7cloud.asia – Koran atau surat kabar nasional tertua di dunia yang telah berusia hampir 320 tahun akhirnya memutuskan untuk tidak lagi merilis edisi hariannya.
Edisi terakhir surat kabar Wiener Zeitung yang berbasis di Wina, Austria berhenti cetak pada bulan Juli ini.
Surat kabar Wiener Zeitung tidak lagi mencetak edisi hariannya setelah otoritas setempat mengubah peraturan sehingga tidak lagi menguntungkan surat kabar tersebut sebagai produk cetak.
Baca: Jurnalis bekerja penuh risiko tapi minim perlindungan
Undang-undang yang disahkan pada 27 April 2023 oleh pemerintah koalisi Austria tersebut, mengakhiri persyaratan hukum untuk membayar penerbitan pengumuman publik dalam edisi cetak surat kabar Wiener Zeitung tersebut.
Keputusan ini mengakhiri peran Wiener Zeitung sebagai surat kabar resmi.
Menurut Der Spiegel, perubahan ini mengakibatkan hilangnya pendapatan penerbit surat kabar tersebut hingga sekitar 18 juta euro atau sekitar 15 juta poundsterling,
Keputusan tersebut telah memaksa surat kabar Wiener Zeitung memangkas 63 pekerjaan, termasuk mengurangi staf editorialnya dari 55 menjadi 20 orang saja.
Baca: Sekolah alternatif ini ajak siswanya rajin menulis
Setelah keputusan ini, surat kabar Wiener Zeitung akan terus diterbitkan secara online dan berharap untuk mendistribusikan edisi cetak bulanan.
Namun demikian pihak Wiener Zeitung menyatakan rencana tersebut masih dalam pengkajian..
Surat kabar Wiener Zeitung yang dimiliki oleh pemerintah Austria tetapi secara editorial independen, mulai terbit pada Agustus 1703 dan telah melahirkan 12 presiden, 10 kaiser, dan dua republik.
Dalam edisi pertamanya, dikatakan surat kabar Wiener Zeitung ini akan memberikan laporan langsung tentang berita “tanpa pidato atau puitis”.
Pada 1768 dilaporkan tentang konser yang dibintangi oleh seorang anak berusia 12 tahun yang “sangat berbakat” yang kemudian mendunia dan dikenal hingga saat ini yaitu, Wolfgang Amadeus Mozart.
Baca: Cara Pemkab Boyolali tingkatkan literasi jaid contoh nasional
Ketika Austria kalah dalam perang dunia pertama, surat kabar Wiener Zeitung menerbitkan edisi khusus dengan surat pengunduran diri kaisar terakhir Habsburg, Kaiser Karl.
Dalam edisi cetak harian terakhirnya pada hari Jumat, sebuah tajuk rencana menyalahkan undang-undang baru pemerintah untuk akhir cetakannya dan berkata:
“Ini adalah masa badai untuk jurnalisme berkualitas … Di semakin banyak platform, tampilan konten serius untuk perhatian dengan berita palsu, video tak berarti, dan teori konspirasi.”
Pada bulan April sirkulasi surat kabar ini hanya 20.000 pada hari kerja, meskipun angka ini meningkat dua kali lipat pada akhir pekan.
Arnold Schwarzenegger adalah salah satu narasumber terakhirnya, bersama mantan kanselir Austria Franz Vranitzky dan Wolfgang Schüssel.
Baca: Separuh dari 6000 bahasa lokal di dunia terancam punah
Wakil presiden komisi Uni Eropa VÄ›ra Jourová mengatakan kepada kantor berita Austria APA bahwa dia merasa tidak senang dengan situasi di surat kabar Wiener Zeitung tersebut.
“Saya pikir Wiener Zeitung memainkan peran yang baik dalam memberikan informasi kepada masyarakat selama bertahun-tahun,” katanya.
Selama tiga abad pencetakannya, surat kabar Wiener Zeitung hanya memiliki satu jeda atau tidak terbit secara paksa.
Setelah Austria dimasukkan ke dalam Jerman Hitler, surat kabar itu ditutup oleh Nazi pada tahun 1939.
Pada tahun 1945, ketika Austria masih berada di bawah pendudukan sekutu, surat kabar Wiener Zeitung mulai mencetak lagi.
Baca: Wukuf, momen penyerahan diri yang menjadi inti ibadah haji
Status surat kabar tertua di dunia, saat ini diperebutkan oleh Gazzetta sebuah surat kabar lokal yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1664 di Mantova.
The London Gazette, sebuah surat kabar resmi pemerintah Inggris yang tidak melaporkan berita mulai terbit pada tahun 1665.
Dengan tumbangnya Wiener Zeitung maka rekor surat kabar nasional tertua di dunia yang bertahan sekarang adalah Hildesheimer Allgemeine Zeitung, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1705 di Jerman.
Sumber: The Guardian, baca artikel asli di sini.
