7cloud.asia – Aksi vandalisme terjadi di Jembatan Layang Prof Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung Jawa barat yang baru saja selesai direvitalisasi viral di media sosial.
Aksi vandalisme berupa corat-coret oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di jembatan layang yang menjaid landmark Kota Bandung itu merusak keindahan kota Bandung.
Menanggapi aksi vandalisme ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak melawan aksi vandalisme yang marak dan merusak estetika Kota Bandung.
“Tolong dibantu melalui media agar pelaku sadar, kita kan sudah susah-susah ngebangun, jangan dicoret-coret,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, Kamis (12/10/2023) seperti dilansir Antaranews.
Baca: Susahnya punya mobil di Singapura
Emang apa maksudnya corat-corat gitu, lanjut Ema, tidak ada manfaat apapun untuk masyarakat.
Ema mengatakan pelaku vandalisme hanya merusak estetika kota bukan sebagai bentuk ekspresi yang melahirkan karya seni.
“Itu jelas bukan bentuk ekspresi, tidak ada manfaatnya. Kalau itu jadi barang seni ya oke lah, tapi ini kan enggak. Sadar lah,” katanya.
Baca: Cerita tuli memotret kegiatan difabel tuli di Kota Solo
Alih-alih melakukan aksi vandalisme yang tidka bermanfaat, Ema meminta pada para pelaku untuk memanfaatkan Taman Vandalisme yang disediakan Pemkot Bandung sebagai ruang publik untuk corat coret.
Taman Vandalisme ini bisa digunakan masyarakat untuk melakukan aksi vandalisme guna mencegah aksi corat coret di tempat lain yang mengganggu estetika kota.
Lebih lanjut Ema menegaskan Pemkot Bandung akan terus memantau dan menindak tegas para pelaku vandalisme yang kerap kali mengganggu keindahan kota.
Baca: Kafe Difabis, kisah perjuangan difabel tuli di Jakarta
“Iya makanya, kita tidak akan pernah bosan mengimbau dan kita akan proses para pelanggar karena bagaimanapun juga aturan bukan hanya gertakan, tapi harus ditegakkan,” ujarnya.
Dia juga meminta kepada aparat kewilayahan untuk memantau pergerakan para pelaku tersebut untuk langsung memberi tindakan.
“Itu sudah sepatutnya jadi tugas harian, tapi memang masih ada keterbatasan, makanya kita akan optimalkan dengan CCTV dan sebagainya,” pungkas Ema.
Baca: Pramusapa cara TransJakarta melayani kelompok berkebutuhan khusus
