7cloud.asia – Waduk Batu Licin di Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana diresmikan pada Senin (12/1/2026) lalu.
Waduk Batu Licin ini memiliki luas lahan sekitar 4,5 hektare (ha) dengan area tampungan air mencapai 2,7 hektare.
Peresmian ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air sekaligus mengendalikan banjir dan pengurangan risiko genangan, khususnya di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.
Saat meresmikan Waduk Batu Licin, Gubernur DKI Jakarta Pramono menyampaikan, sejak awal menjabat, persoalan banjir menjadi salah satu perhatian utama saya. Karena itu, pembangunan waduk dilakukan secara serius dan terencana.
”Saat ini, terdapat sembilan waduk yang telah dibangun dan tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat, dengan tujuan utama mengurangi genangan di kawasan permukiman padat,” ujarnya.
Pramono menjelaskan, berdasarkan testimoni warga, kawasan Cilangkap sebelumnya kerap mengalami genangan setiap kali hujan deras.
Baca: Revitalisasi Waduk Giri Kencana untuk tingkatkan daya tampung air
Kini, dengan kapasitas tampung Waduk Batu Licin sekitar 92.000 meter kubik dan kedalaman enam meter, potensi genangan diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, Waduk Batu Licin juga dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan publik.
Sejumlah fasilitas telah disediakan, antara lain jogging track, lapangan basket, musala, serta area rekreasi warga.
Pramono menambahkan, sebelum waduk dibangun, kawasan tersebut tidak memiliki area resapan dan tampungan air yang memadai.
Kehadiran Waduk Batu Licin sebagai daerah tangkapan air (catchment area) baru diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah sekitarnya.
“Saya berharap tujuh waduk lainnya yang sedang dan akan diresmikan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
Baca: DKI Jakarta andalkan 147 waduk dan embung untuk konservasi air
Pramono menegaskan, pembangunan waduk merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendalian banjir yang selaras dengan program prioritas normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, dan Kali Krukut.
“Dengan dukungan sistem pompa yang ada serta pemantauan harian terhadap curah hujan dan potensi rob, Alhamdulillah saat ini jika terjadi genangan, dalam waktu satu hingga satu setengah jam sudah dapat tertangani,” jelasnya.
Terkait pengembangan waduk di wilayah lain, Pramono menyebutkan, saat ini lima waduk di Jakarta Timur telah selesai dibangun, disusul dua waduk di Jakarta Selatan dan dua waduk di Jakarta Barat.
Secara keseluruhan, keberadaan waduk-waduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tampung air dan memperkuat ketahanan Jakarta terhadap risiko banjir.
Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan waduk, termasuk untuk kegiatan memancing.
“Silakan dimanfaatkan, termasuk untuk memancing, dan saya minta digratiskan tanpa pungutan. Namun, masyarakat juga harus bersama-sama menjaga fasilitas publik ini agar tetap tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Baca: Mungkinkah Jakarta dan sekitarnya terbebas dari banjir?

