Tag: Tunas Bangsa

  • Tak Hanya Membaca, Homeschool Tunas Bangsa Juga Ajak Siswanya Membuat Buku

    Tak Hanya Membaca, Homeschool Tunas Bangsa Juga Ajak Siswanya Membuat Buku

    7cloud.asia – Tulisan ini merupakan lanjutan dari mengenalkan kebiasaan membaca yang sudah tayang sebelumnya. Dalam bagian ini kita akan membahas tahap lanjut dari membangun kebiasaan membaca yang diterapkan di homescholl Tunas Bangsa.

    Pengenalan aktivitas membaca pada anak usia dini yang dilakukan homeschool Tunas Bangsa berlanjut dengan rutinitas wajib saat usia siswa semakin bertambah.

    Karena sudah terbiasa membaca buku dari kecil, saat anak-anak bertambah usia, mereka tidak akan menemui banyak kesulitan dalam memahami isi buku bacaan yang lebih rumit. 

    Bagusnya, dengan kebiasaan yang ditanamkan sejak dini maka tidak ada paksaan untuk membaca buku. Karena membaca seolah sudah merupakan kebutuhan wajib untuk kegiatan belajarnya secara aktif mandiri.

    Baca: Cara homeschool Tunas Bangsa membangun kebiasaan membaca sejak dini

    Salah satu program di Homeschool Tunas Bangsa untuk membangun literasi yang lebih baik, adalah tahapan atau level yang lebih tinggi setelah baca buku, adalah anak didik diajak untuk membuat buku. Topik buku yang dibuat diambil dari mata pelajaran alam / sosial dengan materi pilihan anak sendiri dari program yang sudah disediakan oleh sekolah.

    Program buku siswa merupakan program yang mengharuskan siswa sekolah Homeschool Tunas Bangsa untuk membuat buku dari hasil pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang diajarkan di kelas.

    Tahapan pembuatan buku dimulai dengan menentukan pilihan tema belajar pada setiap mata pelajaran  utama yaitu PPKN, Alam dan Sosial.

    Dari tema yang dipilih itu, siswa melakukan eksplorasi melalui browsing internet, lalu semua bahan materi belajar dirangkum secara lengkap, mulai ditulis tangan dan diberi gambar pada kertas hvs berwarna, lalu mengetiknya, hingga membuat bahan presentasi yang dilengkapi gambar dan cover.

    Baca: Penjelasan mengapa tes Calistung dihapus dari seleksi masuk SD

    Dalam membuat buku, untuk kelas TK s.d 3 SD, – 3 sd, format presentasinya dibuatkan oleh guru. Untuk kelas 4 – 5 SD mulai membuat sendiri dengan banyak panduan dari para guru.

    Sedangkan untuk kelas 6 sampai kelas 12, siswa didik didorong lebih aktif mandiri menjalani setiap tahapannya hingga akhir, sedangkan guru hanya mengawasi.

    Siswa yang berhasil melakukan presentasi terbaik di setiap tingkatannya akan mendapatkan  kesempatan menampilkan buku hasil belajarnya pada acara Production sekolah. Buku-buku siswa ini selain menjadi penilaian rapor dan syarat kenaikan kelas, juga bisa menjadi referensi bahan belajar bagi angkatan berikutnya.

    Tentu saja, karya buku siswa yang ditampilkan di acara Production School juga akan menjadi kebanggaan bagi siswa bersangkutan.

    Baca: Pandemi Covid sebabkan loss learning secara massal

    Menurut Kepala Sekolah Homeschool Tunas Bangsa Melati Pertiwi, mempertahankan budaya membaca buku, wajib dilakukan setiap hari.

    “Tidak harus banyak-banyak, tidak harus lama-lama, bisa dimulai dari 15 menit sehari, kemudian bertambah lagi waktunya atau beberapa halaman sehari. Rutinitas harian itu jangan terlalu keras diterapkan pada diri sendiri, jangan terlalu ekstrim, mulai pelan-pelan, yang penting tidak ditinggal, apalagi tidak dikerjakan,” tegasnya.

    Rutinitas membaca yang diterapkan sekolah Homeschool Tunas Bangsa merupakan
    bagian dari kurikulum yang sudah diterapkan selama bertahun-tahun dari sejak pendiriannya
    pada tahun 2000.

    Kurikulum aktif mandiri versi HSTB juga lahir di tahun tersebut, oleh karena beberapa isu pendidikan yang dilihat oleh Pendiri Sekolah, Irwan Hasanuddin yaitu:
    1. Isi kelas 50 orang yang terjadi di sekolah umum (di mana pendekatan pembelajarannya diserupakan semua padahal setiap anak unik).
    2. Banyak anak usia dini yang tidak memiliki etika dalam berbahasa.
    3. Anak yang tidak pandai di bidang pengetahuan umum, dianggap bodoh dengadihukum strap atau coret pipi dengan kapur.
    4. Keunggulan anak di bidang lain, tidak mendapat apresiasi karena tidak umum dalam Kompetensi standar kurikulum saat itu.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini lewat surat-suratnya

    Kini, kurikulum yang sudah diterapkan selama 20 tahun  di sekolah homeschool Tunas bangsa, ternyata sejalan dengan kurikulum yang ditetapkan Kementerian Pendidikan,
    Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu kurikulum Merdeka.

    Dari metode belajar yang diterapkan HSTB, menjadi contoh bahwa dengan menjadikan rutinitas membaca sebagai kegiatan wajib di sekolah dan di rumah, maka anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa akan terbiasa dengan membaca.

    Pada akhirnya mereka mampu membuat dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat di masa depan.

    Berbagai manfaat membaca seperti yang sudah dituliskan di bagian awal artikel ini, akan dapat dirasakan siswa didik dalam kehidupan saat mereka dewasa nanti.

  • Cara Mudah Mengenalkan Kebiasaan Membaca pada Anak Sejak Dini

    Cara Mudah Mengenalkan Kebiasaan Membaca pada Anak Sejak Dini

    7cloud.asia – Semua pasti setuju dengan pepatah ‘Membaca adalah Jendela Dunia’ yang bermakna bahwa membaca akan memperluas ilmu dan pengetahuan tentang apapun yang ada di dunia.

    Kemajuan teknologi dan informasi berbasis digital saat ini, memungkinkan seseorang untuk mengetahui banyak hal tanpa harus membeli atau membaca buku, majalah, koran, dll.

    Fasilitas pun juga makin memadai, karena hampir semua orang sudah menjadikan handphone atau smartphone serta komputer sebagai kebutuhan pokok sehingga mereka bisa membaca di mana saja dan kapan saja. 

    Baca: Penjelasan mengapa tes Calistung dihaus dari seleksi masuk SD

    Dirangkum dari beberapa sumber, membaca merupakan aktivitas manusia yang
    sangat penting karena manfaatnya antara lain :

    (1) Memperkaya kosakata,

    (2) Menstimulasi otak,

    (3) Mengurangi stress,

    (4) Memecahkan permasalahan,

    (5) Mendorong tujuan hidup seseorang.

    Baca: Dampak negatif gaya hidup konsumtif bagi lingkungan

    Kelima manfaat membaca tersebut tentu saja erat kaitannya dengan semua bidang kehidupan manusia, mulai dari cara untuk memenuhi kebutuhan dasar, bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga menjalankan beribadah.

    Kegiatan membaca juga sangat berkaitan dengan kemampuan menulis seseorang. Tanpa bisa membaca, maka anak tidak akan bisa menulis. Begitu pula sebaliknya.

    Pada usia dini, anak-anak sudah dikenalkan pada bentuk huruf dari A sampai Z serta bagaimana cara membaca huruf-huruf yang sudah membentuk kata dan kalimat. Lalu pada jenjang selanjutnya, anak akan diajarkan untuk memahami bacaan di buku pelajaran.

    Untuk mengetahui pemahaman anak terhadap bacaan, anak harus mengerjakan tugas atau evaluasi. Hasilnya bisa menjadi tolok ukur apakah anak tersebut sudah mampu menyerap dan memahami setiap materi pelajaran di sekolah. Tahapan ini terus dilakukan hingga jenjang pendidikan tinggi.

    Baca: Thrifting lagi ngetrend di kalangan anak muda, ini penjelasannya

    Mengenalkan aktivitas membaca dapat dilakukan di usia dini, yaitu antara 3 sampai 6 tahun. Sekolah Homeschool Tunas Bangsa yang sudah mengenalkan aktivitas membaca sejak usia pra TK atau PAUD.

    Sekolah yang menerapkan cara belajar aktif mandiri ini bahkan menjadikan membaca sebagai rutinitas wajib para siswanya mulai dari TK hingga SMA.

    Dengan dukungan fasilitas perpustakaan yang menyediakan buku bacaan lengkap, siswa menjadi terbiasa dengan rutinitas membaca.

    Baca: Ciri produk ramah lingkungan

    Cara memperkenalkan aktivitas membaca di usia pra TK dilakukan Sekolah Homeschool Tunas Bangsa antara lain dengan :

    (1). Membacakan dongeng sebelum tidur siang yang dilakukan guru terhadap siswa di kelas pra TK sampai kelas 3 SD. Tidur siang masuk dalam jadwal harian sekolah, dengan durasi 1
    jam (pukul 11.30 – 12.30). Tujuannya adalah agar anak tidak hanya berpikir untuk bermain saja.

    (2). Mengajak anak-anak bergabung dengan kakak-kakak kelasnya yang sedang membaca buku di perpustakaan.

    (3). Mengajarkan story telling kepada siswa TK hingga SD yang akan dipentaskan dalam program Production di akhir semester.

    Program Production merupakan program yang memberikan kesempatan pada siswa untuk menampilkan bakat dan kemampuannya termasuk kemampuannya membaca di atas panggung. Kegiatan ini disaksikan oleh seluruh guru dan wali murid.

    Bagaimana membangun kebiasaan membaca ini diuji dan dirawat, ikuti tulisan edisi lanjutannya