Tag: tren

  • Survei: Sering Berlibur dan Makan di Restoran Karena Ikut Tren Berdampak Buruk pada Kondisi Finansial

    Survei: Sering Berlibur dan Makan di Restoran Karena Ikut Tren Berdampak Buruk pada Kondisi Finansial

    7cloud.asia – Sering berlibur dan makan di restoran karena takut ketinggalan tren (FOMO) berdampak buruk pada kondisi finansial generasi muda.

    Dan nyatanya sebagian besar beban finansial pada konsumen muda ini pada akhirnya ditanggung oleh orang tua mereka.

    Demikian menurut hasil survei terbaru Axios Vibes yang dilakukan oleh The Harris Poll secara daring pada tanggal 13-15 Juni 2024.

    Survei Axios Vibes yang mengungkap dampak belanja karena dorongan FOMO ini didasarkan pada sampel yang mewakili secara nasional sebanyak 2.122 orang dewasa AS.

    Survei itu mengungkap, 60 persen atau 6 dari 10 orang Amerika mengatakan mereka merasa tertekan secara finansial setiap bulannya.

    Para responden mengatakan inflasi bukanlah satu-satunya alasan masalah finansial yang mereka hadapi.

    Baca: Kunci sukses finansial adalah tidak bertindak impulsif 

    Sebaliknya, efek gabungan dari terapi ritel dan rasa takut ketinggalan tren atau FOMO mendorong beberapa orang untuk menghabiskan anggaran mereka untuk pengeluaran yang tidak perlu.

    Survei itu juga mengungkap, sepertiga generasi milenial dan lebih dari 60 persen konsumen Gen Z mengatakan bahwa mereka bergantung pada orang tua untuk setidaknya mendapatkan dukungan finansial.

    Secara keseluruhan, sebagian besar konsumen milenial dan Gen Z mengatakan bahwa mereka merasa bisa mengendalikan anggaran dan biaya-biaya yang tidak diperlukan.

    Ketergantungan pada orang tua paling banyak terjadi di antara mereka yang mengatakan bahwa mereka menghabiskan anggaran bulanannya karena pengeluaran yang berlebihan untuk hal-hal yang tidak penting.

    Sekitar 65 persen mengatakan hal tersebut adalah penyebab masalah finansial yang mereka hadapi.

    Baca: Dampak gaya hidup konsumtif

    Sementara konsumen muda menyalahkan pilihan mereka sendiri atas masalah finansial yang dihadapi, Baby Boomers dan Generasi X merasa himpitan finansial karena kenaikan harga barang kebutuhan pokok.

    Sekitar 40 persen dari kelompok milenial dan Gen Z yang mengatakan bahwa mereka terjepit secara finansial terutama menghubungkannya dengan “pengeluaran berlebihan untuk hal-hal yang tidak penting.”

    Hanya 17 persen generasi Baby Boomer dan Generasi X yang mengalami kesulitan finansial mengatakan hal yang sama.

    Pertanyaan besarnya adalah apakah pola-pola tersebut hanya mencerminkan kecenderungan generasi muda yang kurang aman secara finansial?

    Atau apakah ada perubahan budaya yang menunjukkan bahwa pengeluaran berlebihan saat ini, dengan harapan untuk menabung di kemudian hari, menjadi lebih umum?

    Baca: Gaya hidup minimalis bikin kita merdeka secara finansial

    Mayoritas generasi millenial dan Gen Z yang disurvei sepakat, akan lebih baik memperlakukan diri mereka sendiri sekarang, daripada menunggu masa depan “yang bisa berubah kapan saja.”

    Mayoritas Gen Z setuju bahwa mereka berhak mendapatkan pembelian yang lebih mahal “setelah bertahan dalam beberapa tahun terakhir.”

    Mereka mengatakan, “Semakin banyak meme seperti ‘terapi ritel’ atau ‘budaya suguhan kecil’ yang menyamakan kesehatan mental dengan belanja impulsif,” kata John Gerzema, CEO The Harris Poll.

    Hampir separuh (46 persen) yang mengatakan pembelanjaan mereka “di luar kendali” mengetahui bahwa mereka membelanjakan terlalu banyak karena “FOMO,” atau takut ketinggalan.

    Sisanya, 43 persen mengatakan mereka berusaha mengimbangi teman-teman yang lebih kaya.

    Baca: Hindari boros gegara iming-iming potongan harga

    Selain itu, penggunaan kartu kredit menjadi lebih umum. Ketika sebagian besar generasi Baby Boomer memasuki usia dewasa, kartu kredit baru mulai memasuki arus utama.

    Data dari biro kartu kredit TransUnion menunjukkan lebih dari 80 persen konsumen Gen Z memiliki setidaknya satu kartu kredit aktif pada tahun 2023.

    Sementara itu, 60 persen generasi milenial memiliki kartu kredit pada usia yang sama, menurut data satu dekade sebelumnya.