Tag: wakatobi

  • Senator AS Dukung Pengembangan Energi Terbarukan di Kepulauan Wakatobi

    Senator AS Dukung Pengembangan Energi Terbarukan di Kepulauan Wakatobi

    Senator Hawaii Christopher Lee bersama Bupati Wakatobi H. Haliana dan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mendengarkan penjelasan mengenai bisnis rumput laut di Desa Liya Togo, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 22 Juni 2023. (Foto: Putra Aditya/YSEALI)

    7cloud.asia – Bagi Senator Hawaii, Christopher Lee, Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara punya banyak kesamaan dengan negara bagian ke-50 Amerika Serikat atau Hawaii terkait kondisi geografis dan dampak perubahan iklim.

    Kedua kepulauan yang terpisah jarak ribuan kilometer sama-sama punya alam yang indah dan sumber daya laut melimpah. Tak cuma itu, keduanya juga punya masyarakat adat yang rentan terdampak perubahan iklim yang merusak sumber daya laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.

    Oleh karena itu, kata Lee, penting untuk memulai transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, seperti panel surya, di pulau-pulau kecil untuk memitigasi perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global.

    “Pulau ini (Wakatobi) lebih siap dan posisinya lebih baik dari banyak pulau-pulau lain yang saya pernah lihat untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai energi terbarukan. Tidak hanya bagi rumah-rumah, tetapi juga bisnis-bisnis besar. Jadi bisa mengurangi tagihan listrik dan memastikan jaringan listrik yang lebih bersih dan andal,” kata Senator Lee dalam wawancara dengan VOA pada akhir Juni di Jakarta.

    Baca: Terdampak perubahan iklim, desa ini kembangkan energi terbarukan

    Saat ini, Wakatobi mendapat pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Bahan bakar solar untuk PLTD didatangkan dari luar kepulauan yang pantainya menjadi salah satu surga bagi para penyelam.

    Dari 16 Juni sampai dengan 24 Juni lalu, Senator Lee berada di Indonesia untuk program pertukaran yang diinisiasi oleh Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), program program pertukaran antar profesional muda di Amerika Serikat dan negara-negara di Asia Tenggara yang mencakup negara-negara ASEAN dan Timor-Leste.

    Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi tujuan utama Lee untuk melihat implementasi program fasilitasi perizinan pemanfaatan ruang laut bagi masyarakat adat di Wakatobi.

    Program terkait masyarakat adat itu tersebut diusulkan oleh Amelia Setya Nur Kumala dari Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk program pertukaran YSEALI Professional Fellow yang dia ikuti pada 2022.

    Baca: Perubahan iklim picu bedol desa di Pantura

    Belajar dari Hawaii

    Keberpihakan Lee pada pembangkit energi terbarukan, terutama pemanfaatan tenaga surya, untuk memenuhi kebutuhan energi di pulau-pulau kecil berangkat dari pengalamannya hidup di Hawaii.

     

    Lahir dan besar di Hawaii, Lee menyaksikan bagaimana pantai-pantai pulau itu terkikis, pasokan air tawar berkurang dan peningkatan frekuensi badai akibat perubahan iklim.

    Lee, yang juga senator termuda di Senat Negara Bagian Hawaii saat terpilih pada 2005, tidak tinggal diam. Sebagai langkah awal, dia berhasil menggolkan undang-undang terobosan yang menjadikan Hawaii, negara bagian pertama di AS yang memandatkan 100 persen listrik dari energi terbarukan pada 2045.

    Dari pengesahan undang-undang tersebut, warga Hawaii mulai memasang panel surya di rumah-rumah mereka untuk mendapatkan pasokan listrik secara mandiri. Ketika makin banyak konsumen di pulau itu yang memasang panel surya, perusahaan-perusahaan listrik mulai berusaha menghadang upaya itu.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

    Lee juga mengadakan konsultasi publik dan meloloskan undang-undang yang memerintahkan perusahaan listrik untuk memberi konsumen kebebasan memanfaatkan tenaga surya sebagai energi terbarukan.

    Transisi dari energi fosil ke energi terbarukan dengan menggunakan panel surya yang lebih murah juga berhasil membantu Hawaii menghemat lebih dari setengah miliar dollar dan mengurangi tarif listrik di Honolulu sebesar 20 persen.

    Keberhasilan Lee melakukan terobosan regulasi membuatnya dijuluki “Juara Surya” nasional.

    “Ini kisah yang sama yang terjadi di Hawaii, di Indonesia, Wakatobi, dan di negara-negara kepulauan di Pasifik. Kita menyaksikan kenaikan permukaan air laut, punahnya terumbu karang dan perubahan pola cuaca yang mengurangi pasokan air tawar,” kata Lee.

    “Jadi, masuk akal bagi saya untuk melakukan sesuatu.”

    Baca: Gelombang panas akibatkan ratusan orang meninggal di Meksiko dan India

    Menurut Lee, Hawaii sudah berhasil meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi negara bagian itu menjadi 40 persen, dari 10 persen pada 10 tahun lalu.

    Dengan kondisi geografi dan iklim yang mirip Hawaii, Lee yakin model pembangunan pembangkit energi terbarukan atau listrik  panel surya bisa diterapkan di Wakatobi.

    Apalagi, di Wakatobi masih banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk memasang instalasi panel surya dan baterai penyimpanan.

    “Di pulau-pulau kecil, seperti Wakatobi, ada komunitas dan desa yang lebih kecil. Anda bisa menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya dalam satu jaringan sistem kelistrikan yang mandiri. Ini lebih murah daripada mengubah jaringan listrik untuk jutaan orang,” kata Lee.

    Baca: Ini sisi gelap di balik transisi ke energi terbarukan

    Lebih jauh, Lee mengatakan secara umum Indonesia punya fleksibilitas membangun jaringan listrik dari sumber energi hijau dibandingkan Hawaii karena masih banyak pulau-pulau kecil di Indonesia belum terpasang jaringan listrik yang bersumber dari energi fosil seperti batu bara atau solar, katanya.

    “Transisi energi di pulau-pulau kecil di Indonesia, seperti di Wakatobi, lebih mudah daripada di Hawaii karena kami harus bersaing dengan warisan infrastruktur listrik yang mahal. Kami harus memikirkan secara finansial bagaimana transisi berjalan,” imbuhnya.

    Jadi, transisi ke energi terbarukan lebih mudah dimulai dari pulau-pulau kecil daripada langsung dalam skala besar, ujarnya.

    Sumber: VOA Indonesia