Tag: unesco

  • Ijen Geopark Jadi Anggota UNESCO Global Geopark, Ini Implikasinya

    “Alhamdulillah setelah melewati berbagai proses dan sidang, akhirnya Ijen Geopark resmi menjadi anggota UGG. Hal ini berdasarkan surat resmi serta rilis yang diunggah dalam website UNESCO” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/5/2023).
     
    Baca: Langgar aturan puluhan pendaki masuk daftar hitam pendakian Gunung Gede Pangrango
    Geopark Ijen menjadi bagian dari 195 situs UNESCO Global Geopark yang tersebar di 48 negara, bersama dengan 18 situs geologi lainnya di dunia yang baru ditetapkan pada 2023 ini.
     
    Di antaranya adalah Caçapava (Brazil), Lavreotiki (Yunani), Aras (Iran), Hakusan Tedorigawa (Jepang) dan sejumlah situs dunia lainnya.

    “Semoga dengan ditetapkannya Ijen sebagai UNESCO Global Geopark ini semakin menambah kunjungan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi sehingga akan berdampak pada kesejahteraan dan penguatan kebudayaan masyarakat Banyuwangi,” ujar Ipuk.

    Ijen Geopark memiliki sejumlah situs yang tersebar di dua wilayah, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

     
    Baca: 9 Tips asyiik wisata ramah lingkungan
     
    Karakteristik utama yang diunggulkan dari situs Geopark Ijen adalah keelokan kawasan Gunung Ijen yang mengedepankan tiga komponen pariwisata, yaitu geologi, biologi dan budaya.

    Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Banyuwangi Abdillah Baraas mengatakan pada tahap penilaian lalu Ijen Geopark berhasil mendapatkan nilai tinggi dengan skor 872.

    “Meski demikian kami tetap harus bekerja keras melakukan pembenahan di berbagai aspek agar status UNESCO Global Geopark tetap bisa kami pertahankan pada masa revalidasi pada tahun 2026. Tentu dengan kolaborasi bersama pihak-pihak terkait,” ujarnya.

    Upaya untuk mengembangkan dan mempertahankan Ijen UNESCO Global Geopark, menurut Abdillah, harus dilakukan secara multipihak. Tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus ada peran dari berbagai pihak.

     
    Baca: Kenali batik lebih dekat di 5 museum ini

    Khusus di Banyuwangi, katanya, program-program yang telah berjalan akan tetap dilanjutkan, seperti kegiatan edukasi di sekolah-sekolah, pemberdayaan masyarakat, pelatihan geowisata, geo-produk, hingga aspek konservasi.

    “Ke depan, ada beberapa hal yang akan kami tingkatkan, di antaranya transportasi publik menuju destinasi wisata dan situs geopark bagi para wisatawan. Juga, pengembangan jaringan,” ujarnya.

    Selain Ijen Geopark, ada tiga tempat lain yang berasal dari Indonesia yang mendapatkan UGG, yakni Geopark Maros (Pangkep), Merangin (Jambi) dan Raja Ampat (Papua).

    “Penyerahan sertifikat UGG dari UNESCO akan dilakukan pada September mendatang di Maroko,” kata Abdillah.

  • UNESCO Akui Sumbu Filosofi Yogyakarta Jadi Warisan Dunia

    UNESCO Akui Sumbu Filosofi Yogyakarta Jadi Warisan Dunia

    7cloud.asia – Badan PBB Untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai warisan dunia.

    Keputusan menjadikan sumbu filosofi Yogyakarta sebagai warisan dunia disampaikan dalam sidang Komite Warisan Dunia UNESCO di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (18/9/2023).

    Sidang penetapan sumbu filosofi Yogyakarta sebagai warisan dunia itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Yogyakarta KGPAA Sri Paduka Paku Alam ke-10.

    “Selamat kepada Indonesia karena Sumbu Filosofi Yogyakarta menjadi Warisan Budaya Dunia,” ujar Ketua Komite Warisan Dunia UNESCO Abdulelah Al-Tokhais dalam pernyataan resmi yang diterima pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta hari Selasa (19/9).

    Baca Juga: Ganjar Pranowo di Mata Alam Ganjar Putra Tunggalnya

    Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono ke-10 mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak.

    Penghargaan ini juga merupakan penghormatan pada mahakarya Sri Sultan Hamengku Buwono ke-1 sebagai penggagas Poros Filosofi.

    “Kami berharap penetapan ini dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama akan nilai-nilai universal yang diperlukan untuk menciptakan dunia baru yang lebih baik di masa depan,” ujarnya kepada wartawan di Yogyakarta.

    Baca Juga: Kiat Slow Living: Secuil Waktu yang Berharga di Perjalanan Berangkat dan Pulang Kerja

    Sementara kepada VOA, Permaisuri Kasultanan Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan kabar ini memang sudah ditunggu-tunggu.

    “Memang kita sudah menunggu penilaian cukup lama, di antaranya penertiban Malioboro, yang dilakukan untuk mewujudkan (Yogyakarta) sebagai warisan kota budaya dunia; setelah sebelumnya jadi Kota Batik Dunia,” ujarnya lewat pesan teks.

    Kawasan sumbu filosofi yang disebut UNESCO itu merujuk pada garis imajiner yang menghubungkan Panggung Krapyak dan Tugu Yogyakarta, yang juga mencakup Malioboro dan Keraton Yogyakarta.

    Baca Juga: Masih Banyak yang Belum Tahu Jalan Malioboro Termasuk Kawasan Tanpa Rokok

    Ini merupakan konsep tata ruang yang dibuat raja pertama Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I, pada abad ke 18, yang berdasarkan konsepsi Jawa.

    Tiga titik yang ada – yaitu Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta dan Tugu Yogyakarta (atau disebut juga Tugu Golong Gilig) – jika ditarik suatu garis lurus maka akan membentuk sumbu imajiner yang dikenal sebagai Sumbu Filosofi Yogyakarta.

    Sumber: VOA Indonesia

  • UNESCO Beri Kartu Kuning pada Pengelola Geopark Kaldera Toba

    UNESCO Beri Kartu Kuning pada Pengelola Geopark Kaldera Toba

    7cloud.asia – Badan pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO memberi kartu kuning kepada Indonesia terkait status Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geoprak.

    Peringatan dari UNESCO kepada pengelola geopark ini diberikan  setelah tim penilai yang beranggotakan dua orang berkunjung ke Kaldera Toba pada 31 Agustus-4 September 2023.

    Peringatan itu dikeluarkan karena pemerintah Indonesia dinilai kurang aksi untuk terus mempromosikan Kaldera Toba. Kartu kuning UNESCO ini membatasi pembaruan setiap empat tahun untuk status Kaldera Toba sebagai UNESCO Geopark.

    Jika tidak ada perbaikan, status Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geoprak akan dicabut. Masa berlaku status Kaldera Toba sebagai UNESCO Geopark hingga Juli 2024.

    Kaldera Toba di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara terpilih sebagai UNESCO Global Geopark dalam sidang Dewan Eksekutif UNESCO di Ibu Kota Paris, Prancis, 7 Juli 2020.

    Baca: Daftar geopark yang ada di Indonesia

    Salah satu pertimbangan UNESCO untuk memilih Kaldera Toba adalah karena memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat setempat, khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati.

    UNESCO Global Geopark adalah sebuah wilayah geografis di mana situs dan lanskap yang menjadi aset geologi internasional dikelola dengan konsep konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu.

    Dengan konsep ini, sebuah taman Bumi yang mendapat pengakuan UNESSCO akan dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal.

    Dilansir VOA Indonesia, Kepala Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Geopark Zumri Sulthony mengatakan ada tujuh rekomendasi yang diberikan UNESCO untuk lembaganya, antara lain terkait geological heritage atau warisan geologi.

    Kajian tim UNESCO mendapati pemetaan warisan geologi di kawasan Toba masih kurang. Sebenarnya, tambah Zumri, pihaknya telah memiliki peta tentang biological and culture.

    Baca: Kawah Ijen masuk dalam UNUESCO Global Geopark

    Namun, menurut UNESCO belum sesuai seperti yang mereka inginkan.

    “Kemarin (pada 5 September 2023) di Maroko ada sidang umum Dewan Eksekutif UNESCO untuk menyatakan pada akhirnya kita (Kaldera Toba) dimasukkan kategori kartu kuning,” kata Zumri.

    Selain itu tim UNESCO juga menilai pihak manajemen – dalam hal ini Badan Pengelola – kurang representatif sehingga perlu dilakukan perubahan manajemen.

    Visibilitas kawasan itu dengan pengadaan gerbang, monumen dan panel interpretasi dinilai kurang dan harus diperbaiki sehingga memudahkan pengunjung menjelajahi kawasan tersebut.

    Kaldera Toba diminta menggunakan logo-logo geopark di seluruh bagian dalam yang ada, misalnya di brosur, buku maupun peta; dan memperkuat kegiatan kemitraan secara lokal, nasional maupun internasional.

    Penguatan komunitas terhadap jaringan ataupun perwakilan UNESCO yang ada di Indonesia maupun di Paris dinilai harus semakin digiatkan.

    Baca: Kiat asyik wisata ramah lingkungan

    Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Geopark memiliki strategi agar status Kaldera Toba sebagai UNESCO Geopark dapat diperpanjang sampai 2026.

    Langkah yang dilakukan yakni dengan memperkuat kembali data geologi sesuai empat kali letusan dan menyusun kembali peta geologi Kaldera Toba di 16 situs di kawasan Danau Toba.

    Badan Pengelola Kaldera Toba juga akan membuat panel-panel informasi di 16 situs, melalui cerita geologi menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan memakai tiga bahasa, yaitu bahasa lokal, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

    Strategi selanjutnya adalah melakukan konservasi situs-situs geologi dan menata menjadi tujuan wisata berbasis geopark.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan kartu kuning yang diberikan UNESCO merupakan sebuah pelajaran sekaligus peringatan bagi pemerintah.

    Untuk itu Kemenparekraf bersiap untuk meningkatkan sinergitas di antara para pemangku kepentingan.

    Baca: Daftar Kebun Raya yang ada di Indonesia

    Namun demikian anggota Komisi X, Muhammad Nur Purnamasidi, menilai pemberian kartu kuning oleh UNESCO merupakan hal yang tidak masuk akal.

    Dia menduga para pengelola Kaldera Toba kurang komunikasi dan koordinasi dengan UNESCO sehingga badan dunia itu justru mendapat informasi dari mitra badan pengelola, seperti organisasi non-pemerintah.

    Dia menduga, sumber informasi yang masuk ke UNESCO berasal dari kemitraan, dari LSM.

    “Mereka kurang dilibatkan bagaimana mengembangkan Geopark Danau Toba ini. Kalau sumber resmi setiap tahun memberikan laporan dan itu bagus sekali, tapi pasti ada sumber lain,” kata Nur.

     

    Danau Toba dan Kaldera toba menjadi salah satu destinasi populer di Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Asia Tenggara dengan luas sekitar 1130 kilometer persegi dengan kedalaman 505 meter.

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • Bahasa Indonesia Ditetapkan Sebagai Bahasa Resmi di UNESCO, Ini Dia Keuntungannya

    Bahasa Indonesia Ditetapkan Sebagai Bahasa Resmi di UNESCO, Ini Dia Keuntungannya

    7cloud.asia – Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi atau official language Konferensi Umum (General Conference) Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO.

    Keputusan ini ditandai dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO, Senin (20/11/2023) di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis.

    Penetapan ini berarti bahasa Indonesia dapat dipakai sebagai bahasa sidang dan dokumen-dokumen konferensi umum dapat diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

    baca:unesco beri kartu kuning pada pengelola geopark kaldera toba

    Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-10 yang diakui sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO, bersama enam bahasa resmi PBB (Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, dan Rusia), serta Bahasa Hindi, Italia, dan Portugis.

    Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk Republik Prancis, Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako dan Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar mengatakan bahasa Indonesia telah menjadi kekuatan penyatu bangsa Indonesia sejak masa prakemerdekaan.

    “Dengan perannya sebagai penghubung antaretnis yang beragam di Indonesia, bahasa Indonesia, dengan lebih dari 275 juta penutur, juga telah melanglang dunia, dengan masuknya kurikulum bahasa Indonesia di 52 negara di dunia dengan setidaknya 150 ribu,” jelas Oemar.

    Oemar menekankan, meningkatkan kesadaran terhadap bahasa Indonesia merupakan bagian dari upaya global Indonesia untuk mengembangkan konektivitas antarbangsa.

    baca: ijen geopark jadi anggota unesco global geopark ini implikasinya

    Selain itu, memperkuat kerja sama dengan UNESCO, serta bagian dari komitmen Indonesia terhadap pengembangan budaya di tingkat internasional.

    “Pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO akan berdampak positif terhadap perdamaian, keharmonisan, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tidak hanya di tingkat nasional, namun juga di seluruh dunia,” jelasnya.

    Pengusulan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO bermula dari diskusi antara Dubes RI untuk Prancis dan Wakil Delegasi Tetap (Wadetap) RI untuk UNESCO pada bulan Januari 2023.

    Diskusi tersebut merekognisi potensi bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO.

    Potensi ini kemudian disampaikan kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

    Selanjutnya, pada 7 Februari 2023, diadakan pertemuan antara Wadetap untuk UNESCO, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan Kemendikbudristek.

    baca: unesco akui sumbu filosofi yogyakarta jadi warisan dunia

    Pertemuan tersebut untuk membicarakan peluang dan strategi pengusulan bahasa resmi Sidang Umum UNESCO, yang dilanjutkan dengan penyusunan naskah ajuan kepada UNESCO.

    Kemudian, pada Maret 2023, Perwakilan RI di Paris menyampaikan proposal nominasi bahasa Indonesia kepada Sekretariat UNESCO untuk dapat masuk dalam agenda sidang Dewan Eksekutif UNESCO pada 10-24 Mei 2023.

    Dewan Eksekutif UNESCO pun menyetujui proposal pemerintah Indonesia untuk masuk sebagai agenda Sidang Umum ke-42 UNESCO pada tanggal 7—22 November 2023.

    Berlanjut ke Sidang Umum UNESCO, delegasi Indonesia yang terdiri atas Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Wadetap untuk UNESCO, dan Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa mempresentasikan proposalnya di hadapan Legal Committee pada 8 November 2023 di Kantor Pusat UNESCO di Paris.

    Tanpa adanya keberatan dari anggota komisi, Legal Committee pun menyetujui pengajuan pemerintah Indonesia tersebut.

    Usulan ini juga merupakan upaya de jure agar bahasa Indonesia  dapat mendapat status bahasa resmi pada sebuah lembaga internasional, setelah secara de facto pemerintah Indonesia membangun kantong-kantong penutur asing bahasa Indonesia di 52 negara.

    Sumber: setkab

  • UNESCO Akui Jamu Jadi Warisan Budaya Dunia

    UNESCO Akui Jamu Jadi Warisan Budaya Dunia

    7cloud.asia – Kabar gembira untuk pencinta budaya Nusantara. Minuman tradisional ala Indonesia yakni Jamu, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.

    Budaya Sehat Jamu (Jamu Wellness Culture), kini masuk daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity (ICH) UNESCO.

    Penetapan jamu menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO itu dilakukan dalam forum UNESCO, pada Rabu (6/12/2023).

    Budaya Sehat Jamu resmi ini menjadi Warisan Budaya Takbenda asal Indonesia ke-13 yang diinskripsi ke daftar Warisan Budaya UNESCO. 

    Baca: Perjuangan agar jamu mendapat pengakuan dari UNESCO

    Atas hal ini, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyampaikan ucapan terima kasih dalam forum sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO di Kasane, Republik Botswana.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada UNESCO yang telah menetapkan jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda,”  kata Nadiem dalam keterangan resminya.

    Penetapan ini,lanjut Nadiem, akan memperkuat upaya Indonesia untuk melindungi dan mengembangkan jamu sebagai warisan budaya, serta berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan global,

    Pengajuan jamu ke UNESCO telah dilakukan sesuai dengan standar dan kaidah yang telah ditetapkan.

    Baca: Menghidupkan relief Candi Borobudur

    Proses riset juga dilakukan oleh Tim Riset Jamupedia, sebuah lembaga riset dan pengarsipan Budaya Sehat Jamu, sejak Juni 2021.

    Sebelumnya, Dirjen  Kebudayaan  Kemendikbudristek Hilmar Farid menyebut, yang dianggap sebagai Warisan Budaya Tak Benda bukan jamu dari suatu daerah tertentu,

    Pengakuan UNESCO diberikan pada jamu secara keseluruhan, terutama tentang kemampuan masyarakat untuk menciptakan jamu itu sendiri.

    Seperti halnya budaya Indonesia yang lain, Hilmar mengatakan jamu adalah warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya.

    Jamu terbukti secara historis sebagai pengetahuan asli bangsa Indonesia yang telah digunakan selama ribuan tahun dari generasi ke generasi.

    Baca: UNESCO akui sumbu filosofi jadi warisan budaya takbenda

    Budaya Sehat jamu adalah suatu praktik menjaga kesehatan yang bersifat preventif sekaligus promotif.

    Jamu adalah buah perjalanan sejarah peradaban masyarakat yang tidak dapat dilepaskan dari tali-temali kebudayaan Nusantara.

    Yang ditetapkan sebagai warisan itu adalah kemampuan masyarakat untuk menciptakan itu.

    “Jadi bukan produknya atau bendanya, tapi keahlian orang meracik, meramu, dan itu tentu ada berbagai teknik yang digunakan. Itu yang didaftarkan, pengetahuannya yang didaftarkan bukan produknya,” Hilmar menjelaskan.

     
  • Tinggal Selangkah Lagi UNESCO Tetapkan Reog Ponorogo Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

    Tinggal Selangkah Lagi UNESCO Tetapkan Reog Ponorogo Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

    7cloud.asia – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam upaya mengusulkan Reog Ponorogo sebagai Intangible cultural heritage (ICH) atau warisan budaya tak benda (WBTB) tinggal selangkah lagi.

    Sekretariat Intangible cultural heritage (ICH) UNESCO telah menerima berkas susulan atau dossier Reog Ponorogo sebagai ICH atau WBTB dari Pemkab Ponorogo dan dinyatakan lengkap.

    “Alhamdulillah dossier sudah dinyatakan lengkap, dan ini merupakan kabar gembira terkait proses ICH kesenian Reog Ponorogo,” ujar Kepala Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi seperti yang dikutip Antaranews.

    Kabar gembira ini diterima  Judha langsung dari perwakilan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

    Baca: Galeri Melaka di Museum Jakarta

    Usai dinyatakan lengkap, kini pihaknya tinggal menunggu sidang UNESCO agar Reog Ponorogo menjadi warisan budaya tak benda yang diakui lembaga dunia tersebut pada akhir 2024.

    “Kalaupun masih ada evaluasi atau revisi yang perlu diperbaiki kemungkinan tidak banyak, dan Insyaallah 2024 akhir nanti bisa disidangkan untuk ditetapkan sebagai ICH oleh UNESCO,” jelasnya.

    Meski sidang UNESCO baru digelar akhir tahun ini, namun hal ini membawa angin segar bagi masyarakat Ponorogo dan para seniman reog.

    Dia berharap dengan penetapan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO nanti para seniman bisa mengembangkan Reog Ponorogo secara berjenjang.

    “Seperti yang diberkas kami. Bahwa ada reog dewasa, remaja anak dan paud,” ucapnya.

    Asal usul Reog Ponorogo sebelumnya pernah diklaim Malaysia. Karena itu penetapan dan pengakuan UNESCO bahwa Reog sebagai WBTB dari Bumi Ponorogo menjadi hal penting.

    Biaca: Menghidupkan kembali relief Candi Borobudur

    Sebelumnya, Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan memastikan Kantor Staf Presiden akan terus mengawal usulan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) ke UNESCO.

    Abetnego menyampaikan ini setelah ada kepastian Reog Ponorogo masuk dalam daftar ke-39 sebagai WBTB UNESCO, yang akan disidangkan pada Desember 2024.

    Upaya menjadikan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda UNESCO sudah sangat panjang.

    KSP sejak April 2022 aktif terlibat dan ikut mendorong diakuinya kesenian Reog Ponorogo oleh UNESCO.

    Rapat koordinasi intens dilakukan dengan Kemenko PMK, Kemendikbudristek, Pemkab Ponorogo dan perwakilan UNESCO di Indonesia untuk mencari solusi agar Reog Ponorogo dapat diusulkan menjadi WBTB UNESCO.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Budaya Tempe Diajukan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO, Ini Alasannya

    Budaya Tempe Diajukan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO, Ini Alasannya

    7cloud.asia – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi mengajukan Budaya Tempe masuk dalam kategori Daftar Representatif Warisan Budaya Tak benda untuk kemanusiaan ke UNESCO.

    Pengajuan budaya tempe sebagai warisan budaya tersebut dilakukan pada akhir Maret 2024 dan saat ini sedang dalam proses menunggu untuk dibahas oleh Sekretariat Konvensi 2003 UNESCO.

    Direktur Pelindungan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikburistek Judi Wajudin optimis Budaya Tempe ini akan menambah daftar warisan budaya takbenda dari Indonesia yang ada di UNESCO.

    “Kita berdoa semoga dengan masuknya Budaya Tempe dalam daftar UNESCO ini dapat terus memberikan manfaat bukan hanya bagi masyarakat Indonesia tapi dunia,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (31/5/2024).

    Terkait pengajuan tersebut, Forum Tempe Indonesia sebagai salah satu tim inisiator berharap seluruh dukungan masyarakat agar tempe terus lestari dan semakin mendunia.

    Pembina Forum Tempe Indonesia Made Astawan mengatakan tempe saat ini sudah bisa ditemukan dan dikonsumsi di 27 negara.

    Baca: UNESCO akui jamu sebagai warisan budaya dunia

    Berbagai manfaat kesehatan yang dihasilkan dari proses fermentasi kedelai menjadi tempe juga telah diperoleh dengan berbagai cara, baik melalui diaspora masyarakat maupun hasil berbagai penelitian di dunia.

    “Terlebih, tren vegetarian atau vegan juga semakin populer bersamaan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dunia terhadap pangan yang sehat,” kata Astawan.

    Belum diketahui secara pasti siapa dan bagaimana awal mula tempe ditemukan oleh para leluhur dahulu.

    Satu-satunya bukti bahwa tempe telah dikonsumsi masyarakat Jawa sejak beberapa abad yang lalu adalah melalui Serat Centhini.

    Dalam buku kesusastraan Jawa tersebut termaktub bahwa tempe telah menjadi hidangan masyarakat Jawa dan merupakan bagian dari berbagai ritual masyarakat di abad ke-16.

    Berdasarkan bukti-bukti tersebut maka sejak tahun 2014 Forum Tempe Indonesia bersama dengan berbagai lembaga terkait tempe melakukan inisiasi untuk lebih memperkenalkan tempe kepada dunia.

    Baca: Perjuangan agar jamu diakui sebagai warisan budaya dunia

    Budaya tempe merupakan pengetahuan dan teknologi tradisional nenek moyang bangsa Indonesia untuk menyediakan bahan makanan yang kaya nutrisi dan manfaat lainnya.

    Proses dimulai dengan berbagai penelitian dan sejumlah dukungan tertulis khususnya dari Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

    Selanjutnya, para inisiator berhasil mendaftarkan Tempe Jawa Tengah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dengan nomor registrasi 201700525 di Kemendikbudristek pada tahun 2017.

    Upaya pelestarian tempe pun terus bergulir hingga hari ini. Tanggal 6 Juni telah disepakati oleh pemangku kepentingan terkait tempe untuk dijadikan sebagai Hari Tempe Nasional.

    “Walaupun secara resmi Pemerintah belum menetapkan secara formal, namun kami para pecinta Tempe dan pengrajin sudah sejak beberapa tahun lalu menjadikan tanggal 6 Juni sebagai Hari Tempe Nasional,” kata Ketua Forum Tempe Indonesia Muslimatun.

    Menurutnya, penting untuk sekali dalam setahun masyarakat merayakan momen bersama untuk mengapresiasi nenek moyang bangsa yang telah mewariskan tempe sebagai pangan yang kaya manfaat gizi dan memiliki kandungan protein setara dengan protein hewani.

    Baca: Upaya menghidupkan relief Candi Borobudur

    Tahun ini Puncak Perayaan Hari Tempe Nasional akan diadakan di Kota Balikpapan. Perayaan akan dipusatkan di Sentra Industri Kecil Somber (SIKS) di mana di area tersebut terdapat lebih dari seratus perajin tempe dan tahu.

    Acara Puncak perayaan ini diselenggarakan oleh Forum Tempe Indonesia bersama dengan Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia (PUSKOPTI) Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan serta didukung oleh pemangku kepentingan tempe lainnya.

    Tahun ini tema perayaan Hari Tempe Nasional mengambil tema ‘Tempe: Pangan Generasi Emas Indonesia’.

    “Kami berharap tempe semakin dihargai bukan karena tempe merupakan pangan yang murah dan mudah didapat, tapi diharapkan masyarakat semakin mengetahui manfaat dan kandungan sang ‘super food’ ini,” ujar Sekretaris Jenderal Forum Tempe Indonesia Muhammad Ridha.

    Sumber: Antaranews.com

  • Wujudkan Sekolah dan Kurikulum Hijau, UNESCO Luncurkan Pedoman Menghijaukan Sekolah

    Wujudkan Sekolah dan Kurikulum Hijau, UNESCO Luncurkan Pedoman Menghijaukan Sekolah

    7cloud.asia – Menghijaukan sekolah dan kurikulum hijau adalah cara terbaik mengatasi perubahan iklim dalam jangka panjang. Karena itu perlu pedoman untuk melakukannya.

    Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), Audrey Azoulay.

    UNESCO meluncurkan pedoman menghijaukan sekolah dan kurikulum hijau dengan menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda berperan mengatasi perubahan iklim.

    Melansir Antaranews, peluncuran ini dilakukan tepat pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni lalu.

    Baca: Pembangunan ekonomi hijau di Jawa Barat

    Menurut Azoulay, dengan “menghijaukan pendidikan” berarti mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan yang berkelangsungan ke dalam semua aspek pendidikan, mulai dari materi mengajar hingga kegiatan sekolah.

    “Sudah saatnya pendidikan lingkungan diintegrasikan dalam semua mata pelajaran sekolah, di seluruh jenjang pendidikan dengan pendekatan yang berorientasi pada tindakan, sehingga dapat membantu pemuda memahami bahwa mereka memiliki kekuatan untuk membuat perubahan,” jelas Azoulay.

    Hasil analisis UNESCO terhadap 100 kerangka kurikulum nasional pada tahun 2021 mengungkapkan hampir setengah (47 persen) dari kurikulum tersebut tidak menyinggung perubahan iklim.

    Hanya 23 persen guru merasa mampu menangani isu iklim secara memadai di kelas dan 70 persen dari pemuda yang di survei tidak dapat menjelaskan isu perubahan iklim.

    Mereka juga menyatakan kekhawatiran tentang cara pengajaran mengenai iklim saat ini. 

    Baca: Dampak krisis iklim pada anak

    UNESCO juga menemukan fakta bahwa pendidikan formal terlalu fokus pada penyampaian pengetahuan tentang isu lingkungan, bukan pada tindakan.

    Sehingga pendidikan formal dianggap gagal menunjukkan peran yang dapat dilakukan siswa dalam mengatasi krisis iklim.

    UNESCO akan menjadikan pendidikan lingkungan sebagai prioritas bagi organisasi untuk memberikan dukungan terhadap negara-negara anggotanya.

    UNESCO mempromosikan dua pedoman konkret bagi negara anggota dan komunitas pendidikan di seluruh dunia.

    Pertama, pedoman Kurikulum Hijau dari UNESCO. Suatu pedoman yang menyediakan pemahaman umum tentang apa yang seharusnya ada di dalam pendidikan mengenai iklim.

    Baca: Dampak positif program kampung iklim

    Dalam pedoman tersebut juga dijelaskan bagaimana negara dapat mengintegrasikan topik lingkungan dalam kurikulum pendidikan, dengan capaian pembelajaran yang terperinci menurut kelompok usia masing-masing, dari usia 5 tahun hingga 18 tahun ke atas.

    Panduan tersebut fokus pada pentingnya mempromosikan pembelajaran aktif dan merancang berbagai kegiatan praktikal.

    Kedua, standar Kualitas Sekolah Hijau dari UNESCO. Merupakan pedoman yang dikembangkan melalui kerja sama dengan badan PBB lainnya, masyarakat sipil, dan badan negara.

    Pedoman ini menetapkan persyaratan mínimum tentang cara menciptakan ‘sekolah hijau’ dengan mempromosikan pendekatan yang berorientasi pada tindakan.

    Seluruh sekolah perlu membentuk komite tata kelola lingkungan yang mencakup siswa, guru, dan orang tua untuk mengawasi pengelolaan yang berkelanjutan.

    Baca: Revitalisasi pendidikan untuk penuhi kebutuhan green jobs

    Selain itu, UNESCO mendorong pelatihan guru, melakukan audit energi, air, makanan, dan limbah. sekaligus menyerukan hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat luas untuk membantu siswa mengatasi masalah lingkungan di tingkat lokal.

    UNESCO telah memimpin ‘Kemitraan Pendidikan Hijau’, yang kini telah memiliki lebih dari 80 negara anggota.

    ‘Kemitraan Pendidikan Hijau’ ini juga memungkinkan kolaborasi lebih dari 1300 organisasi, termasuk badan-badan PBB, masyarakat sipil, organisasi pemuda, serta sektor swasta.

    Komunitas ini menyediakan berbagai alat penting bagi negara-negara untuk memperkuat peran pendidikan dalam mengatasi gangguan iklim.

     

  • Upaya Indonesia Golkan Jalur Rempah Menjadi Warisan Budaya Dunia

    Upaya Indonesia Golkan Jalur Rempah Menjadi Warisan Budaya Dunia

    7cloud.asia – Indonesia saat ini sedang berupaya memperjuangkan Jalur Rempah untuk diakui sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.

    Pengajuan Jalur Rempah ini membutuhkan data ilmiah yang kuat mengenai kondisi rempah dan sejarah perdagangan rempah untuk memperkuat posisi Indonesia di hadapan UNESCO.

    Untuk memperkuat pengakuan Jalur Rempah jadi warisan budaya dunia, Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) berkolaborasi dengan Yayasan Negeri Rempah (YNR). Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BRIN dan YKN berlangsung Kamis, (30/1/2025).

    “Kerja sama ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi rempah Indonesia dan menghasilkan data ilmiah yang mendukung pengusulan ‘Jalur Rempah’ sebagai warisan dunia oleh UNESCO,” kata Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Asep Hidayat, dikutip dari bringo.id

    Selain itu, tambah Asep, kerja sama ini juga akan memberikan rekomendasi untuk perbaikan produksi rempah guna memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen rempah utama dunia.

    Saat ini, produktivitas rempah Indonesia menghadapi berbagai kendala, seperti pohon rempah yang sudah tua, kurangnya pengetahuan tentang budi daya, serta pengelolaan pascapanen yang belum optimal.

    Baca: Upaya menghidupkan kembali Jalur Rempah Nusantara

    Oleh karena itu, butuh kolaborasi antara produsen, pemerintah, swasta, dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas dan produksi rempah, terutama komoditas unggulan Indonesia yang memiliki potensi ekspor besar.

    “Kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi kita semua. Tantangan penelitian semakin besar, dan kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi kuat untuk mencapai hasil maksimal,” ujar Asep.

    Dia juga mengapresiasi upaya pengusulan Jalur Rempah sebagai warisan dunia dan menegaskan bahwa BRIN akan terus mendukung langkah ini.

    “Perjuangan ini tidak mudah, tetapi rempah Indonesia memiliki nilai luar biasa yang harus kita lestarikan. Kolaborasi yang solid sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini,” katanya.

    Asep menekankan pentingnya fokus dalam setiap tahapan kerja sama agar hasilnya optimal.

    “Setelah PKS ini disepakati, kami akan segera menyusun rencana aksi untuk tahun 2025, termasuk tahapan, pendanaan, serta pembagian tugas yang jelas,” tambahnya.

    Baca: UNESCO akui jamu sebagai Warisan Budaya Dunia

    Dewi Kumoratih dari Yayasan Negeri Rempah menyampaikan, kerja sama ini memberikan nilai positif yang sangat besar.

    YNR hadir sebagai organisasi yang berkomitmen untuk mengangkat keberagaman Indonesia melalui rempah.

    Sejak 2019, YNR telah menyelenggarakan International Forum on Spice Route (IFSR) yang membahas tantangan sektor rempah serta menciptakan peluang baru bagi seluruh pelaku di rantai pasok rempah.

    YNR memiliki misi untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar rempah global, memperkenalkan inovasi, dan memberdayakan generasi muda yang tertarik pada industri rempah.

  • Langkah Pengelola Kaldera Toba Geopark Hadapi Peringatan dari UNESCO

    Langkah Pengelola Kaldera Toba Geopark Hadapi Peringatan dari UNESCO

    7cloud.asia – General Manager Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis dalam diskusi di Kemenpar menjelaskan kronologis dan update yellow card atau peringatan yang dikeluarkan oleh UNESCO.

    Diskusi ini merupakan upaya Kemenpar untuk memberikan asistensi terkait peringatan yellow card yang diberikan oleh UNESCO kepada pengelola Geopark Kaldera Toba.

    Menurut Azizul, pihaknya butuh waktu dua bulan untuk berbenah, dengan assessment baru yang disampaikan pihak UNESCO yang akan dilakukan pada 15 Juli 2025 mendatang.

    Tapi pihak pengelola Geopark Kaldera Toba optimistis, bahwa ini akan terselesaikan dengan kolaborasi semua pihak mulai dari pemerintah pusat dan daerah.

    Sebagai informasi dalam rapat UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4-5 September 2023, kawasan taman bumi (Geopark) Kaldera Toba mendapat kartu kuning dari UNESCO.

    Kartu kuning merupakan peringatan dari UNESCO, yang berarti badan pengelola wilayah tersebut tidak memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan.

    Baca: Kartu kuning untuk pengelola Geopark Kaldera Toba

    Selain Kaldera Toba, sejumlah Geopark lainnya juga mendapat kartu serupa, yakni Gua Zhijindong di Tiongkok, Taman Nasional Regional Luberon di Prancis, Madonie di Italia, dan Colca y Volcanes de Andagua di Peru.

    Menyikapi peringatan yellow card yang diberikan oleh UNESCO kepada Geopark Kaldera Toba, Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto mengatakan Kemenpar telah mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa rekomendasi UNESCO dapat segera dipenuhi.

    Geopark Kaldera Toba, yang memiliki potensi luar biasa sebagai tujuan wisata yang berkelanjutan, harus dikelola dengan hati-hati dan sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh UNESCO.

    Kemenpar juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Gubernur Sumatera Utara untuk memastikan bahwa Pemprov Sumatera Utara, sebagai ketua Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGP), mendukung penuh langkah-langkah yang diambil dalam mengelola geopark ini.

    Beberapa rekomendasi utama dari UNESCO untuk perbaikan agar bisa kembali ke green card adalah mencakup hal-hal sebagai berikut:

    1. Warisan geologi dan interpretasinya — diversifikasi cerita geologi dan memperluas survey.

    Baca: Kawah Ijen masuk daftar UNESCO Global Geopark

    2. Warisan alam, budaya, dan buatan — identifikasi dan inventarisasi lebih lanjut.

    3. Visibilitas dan kemitraan — peningkatan panel interpretasi dan visibilitas geopark.

    4. Jejaring dan pelatihan — meningkatkan kerja sama dengan geopark Indonesia lainnya.

    Geopark Kaldera Toba diusulkan sebagai UNESCO Global Geopark melalui Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba.

    Proses pengusulan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), serta Kementerian Pariwisata, yang berperan dalam mendukung dan mengkoordinasikan upaya untuk memastikan bahwa Geopark Toba memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh UNESCO.

    Pada tahap awal, pemerintah daerah melalui Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, yang ditunjuk untuk mengelola kawasan geopark tersebut, menyusun rencana dan dokumen pengusulan yang mencakup aspek geologi, warisan budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

    Pengusulan ini kemudian diserahkan kepada Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh standar dan kriteria UNESCO Global Geoparks dipenuhi, sebelum dokumen tersebut diajukan kepada UNESCO.

    Baca: Kenali 12 geopark di Indonesia anggota UNESCO Global Geopark