Tag: vinfast

  • Tak Hanya Jualan, VinFast Juga Berkomitmen Bangun Ekosistem Mobil Listrik yang Ramah Lingkungan di Indonesia

    Tak Hanya Jualan, VinFast Juga Berkomitmen Bangun Ekosistem Mobil Listrik yang Ramah Lingkungan di Indonesia

    7cloud.asia – Ketahanan baterai dan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPLKU) menjadi salah satu masalah yang disorot oleh konsumen saat membeli mobil listrik.

    Menjawab kekhawatiran ini, pabrikan mobil listrik asal Vietnam, VinFast punya strategi tersendiri, yakni menawarkan skema berlangganan baterai dan memperluas aksesibilitas.

    Dalam paparannya di acara Local Media Summit 2025 pada Rabu (8/10/2025) di Jakarta, Deputy CEO of Sales & Network Development Vinfast, Aldo Andityra Rais mengatakan bahwa skema berlangganan baterai masih relatif baru di Indonesia

    Dengan skema ini, konsumen diberi alternatif pilihan antara membeli dengan sistem kepemilikan penuh atau membeli dengan skema berlangganan baterai. Jika konsummen memilih skema sewa langganan baterai, maka dia bisa membayar lebih murah.

    Skema ini menurunkan biaya awal pembelian mobil listrik, sekaligus memberikan jaminan perawatan dan penggantian baterai seumur hidup. VinFast juga melengkapinya dengan jaminan nilai jual kembali, sehingga konsumen terlindungi dari risiko depresiasi harga.

    “Program berlangganan baterai bukan sekadar strategi harga. Ini adalah cara untuk membuka akses kendaraan listrik bagi lebih banyak konsumen. Dengan memisahkan biaya baterai, kami bisa menurunkan harga awal secara signifikan, sebuah hambatan utama bagi banyak pengguna,” terang Aldo.

    Baca: Komitmen jangka panjang jadi kunci sukses Norwegia bertransisi ke mobil listrik

    Skema ini memudahkan konsumen mengakses kendaraan listrik tanpa mengorbankan kualitas, keamanan, pun layanan purna jual. Dalam skema berlangganan baterai ini, konsumen juga tidak akan direpotkan oleh masalah baterai.

    Mungkin Anda bertanya, berapa selisih harganya? Untuk tipe VF3, mikro SUV buatan VinFast misalnya, untuk kepemilikan penuh pembeli harus merogoh kocek Rpl92.280.000 (belum termasuk pajak).

    Sementara, jika memilih skema sewa langganan baterai, dia cukup membayar Rp152.000.000 (belum termasuk pajak) plus biaya sewa baterai sebesar Rp253.000 per bulan.

    “Adapun selisih harga sekitar Rp40 juta itu, jika dihitung setara dengan biaya berlangganan selama 13 tahun,“ imbuhnya.

    Untuk skema kepemilikan penuh, VinFast memberikan garansi kendaraan 7 tahun dan baterai 8 tahun tanpa batasan jarak tempuh.

    Untuk menjawab kekhawatiran ketersediaan SPKLU, dengan menggandeng PT Pos Indonesia, VinFast menargetkan telah terbangun 63.000 SPKLU di kota-kota di seluruh Indonesia pada tahun 2025 ini.

    “Jadi nanti di setiap kantor pos, Anda bisa menemukan SPKLU milik VinFast,“ imbuh Aldo.

    Baca: Norwegia jadi negara pertama yang sepenuhnya bertransisi ke mobil listrik

    Komitmen lingkungan
    Menjawab pertanyaan 7cloud.asia mengenai tanggung jawab lingkungan, Aldo menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan fasilitas untuk memperbaiki dan mendaur ulang (recycle) baterai yang mengalami kerusakan.

    “Ini merupakan salah satu tanggung jawab lingkungan Vinfast, di mana kami memiliki fasilitas recycle baterai yang sudah tidak dapat digunakan lagi,“ terang Aldo

    Dijelaskan, dalam sebuah modul baterai ada beberapa sel. Pada baterai yang rusak, ujarnya, kita tidak mungkin mengganti seluruh model baterainya, tetapi melihat sel-sel mana yang masih bisa digunakan.

    “Jadi sebisa mungkin, kita tidak akan membuang begitu saja baterai yang rusak dan memanfaatkan baterai seoptimal mungkin,“ ujarnya.

    VinFast juga berinvestasi dalam penelitian, pengembangan, dan produksi baterai lithium-ion berkualitas tinggi, tidak hanya untuk kendaraan listriknya tetapi juga untuk sistem
    penyimpanan energi yang lebih luas.

    Tak hanya komitmen lingkungan, VinFast juga bakal mengembangkan ekosistem mobil listrik di Indonesia dengan membangunan pabrik di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini diharapkan selesai dibangun dalam waktu dekat.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik turunkan emisi di kota tapi picu polusi di lokasi penghasil nikel dan pembangkit listrik

    Pabrik ini dirancang sebagai tempat bertemunya ide dan peluang untuk mencipatkan ribuan lapangan kerja. Tenaga kerja lokal akan dibekali keterampilan untuk menguasai teknologi masa depan sehingga turut membentuk masa depan industri dan ekosistem mobil listrik yang keberlanjutan.

    VinFast tak ingin hanya sekadar menjual produk, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta perekonomian di Indonesia lewat penyerapan tenaga kerja lokal.

    “Pabrik VinFast Subang akan menyerap tenaga kerja lokal sekitar 900 orang,” ujar Aldo.

    Adapun produk pertama yang akan diproduksi di pabrik Subang adalah VinFast Vf3. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan model lainnya juga akan diproduksi di sana.

    VF3 yang akan diproduksi di pabrik VinFast Subang merupakan salah satu dari tujuh varian mobil listrik yang diproduksi VinFast. Tipe ini telah diperkenalkan di IIMS beberapa waktu lalu.

    VF3 adalah mini SUV yang cocok jadi mobil perkotaan karena kepraktisan dan kekompakannya. Dengan daya 18,6 kwh, VF3 memiliki jarak tempuh 215 kilometer per pengisian penuh, dengan akselerasi 0-50 km/jam dalam 5,3 detik,

    Hingga Agustus 2025, VF3 telah terjual 110 unit dengan rencana produksi di pabrik Subang. VF3 memiliki dimensi kompak dan dilengkapi interior minimalis serta pilihan warna yang stylish. Meski berupa SUV, VF3 disebut berasa sedan.