7cloud.asia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serius menggarap Project for Development Master Plan in East Kalimantan TriCity yang menghubungkan tiga kota di provinsi itu.
Proyek ini terkait pengembangan TriCity atau tiga kawasan yaitu Kota Samarinda, Balikpapan dan Nusantara yang akan diwujudkan sebagai kawasan dengan pembangunan yang mengusung Smart and Sustainable City (kota pintar dengan pembangunan berkelanjutan).
Kepala Bappeda Kaltim Yusliando mengatakan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Japan International Coorperation Agency (JICA) dan Bappenas RI terkait rencana pengembangan kawasan di tiga kota yang masuk dalam proyek TriCity tersebut.
“Kami melakukan diskusi membahas aspek konektivitas, aksesbilitas, pengembangan dan pengelolaan smart city, yang selaras dengan dokumen perencanaan rancangan awal RPJPD, RPJMD dan RTRW,” kata Yusliando dilansir Antaranews.com.
Baca: Mayoritas hunian di IKN adalah hunian vertikal
Yusliando menyambut baik apa yang ditawarkan JICA karena data yang disampaikan disertai analisa yang akurat dan dapat memberikan dukungan untuk Tri-City Samarinda-Balikpapan-Nusantara.
Yusliando menambahkan, dalam konteks pengembangan Tri-City yang berkelanjutan di Kalimantan Timur, penting untuk memahami keistimewaan masing-masing kota yang terlibat.
Keistimewaan Kota Samarinda, Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara akan menjadi perhatian dalam pengembangan konsep ini.
Pertama, Samarinda, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, memiliki potensi sebagai pusat pemerintahan dan pusat ekonomi regional.
Keistimewaan kota Samarinda ini terletak pada kekayaan sumber daya alamnya, terutama batu bara, yang telah menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.
Baca: Perwujudan smart city di IKN
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah dampak lingkungan dari eksploitasi sumber daya alam ini, yang membuat pembangunan berkelanjutan menjadi prioritas yang mendesak.
Dengan langkah-langkah seperti pengembangan infrastruktur hijau dan promosi penggunaan energi terbarukan, Samarinda dapat mengubah dirinya menjadi pusat pertumbuhan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Selanjutnya Balikpapan, dikenal sebagai kota minyak dan gas terbesar di Indonesia, memiliki keunggulan dalam sektor energi.
Namun, seperti Samarinda, Balikpapan juga dihadapkan pada tantangan lingkungan yang serius akibat eksploitasi sumber daya alam.
Oleh karena itu, penting untuk merancang strategi pembangunan yang mengintegrasikan inovasi teknologi dan praktik ramah lingkungan.
Baca: Mengapa IKN dipilih di Kalimantan Timur
Dalam hal ini, termasuk pengembangan smart city, untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Ketiga, Ibu Kota Nusantara, yang merupakan kota baru yang sedang dikembangkan sebagai ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur, memiliki potensi besar untuk menjadi contoh utama pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan internasional.
Dengan membangun kota dari awal, pemerintah dapat menerapkan prinsip-prinsip desain dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Termasuk dalam hal ini, penggunaan teknologi canggih untuk memastikan efisiensi sumber daya dan pengelolaan lingkungan yang baik.
Dalam keseluruhan proyek pengembangan Tri-City, integrasi aspek smart city dan pembangunan berkelanjutan adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang seimbang dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Baca: Makna Pohon Hayati yang menjadi logo IKN
“Dengan kerjasama teknis dengan JICA dan fokus pada transisi ke sektor ekonomi hijau, diharapkan bahwa proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam transformasi positif bagi wilayah tersebut serta menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain, ” sambungnya
Sebagai informasi, Japan International Cooperation Agency (JICA) merupakan lembaga bantuan luar negeri dari pemerintah Jepang, fokus pada pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara mitra.
JICA telah menjalin berbagai kerjasama dengan Indonesia, memberikan dukungan dalam bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan juga pengembangan ekonomi.
Selain itu, pengembangan TriCity juga menitikberatkan pada transformasi energi menuju bahan bakar terbarukan. Transformasi ke energi terbarukan sebesar 70% yang diantisipasi akan berjalan sebelum tahun 2045.
Kerjasama ini menandai langkah besar dalam mendukung visi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Baca: Konsep kota hutan di IKN, tak menjamin ramah lingkungan
Bappeda Provinsi Kaltim dan JICA bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan TriCity yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Melalui dukungan infrastruktur dan teknologi diharapkan dapat mewujudkan transformasi yang positif di Kalimantan Timur dan menyongsong masa depan yang lebih baik untuk Indonesia.
Sumber: Antaranews.com
