Tag: transjabodetabek

  • Koordinasi Rampung, Empat Rute TransJabodetabek Segera Diluncurkan

    Koordinasi Rampung, Empat Rute TransJabodetabek Segera Diluncurkan

    7cloud.asia – Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah menuntaskan koordinasi dengan pihak-pihak terkait rencana perluasan rute TransJakarta hingga wilayah Bogor-Depok-Tangerang dan Bekasi.

    Dilansir Antaranews.com, empat rute TransJabodetabek tersebut akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

    “Yang pertama dari wilayah Timur itu nanti ada Vida Bekasi ke Cawang. Berikutnya di Selatan akan ada layanan dari Kota Wisata ke Cawang,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025)

    Lebih lanjut Syafrin menjelaskan, rute ketiga dan keempat TransJabodetabek akan bermula dari wilayah Tangerang, yakni rute Alam Sutera menuju Blok M dan rute Binong menuju Grogol.

    Baca: Layanan TransJakarta bakal diperluas hingga Bodetabek

    “Tentu kami berharap dengan masuknya layanan Transjabodetabek ke empat wilayah tadi, akan terjadi shifting (perpindahan) dari kendaraan pribadi ke Transjabodetabek,” kata Syafrin.

    Syafrin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menentukan jumlah armada yang akan melayanai operasional dari TransJabodetabek di empat rute tersebut, lanjut Syafrin.

    Hal ini lantaran, empat rute TransJabodetabek tersebut masih dalam tahap uji coba untuk melihat seberapa banyak permintaan penggunaan dari masyarakat.

    Sebelumnya, Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yuza menyampaikan ada uji coba beberapa rute untuk perluasan layanan TransJakarta di luar wilayah Jakarta.

    “Saat ini sudah mulai dilakukan uji coba di beberapa rute,” ujar Welfizon.

    Baca: Rute Transjakarta yang bersinggungan dengan jalur MRT akan dihapus

    Transjabodetabek merupakan perluasan layanan Transjakarta ke wilayah sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

    Dengan dioperasikannya TransJabodetabek, diharapkan warga Bodetabek yang beraktivitas di Jakarta mendapatkan kualitas layanan seperti menaiki armada Transjakarta.

    Pramono Anung seperti dikutip dari Antaranews.com, mengatakan Pemprov Jakarta terus berupaya mengembangkan sistem transportasi yang lebih baik dan terintegrasi.

    “Maka, nanti TOD (Transit Oriented Development) yang ada akan kami kembangkan, sehingga akan memberikan banyak kemudahan bagi warga dari manapun,” ujarnya.

     

  • Perluasan TransJakarta hingga Bodetabek Bakal Kurangi Pemakaian Kendaraan Pribadi

    Perluasan TransJakarta hingga Bodetabek Bakal Kurangi Pemakaian Kendaraan Pribadi

    7cloud.asia – Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai perluasan layanan TransJakarta hingga Bodetabek menjadi TransJabodetabek akan membantu mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta.

    “Rencana perluasan layanan Transjabodetabek akan sangat membantu mengurangi penggunaan pribadi ke Kota Jakarta. Juga untuk memastikan target 60 persen warga Jabodetabek beralih menggunakan angkutan umum,” kata Djoko lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (2/4/2025)

    Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat itu juga menyebut penerapan jalan berbayar dibutuhkan untuk mengendalikan mobilitas kendaraan pribadi di Jakarta.

    “Penerapan jalan berbayar atau ERP (electronic road pricing) perlu dipertimbangkan untuk mengendalikan mobilitas kendaraan pribadi di Jakarta,” katanya.

    Djoko menuturkan, pengembangan atau peningkatan layanan angkutan umum hingga kawasan perumahan merupakan kata kunci mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi menggunakan angkutan umum.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas hingga Bodetabek

    Terlebih, saat ini beban masyarakat, khususnya generasi muda, cukup berat dalam menjangkau hunian. Selain harus membeli rumah yang harganya semakin mahal, juga harus membeli kendaraan bermotor.

    “Pasalnya, kawasan perumahan yang ditempati tidak memiliki fasilitas transportasi umum menuju tempat kerja. Perumahan menjadi kurang layak huni jika tidak diimbangi akses transportasi,” katanya.

    Hal itu lantaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang tidak mewajibkan fasilitas transportasi umum sebagai bagian dari sarana umum.

    Padahal, sebelum era 1990-an, pemerintah menerapkan kebijakan pembangunan kawasan perumahan diimbangi ada layanan transportasi umum, seperti angkutan kota, bus umum atau bus Damri.

    “Undang-undang tersebut perlu direvisi dengan memasukkan kewajiban pembangunan perumahan dan permukiman disertai penyediaan fasilitas akses transportasi umum,” ujarnya.

    Baca: Empat rute TransJabodetabek segera diluncurkan

    Djoko mencatat ketergantungan publik terhadap ojek diakibatkan tata ruang yang semrawut dan layanan transportasi publik yang buruk.

    Dia mencontohkan, di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), komposisi angkutan umum hanya tersisa 2 persen, sedangkan mobil 23 persen dan sepeda motor mencapai 75 persen.

    “Tidak ada sinkronisasi antara membangun kawasan perumahan dan layanan transportasi,” tuturnya.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka empat rute baru bus Transjabodetabek di Alam Sutera hingga Vida Bekasi. Saat ini, keempat rute tersebut tengah diuji coba dan dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

    Pertama, untuk wilayah Bekasi, akan ada layanan dari Vida Bekasi ke Cawang Jakarta. Kedua, untuk di Bogor, akan ada layanan dari Kota Wisata, Cibubur, ke Cawang, Jakarta.

    Selanjutnya, rute ketiga dan keempat akan ada layanan untuk wilayah Tangerang, yakni dari Alam Sutera ke Blok M, Jakarta, dan Binong ke Grogol, Jakarta.

  • Transjabodetabek Rute Blok M–Alam Sutera Ditarget Beroperasi Akhir April

    Transjabodetabek Rute Blok M–Alam Sutera Ditarget Beroperasi Akhir April

    7cloud.asia – Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah melakukan uji coba rute baru Transjabodetabek Alam Sutera (Kota Tangerang)-Blok M Jakarta Selatan, pada Selasa (15/4/2025) lalu.

    Uji coba ini bertujuan mengevaluasi visibilitas trayek dan potensi penumpang sebelum peluncuran resmi oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, uji coba ini merupakan bagian dari persiapan peluncuran lima rute baru Transjabodetabek yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

    Perluasan layanan TransJabodetabek ini sekaligus untuk meningkatkan integrasi transportasi antarwilayah di sekitar Jakarta.

    Baca: Perluasan rute TransJabodetabek akan kurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi

    Tiga rute yang telah disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta meliputi Binong–Grogol, Alam Sutera–Blok M dan Bekasi–Cawang. 

    ”Sedangkan Dua rute tambahan dari pusat Kota Tangerang dan Tangerang Selatan masih dalam tahap survei untuk menentukan jalur yang optimal,” ungkap Syafrin, Rabu (16/4/2025).

    Uji coba rute Blok M-Alam Sutera dimulai dari Terminal Blok M dengan rute perjalanan melintasi Jalan Sisingamangaraja, Sudirman, Semanggi, Gatot Subroto, Tol Merak, dan berakhir di Alam Sutera.

    Dalam uji coba ini, waktu tempuh diperkirakan 82 hingga 90 menit, dengan pemberhentian di beberapa titik strategis seperti Halte Transjakarta ASEAN, Masjid Agung, Bundaran Senayan dan Stadion Gelora Bung Karno.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas hingga TransJabodetabek

    Syafrin menyampaikan, nantinya terdapat sekitar 17 titik pemberhentian pada rute baru Transjakarta Blok M-Alam Sutera, yang dapat disesuaikan berdasarkan hasil survei dan kebutuhan masyarakat.

    “Tarif dan jadwal operasional bus akan ditentukan setelah evaluasi uji coba selesai. Target waktu tempuh maksimal untuk rute ini adalah 1,5 jam,” kata Syafrin.

    Ia menjelaskan, peluncuran resmi rute Blok M–Alam Sutera ditargetkan pada akhir April 2025, sejalan dengan kesepakatan antara Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Banten mengenai implementasi layanan integrasi transportasi antarkota.

    “Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan wilayah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi, serta memberikan alternatif transportasi yang efisien bagi masyarakat,” tandasnya.

  • Pemprov DKI Jakarta Perluas Layanan TransJabodetabek Hingga Depok dan Bogor

    Pemprov DKI Jakarta Perluas Layanan TransJabodetabek Hingga Depok dan Bogor

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas layanan TransJabodetabek dan jangkauan masyarakat dengan membuka sejumlah rute baru.

    Setelah Alam Sutera dan Bekasi, terbaru, Pemprov DKI akan membuka rute baru TransJobodetabek dari Bogor ke Blok M dan dari Depok-Sawangan ke Lebak Bulus.

    “Bang Doel (Rano Karno) nanti akan membuka dari Depok, Sawangan ke Lebak Bulus. Saya akan membuka rute baru dari Bogor ke Blok M,” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (3/6/2025).

    Dikatakan Pramono, Pemprov DKI juga juga tengah menyiapkan rute baru lainnya yang diminati masyarakat, yakni dari Ancol ke Blok M.

    Pramono Anung menambahkan, rute-rute baru Transjabodetabek tersebut untuk melayani tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat.

    Baca: Rute baru TransJakarta PIK-Blok M

    “Kami sedang mempersiapkan dari Blok M ke Ancol. Karena selama ini, itu yang menjadi kebutuhan yang cukup tinggi di masyarakat,” ucapnya.

    Dengan penambahan rute-rute baru ini, Transjakarta secara bertahap akan bertransformasi menjadi Transjabodetabek yang lebih terintegrasi dan menjangkau wilayah Jakarta.

    Pramono Anung menegaskan bahwa persiapan untuk rute-rute baru ini telah dilakukan secara matang untuk mempermudah akses mobilitas warga.

    “Transjakarta yang mudah-mudahan secara perlahan akan menjadi Transjabodetabek kita atur, kita persiapkan sejak awal secara baik,” jelas Pram.

    Sebelumnya Pemprov DKI telah membuka sejumlah trayek baru Transjabodetabek, seperti Alam Sutera-Blok M, PIK 2-Blok M, dan Vida Bekasi-Cawang.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas menjadi TransJabodetabek

    Dengan adanya trayek baru Transjabodetabek serta hub baru Jakarta di Blok M, maka masyarakat akan dengan mudah mengunjungi Jakarta.

    “Jakarta akan lebih mudah untuk dikunjungi. Siapa saja mau datang ke Jakarta, mau ke Blok M nantinya,” tuturnya.

    Pramono menambahkan, pembukaan rute baru Transjabodetabek ini mendapatkan respons positif dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

    Pramono meyakini, rute-rute baru ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk saling berinteraksi.

    “Pengalaman dari yang sudah dibuka termasuk Vida Bekasi ke Cawang, Alhamdulillah semuanya mendapatkan respons publik yang luar biasa,” tandasnya

    Baca: Warga Jakarta dan sekitarnya masih enggan gunakan transportasi publik

     

  • Mendapat Sambutan Antusias dari Warga, Layanan Transjabodetabek Akan Diperluas

    Mendapat Sambutan Antusias dari Warga, Layanan Transjabodetabek Akan Diperluas

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pembukaan rute-rute Transjabodetabek disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.

    Berdasarkan laporan Kepala Dinas Perhubungan dan Dirut Transjakarta, jumlah penumpang yang menggunakan layanan Transjabodetabek melebihi perkiraan. Bahkan untuk rute PIK 2-Blok M bisa mencapai hingga 5.799 penumpang per 29 Mei kemarin.

    “Padahal kita hanya mentargetkan awalnya 2.500,” ujar Pramono Anung saat meresmikan rute baru Transjabodetabek Bogor-Blok M, Kamis (5/6/2025)

    Begitu juga untuk rute Transjabodetabek Alam Sutera-Blok M yang bisa mencapai 4.000 penumpang pada hari libur dan rute Vida Bekasi-Cawang yang mencapai 2.463 penumpang.

    “Artinya, rute yang kami buka Alhamdulillah mendapatkan dukungan, support yang luar biasa dari masyarakat,” ucapnya.

    Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus membuka jalur-jalur baru yang menghubungkan daerah di wilayah penyangga ke Jakarta.

    Sehingga jalur-jalur ini dapat terintegrasi dengan sistem transportasi publik yang ada dan memudahkan masyarakat dalam mengakses angkutan umum.

    Pemprov DKI, lanjut Pramono, berkomitmen untuk terus menambah jumlah armada bus untuk melayani dan menyediakan kemudahan transportasi bagi masyarakat.

    Baca: Layanan TransJabodetabek diperluas hingga Depok dan Bogor

    Ia menyebut, hingga 2029 nanti pengadaan bus listrik Transjakarta akan terus dilakukan hingga 2.000 unit.

    “Jadi intinya gini, tahun ini 200, sampai dengan 2029 bus listriknya akan kita tambah sampai dengan 2.000,” ujarnya.

    Rute baru layanan Transjabodetabek Bogor-Blok M (P11) dan perpanjangan Transjakarta Koridor 13, resmi diluncurkan di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (5/6/2025).

    Transjabodetabek rute P11 ini melayani rute Terminal Baranangsiang (Bogor) menuju Blok M, Jakarta Selatan

    Rute ini memiliki panjang lintasan 113,3 kilometer dengan 20 titik perhentian bus yang terdiri 9 titik di wilayah DKI Jakarta dan 11 titik di luar wilayah Jakarta.

    Adapun perkiraan waktu tempuh rute ini sekitar 90 menit dalam kondisi lancar dan 110 menit saat padat lalu lintas.

    Pramono pun menyampaikan rasa syukurnya atas peluncuran rute baru ini yang menjadi koridor ke-14 bagi Transjabodetabek.

    “Kita sudah menambah dalam waktu satu bulan ini ada lima Transjabodetabek baru, dan mudah-mudahan akan ada dua atau tiga lagi yang akan kita buka,” ujar Pram.

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas hingga Bodetabek

    Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyambut baik pembukaan rute baru Transjabodetabek yang sangat ditunggu masyarakat. Ia menyampaikan, kehadiran trayek baru ini akan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan tol Jagorawi dan meningkatkan penggunaan transportasi umum.

    “Ini menjadi jawaban setelah cukup lama, hampir 10 tahun. Karena jalur Jagorawi ini sudah terlalu padat, sehingga Transjabodetabek ini insyaAllah akan menggantikan mereka yang menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta ke Bogor,” ujarnya.

    Pada kesempatan ini, ia juga meminta adanya bantuan dari Pemprov DKI untuk memperbaiki fasilitas dan sarana prasarana transportasi di wilayah kota dan kabupaten Bogor.

    “Insya Allah menjadi jawaban dan mendapatkan animo yang besar dari masyarakat, baik Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor,” ucapnya.

    Senada, Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono yang telah menghubungkan jalur transportasi dari Bogor ke Jakarta.

    “Atas nama masyarakat Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih, Pak Gubernur. Kami menyampaikan apresiasi dan penuh kehormatan setinggi-tingginya,” kata dia.

    Transjabodetabek rute P11 memiliki 16 unit bus dengan headway atau jarak tunggu antar bus selama 15 menit. Pram menyampaikan, pembukaan jalur ini sangat ditunggu masyarakat Bogor dan Jakarta karena menjadi salah satu rute padat yang dilintasi masyarakat.

    Sementara dengan beroperasinya Halte CBD Ciledug, maka lintasan rute Transjakarta di Koridor 13 yang semula dari Puri Beta-Tegal Mampang, diperpanjang menjadi dari Ciledug hingga Tegal Mampang. Lintasan ini memiliki 14 titik pemberhentian dan 22 unit armada bus.

    Baca: Rute Transjakarta yang bersinggungan dengan jalur MRT akan dihapus

    “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada hari ini tanggal 5 Juni 2025 layanan Transjabodetabek rute blok M-Bogor dan perpanjangan koridor 13 saya nyatakan diluncurkan,” kata Pram.

    Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan juga menyambut baik perpanjangan konektivitas jalur transportasi dari CBD Ciledug hingga Tegal Mampang.

    Menurutnya, perpanjangan jalur di koridor 13 ini sangat membantu mobilitas dan aktivitas masyarakat serta mengurangi kemacetan.

    “Sudah sangat pasti dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah kami di Kota Tangerang yang jumlah penduduknya sangat tinggi,” tandasanya.

    Sekadar diketahui, Transjakarta telah mengoperasikan 14 rute Transjabodetabek yang melayani wilayah Bekasi, Depok, Tangerang dan Tangerang Selatan.

    Ke-14 rute tersebut yakni B11 Cawang-Summarecon Bekasi; B21 Cawang-Bekasi Timur; D11 Cawang Sentral via Cibubur-Terminal Depok; D21 Lebak Bulus-Universitas UI; S11 Jelambar-BSD; dan S21 CSW-Ciputat.

    Selain itu, S22 Kampung Rambutan-Ciputat; T11 Petamburan-Poris Plawad; T12 Juanda-Poris Plawad; SH1 Kalideres-Perkantoran Soekarno Hatta; S61 Blok M-Alam Sutera; B41 Cawang-Vida Bekasi; T31 Blok M-PIK 2; dan D41 Lebak Bulus-Sawangan.

  • Transjabodetabek Akan Tambah Dua Rute Baru: Ancol-Blok M dan Bekasi-Dukuh Atas

    Transjabodetabek Akan Tambah Dua Rute Baru: Ancol-Blok M dan Bekasi-Dukuh Atas

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali akan membuka dua rute baru Transjabodetabek dalam waktu dekat.

    Kedua rute baru Trasjabodetabek yang akan dibuka tersebut yakni Bekasi-Dukuh Atas via Becakayu dan Ancol-Blok M.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meyakini bahwa pembukaan trayek baru Transjabodetabek ini akan menjadi rute favorit dan dipadati oleh penumpang.

    “Untuk rute baru yang sudah diputuskan, yang pertama adalah Bekasi lewat Becakayu sampai Dukuh Atas. Dan ini saya yakin akan menjadi rute yang padat,” ujar Pramono di Kantor Sekretariat RW 07 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Kamis (26/6/2025).

    Baca: Layanan Transjabodetabek disambut antusias masyarakat

    Dengan hadirnya rute baru lainnya yakni Ancol-Blok M, Pramono berharap seluruh konektivitas transportasi akan semakin terintegrasi.

    Sebelumnya, Pramono menyampaikan bahwa kemacetan di ibu kota tidak bisa diselesaikan hanya dengan layanan Transjakarta.

    Untuk itu, Pemprov DKI akan memperluas layanan transportasi publik Transjabodetabek dengan membuka 10 rute baru.

    “Untuk Transjabodetabek ini, wilayah yang bersinggungan langsung dengan Jakarta adalah Jawa Barat dan Banten. Maka kami akan membuka kurang lebih 10 rute baru,” tandas Pram

    Baca: Layanan TransJakarta diperluas hingga Bodetabek

    Hingga saat ini, lima rute baru Transjabodetabek telah beroperasi. Di antaranya yakni Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, Blok M-Bogor, Terminal Sawangan-Blok M, dan Vida Bekasi-Cawang Sentral.

    Perluasan rute Transjabodetabek ini diambil untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung konsep pengembangan Blok M Hub sebagai hub transportasi utama di Jakarta.

    Blok M juga akan dijadikan pusat aktivitas dan interaksi masyarakat yang mudah dijangkau.

    “Yang kedua adalah menghubungkan Ancol dengan Blok M. Sehingga seluruh konektivitas kalau itu sudah bisa dilakukan, maka betul-betul Blok M menjadi Blok M Hub baru,” jelasnya.

    Dengan banyaknya aksesibilitas dan konektivitas transportasi, maka warga akan dengan mudah menjangkau Blok M yang kini semakin banyak dikunjungi.

    Baca: Rute Transjakarta yang bersinggungan dengan jalur MRT akan dihapus

  • DPRD Ingatkan Koneksi Jalur TransJabodetabek dengan Pemukiman Padat

    DPRD Ingatkan Koneksi Jalur TransJabodetabek dengan Pemukiman Padat

    7cloud.asia – Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mendukung, perluasan rute Transjabodetabek ke sejumlah daerah penyangga.

    Wahyu juga menekankan pentingnya memperluas konektivitas layanan transportasi publik hingga ke permukiman padat penduduk di Jakarta.

    Menurutnya, akses dari gang-gang menuju rute utama Transjabodetabek harus menjadi perhatian, agar warga lebih mudah menggunakan transportasi publik.

    “Jangan sampai yang di daerah penyangga terkoneksi, tapi yang di dekat rumah kita dari gang-gang itu tidak terkoneksi,” ujarnya Senin (30/6/2025) dikutip dari jakarta.go.id.

    Baca: TransJakarta terus menambah armada bus listrik

    Dia berharap, kebijakan ini bisa mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik, sehingga dapat menurunkan tingkat kemacetan dan polusi udara di ibu kota.

    Dalam pernyataannya, Wahyu menekankan pentingnya dilakukan evaluasi terhadap apa yang sudah berjalan, dengan terkoneksinya TransJabodetabek hingga Tangerang, Deok, Bogor dan Bekasi.

    “Dievaluasi berapa antusias pengguna transportasi itu terhadap dengan integrasinya transportasi tersebut,” ujarnya,

    Wahyu berharap, dampak dari perluasan layanan Transjabodetabek mampu menekan volume kendaraan dan kepadatan lalu lintas di Jakarta.

    Baca: Layanan Transjabodetabek akan diperluas

    “Jadi kita lihat apakah beriringan juga dengan volume kendaraan. Kalau ini benar-benar turun berarti itu berhasil. Memang pasti kita dukung,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan, hingga saat ini DPRD DKI Jakarta belum membahas mengenai besaran subsidi yang dibutuhkan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung perluasan layanan Transjabodetabek.

    “Kita akan lihat berapa besaran biaya subsidi yang dibutuhkan dengan adanya perluasan cakupan layanan transportasi di Transjabodetabek,” tandasnya.

    Saat ini TransJabodetabek melayani 14 koridor utama yang melayani total lebih dari 240 rute, termasuk ke wilayah Jabodetabek.

  • TransJabodetabek Jadi Finalis ‘Bloomberg Philanthropies Local Leaders Awards 2025‘

    TransJabodetabek Jadi Finalis ‘Bloomberg Philanthropies Local Leaders Awards 2025‘

    7cloud.asia – Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lewat inovasi transportasi rendah emisi dan terintegrasi diakui dunia. Inisiatif transportasi lintas wilayah, Transjabodetabek, berhasil menembus babak final Bloomberg Philanthropies Local Leaders Awards 2025.

    Pemenang penghargaan internasional bergengsi tersebut akan diumumkan pada 4 November 2025 dalam ajang Local Leaders Forum di Rio de Janeiro, Brasil.

    Bloomberg Philanthropies adalah organisasi filantropi yang mencakup semua donasi amal dari pendirinya, Michael R. Bloomberg, yang berfokus pada lima bidang utama: seni, pendidikan, lingkungan, inovasi pemerintah, dan kesehatan masyarakat.

    Bloomberg Philanthropies berinvestasi di banyak kota dan negara di seluruh dunia untuk memastikan kehidupan yang lebih baik dan lebih lama bagi lebih banyak orang.

    Transjabodetabek menjadi finalis kategori ‘Clean, Reliable Transportation: Moving People and Goods on Dependable, Low-Emission Networks’, bersaing dengan sejumlah kota besar dunia seperti Oslo (Norwegia), Sao Paulo dan Belo Horizonte (Brasil), serta Belize City (Belize).

    Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyambut baik pencapaian ini sebagai bukti pengakuan dunia terhadap keseriusan Jakarta dalam membangun sistem transportasi berkelanjutan.

    Baca: Layanan Transjabodetabek akan diperluas

    “Melalui Transjabodetabek, Jakarta tidak hanya memperluas layanan publik ke wilayah sekitarnya, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat terhadap mobilitas hijau yang terintegrasi dan rendah emisi. Ini bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan,” ujarnya, Senin (13/10/2025).

    Program Transjabodetabek diluncurkan untuk memperluas jangkauan layanan transportasi publik ke kawasan penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, sehingga membentuk konektivitas kawasan metropolitan yang efisien dan ramah lingkungan.

    Inisiatif ini menjadi perluasan dari sistem TransJakarta, sekaligus mendukung peta jalan elektrifikasi Jakarta.

    “Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen memastikan integrasi transportasi ini berjalan efektif dengan memperhatikan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Pentingnya sinergi lintas daerah agar manfaat Transjabodetabek dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di kawasan metropolitan,” katanya.

    Sejak 2023, sebanyak 100 bus listrik telah beroperasi, dengan target mencapai 500 unit pada 2025 dan 100 persen elektrifikasi armada pada 2030.

    Bus listrik juga direncanakan menjadi tulang punggung layanan TransJabodetabek di masa depan, guna menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas udara di wilayah metropolitan.

    Baca: Pramono Anung targetkan 500 bus listrik beroperasi di Jakarta pada 2025

    “Kami melihat pengembangan armada bus listrik bukan sekadar inovasi transportasi, tetapi langkah nyata menuju kota yang lebih hijau dan sehat bagi seluruh warga. Pemprov DKI Jakarta akan terus memastikan transisi ini memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.

    Selain Jakarta, nominasi lain yang masuk dalam kategori serupa mencakup sejumlah inisiatif global inovatif.

    Mulai dari ‘Fossil Free Trucks Project’ di Oslo (Swedia) yang mendorong truk bebas emisi, hingga program elektrifikasi armada bus Sao Paulo (Brasil) yang kini memiliki lebih dari 900 bus listrik.

    Menurut Bloomberg Philanthropies, para finalis tahun ini dinilai berdasarkan dampak inovasi terhadap pengurangan emisi, efisiensi mobilitas, dan ketahanan kota terhadap perubahan iklim.

    “Jakarta menunjukkan kepemimpinan regional dalam menghadirkan sistem transportasi rendah emisi yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif dan terjangkau bagi warganya,” tulis pernyataan resmi Bloomberg Philanthropies.

    Melalui pengakuan internasional ini, Jakarta mempertegas perannya sebagai motor transformasi transportasi hijau di Asia Tenggara, sejalan dengan visi mewujudkan kota yang layak huni, tangguh, dan berdaya saing global.

    Baca: DPRD ingatkan koneksi jalur TransJabodetabek dengan pemukiman padat

  • Transjabodetabek Rute Blok M–Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan

    Transjabodetabek Rute Blok M–Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan

    7cloud.asia – Rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Terminal Blok M-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bakal diluncurkan pekan depan.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa pembukaan rute baru Transjabodetabek untuk memperluas jangkauan transportasi publik sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi.

    “Rute ini akan langsung dari Blok M ke Soekarno-Hatta. Saya percaya dan berharap rute ini akan seperti rute Blok M–Bogor,” ujar Pramono di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (3/2/2026) dikutip dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta

    Pramono menyebut, layanan rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta ini akan memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat yang akan menuju ke atau dari Bandara Soekarno Hatta.

    Baca: Layanan Transjabodetabek akan diperluas

    Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Dinas Perhubungan tengah menyiapkan detil operasional layanan rute baru ini.

    “Mengenai detail jalurnya nanti disampaikan oleh Dinas Perhubungan,” tandasnya.

    Pramono memperkirakan rute ini bakal memiliki tingkat keterisian penumpang yang tinggi. Hal ini berkaca pada keberhasilan rute-rute Transjabodetabek yang sudah beroperasi sebelumnya.

    Menurutnya, rute transportasi dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta selama ini selalu penuh. Ia pun optimistis rencana pembukaan rute baru tersebut akan efektif mengurangi penggunaan transportasi pribadi seperti mobil.

    Baca: Koneksitas jalur TransJabodetabek dengan pemukiman padat

    Kehadiran rute baru ini diyakininya akan menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat untuk menjangkau Bandara Soekarno-Hatta. Apalagi tarif layanan yang ditawarkan pun cukup murah, yakni hanya Rp3.500.

    Pramono meyakini ini akan menjadi pilihan bagi masyarakat siapa pun yang selama ini misalnya menggunakan Damri atau taksi ke Bandara.

    “Warga Sekarang ini punya pilihan bisa menggunakan Transjakarta yang biayanya relatif murah, hanya Rp3.500, dan kemudian pasti lebih cepat karena punya jalur khusus,” jelasnya.

    Rute baru Transjabodetabek ini akan melengkapi rute-rute lainnya yang telah tersedia terlebih dahulu, seperti rute Alam Sutera-Blok M, PIK 2-Blok M, Bogor-Blok M, dan Ancol-Blok M.

     

  • Transjabodetabek Rute Blok M–Bandara Soetta Resmi Beroperasi: Diharapkan Turunkan Penggunaan Kendaraan Pribadi

    Transjabodetabek Rute Blok M–Bandara Soetta Resmi Beroperasi: Diharapkan Turunkan Penggunaan Kendaraan Pribadi

    7cloud.asia – Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, resmi dioperasikan pada Kamis (12/3/2026).

    Rute baru merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi sekaligus terjangkau bagi masyarakat.

    “Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat peresmian.

    Pramono menjelaskan, rute SH2 menghubungkan kawasan Blok M sebagai area Transit Oriented Development (TOD) secara langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta melalui layanan direct service.

    Kehadiran rute ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat yang ingin menuju bandara dari pusat kegiatan di Jakarta Selatan tanpa harus berganti moda transportasi.

    Selama tiga bulan ke depan, terutama dalam rangka menyambut Idulfitri, tarif tetap ditetapkan sebesar Rp3.500.

    Baca: TransJabodetabek jadi finalis ‘Bloomberg Philanthropies Local Leaders Awards 2025‘

    “Setelah tiga bulan, kami akan melakukan evaluasi karena beban operasional dan subsidi yang harus ditanggung cukup besar. Setelah masa evaluasi, tarif akan disesuaikan pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000,” jelasnya.

    Saat ini terdapat beberapa moda transportasi yang melayani rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, yaitu shuttle DAMRI dengan tarif sekitar Rp80.000.

    Selain itu juga ada taksi Blue Bird dengan tarif tetap sekitar Rp217.000 (belum termasuk tol), serta layanan transportasi daring seperti GoCar dan Grab dengan tarif berkisar Rp127.500 hingga Rp155.500.

    Melalui layanan Transjabodetabek SH2, diperkirakan sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang dapat terlayani setiap hari. Target tersebut mengacu pada pengalaman rute sebelumnya, seperti Blok M–Bogor, yang awalnya ditargetkan melayani 2.000 penumpang per hari.

    Namun, pada hari libur jumlah penumpangnya kini bisa mencapai lebih dari 8.500 orang dengan rata-rata harian di atas 7.000 penumpang.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan Kota Tangerang sebagai kota penyangga ibu kota memiliki sekitar 2 juta penduduk yang sebagian besar bekerja di Jakarta. Ia menyambut baik hadirnya layanan Transjabodetabek untuk mendukung mobilitas warga.

    Baca: Layanan TransJabodetabek akan terus diperluas

    “Tangerang merupakan kota lintasan, baik melalui Jalan Tol Jakarta–Merak maupun akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan layanan Transjabodetabek ini, kami berharap dapat membantu meminimalkan kemacetan di sejumlah titik, baik di Jakarta maupun di wilayah Kota Tangerang,” ujarnya.

    Sachrudin juga mengapresiasi kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih baik bagi masyarakat.

    Sebagai informasi, estimasi waktu perjalanan dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta sekitar 121 menit dengan panjang lintasan mencapai 65,1 kilometer.

    Sebanyak 14 unit bus akan dioperasikan pada rute ini, dengan 13 titik pemberhentian di wilayah Jakarta dan 10 titik pemberhentian di luar Jakarta. Bus beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 dengan waktu tunggu (headway) sekitar 10–20 menit.

    Rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta meliputi Blok M Jalur 6–Bundaran Senayan 2–FX Sudirman–Gelora Bung Karno 2–DPR/MPR 1–DPR/MPR 2–Sbr. Sowan Wisata Belanja–Jl. Cengkareng Golf Club 1–Sewarna Foodhall 1–Jl. Cengkareng Golf Club 3–Terminal Kargo 1–Terminal Kargo 2–Perkantoran Soekarno-Hatta.

    Sementara rute sebaliknya, Bandara Soekarno-Hatta–Blok M, meliputi Perkantoran Soekarno-Hatta–Stasiun KA Bandara–Imigrasi SHIA–Bundaran Kargo–Sekolah Ibu Pertiwi–Swadaya Slipi–Perpustakaan Riset BPK–Sbr. DPR/MPR 1–Gelora Bung Karno 1–Summitmas–Bundaran Senayan 1–Blok M Jalur 6.