Tag: Waste Station

  • Nestle Sediakan Fasilitas Waste Station di 10 Titik: Masyarakat Bisa Tukarkan Sampah Anorganik dengan Voucher Belanja

    Nestle Sediakan Fasilitas Waste Station di 10 Titik: Masyarakat Bisa Tukarkan Sampah Anorganik dengan Voucher Belanja

    7cloud.asia – Pengelolaan sampah di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan hingga infrastruktur pengumpulan dan pembuangan yang belum memadai.

    Menjawab tantangan itu, Nestlé yang merupakan salah satu produsen sampah anorganik menyediakan fasilitas Waste Station untuk mengumpulkan dan mengelola sampah anorganik secara optimal dan berkelanjutan.

    Fasilitas Waste Station ini merupakan kolaborasi Nestle bersama Rekosistem, dengan menggandeng mitra ritel, yakni Hero Supermarket dan Hypermart, sebagai lokasi fasilitas Waste Station.

    Dengan adanya Waste Station ini, konsumen dapat mengelola sampah rumah tangga dan menyetornya ke Waste Station terdekat sekaligus berbelanja dan mendapat poin.

    “Inisiatif itu diharapkan dapat mendukung konsumen untuk memulai perubahan perilaku dalam melakukan pilah sampah dari rumah dan memastikan sampah yang disetor akan dikelola dan didaur ulang secara optimal oleh Rekosistem,” tulis Nestlé dalam keterangan resmi yang diterima,  Jumat (18/10/2024).

    Nestlé memulai kolaborasi pertama dengan Hero Supermarket pada Desember 2023 lalu, dengan membuka fasilitas Waste Station di 5 area, yakni Hero Taman Alfa Jakbar, Hero Permata Hijau Jakbar, Hero Kota Wisata Cibubur, Hero Lebak Bulus Jaksel, dan Hero Kemang Jaksel.

    Kolaborasi berikutnya dilakukan bersama Hypermart pada Maret 2024 dengan membuka fasilitas Waste Station di 5 area yaitu, yaitu Hypermart Cyberpark Tangerang, Hypermart Gading Serpong Tangerang, Hypermart Vila Melati Mas Tangerang, Hypermart Puri Indah Jakarta Barat, dan Hypermart AR Hakim Surabaya.

    Baca: Agar Reuse, reduce dan recycle tak hanya jadi slogan

    Pilah, kumpulkan, dan dapatkan voucer belanja
    Untuk menyetor sampah di Waste Station, masyarakat diharapkan telah memilah sampah dari rumah karena fasilitas ini hanya dapat menerima sampah anorganik dan minyak jelantah.

    Masyarakat yang ingin berpartisipasi, harus memastikan sampah dalam keadaan bersih dan kering guna memastikan sampah masih memiliki nilai tinggi untuk didaur ulang.

    Kemudian, kemas sampah anorganik, baik menggunakan kardus, kantong plastik, kantong kertas, maupun tas spunbond, lalu bawa ke lokasi Nestlé Waste Station.

    Selanjutnya, pindai (scan) Nestlé Rekosistem Website QR Code di Waste Station untuk merekam penyetoran sampah dan mengumpulkan poin.

    Lalu, isi informasi sampah yang disetorkan untuk mendapatkan kode unik dan tulis kode unik pada kemasan dan setorkan pada petugas Waste Station.

    Konsumen dapat menyetorkan seluruh material sampah jenis anorganik, seperti kertas, kardus, plastik, kaleng, kaca, dan minyak jelantah.

    Material sampah tersebut masih memiliki nilai dari ulang, tetapi harus didukung dengan pemilahan agar sampah tidak terkontaminasi dengan material organik ataupun minyak dan sambal.

    Seluruh sampah akan disetorkan kepada pengepul dan pendaur ulang sampah sesuai dengan jenis material. Sampah ini akan dijadikan bahan baku material daur ulang atau dikelola secara bertanggung jawab agar tidak bermuara di TPA.

    Baca: Cara memilah sampah dari rumah

    Menariknya, masyarakat dapat mengumpulkan poin dari setiap sampah yang disetorkan. Poin ini dapat ditukarkan dengan voucer belanja partner ritel, yakni Hero Supermarket atau Hypermart, sesuai dengan lokasi penyetoran.

    Masyarakat bisa mendapatkan 800 poin untuk setiap 1 kg sampah anorganik. Konsumen yang mengemas secara terpisah sampah kemasan dari merek-merek Nestlé akan memperoleh 1.500 poin spesial untuk setiap 0,5 kg.

    Setiap 25.000 poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan voucer belanja senilai Rp 25.000 untuk digunakan berbelanja di mitra ritel.

    Selain menyediakan 10 fasilitas Waste Station, Nestlé secara berkelanjutan menjalankan upaya-upaya untuk mendukung pengurangan dan penanganan sampah dari hulu ke hilir, baik di Indonesia maupun global.

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat, Indonesia menghasilkan 30,97 juta ton timbulan sampah pada 2023. Data itu bahkan belum lengkap.

    Hingga 17 Juli 2024, data sampah yang masuk baru berasal dari 280 kabupaten dan kota, sedangkan Indonesia memiliki total 514 kabupaten dan kota.

    Dari sampah yang sudah tercatat, 20,2 juta ton atau 65,24 persen di antaranya berstatus terkelola dan 10,77 juta ton atau 34,76 persen tidak terkelola.

    Peraturan Menteri LHK Nomor 6 Tahun 2022 mendefinisikan “pengelolaan sampah” sebagai kegiatan yang sistematis, menyeluruh, serta berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.