Tag: Word Clean up Day

  • Sejarah Lahirnya World Cleanup Day dan Mengapa Gerakan Ini Harus Terus Ada

    Sejarah Lahirnya World Cleanup Day dan Mengapa Gerakan Ini Harus Terus Ada

    7cloud.asia – Ratusan relawan yang rata-rata masih remaja ikut meramaikan penyelenggaraan puncak World Cleanup Day di Tugu Sepeda, Jakarta Minggu (22/9/2024)

    Mereka datang dari berbagai sudut Jakarta dan sekitarnya. Ada Kevin, siswa kelas 9 yang jauh-jauh datang dari Bekasi untuk ikut meramaikan World Cleanup Day 2024 ini.

    Juga Andini yang datang bersama belasan temannya dari SMK Said Naum Jakarta Pusat. Juga Dito, mahasiswa yang datang dari Kayu Putih, Jakarta Pusat.

    Ketika ditanya apa yang membuat mereka rela bangun pagi demi acara World Cleanup Day ini, jawaban mereka seragam yakni ingin turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

    Di benak ketiganya, tidak sembarangan membuang sampah adalah langkah awal dalam menjaga lingkungan, selain dengan memelihara tanaman. Namun, saat ditanya soal perubahan iklim, ketiganya mengaku tidak terlalu paham.

    Hal ini juga diakui leader World Cleanup Day Indonesia, Andy Bahari yang mengatakan perubahan menuju Indonesia bersih dan bebas dari sampah memerlukan kerja sama antar semua pihak.

    “Melakukan perubahan tidak bisa instant, awal mula aku ikut world cleanup tahun pertama dan tahun kedua itu susah banget. Orang masih belum sadar dan ini menurut aku baru mulai kelihatan peduli dengan sampah,“ ujarnya.

    Baca: Luna Maya ajak relawan World Cleanup Day sebarkan virus peduli lingkungan

    World Cleanup Day adalah gerakan sosial di dunia yang menggerakkan masyarakat di beberapa negara untuk bersama-sama membersihkan lingkungan di sekitarnya. Aksi ini biasa dihelat setiap tanggal 20 September serentak di 180 negara.

    Gerakan World Cleanup Day berada di bawah naungan Yayasan Let’s Do It World (LDIW), yang bertujuan untuk menyatukan komunitas global dan meningkatkan kesadaran guna melakukan perubahan dalam mewujudkan aksi untuk bumi yang bersih dan sehat.

    Kegiatan bersih-bersih pertama kali dilakukan pada tahun 2008 di Republik Estonia, Eropa Utara; dan berhasil mengumpulkan 50.000 orang untuk membersihkan seluruh negara dalam waktu lima jam.

    Melihat kesuksesan ini, pada tahun 2011 Yayasan LDIW didirikan untuk menyebarkan dan menerapkan pola kegiatan bersih-bersih di suatu negara dalam satu hari, yang serentak dilakukan di seluruh dunia.

    Saat ini Yayasan LDIW sedang berfokus pada rencana besar menuju dunia bebas sampah, dengan meluncurkan program Keep It Clean, yang mengacu pada prinsip Circular Economy, dengan melakukan tiga kegiatan utama.

    Baca: Keriaan World Cleanup Day 2024 di Jakata

    Pertama, edukasi untuk pembangunan yang berkelanjutan – memberikan edukasi di beberapa sektor yang bertujuan untuk menggiring perubahan sikap.

    Kedua, bekerjasama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memfasilitasi proses untuk mengadopsi dan menjalankan sistem Manajemen Sumber Daya yang berkelanjutan dan mengedepankan lingkungan.

    Peningkatan kesadaran melalui kegiatan sipil besar-besar seperti World Cleanup Day, pemetaan limbah, dan sebagainya.

    World Cleanup Day Indonesia (WCD Indonesia) diperkenalkan oleh Let’s Do It Indonesia yang merupakan organisasi di bawah jaringan Let’s Do It World sejak tahun 2014.

    Aksi cleanup pertama di Indonesia mulai dilakukan pada tahun 2018, kedua pada tahun 2019 dan ketiga pada tahun 2020. Indonesia menorehkan sejarah dengan menjadi negara pemimpin cleanup terbesar di dunia tiga tahun berturut-turut.

    Kegiatan World Cleanup Day biasanya digelar setahun sekali dilakukan satu hari serempak di sejumlah kota. Namun, tidak jarang relawan World Cleanup Day di Jakarta juga melakukan pluging atau memunguti sampah di sela CFD.

    Baca: Cara mudah menghentikan penggunaan plastik sekali pakai

    Dikarenakan adanya pandemi maka untuk tahun 2020, kegiatan aksi cleanup dan pilah sampah di Indonesia dilakukan selama 7 hari berturut-turut yang ditutup pada puncak 19 September 2020.

    Lima tahun belakangan, Indonesia mulai aktif bergabung dan berkontribusi dalam gerakan WCD, dan menarik sejumlah relawan untuk bergabung serta melakukan kegiatan bersih-bersih di beberapa daerah di Indonesia.

    Tahun ini World Cleanup Day Indonesia sukses menggerakkan 13 juta relawan untuk melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah wilayah di Indonesia.

    Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia setelah China. Di sisi lain, belum ada upaya serius dari pemerintah untuk mengurangi produksi sampah.

    Karena itu aksi bersih-bersih dan edukasi untuk lebih bertanggung jawab mengelola sampah seperti yang dilakukan World Cleanup Day ini sangat bermanfaat.

    “Dengan membangun kesadaran mulai sekarang, siapa tahu lima hingga 20 tahun ke depan, kita akan memetik hasilnya,“ ujar Andy Bahari.