang diperkirakan akan memicu ketegangan di Timur Tengah.

    Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyarankan, pertama, agar pemerintah mengambil langkah diplomatik aktif melalui lembaga internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

    Menurutnya, langkah tersebut bertujuan untuk mendorong gencatan senjata antara kedua negara tersebut, sekaligus mendukung upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.

    Said juga menekankan pentingnya agar PBB memiliki peran yang lebih signifikan dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.

    “Upaya (tersebut) memang tidak mudah, karena (dukungan kuat) dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris kepada Israel,” kata Said dalam keterangannya kepada media, di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

    Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menilai dari perspektif ekonomi, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia memberi keuntungan bagi dua blok politik utama.

    Dua blok utama itu adalah pertama China dan Rusia, serta blok AS, Arab Saudi, dan Kanada, yang semuanya merupakan produsen minyak bumi dan senjata utama di dunia.

    Langkah kedua, kata Said, pemerintah harus memastikan pasokan minyak bumi untuk kebutuhan dalam negeri.

    “Indonesia bergantung pada impor minyak mentah dan hasil minyak sekitar 3,5 juta ton per bulan, merujuk data pada 2023,” imbuhnya.

    Apabila konflik berlanjut, lanjut Said, jalur suplai minyak bumi melalui Selat Hormuz dapat terganggu. Apalagi, Iran merupakan salah satu produsen minyak bumi terbesar di dunia dengan produksi hingga 3,45 juta barel per hari pada 2023.

    Menurutnya, konsekuensi dari kenaikan harga minyak dunia akan memberikan beban besar bagi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

    Oleh karena itu, sebagai langkah ketiga, pemerintah harus mempersiapkan APBN untuk menghadapi tekanan eksternal yang diakibatkan oleh kenaikan harga minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. 

    “Jika setiap rupiah melemah sebesar Rp 500 dan harga minyak naik sebesar 10 dollar AS per barel, diproyeksikan anggaran subsidi atau kompensasi akan meningkat sebesar Rp 100 triliun,” jelas Said.

    Ia menjelaskan bahwa APBN 2024 menetapkan nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.000 per dolar AS dan harga minyak mentah di Indonesia Crude Price (ICP) atau minyak mentah Indonesia 82 dollar AS per barel.

    Namun, beberapa pengamat memperkirakan bahwa harga minyak mentah dapat mencapai 120 dollar AS per barel jika distribusi melalui Selat Hormuz terganggu, mengingat jalur ini mendukung 21 persen dari total lalu lintas minyak dunia.

    Adapun langkah keempat, sebut Said, pemerintah harus memastikan ketersediaan dolar AS bagi para importir komoditas strategis seperti bahan pangan dan minyak bumi, setidaknya untuk enam bulan ke depan, guna memastikan efektivitas lindung nilai.

    “Selain itu, perlu terus dikembangkan skema pembayaran yang lebih variatif, seperti mengembangkan local currency settlement (LCS) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, terutama pada pembayaran komoditas strategis di sektor pangan dan energi,” jelasnya.

    Kelima, lanjut Said, pemerintah harus memastikan kemampuan untuk membayar Surat Berharga Negara (SBN) dan utang luar negeri yang denominasinya dalam dolar AS, mengingat tren depresiasi rupiah terhadap dollar AS yang telah diperkirakan dalam APBN 2024.

    Perang berdampak pada beberapa komoditas strategis global Seperti diketahui, Iran secara resmi mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel setelah melakukan serangan langsung pada Sabtu (13/4/2024).

    Serangan tersebut langsung berdampak pada kenaikan beberapa komoditas strategis secara global, termasuk harga minyak yang naik menjadi 90,5 dolar AS per barel dari posisi sebelumnya di angka 89 dollar AS per barel. 

    “Meskipun Iran telah menyatakan penghentian serangan terhadap Israel, apakah hal ini berarti perang antara kedua negara akan berakhir? Kami berharap serangan ini bisa berakhir, sehingga ketegangan di Timur Tengah dapat mereda,” imbuh Said.

    Namun, mengingat tren yang ada, ia mengungkapkan bahwa kemungkinan eskalasi geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi.

    Sejak pecah Revolusi 1979, Iran telah mengubah orientasi kebijakan luar negerinya terhadap Israel, dan kedua negara telah terlibat dalam perang proksi yang berlangsung cukup lama.

    “Oleh karena itu, perkiraan saya adalah bahwa permusuhan antara keduanya tidak akan segera berakhir dalam waktu dekat, dan konfrontasi lanjutan bisa terjadi kapan saja,” pungkas Said.

  • Ketegangan di Timur Tengah dan Melemahnya Rupiah Akan Menekan APBN

    Ketegangan di Timur Tengah dan Melemahnya Rupiah Akan Menekan APBN

    7cloud.asia – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia. Karena itu pemerintah harus mengantisipasi hal ini.

    Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah meminta pemerintah memastikan pasokan minyak bumi untuk kebutuhan dalam negeri.

    “Indonesia bergantung pada impor minyak mentah dan hasil minyak sekitar 3,5 juta ton per bulan, merujuk data pada 2023,” imbuhnya.

    Apabila konflik berlanjut, lanjut Said, jalur suplai minyak bumi melalui Selat Hormuz dapat terganggu.

    Apalagi, Iran merupakan salah satu produsen minyak bumi terbesar di dunia dengan produksi hingga 3,45 juta barel per hari pada 2023.

    Baca: Pertamina-jamin-pasokan-dan-stabilitas-harga-bbm

    Menurutnya, konsekuensi dari kenaikan harga minyak dunia akan memberikan beban besar bagi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

    Oleh karena itu, pemerintah harus mempersiapkan APBN untuk menghadapi tekanan eksternal yang diakibatkan oleh kenaikan harga minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. 

    “Jika setiap rupiah melemah sebesar Rp 500 dan harga minyak naik sebesar 10 dollar AS per barel, diproyeksikan anggaran subsidi atau kompensasi akan meningkat sebesar Rp 100 triliun,” jelas Said.

    Ia menjelaskan bahwa APBN 2024 menetapkan nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.000 per dolar AS dan harga minyak mentah di Indonesia Crude Price (ICP) atau minyak mentah Indonesia 82 dollar AS per barel.

    Namun, beberapa pengamat memperkirakan bahwa harga minyak mentah dapat mencapai 120 dollar AS per barel jika distribusi melalui Selat Hormuz terganggu, mengingat jalur ini mendukung 21 persen dari total lalu lintas minyak dunia.

    Baca: Kemlu-imbau-WNI-tunda-perjalanan-ke-Timur-Tengah

    Said juga mengingatkan pemerintah untuk memastikan ketersediaan dolar AS bagi para importir komoditas strategis seperti bahan pangan dan minyak bumi, setidaknya untuk enam bulan ke depan, guna memastikan efektivitas lindung nilai.

    “Selain itu, perlu terus dikembangkan skema pembayaran yang lebih variatif, seperti mengembangkan local currency settlement (LCS) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, terutama pada pembayaran komoditas strategis di sektor pangan dan energi,” jelasnya.

    Pemerintah juga harus memastikan kemampuan untuk membayar Surat Berharga Negara (SBN) dan utang luar negeri yang denominasinya dalam dolar AS, mengingat tren depresiasi rupiah terhadap dollar AS yang telah diperkirakan dalam APBN 2024.

    Perang berdampak pada beberapa komoditas strategis global Seperti diketahui, Iran secara resmi mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel setelah melakukan serangan langsung pada Sabtu (13/4/2024).

    Baca:Antisipasi-ketegangan-di-Timur-Tengah-pemerintah-diminta-pastikan-pasokan-energi

    Serangan tersebut langsung berdampak pada kenaikan beberapa komoditas strategis secara global, termasuk harga minyak yang naik menjadi 90,5 dolar AS per barel dari posisi sebelumnya di angka 89 dollar AS per barel. 

    “Meskipun Iran telah menyatakan penghentian serangan terhadap Israel, apakah hal ini berarti perang antara kedua negara akan berakhir? Kami berharap serangan ini bisa berakhir, sehingga ketegangan di Timur Tengah dapat mereda,” imbuh Said.

    Namun, mengingat tren yang ada, ia mengungkapkan bahwa kemungkinan eskalasi geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi.

    Sejak pecah Revolusi 1979, Iran telah mengubah orientasi kebijakan luar negerinya terhadap Israel, dan kedua negara telah terlibat dalam perang proksi yang berlangsung cukup lama.

    “Oleh karena itu, perkiraan saya adalah bahwa permusuhan antara keduanya tidak akan segera berakhir dalam waktu dekat, dan konfrontasi lanjutan bisa terjadi kapan saja,” pungkas Said. 

  • Sikapi Ketidakpastian Global, Pemerintah Diminta Sisir Belanja Tidak Prioritas

    Sikapi Ketidakpastian Global, Pemerintah Diminta Sisir Belanja Tidak Prioritas

    7cloud.asia – Meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran di Timur Tengah menjadi pemicu melemahnya tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

    Menanggapi kondisi ini Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fathan Subchi meminta pemerintah untuk mencari langkah antisipatif untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia, salah satunya adalah dengan cara menyisir belanja tidak prioritas.

    “Tentunya cadangan fiskal kita harus diperkuat kemudian penjajakan-penjajakan untuk antisipasi dampak internasional juga harus dilakukan. Kedua, menjaga inflasi, menjaga daya beli,” Kata Fathan di Jakarta Sabtu (20/4/2024) lalu

    Dia juga meminta pemerintah melakukan langkah-langkah pengetatan ikat pinggang lah dan belanja-belanja yang tidak prioritas harus kita tahan dulu sambil menunggu situasi yang membaik.

    Baca Juga: Ketidakpastian Global Makin Memburuk, BI Naikkan BI Rate

    Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR itu menegaskan bahwa pemerintah dan stakeholder lain harus secara serius menyusun langkah-langkah antisipatif. Hal itu lantaran situasi yang tidak terprediksi.

    Di sisi lain, ia pun berharap PBB bisa segera beraksi untuk mencegah keadaan yang lebih buruk di wilayah jazirah arab tersebut.

    Kita, ujarnya, tidak tahu sampai kapan ketegangan antara Iran dan Israel berlanjut. Kalau misalnya Agustus atau September (ketegangan tidak berakhir) maka kita akan mengalami situasi yang sangat mengkhawatirkan.

    ”Oleh karena itu Bank Indonesia, Menteri Keuangan, OJK dan seluruh stakeholder harus segera (menyusun) langkah-langkah yang cukup serius untuk mengatasi pelemahan Rupiah ini,” lanjut Politisi Fraksi PKB itu.

    Baca Juga: Ketegangan di Timur Tengah dan Melemahnya Rupiah Akan Menekan APBN

    Pada kesempatan tersebut, Fathan juga menyampaikan bahwa laporan Menteri Keuangan menunjukkan sektor pemasukan masih dinilai stabil. Meski begitu, ia berharap adanya peningkatan harga beberapa komoditas unggulan.

    “Sektor ekonomi, pemasukan laporan dari Menteri Keuangan masih bagus, stabil tetapi kita juga berharap ada komoditas-komoditas yang naik karena selalu kita ada anugerah yang kita punyai yaitu sumber daya alam yang kuat,” lanjutnya.

    Tak lupa, Fathan juga menyinggung peran UMKM yang ikut ambil andil dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.

    Menutup pernyataannya, ia kembali menegaskan agar setiap pihak ikut ambil bagian dalam menyelamatkan dan menjaga ekonomi tanah air.

    Baca Juga: Rupiah Terus Tertekan Imbas Ketegangan Geopolitik Timur Tengah, BI Diminta Pertahankan Suku Bunga Acuan

    “Oleh karena itu kita berharap bauran kebijakan dan langkah-langkah antisipatif dan penguatan cadangan fiskal mampu menyelamatkan dan menjaga ekonomi nasional,” tutupnya.

    Tren penguatan dolar AS terhadap Rupiah mulai terlihat sejak akhir kuartal 3 tahun 2024. Rupiah mulai menyentuh level Rp16.000 pada perdagangan di akhir pekan kedua April 2024 dan terus bergerak di level tersebut hingga awal pekan keempat ini. 

  • Suhu Udara Capai 50 Derajat Celsius di Timur Tengah, Pemakaian Listrik Melonjak

    Suhu Udara Capai 50 Derajat Celsius di Timur Tengah, Pemakaian Listrik Melonjak

    7cloud.asia – Gelombang panas yang hebat terus menerpa kawasan Timur Tengah, dengan suhu menembus 50 derajat celsius di beberapa lokasi, mengancam kesehatan warga setempat dan membebani sistem tenaga listrik yang sudah kewalahan.

    Di Iran, gelombang panas yang tiba beberapa hari lalu telah memicu kenaikan suhu di sebagian besar kota di negara itu hingga mendekati dan menembus 40 derajat celsius.

    Dalam kurun waktu 48 jam terakhir, suhu di Teheran, ibu kota Iran, naik hingga 40 derajat celsius pada jam-jam terpanasnya.

    Di sejumlah provinsi di Iran selatan, suhu bahkan mendekati 50 derajat celsius sejak pertengahan Juli, dan Provinsi Khuzestan di Iran barat daya mencatat suhu 54 derajat celsius pada Sabtu (27/7/2024).

    Baca: Suhu udara hampir capai 50 derajat celsius di India dan Pakistan

    Indeks panas, atau yang juga disebut suhu efektif, mengacu pada suhu yang dirasakan oleh tubuh manusia ketika kelembapan relatif dikombinasikan dengan suhu udara. 

    Indeks panas di beberapa lokasi di Teluk Persia mencapai 60 hingga 65 derajat celsius. 

    Akibat suhu panas ekstrem berkepanjangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, pemerintah Iran menginstruksikan agar semua kantor, organisasi, dan bank milik negara ditutup sementara pada Minggu (28/7/2024).

    Hal ini sebagai upaya untuk melindungi kesehatan warga dan menjaga konsumsi energi dalam negeri tetap terkendali, melansir kantor berita resmi IRNA, Sabtu (27/7).

    Kuwait dilanda gelombang panas sejak pekan lalu, dengan suhu tertinggi mencapai lebih dari 50 derajat celsius pada Kamis (25/7), menurut Departemen Meteorologi Kuwait. Rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah di negara itu mencapai 53,5 derajat celsius.

    Baca: Gara-gara gelombang panas di Thailand 61 orang tewas

    Sejumlah pakar pemerintah menganjurkan agar warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama selama periode suhu tinggi pada siang dan sore hari.

    Selain itu, menghindari paparan sinar matahari langsung, memastikan hidrasi yang cukup dengan meminum air dalam jumlah yang cukup, dan mewaspadai bahaya sengatan panas (heatstroke) dan penyakit terkait lainnya.

    Sementara itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghemat listrik demi menghindari beban berlebih pada jaringan listrik, yang dapat menyebabkan pemadaman listrik akibat tingginya pemakaian.
     
    Sejak memasuki musim panas, warga Irak harus menghadapi suhu panas yang begitu menyengat, dengan beberapa provinsi di Irak.

    Termasuk Dhi Qar, Maysan, Basra, dan Muthanna, mencatatkan rekor suhu tertinggi yang mencapai lebih dari 50 derajat celsius dalam beberapa hari terakhir.

    Baca: Gelombang panas landa Jepang, 6 orang tewas

    “Rasanya seolah-olah segala sesuatu mendidih ketika saya keluar. Saya bisa menggoreng telur mentah di bawah sinar matahari dalam beberapa menit,” kata Hassan, seorang warga Baghdad, kepada Xinhua.

    “Kami berusaha mengurangi kegiatan nonesensial, namun, kerap terjadi pemadaman listrik di rumah, yang benar-benar membuat situasi menjadi sangat berat”.

    Suhu di Baghdad, ibu kota Irak, tercatat di kisaran 45 derajat celsius sepanjang pekan ini.

    Selama periode puncak konsumsi listrik pada musim panas, jaringan listrik Irak yang sudah kewalahan harus menghadapi kesenjangan daya yang meluas, yang kian memperparah krisis listrik di negara itu.

    Pada akhir Juni, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia’ al-Sudani, menginstruksikan agar jam kerja resmi di kantor-kantor publik dikurangi satu jam selama musim panas dengan mempertimbangkan suhu tinggi yang terjadi di seluruh negeri.

    Menurut Badan Meteorologi Turki, negara itu mengalami Juni terpanas selama 53 tahun terakhir dengan rata-rata suhu di seluruh negeri mencapai 25,4 derajat celsius, sekitar 3,6 derajat di atas suhu rata-rata Juni antara 1991-2000.

    Baca: Sejumlah negara di Asia diterjang gelombang panas

    Suhu tertinggi, mencapai 47,8 derajat celsius, tercatat di Provinsi Sanliurfa di bagian tenggara pada 20 Juni.

    Sementara itu, Mesir menghadapi gelombang panas hebat sejak Senin, menurut Otoritas Meteorologi Mesir. Suhu maksimum mencapai 40 derajat di Kairo dan 46 derajat di Mesi Atas bagian selatan.

    Pada 21 Juli, Bumi mengalami hari terpanas dalam sejarahnya, dengan rata-rata suhu global harian mencapai rekor tertinggi baru, menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa pada Selasa (23/7/2024).

    Layanan itu melaporkan pada awal Juli bahwa bulan lalu merupakan bulan Juni terpanas sepanjang sejarah.

    Para ilmuwan berpendapat bahwa gelombang panas menunjukkan bagaimana perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah membuat suhu panas yang mengancam jiwa menjadi lebih lazim.

    Baca: Hampir setengah juta orang meninggal per tahun gegara panas ekstrem

    Karena perubahan iklim diperkirakan akan semakin parah dalam beberapa dekade mendatang.

    Negara-negara di Timur Tengah, yang terpanggang oleh suhu panas ekstrem dan terkadang mematikan setiap musim panas, menjadi salah satu kelompok negara yang terdampak paling parah.

    Peningkatan suhu tidak hanya akan memperburuk masalah kelangkaan air dan penggurunan yang sudah dihadapi kawasan Timur Tengah.

    Tetapi, juga menyebabkan lonjakan permintaan energi, merusak hasil panen, membahayakan kesehatan masyarakat, dan berdampak terhadap sektor pendidikan.

    Sekolah-sekolah terpaksa memangkas jam belajar siswa dan memperpanjang hari libur guna menghadapi cuaca panas. Hal itu memunculkan hambatan jangka panjang yang signifikan bagi ambisi kawasan itu.

    Sumber: Antaranews

  • Joe Biden Memperingatkan Kemungkinan Perang Besar-besaran di Timur Tengah

    Joe Biden Memperingatkan Kemungkinan Perang Besar-besaran di Timur Tengah

    7cloud.asia – Presiden AS Joe Biden memperingatkan perang besar-besaran masih mungkin terjadi di Timur Tengah, dengan Israel di satu sisi melawan sejumlah negara di sekitarnya.

    Presiden Joe Biden, Rabu, (25/9/2024) mengatakan bahwa “perang habis-habisan” masih mungkin terjadi karena pertempuran antara Israel dan Hizbullah meningkat. Tetapi ia berharap dicapai jalan keluar untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.

    Biden mengatakan itu dalam wawancara untuk acara “The View” di TV ABC. Komentarnya muncul setelah berhari-hari Israel dan militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, saling serang.

    Sudah ratusan orang tewas dan memicu kembali ketakutan akan perang yang lebih luas di Timur Tengah.

    Pasukan Israel beberapa terakhir memperluas serangannya, dan telah memerintahkan personilnya agar bersiap untuk kemungkinan serangan darat.

    Israel, Rabu (25/9/2024) memperluas serangan udaranya di Lebanon, menembak jatuh rudal yang ditembakkan kelompok bersenjata Hizbullah ke badan mata-mata Mossad di dekat Tel Aviv. Ini meningkatkan konflik antara kedua musuh bebuyutan.

    Menteri kesehatan Lebanon Firass Abiad dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa setidaknya 51 orang tewas dan 223 orang terluka dalam serangan tersebut. Ia juga memperkirakan jumlah pengungsi di Lebanon mencapai ratusan ribu.

    Hizbullah yang didukung Iran mengklaim telah menarget markas besar Mossad dengan apa yang digambarkannya sebagai rudal balistik.

    Ini pertama kali dalam hampir satu tahun peperangan di mana Tel Aviv, di Israel tengah, menjadi sangat terancam.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Rabu, mengatakan bahwa ia tidak dapat menginformasikan secara rinci apa yang sedang mereka lakukan.

    Netanyahu menegaskan tekadnya untuk memulangkan warga Israel di utara dengan selamat dan memberi pukulan kepada Hizbullah yang tidak mereka bayangkan.

    “Kami melakukannya dengan kekuatan, kami melakukannya dengan tipu daya. Saya janjikan satu hal kepada kalian, kita tidak akan berhenti sampai mereka pulang.”

    Hizbullah meluncurkan puluhan proyektil ke Israel, termasuk rudal ke Tel Aviv yang merupakan serangan terdalam kelompok militan tersebut sejauh ini.

    Tembakan rudal pada Rabu dini hari menandai eskalasi lebih lanjut setelah serangan Israel di Lebanon menewaskan ratusan orang.

    Komandan militer Israel, Rabu, memberitahu pasukan bahwa serangan udara di Lebanon akan berlanjut untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah dan membuka jalan bagi kemungkinan operasi darat oleh pasukan Israel.

    Menanggapi itu, wakil juru bicara Pentagon, Sabrina Singh, kepada wartawan mengatakan “Itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.” Ia menambahkan “kami ingin melihat resolusi diplomatik dan solusi untuk mencegah perang habis-habisan.”

    Sementara itu, para pemimpin dunia menyatakan kekhawatiran bahwa konflik yang terjadi bersamaan perang Israel di Gaza melawan Hamas, dengan cepat meningkat sementara jumlah korban tewas di Lebanon meningkat dan ribuan orang mengungsi.

     

    Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Rabu, mengatakan risiko eskalasi di Timur Tengah “akut” dan bahwa AS dan sekutunya bekerja tanpa lelah untuk mencegah perang besar-besaran antara Israel dan Hizbullah.

    Berbicara pada awal pertemuan dengan pejabat-pejabat senior dan menteri-menteri Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di New York, Blinken mengatakan,

    “Jawaban terbaik adalah diplomasi dan upaya terkoordinasi kita sangat penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan untuk membuka jalan menuju perdamaian dan stabilitas yang lebih besar.”

    Seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu, mengatakan bahwa AS tengah aktif menegosiasikan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

    “Kami tengah melakukan diskusi aktif dengan Israel dan negara-negara lain untuk mencoba mencapai gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah,” kata pejabat itu.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Iran Melancarkan Serangan Balasan ke Israel dan Fasilitas Militer AS, Kawasan Timur Tengah Memanas

    Iran Melancarkan Serangan Balasan ke Israel dan Fasilitas Militer AS, Kawasan Timur Tengah Memanas

    7cloud.asia – Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam setelah Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, Sabtu (28/2/2026).

    Serangan itu menyasar pasukan AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA). Bahrain mengonfirmasi bahwa markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di negara tersebut menjadi sasaran serangan rudal.

    Armada Kelima AS yang bermarkas di Bahrain menjadi salah satu instalasi militer utama Amerika Serikat di kawasan Teluk.

    Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan, rudal Iran yang menargetkan wilayahnya dicegat oleh sistem pertahanan udara Patriot. Ledakan juga terdengar di ibu kota Qatar, Doha, tak lama setelah pernyataan tersebut disampaikan.

    Ledakan juga terjadi di Kuwait. Di UEA, ledakan keras terjadi di ibu kota, Abu Dhabi yang menjadi lokasi pangkalan yang menampung personel militer AS.

    Baca: Iran akan gunakan haknya untuk membalas serangan Israel dan AS

    Bahkan di Palm, resor termewah di Dubai, ledakan mengguncang bangunan dan menghantam sebuah hotel mewah, membuat penduduk yang panik berlari mencari perlindungan saat rudal dan pencegat melesat di langit.

    Serangan balasan Iran yang melesat melintasi negara-negara Teluk ini membenarkan kekhawatiran lama para pemimpin mereka bahwa Teheran dapat membawa perang ke depan pintu mereka

    Dilansir reuters.com, serangan ini kemungkinan akan memperkuat dukungan para penguasa Arab terhadap serangan AS-Israel.

    Serangan balasan Iran ini adalah tanda yang jelas bahwa konflik telah meluas melampaui perbatasan Iran – seperti yang telah diperingatkan Teheran.

    “Yang sekarang telah terbukti adalah bahwa kita – bukan Amerika Serikat – berada di garis tembak,” kata Dr. Ebtesam Al-Ketbi, Presiden Emirates Policy Center.

    Baca: Warganet pertanyakan sikap Kemlu RI yang tidak mengecam serangan Israel ke Iran

    “Ketika Iran menyerang, mereka menyerang Teluk terlebih dahulu dengan dalih menargetkan pangkalan AS.”

    Para analis mengatakan serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa tidak ada sekutu AS di kawasan itu yang tidak dapat dijangkau, dan untuk meningkatkan biaya mendukung kampanye Washington.

    “Bahayanya adalah bahwa kesalahan perhitungan apa pun dapat mendorong kawasan itu dari pertukaran sinyal menjadi perang terbuka,” tambah al Ketbi.

    Sumber-sumber di Teluk mengatakan bahwa dengan menargetkan negara-negara Teluk yang kaya minyak, Teheran “menginternasionalkan medan perang” dan mengancam aliran minyak global, bukan hanya keamanan regional.

    Bagi ekonomi yang berkembang pesat seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab — yang bergantung pada ruang udara terbuka, jalur pelayaran yang aman, dan perdagangan — konflik yang lebih luas akan sangat mengganggu.

    Baca: Donald Trump bertanggung-jawab atas serangan militer AS ke 7 negara sepanjang 2025

    Untuk membingkai perang sebagai dorongan untuk perubahan rezim di Iran, Trump telah menjadikannya eksistensial, meningkatkan risiko bahwa Teheran akan menyerang balik, kata Mohammed Baharoon, direktur jenderal Pusat Penelitian Kebijakan Publik Dubai (B’huth).

    “Jika Iran salah perhitungan dan melakukan tindakan perang terhadap negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk, konflik akan berubah secara fundamental. Orang-orang tidak bisa hanya berdiri diam sementara nyawa melayang dan aset hancur dan tidak melakukan apa pun.”

    Analis Teluk, Abdelkhaleq Abdulla, mengatakan Iran melakukan kesalahan strategis dengan menargetkan negara-negara tetangganya yang terdekat.

    “Adalah tindakan bodoh bagi Iran untuk mengasingkan orang-orang yang paling dekat dengannya,” kata Abdulla.

    “Teheran mungkin percaya bahwa mereka menargetkan pangkalan militer AS, tetapi negara-negara Teluk melihat ini sebagai tindakan agresi yang terang-terangan—pelanggaran kedaulatan mereka dan serangan terhadap tanah mereka.”

  • China Dorong Gencatan Senjata Berkelanjutan di Kawasan Teluk

    China Dorong Gencatan Senjata Berkelanjutan di Kawasan Teluk

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Selasa (26/5/2026) menyerukan gencatan senjata yang komprehensif dan abadi di wilayah Teluk Persia.

    Dalam sebuah pertemuan dengan Menlu Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Wang mengatakan bahwa China, sebagai sahabat dan mitra yang baik bagi negara-negara Teluk, dengan tulus berharap kawasan Teluk dan Timur Tengah dapat kembali damai dan tenteram secepatnya.

    Perang di Teluk, yang sejak awal seharusnya tidak terjadi, tidak memiliki alasan untuk berlangsung berlarut-larut, ujar Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (CPC).

    Wang berada di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York untuk memimpin pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB tentang penegakan tujuan dan prinsip Piagam PBB serta penguatan sistem internasional yang berpusat pada PBB.

    “Prioritas utamanya adalah mendorong gencatan senjata yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujar diplomat tertinggi China itu.

    Baca: Pakistan Sebut AS dan Iran Akan Segera Menandatangani Kesepakatan Sementara

    “Masyarakat internasional harus menggandakan upayanya untuk mendorong perdamaian dan bersama-sama berupaya mewujudkan deeskalasi, dan khususnya, menentang tindakan yang memanaskan situasi atau meningkatkan ketegangan,” katanya menambajkan.

    China mendukung upaya mediasi Pakistan dan negara-negara lainnya serta siap berkoordinasi erat dengan Bahrain dan anggota Dewan Keamanan lainnya untuk memastikan dewan itu tetap berada di jalur yang benar bagi penyelesaian politik.

    Beijing juga terus melakukan upaya bersama demi perdamaian yang langgeng di Timur Tengah, papar Wang.

    Zayani mengatakan negaranya menghargai upaya aktif China untuk mendorong gencatan senjata serta perdamaian di Timur Tengah dan kawasan Teluk, serta berharap China dapat memainkan peran yang lebih besar.

    Sumber: Antaranews.com