Tag: tsunami aceh

  • Mengenang Tsunami Aceh Desember 2004: Petinggi Demokrat Ziarahi Makam Korban

    Mengenang Tsunami Aceh Desember 2004: Petinggi Demokrat Ziarahi Makam Korban

    7cloud.asia – Mantan Presiden yang juga ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melakukan ziarah ke korban bencana gempa dan tsunami Aceh 2004 di kuburan massal Siron Kabupaten Aceh Besar.

    “Tempat ini dulu saya bersama almarhumah istri tercinta dan Menteri Agama (almarhum) melihat jenazah para syuhada (korban tsunami Aceh),” kata SBY di kuburan massal Siron di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin.

    Dalam ziarah menjelang peringatan 19 tahun tsunami Aceh ini, SBY didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen Demokrat, Ketua dan kader Demokrat Aceh, serta para ulama.

    Setelah tsunami Aceh, kata SBY, dirinya bersama almarhumah ibu Ani sering mengunjungi Aceh, karena musibah tsunami merupakan sejarah yang tidak mungkin dilupakan.

    Baca: Mengenal Memorial Park Aceh

    Tsunami, lanjut dia, mengingatkan semua bahwa tanah Aceh pernah mengalami tragedi besar.

    Oleh karena itu, diharapkan kepada para pemimpin bangsa memberikan yang terbaik untuk Aceh agar ke depannya semakin adil dan sejahtera.

    Ia menceritakan, saat tsunami melanda pantai barat Aceh, ia sedang berada di Papua.

    Baca: Budayawan Putu Wijaya raih Satupena Award

    Setelah mendengar musibah ini, malam harinya langsung melaksanakan sidang kabinet terbatas di Jayapura.

    Kemudian, hari berikutnya, ia langsung meninggalkan Jayapura, namun untuk menuju ke Aceh, pesawat yang ditumpangi kala itu harus mengisi bahan bakar ke Ambon.

    “Karena itu saya langsung meminta pak Jusuf Kalla saat itu, tolong berangkat duluan ke Banda Aceh, dan saya ke Lhokseumawe hari kedua. Hari ketiga saya sampai di Banda Aceh,” ujarnya.

    Baca: Perjalanan panjang karier Christine Hakim

     

    Ia mengatakan setelah tsunami itu, akhirnya perdamaian datang untuk Aceh, hingga semuanya bersama-sama membangun kehidupan di Aceh.

    Perjalanan setelah tragedi tsunami dan perdamaian Aceh, hari ini yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan masalah yang ada dengan baik.

    “Ini kewajiban, baik pemerintah Aceh maupun pusat untuk bersama-sama ke depan memajukan tanah Aceh,” katanya.

    Baca: Budi Pekerti, film panjang Wregas Bhanuteja

    Tetapi, di luar itu semua, SBY mengajak semuanya untuk kembali mengenang tsunami Aceh yang sudah 19 tahun ini.

    Ia kemudian mengajak semua yang hadir untuk berdoa bersama dan meminta pertolongan Allah SWT.

    “Mudah-mudahan kita disadarkan sambil memohon pertolongan Allah SWT untuk melakukan segala sesuatu yang mesti dilakukan di tanah Tuhan ini,” katanya.

    Sumber: Antaranewscom

  • Empat Cara Ini Perlu Dilakukan Dalam Menanggulangi dan Mitigasi Tsunami

    Empat Cara Ini Perlu Dilakukan Dalam Menanggulangi dan Mitigasi Tsunami

    7cloud.asia – Indonesia kerap disebut sebagai ring of fire karena kondisi geologis dikelilingi oleh gunung berapi dan posisinya diapit tiga lempeng bumi Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, serta Lempeng Pasifik.

    Kondisi seperti ini menuntut masyarakat untuk selalu hidup berdampingan dengan potensi bencana alam gempa bumi dan juga tsunami.

    Bencana alam dan tsunami dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.karena itu perlu edukasi terkait penanggulangan dan mitigasi bencana untuk mengurangi risiko bencana alam.

    Baca: Mengenang tsunami Aceh

    Melansir Antaranews, ada empat cara untuk penanggulangan dan mitigasi tsunami, yaitu:

    1. Sistem peringatan dini tsunami

    Indonesia saat memiliki teknologi-teknologi deteksi bencana Tsunami, yaitu :

    • Indonesia Tsunami Early Warning System (INATEWS) 4.0 untuk mendukung keselamatan dari ancaman gempa bumi dan tsunami.
    • Info BMKG 4.0 yang memberikan layanan informasi cuaca dan iklim secara lebih presisi dan akurat.
    • Digital Enhanced Cordless Telecommunications (DECT) Handset yaitu perangkat yang dikhususkan untuk membantu petugas dalam memantau lokasi-lokasi bencana yang lebih berbahaya, seperti tanah longsor atau lokasi letusan gunung.
    • Teknologi Call Center dapat secara otomatis membuat laporan statistik mengenai jenis-jenis panggilan darurat yang pernah masuk dari petugas lapangan, sehingga proses analisa keadaan dapat segera dilakukan tanpa hambatan teknis apapun.
    • Multi Parameter Radar (MPR) bisa memberi peringatan dini bila terjadi bencana dan bisa dipindahkan sesuai kebutuhan serta membantu dalam perekaman data cuaca.
    • INA TRITON Buoy untuk memantau perubahan unsur cuaca di atas dan bawah laut.

    2. Edukasi dan kesadaran masyarakat

    Tak bisa dipungkiri, pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda dan tindakan yang harus diambil saat terjadi tsunami masih rendah.

    Baca: Kenang gempa Palu, masyarakat hijaukan Teluk Palu

    Karena itu, program edukasi di sekolah, kampanye kesadaran masyarakat terhadap tsunami, dan latihan evakuasi berkala dapat membantu masyarakat memahami risiko tsunami dan cara bertindak dengan siaga.

    Dengan demikian, ketika terjadi tsunami masyarakat dapat menyelamatkan nyawa dengan memastikan bahwa orang tahu ke mana harus pergi dan apa yang harus dilakukan ketika ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

    3. Rencana evakuasi dan infrastruktur pendukung

    Rencana evakuasi yang jelas dan infrastruktur pendukung yang memadai sangat penting dalam mitigasi tsunami.

    Baca: Ini saran BRIN untuk petakan tsunami yang dipicu gempa

    Pemerintah dan otoritas setempat harus memastikan bahwa ada jalur evakuasi yang jelas dan dapat diakses, serta tempat evakuasi yang aman dan cukup untuk menampung warga yang terdampak.

    Adapun hal-hal yang harus dilakukan setelah terjadi tsunami adalah:

    • Perhatikan cedera yang dialami diri sendiri dan coba untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum membantu orang lain yang terluka atau terjebak dalam reruntuhan.
    • Jangan kembali ke rumah jika belum dinyatakan aman.
    • Selalu perhatikan kekuatan bangunan atau rumah sebelum masuk untuk menghindari runtuhan bangunan.
    • Hindari puing-puing yang terbawa arus karena dimungkinkan terdapat benda yang bisa berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan.

    4. Monitoring dan penelitian

    Selain melakukan hal-hal diatas, peneliti perlu melakukan monitoring dan penelitian berkelanjutan tentang tsunami dan fenomena terkait.

    Baca: BMKG ajak pihak swasta untuk mitigasi bencana

    Hal ini  sangat penting dilakukan untuk memahami dan mengurangi risiko tsunami.

    Para peneliti harus terus mempelajari pola gempa bumi, perubahan permukaan laut, dan fenomena alam lainnya yang dapat memicu tsunami.

    Hasil penelitian dan data tersebut nantinya digunakan untuk meningkatkan sistem peringatan dini, merancang bangunan yang lebih aman, dan mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif.