Tag: World Angklung Day

  • World Angklung Day: Alunan Musik Angklung Akan Tampil di Panggung Dunia

    World Angklung Day: Alunan Musik Angklung Akan Tampil di Panggung Dunia

    7cloud.asia – Kota San Francisco akan menjadi saksi harmoni bambu Indonesia bergema di panggung dunia melalui perayaan World Angklung Day (WAD) yang akan digelar pada Sabtu, 15 November 2025, di Mills Theater, Millbrae, California, Amerika Serikat.

    World Angklung Day ini merupakan inisiatif Indonesia Lighthouse bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco untuk memperingati 15 tahun pengakuan angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

    Delegasi Tetap Indonesia dan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO turut mendukung World Angklung Day sebagai upaya memperkenalkan musik angklung ke panggung internasional.

    Sebelum konser dimulai, pengunjung juga dapat menikmati berbagai booth bertema Indonesia yang menampilkan kuliner, pariwisata, kecantikan, dan photo booth interaktif.

    “Kami ingin program ini menghubungkan komunitas angklung lintas wilayah,” kata Ari Sufiati yang menggagas acara ini dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia Senin (3/11/2025)

    Mengusung tagline “From Cultural Heritage to Legacy,” World Angklung Day diharapkan menjadi simbol komitmen untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan.

    Baca: Musik bantu anak mengenali emosi sejak dini

    “Budaya hanya akan abadi jika dimainkan, dijaga, dan dikembangkan. Angklung bukan sekadar alat musik, ia adalah bahasa harmoni yang menyatukan dunia,” tegas Ari.

    Ari berharap gema angklung tidak berhenti di San Francisco, melainkan menggema ke berbagai penjuru dunia. Dia berharap, setiap bulan November dunia mendengar bunyi bambu Indonesia.

    “Kami menyebutnya mengangklungkan dunia, menduniakan angklung,” tandasnya.

    Gagasan penyelenggaraan WAD berawal dari percakapan sederhana antara para pemain angklung diaspora Indonesia di California yang tergabung dalam komunitas Angklung Cendrawasih.

    Salah satunya, Ari Sufiati, yang membawa ide konser kecil di community center ke berbagai pihak saat ia berkunjung ke Indonesia, menjadi berkembang pesat, salah satunya ketika berdiskusi dengan pihak Kementrian Pariwisata dan aktivis angklung Tricia Sumarijanto.

    “Gayung bersambut ketika menghubungi KJRI San Francisco yang siap membantu. Tidak menyangka, ide sederhana ini mendapat sambutan luar biasa,” ujar Ari, penggagas World Angklung Day.

    Baca: Konser musik jadi medium ‘Artwashing’

    Dengan waktu persiapan hanya tiga bulan, Indonesia Lighthouse dipercaya menjadi penyelenggara utama.

    Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk KBRI Washington DC, Ditjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kementrian Kebudayaa, Paragon Corp, BCA, AICEF, dan mitra pariwisata Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata seperti Sudamala Resort.

    “Sambutannya sangat hangat, bahkan KJRI San Francisco siap menghadirkan tamu diplomat dan perwakilan organisasi internasional.” imbuh Ari.

    Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Millbrae dan komunitas diaspora Indonesia di Bay Area yang antusias menjadi bagian dari promosi budaya Indonesia.

    “Angklung punya filosofi harmoni—setiap orang memegang satu nada, dan keindahan lahir ketika dimainkan bersama,” lanjut Ari. “Filosofi ini universal, tentang bagaimana keberagaman melahirkan keindahan.”

    Selain penampilan utama oleh Angklung Cendrawasih, acara akan menampilkan kolaborasi lintas komunitas dan keyakinan bersama Angklung Gereja Kristen Indonesia San Jose dan Manshur Angklung yang didatangkan dari Indonesia.

    “Latihan kami baru sekitar 50 persen, tapi semangatnya 100 persen,” ujar Yuli Grimes, anggota Cendrawasih.

    “Kami akan membawakan empat lagu sendiri dan sisanya bersama komunitas lain. Rasanya seperti menenun irama bambu menjadi jembatan lintas iman dan bangsa.”

    Baca: Pemerintah Belanda kembalikan ratusan artefak bersejarah kepada Indonesia