7cloud.asia – Vaksin merupakan produk biologis yang memicu respon imun secara aman terhadap penyakit tertentu sehingga memberikan perlindungan ketika seseorang terpapar penyakit tersebut secara alami.
Proteksi yang dihasilkan oleh vaksin telah dievaluasi pada studi klinis untuk memastikan keamanan vaksin serta mengukur efikasi atau kemampuan mencegah dari vaksin.
Pengukuran efikasi vaksin ini menggunakan parameter dengan titik akhir klinis seperti pencegahan infeksi, berkurangnya keparahan penyakit dan tingkat rawat inap.
Hingga saat ini vaksin telah mencegah lebih dari 20 penyakit yang mengancam jiwa serta membantu orang dari segala usia untuk hidup lebih sehat dan lebih lama.
Baca: Kasus Covid-19 meningkat, vaksinasi dosis lengkap digalakkan
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dalam keterangantertulis yang diterima 7cloud.asia menyebut, vaksin juga memainkan peran penting untuk pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi.
“Imunisasi atau suntik vaksin memiliki peran penting dalam memberikan proteksi terhadap penyakit dengan meningkatkan kekebalan spesifik (antibodi),” ujar ketua umum PAPDI, Sally Aman Nasution
Vaksinasi, ujarnya, dapat mengurangi angka kesakitan, mengurangi beban penyakit, perawatan di rumah sakit, komplikasi akibat penyakit, dan menurunkan angka kematian.
Dengan demikian vaksinasi bisa membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menurunkan beban biaya, baik individu maupun pemangku kepentingan pembiayaan, serta beban biaya langsung maupun tak langsung.
Baca: Manfaat meniran untuk kesehatan
Sally menambahkan, imunisasi tidak hanya penting bagi anak, namun juga bagi orang dewasa, bahkan mereka yang telah lanjut usia.
Sebagian besar penyakit, kejadian rawat inap, angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi terjadi pada orang dewasa, khususnya lansia.
“WHO memperkirakan vaksinasi dapat mencegah kurang lebih 2,5 juta kematian di dunia akibat penyakit menular setiap tahunnya, termasuk pada negara berkembang seperti Indonesia,” imbuhnya.
Namun, dalam pemantauan PAPDI cakupan imunisasi dewasa khususnya lansia di Indonesia masih rendah.
Baca: Manfaat teh hijau untuk kesehatan
Minimnya pemahaman masyarakat mengenai vaksinasi menjadi salah satu faktor penyebab, sehingga berbagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap vaksinasi perlu dilaksanakan.
Penyedia layanan kesehatan baik pemerintah dan swasta, perusahaan asuransi, serta tokoh masyarakat diharapkan dapat ikut berpartisipasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin.
Pihak yang berwenang juga diminta mendukung pelaksanaan vaksinasi dewasa di Indonesia.
Baru-baru ini PAPDI mengumumkan rekomendasi dan perubahan/tambahan vaksin baru pada tahun 2023 ini meliputi:
Baca: Air kelapa muda tak disarankan untuk kelompok ini
1. Vaksin pneumokokal PCV-13, Diberikan mulai usia 19 tahun dari semula mulai usia 50 tahun.
2. Vaksin pneumokokal PPV-23, Diberikan mulai usia 50 tahun dari semula mulai usia 60 tahun
3. Vaksin meningitis meningokokal, Wajib untuk jemaah haji dan sangat dianjurkan untuk jemaah umrah dari semula diwajibkan untuk jamaah haji dan juga umrah
4. Vaksin dengue Diberikan untuk usia 19-45 tahun beserta catatan dari semula belum tercantum dalam jadwal
5. Vaksin Covid -19, Ada penambahan jenis vaksin darisebelumnya diberikan 1 atau 2 dosis
6. Vaksin polio (IPV), 1 dosis wajib untuk jemaah haji dari wilayah tertentu dari sebelumnya belum tercantum dalam jadwal






