Tag: wae rebo

  • Wae Rebo, Kota Kecil Terindah Kedua di Dunia

    Wae Rebo, Kota Kecil Terindah Kedua di Dunia

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu, majalah wisata, TimeOut yang berbasis di Inggris membuat daftar 16 kota kecil terindah di dunia pada 2024. Dalam daftar itu terdapat adalah Wae Rebo, Indonesia yang menempati peringkat kedua.

    Kota Wae Rebo. mungkin lebih tepat disebut perkampungan ketimbang kota kecil berada di atas bukit Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Wae Rebo yang ditandai dengan bangunan rumah tradisional berbentuk kerucut atau disebut sebagai Mbaru Niang ini menarik perhatian dunia.

    Padahal jalan menuju Wae Rebo tidaklah mudah dan cukup mahal. Tetapi rumah dengan latar belakang pegunungan yang menyajikan panorama alam dan tradisi unik yang menarik wisatawan.

    Baca Juga: Jalan-jalan ke Kotagede, Merasakan Tata Kota Jawa di Masa Lalu

    Adapun di peringkat pertama kota kecil terindah di dunia adalah Rothneburg ob der Tauber, Jerman. Merupakan kota kecil yang terletak di Bavaria utara.

    Kota ini sangat cantik karena adanya rumah-rumah kayu yang bergaya arsitektur abad pertengahan di jalan berbatu.

    Kecantikan rumah-rumah ini juga dilengkapi oleh hiasan kotak bunga warna-warni dari jendela rumah-rumah yang ada di sana.

    Ketiga adalah SidiBou Said, Tunisia. Panorama kota kecil di tepi Laut Mediterania ini mirip seperti di Santorini.

    Bangunan di kota ini memiliki atap berbentuk kubah yang didominasi warna putih dan biru safir.

    Baca Juga: Prinsip Alon-alon Waton Kelakon, Yogyakarta Layak Jadi Slow City

    Keempat adalah Carmel-by-the-Sea, Amerika Serikat. Kota yang terletak di semenanjung Monterey, California ini memiliki pondok-pondok kayu dengan beragam desain yang unik.

    Para wisatawan dapat menikmati teh sore atau menjelajahi lorong-lorong tersembunyi sambil menikmati buah anggur lokal.

    Tak hanya itu, wisatawan juga dapat menikmati pantai untuk berselancar, menyelam, hingga berlayar.

    Kelima, Alberobello, Italia. Salah satu kota indah ini masuk daftar UNESCO karena memiliki panorama kota yang indah.

    Di kota yang terletak di Puglia, Italia ini para wisatawan dapat menjumpai Trulli, yaitu rumah yang terbuat dari batu kapur dan berbentuk kerucut berjejer di setiap jalan berbatu kota ini.

    Baca Juga: Slow City: Konsep Baru Tata Kota yang Membahagiakan Warganya dan Berkelanjutan

    Selain 5 kota kecil tersebut, berikut daftar 16 kota kecil terindah 2024 selengkapnya:

    1. Rothneburg ob der Tauber, Jerman

    2. Wae Rebo, Indonesia

    3. SidiBou Said, Tunisia

    4. Carmel-by-the-Sea, Amerika Serikat

    5.  Alberobello, Italia

    6. Esperance, Australia

    7. Ogmachi, Jepang

    8. Grindelwald, Swiss

    9. Kralendijk, Bonaire

    10. Stepantsminda, Georgia

    11. Guatape, Kolombia

    12. Ilulissat, Greenland

    13. Banff, Kanada

    14. Sapa, Vietnam

    15. Klaksvik, Kepulauan Faroe

    16. Ghandruk, Nepal

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

     

     

     

  • Menggali Keunikan Desa Adat Wae Rebo: Hanya Memiliki 7 Rumah Adat Mbaru Niang

    Menggali Keunikan Desa Adat Wae Rebo: Hanya Memiliki 7 Rumah Adat Mbaru Niang

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu, majalah wisata, TimeOut yang berbasis di Inggris memasukkan Desa Adat Wae Rebo menjadi kota kecil terindah kedua di dunia.

    Terletak di Kabupaten Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, desa adat Wae Rebo juga pernah menerima Top Award of Excellence dari UNESCO dalam UNESCO Asia Pacific Heritage Awards 2012, yang diumumkan di Bangkok pada Agustus 2012. 

    Lepas dari sederet penghargaan ini, desa adat Wae Rebo memang menyimpan daya tarik karena sederet keunikan yang dimilikinya.

    Wae Rebo adalah desa adat kecil yang berlokasi jauh dari kawasan perkotaan. Bahkan di desa ini listrik dibatasi pun tidak ada jaringan seluler. 

    Dilansir wikipedia, pendiri Desa Wae Rebo adalah seorang pria bernama Empu Maro yang berdarah Minangkabau.

    Dia membangun desa adat Wae Rebo tersebut sekitar 1200 tahun yang lalu dan kemudian dilestarikan oleh penduduk lokalnya hingga sekarang mencapai keturunan generasi ke-20.

    Baca Juga: Wae Rebo, Kota Kecil Terindah Kedua di Dunia

    Desa Adat Wae Rebo memiliki populasi kecil yaitu sekitar 1,200 jiwa, desa ini terdiri dari 7 rumah adat yang disebut Mbaru Niang

    Rumah adat Mbaru Niang yang tinggi dan berbentuk kerucut serta tertutup ilalang lontar dari atap hingga ke tanah menjadi salah satu keunikan dan menjadi ciri khas dari Wae Rebo 

    Rumah adat Mbaru Niang ini tersusun mengitari batu melingkar yang dinamakan compang sebagai titik pusatnya. Compang merupakan pusat aktivitas warga untuk mendekatkan diri dengan alam, leluhur, dan Tuhan.

    Arsitektur Mbaru Niang mengandung filosofi dan mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Wae Rebo tapi juga masih memiliki unsur Minangkabau.

    Unsur Minangkabau terlihat dari Niang Dangka atau atap Mbaru Niang, yakni bertanduk rangkap dua yang dijadikan satu.

    Rumah tradisional ini merupakan wujud keselarasan manusia dengan alam serta merupakan cerminan fisik dari kehidupan sosial Suku Manggarai.

    Baca Juga: Jalan-jalan ke Desa Adat, Berwisata sambil Belajar Kehidupan dari Masyarakat Adat

    Suku Manggarai meyakini lingkaran sebagai simbol keseimbangan, sehingga pola lingkaran ini diterapkan hampir di seluruh wujud fisik desa, dari bentuk kampung sampai rumah-rumahnya.

    Mbaru Niang terdiri dari 5 lantai dengan atap daun lontar dan ditutupi oleh ijuk. Setiap lantai memiliki fungsinya masing-masing, seperti tempat berkumpul, menyimpan bahan makanan, beribadah, dan fungsi lainnya.

    Rumah ini juga mengikuti prinsip leluhur yang sangat kuat dan tidak boleh menyentuh tanah.

    Dari tujuh mbaru Niang yang ada, ada satu rumah yang dikhususkan untuk keperluan ritual bagi masyarakat di Desa Adat Wae Rebo.

    Penduduk lokal di desa ini mayoritas beragama Katolik tetapi masih menganut kepercayaan lama. Di rumah ini tersimpan pusaka suci berupa gendang dan gong.

    Rumah Mbaru Niang ini memiliki lima lantai, di mana setiap tingkat dirancang untuk tujuan tertentu dan punya makna tertentu dalam keseharian warga Wae Rebo. Lantai pertama, yang disebut lutur atau tenda, adalah tempat tinggal keluarga besar.

    Baca Juga: Mengenal Tradisi Naik Dango di Kalangan Masyarakat Adat Dayak Kanayatn

    Lantai kedua, yang disebut lobo atau loteng, dikhususkan untuk menyimpan makanan dan barang-barang.

    Lantai ketiga yang disebut lentar adalah tempat penyimpanan benih untuk musim tanam berikutnya.

    Lantai keempat yang disebut lempa rae adalah untuk menyimpan persediaan makanan jika terjadi kekeringan.

    Terakhir, atau lantai kelima dan teratas yang disebut hekang kode, juga yang dianggap paling suci, adalah tempat persembahan untuk leluhur.

    Desa adat Wae Rebo terletak sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut dan untuk mengunjunginya, dibutuhkan sekitar 3-4 jam perjalanan dengan berjalan kaki dari Desa Denge, desa modern terdekat.

    Meski telah berusia ratusan tahun, desa adat Wae Rebo masih terjaga keasliannya. Termasukjumlah Mbaru Niang yang dipertahankan tetap tujuh buah.

    Baca Juga: Mengenal Uniknya Tradisi Seba Masyarakat Badui, Tahun Ini Singgung Hak Politik

     

    Desa adat Wae Rebo dikelilingi oleh pegunungan yang indah serta Hutan Todo yang rindang serta kaya akan vegetasi.

    Di hutan ini, pengunjung dapat menemukan anggrek, berbagai jenis pakis, serta mendengar kicauan merdu dari beragam burung yang membuat suasana menjadi semakin ceria.

     

    Makanan pokok penduduk desa adalah singkong dan jagung. Namun, di sekitar desa mereka juga menanam kopi, vanili, dan kayu manis yang mereka jual di pasar yang terletak sekitar 15 km dari desa.

    Belakangan ini, Desa Adat Wae Rebo semakin populer sebagai tujuan wisata bagi para pencinta ekowisata domestik dan mancanegara. Hal ini tentunya juga menambah kesejahteraan ekonomi desa tersebut.

    Harus diingat nih, tidak ada jangkauan seluler di desa ini, dan listrik hanya tersedia dari pukul 6 hingga 10 malam.

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Wae Rebo Jadi Salah Satu Kota Kecil Terindah hingga Kota Pilihan Masa Pensiun

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Wae Rebo Jadi Salah Satu Kota Kecil Terindah hingga Kota Pilihan Masa Pensiun

    7cloud.asia – Penobatan Wae Rebo menjadi salah satu kota kecil terindah di dunia menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

    Artikel tentang 8 kota pilihan untuk menghabiskan masa pensiuan juga kembali
    masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia, bersama sejumlah berita seputar keputusan MK.

    Berikut daftar 5 berita terpopuler pekan ini selengkapnya  

    1. Wae Rebo dinobatkan menjadi kota terindah kedua di dunia

    Beberapa waktu lalu, majalah wisata, TimeOut yang berbasis di Inggris membuat daftar 16 kota kecil terindah di dunia pada 2024. Dalam daftar itu terdapat adalah Wae Rebo, Indonesia yang menempati peringkat kedua.

    Kota Wae Rebo. mungkin lebih tepat disebut perkampungan ketimbang kota kecil berada di atas bukit Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Wae Rebo yang ditandai dengan bangunan rumah tradisional berbentuk kerucut atau disebut sebagai Mbaru Niang ini menarik perhatian dunia.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. MK sebut perilaku Jokowi bermasalah secara etika

    MK dalam putusan sengketa hasil Pilpres 2024, Jakarta, menyebut bahwa dukungan (endorsement) Presiden terhadap pasangan calon tertentu bukan tindakan melanggar hukum.

    Namun, MK menilai sikap endorsement yang dilakukan Presiden ini dapat menjadi dianggap bermasalah secara etika.

    Penilaian MK ini dibacakan saat sidang pembacaan putusan sengketa hasil Pilpres 2024 yang diajukan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Senin (23/4/2024).

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Inkonsistensi sikap MK soal Bansos jelang pemilu

    Hakim MK menilai pembagian bantuan sosial (bansos) tidak berhubungan dengan kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

    Namun, di sisi lain, Hakim merekomendasikan pembagian bansos tidak boleh dilakukan jelang pemilihan umum (pemilu).

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Minimalisme: 5 hal yang layak disederhanakan dalam hidup

    Praktisi gaya hidup minimalis atau minimalisme, Joshua Becker menyebut ada lima pos dalam kehidupan kita yang perlu ditata untuk menyederhanakan hidup kita.

    Lima pos itu adalah kepemilikan atau harta benda, pengeluaran, konsumsi makanan dan kesehatan, penggunaan waktu, dan pengaturan dunia kerja kita.

    Jika Anda merasa perlu menyederhanakan hidup Anda maka, pilihlah satu dari lima aspek di atas dan buat satu langkah kecil menuju kesederhanaan di aspek tersebut.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. 8 Kota pilihan untuk menghabiskan masa pensiun

    Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun.

    Faktor-faktor tersebut antara lain kedekatan lokasi, kelengkapan infrastruktur, biaya hidup, serta kondisi lingkungan yang tenang.

    Jika sebuah kota memenuhi kriteria di atas, maka bisa dipastikan kota tersebut menjadi tempat yang nyaman menghabiskan masa pensiun.

    Baca berita selengkapnya di sini