Tag: unschooling

  • Metode Pendidikan Unschooling: Ketika Pendidikan Formal Tidak Memberi Pencerahan

    Metode Pendidikan Unschooling: Ketika Pendidikan Formal Tidak Memberi Pencerahan

    7cloud.asia – “Tidak masalah bagi saya anak-anak tidak belajar matematika atau ilmu pengetahuan alam. Tapi mereka harus selalu membaca buku,“ ujar Anette Ellen saat jadi pembicara dalam diskusi bertajuk Peran Kelas Menengah dalam Krisis Demokrasi yang dihelat Aliansi Ibu Indonesia di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

    Anette memilih mendidik sendiri tiga anaknya dan menolak sistem pendidikan formal yang diselenggarakan Negara karena dinilainya hanya mengindoktrinasi nilai dan tidak mendidik anak berpikir kritis.

    Mendidik sendiri ini benar-benar dilakukan Anette. Dia tidak mendaftarkan anak-anaknya ke lembaga yang menyelenggarakan homeschooling, tetapi memilih metode unschooling.

    Penasaran, saya lantas browsing apa itu unschooling. Unschooling adalah salah satu bentuk homeschooling yang berfokus pada pembelajaran mandiri dan alami, bukan kurikulum formal, dan sering kali melibatkan anak-anak dalam keputusan belajar mereka.

    Metode yang paling awal muncul dalam sejarah gerakan homeschooling modern adalah unschooling. Di Indonesia, istilah unschooling mungkin belum banyak dikenal, dan pemahaman orang-orang atasnya masih kabur dan tidak berbasis kajian historis.

    Baca: Pertimbangan bagi orang tua yang ingin memasukkan anak ke Homeschooling

    Dalam perbincangan dengan 7cloud.asia usai diskusi, Anette menjelaskan, prinsip unschooling adalah setiap orang berhak memiliki kendali penuh atas pendidikan anak-anaknya dan tidak harus tunduk pada negara.

    Dan, penerapan pola unschooling ini sangat beragam dan tergantung pada bagaimana orang tua ingin mendidik anaknya.

    “Seorang petani, misalnya, mungkin menginginkan anaknya menjadi petani andal, yang menguasai teknologi pertanian maju tapi juga paham kondisi lokal. Pun demikian dengan nelayan,“ ujarnya.

    Dengan tujuan yang sangat berbeda ini, maka materi pendidikan formal khususnya di sekolah dasar dan menengah sering tidak relevan atau bahkan membebani banyak orang tua siswa.

    Nah, dengan unschooling ini maka orang tua bisa mendidik sendiri anaknya sesuai minat dan kebutuhan sang anak.

    Baca: Metode pendidikan montessori makin diminati

    Lantas, bagaimana hasil pendidikan dengan pola unschooling ini mendapat pengakuan dari lembaga resmi? Menurut Anette, ia memanfaatkan ujian penyetaraan yang diselenggarakan pemerintah lewat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

    Anette menjelaskan, beberapa tahun belakangan makin banyak orang tua di Indonesia yang menerapkan unschooling untuk anak-anaknya. Para pelaku unschooling ini bergabung dalam Perhimpunan Homeschooling Indonesia yang didirikan Anette pada 2016

    “Berdiri sejak 2016, hingga sekarang ada lebih 300 orang tua yang menjadi anggota PHI. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia,“ ujar Anette.

    Dia menambahkan, orang tua yang akan cocok menerapkan unschooling adalah orangtua yang betul-betul mengimani 100 peren bahwa secara alamiah anak pasti suka belajar. Orangtua unschooler berketetapan bahwa belajar adalah agenda si anak, bukan agendanya.

    Mereka merasa tidak punya agenda pribadi tentang proses belajar anaknya selain menemani, mendampingi, dan menghantarkan anaknya untuk menemukan panggilan hidupnya dan menjalani pilihan hidup pribadinya.

    “Anak-anak harus bisa berpikir sendiri, atau setidaknya mencaritahu sendiri kebenaran tentang sesuatu,“ tandasnya.

    Baca: Pembelajaran berpusat pada siswa belum tentu sesuai dengan semua anak