7cloud.asia – Masyarakat di belahan bumi utara, Minggu (21/12/2025) merasakan siang hari terpendek dalam setahun saat Titik Balik Matahari Musim Dingin.
Di Desa Beiji, Kota Mohe, Provinsi Heilongjiang, China timur laut, fenomena Titik Balik Matahari ini dirayakan dalam sebuah festival budaya berkumpul merayakan hari ini.
Dilansir wikipedia.org, titik balik Matahari adalah peristiwa yang terjadi ketika Matahari tampak mencapai ekskursi paling utara atau paling selatan relatif terhadap ekuator langit pada bola langit.
Dua titik balik matahari terjadi setiap tahun, yakni sekitar 21 Juni (titik utara) dan 22 Desember (di titik selatan).
Di banyak negara, musim dalam setahun ditentukan dengan mengacu pada titik balik matahari dan ekuinoks ini.
Baca Juga: Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba: Ketika Matahari Berada di Titik Balik Utara
Istilah titik balik matahari juga dapat digunakan dalam arti yang lebih luas, seperti hari ketika peristiwa ini terjadi.
Hari titik balik matahari di kedua belahan bumi memiliki sinar matahari paling banyak dalam setahun (titik balik musim panas) atau sinar matahari paling sedikit dalam setahun (titik balik musim dingin) untuk tempat lain selain di Khatulistiwa.
Istilah alternatif, tanpa ambiguitas mengenai belahan bumi mana yang merupakan konteksnya, adalah “titik balik Juni” dan “titik balik Desember”, mengacu pada bulan di mana hal ini terjadi setiap tahun.
Kata solstice berasal dari bahasa Latin sol (“matahari”) dan sistere (“berhenti”), karena pada titik balik matahari, deklinasi Matahari tampak “berhenti”.
Ini bisa dijelaskan sebagai pergerakan musiman gerak semu harian Matahari (seperti yang terlihat dari Bumi) berhenti di batas utara atau selatan sebelum berbalik arah.