Tag: tpu

  • Pemprov DKI Jakarta Hijaukan Sejumlah TPU dengan Tabebuya Pink

    Pemprov DKI Jakarta Hijaukan Sejumlah TPU dengan Tabebuya Pink

    7cloud.asia – Pemprov Daerah Khusus Jakarta terus berupaya menghijaukan wilayahnya. Salah satunya adalah dengan menanam pohon di lahan kosong di sejumlah Tempat Pemakaman Umum atau TPU.

    Di Jakarta Timur misalnya, ditanam 100 pohon tabebuya pink di lahan seluas 2,4 hektare (ha) di TPU Cipayung pada Jumat (14/2/2025).

    Dilansir Antaranews.com, lokasi penanaman pohon merupakan lahan baru yang masih minim penghijauan, sehingga perlu dihijaukan sebelum TPU Cipayung ini dibuka untuk umum.

    “Total luas lahan TPU Cipayung yang baru ini mencapai 2,4 hektare. Karena masih baru, jadi masih minim penghijauan. Hari ini kita tanami 100 pohon,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur, Dwi Ponangsera di Jakarta, Jumat (14/2/2025)

    Dwi menyebutkan, penanaman pohon ini untuk menambah area fasilitas sosial dan fasilitas umum yang hijau. Selain pemakaman, di lahan baru ini juga terdapat embung, area parkir, jalan dan sarana penghijauan.

    Baca: Ratusan pohon hijaukan bantaran Kali Sentiong

    Total lahan yang digunakan untuk pemakaman sekitar 60 persen dan bisa dijadikan 3.250 petak makam baru.

    “Jika seluruhnya digunakan untuk area pemakaman, bisa menampung 5.000 petak makam baru,” ujar Dwi.

    Penanaman pohon juga dilakukan di lahan kosong di TPU Basmol Zona 7, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Pohon yang ditanam juga sama, yakni tabebuya pink.

    Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma menyebut penanaman pohon bertujuan untuk penghijauan dan pemanfaatan aset lahan kosong Pemprov DKI Jakarta.

    “Kami tanami agar menciptakan Kota Jakarta yang semakin lestari, indah, dan hijau,” kata Dirja.

    Baca: Gerakan menanam pohon di Kawasan Industri Pulogadung

    Dijelaskannya, jenis pohon tabebuya memiliki kemampuan untuk menyerap polusi udara dan mencegah erosi tanah.

    “Untuk perawatannya, kami menugaskan sejumlah personel untuk menyiram pohon agar bisa tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

    Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat telah menanam sebanyak 1.960 pohon sepanjang tahun 2024. Pohon ini ditanam di taman, jalur hijau dan lahan-lahan aset milik Pemprov DKI Jakarta.

    Sementara Pemprov Daerah Khusus Jakarta telah menanam sebanyak 39.828 pohon di berbagai wilayah sepanjang tahun 2024 sebagai upaya memperbaiki kualitas udara dan memberikan perlindungan dari ancaman banjir.

    Pohon-pohon yang ditanam tersebut terdiri dari pohon pelindung maupun tanaman produktif.

    Selain itu, sebanyak 5.477.680 tanaman hias dan toga serta 51.188 pohon mangrove juga ditanam pada periode yang sama.

    Baca: Perbaiki kualitas udara Jakarta dengan ruang terbuka hijau

  • Pemakaman Makin Terawat, Tukang Ngoret di TPU Susukan Makin Terpinggirkan

    Pemakaman Makin Terawat, Tukang Ngoret di TPU Susukan Makin Terpinggirkan

    7cloud.asia – Menjelang Ramadan, tradisi nyekar kembali meramaikan Taman Pemakaman Umum (TPU) Susukan, Ciracas, Jakarta Timur. Menjelang Ramadan, peziarah biasa berdatangan membawa bunga dan air mawar.

    Di masa lalu, tradisi nyekar jelang bulan Ramadan menjadi harapan para tukang ngoret mengais rezeki. Namun, pemakaman yang lebih rapi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, membuat jasa ngoret tak lagi seramai dulu.

    Ali, 45 tahun, dan Majuk, 59 tahun, warga asli Susukan, sudah hampir belasan tahun menggantungkan hidup dari ngoret membersihkan makam menjelang Ramadan dan Lebaran.

    Dengan peralatan sederhana, mereka merapikan rumput liar, menyapu tanah, dan membersihkan nisan. Pada masa-masa ramai, pekerjaan musiman ini pernah menjadi sumber penghasilan utama.

    “Dulu seminggu bisa dapat sejuta sampai dua juta,” ujar Ali saat ditemui 7cloud.asia di TPU Susukan, Selasa, (10/2/2026).

    Kini, peminat jasanya berkurang. Bahkan, banyak keluarga yang datang membawa gunting rumput, kain lap, hingga sapu sendiri, memilih membersihkan makam keluarganya secara mandiri sebelum berdoa dan menabur bunga.

    Kondisi TPU Susukan yang semakin terawat menjadi salah satu penyebab perubahan itu. Perawatan rutin dari petugas pemakaman di bawah dinas terkait membuat area makam relatif bersih jauh sebelum musim ziarah tiba.

    Banyak peziarah merasa cukup melakukan sentuhan kecil sendiri tanpa perlu menggunakan jasa tambahan.

    “Bagus sebenarnya,” kata Majuk. “Tempatnya jadi enak dilihat. Tapi ya, dampaknya ke penghasilan kami.” sambung Majuk.

    Di sisi lain, suasana menjelang Ramadan justru membawa rezeki bagi pelaku usaha lain di sekitar TPU. Penjual bunga bertambah banyak, air mawar laris, dan pedagang kopi ikut mengisi sudut-sudut pemakaman. Penjaga parkir pun kebanjiran kendaraan, terutama pada akhir pekan.

    Tradisi nyekar tetap hidup. Masyarakat datang untuk mendoakan keluarga, menabur bunga, sekaligus membersihkan makam sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci.

    Meski peran jasa pembersihan tak lagi sepenting dulu, Ali dan Majuk tetap datang hampir setiap hari.

    Bukan semata mencari penghasilan, tetapi menjaga kebiasaan yang sudah menjadi bagian hidup mereka. Di antara nisan dan doa, mereka menyaksikan perubahan berjalan pelan tanpa gegap gempita, namun terasa nyata.

    Penulis: Kemal Mustafa