7cloud.asia – Jutaan pengguna perangkat dengan sistem operasi Windows di seluruh dunia mengeluh telah alami gangguan atau error yang disebut Blue Screen of Death (BSOD)
Gangguan Blue Screen of Death ini mengakibatkan tampilan sistem Windows menjadi latar belakang biru dan keterangan teks yang menunjukkan gangguan, sehingga meminta penggunannya untuk melakukan restart.
Gangguan Blue Screen of Death ini membuat sistem Windows tidak bekerja, atau membuat perangkat restart sendiri sehingga memicu kekacauan.
Sejumlah pengguna dari berbagai negara juga melaporkan masalah yang sama di media sosial X (dahulu Twitter).
Dilansir Kompas.com, menurut pengguna dengan handle akun @DriveGreen80167, gangguan Windows ini memengaruhi sejumlah lembaga dan organisasi termasuk bank dan bandara di Amerika Serikat dan Australia.
Pihak Microsoft juga telah mengetahui persoalan ini dan mengatakan sedang mengambil langkah mitigasi.
Gangguan Blue Screen of Death ini menyebabkan disrupsi di banyak layanan publik di AS, seperti bank, bandara, dan maskapai penerbangan.
Tiga maskapai besar di AS, American Airlines, Delta, dan United, meng-grounded seluruh pesawatnya akibat insiden ini.
Masalah ini ternyata juga dialami pengguna OS Windows di Indonesia. Sejumlah karyawan kantor di Jakarta melaporkan kendala blue screen Windows ini.
“Komputer di sini kena BSOD berjamaah, dan semua system reservation down,” ujar salah satu karyawan travel di Jakarta, dikutip KompasTekno.
PC yang ia pakai menggunakan OS Windows 10.
Menurut laporan sejumlah pengguna, gangguan Windows terjadi setelah pengguna melakukan update sistem keamanan Microsoft, CrowdStrike ke versi terbaru. Pihak CrowdStrike sendiri sudah menyadari adanya masalah ini dan menyatakan sedang melakukan upaya perbaikan.
“Kami menyadari adanya masalah yang membuat Windows terganggu. Tim kami secara aktif berupaya mengatasi masalah ini,” kata pihak CrowdStrike di halaman forum resmi mereka, dikutip KompasTekno dari Times Now News, Jumat (19/7/2024).
