Tag: World Central Kitchen

  • Pasca Serangan yang Menewaskan 7 Stafnya, World Central Kitchen Tangguhkan Pengiriman Bantuan ke Gaza

    Pasca Serangan yang Menewaskan 7 Stafnya, World Central Kitchen Tangguhkan Pengiriman Bantuan ke Gaza

    7cloud.asia – Warga Gaza mengungkapkan keputusasaan mereka setelah serangan udara Israel terhadap konvoi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza menewaskan tujuh pekerja badan amal World Central Kitchen.

    Akibat serangan ini World Central Kitchen menangguhkan pengiriman bantuan ke Gaza melalui laut. 

    Israel mengatakan bahwa mereka tanpa sengaja membunuh staf badan amal World Central Kitchen (WCK). Korban tewas adalah warga negara Australia, Inggris, Polandia, Palestina dan satu orang berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Kanada.

    Israel berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh. Kepala angkatan bersenjata Israel Herzi Halevi menyebut serangan itu sebagai “kesalahan fatal”, akibat adanya “kesalahan identifikasi” pada malam hari.

    Baca: Indonesia dukung pengiriman bantuan ke Gaza dengan metode airdrop

    Dalam sebuah pesan video, ia menyampaikan permintaan maaf dari pihaknya atas kerugian yang tidak disengaja terhadap anggota World Central Kitchen  setelah tewasnya ketujuh staf itu memicu kemarahan internasional.

    Alaa Kassab, seorang warga Palestina di Rafah, Gaza selatan, mengungkapkan bahwa ia sedang menunggu kiriman bantuan dari World Central Kitchen  namun ia diberitahu bahwa operasi badan amal itu dan bantuan yang mereka distribusikan dihentikan pascaserangan hari Senin (1/4/2024).

     

    Menurut PBB, sedikitnya 196 staf kemanusiaan tewas di Gaza sejak Oktober tahun lalu. Hamas sebelumnya menuding Israel menarget lokasi-lokasi distribusi bantuan kemanusiaan.

    World Central Kitchen aktif beroperasi di Gaza sejak Oktober tahun lalu. Mereka mengirimkan bantuan makanan melalui jalur darat dan juga berpartisipasi dalam pengiriman lewat udara.

    Baca: Jutaan warga Palestina terancam kemiskinan ekstrem

    Pada Maret lalu, mereka membuka koridor bantuan laut pertama untuk mengangkut bantuan kemanusiaan dari Siprus ke Gaza.

    Israel menyerang konvoi kendaraan staf WCK ketika mereka baru saja menurunkan 100 ton bantuan makanan dari kapal tongkang yang berlayar dari Siprus.

    Para pejabat Siprus menyampaikan bahwa bantuan yang belum sempat terkirim, yang dikelola oleh World Central Kitchen dan badan amal Open Arms dari Spanyol, kembali ke Siprus setelah lembaga itu menyatakan menghentikan sementara operasinya di Gaza.

    Hanya satu tongkang yang isinya sempat diturunkan, sedangkan dua pertiga sisanya kembali ke Siprus.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Pasca Serangan ke Konvoi World Central Kitchen, Inggris Sebut Kondisi di Gaza Sudah Tak Bisa Ditolerir

    Pasca Serangan ke Konvoi World Central Kitchen, Inggris Sebut Kondisi di Gaza Sudah Tak Bisa Ditolerir

    7cloud.asia – Inggris menyerukan penyelidikan segera terhadap Israel atas serangan udara kekonvoi kendaraan World Central Kitchen yang menewaskan tujuh pekerja bantuan di Jalur Gaza.

    Serangan terhadap konvoi bantuan World Central Kitchen untuk Gaza pada Senin (1/4/2024) ini memicu kemarahan global. Tiga di antara korban tewas adalah warga negara Inggris.

    Jenazah pekerja bantuan yang tewas akibat serangan udara Israel dibawa keluar dari Jalur Gaza pada Rabu (3/4/2024), melalui penyeberangan Rafah ke Mesir.

    Pada Senin, rudal menghantam konvoi kendaraan yang digunakan oleh badan amal World Central Kitchen dari AS.

    Tiga di antara korban tewas adalah warga negara Inggris: John Chapman, 57 tahun; James Kirby, 47 tahun; dan James Henderson, 33 tahun.

    “Situasinya semakin tidak dapat ditoleransi, dan yang perlu segera dilakukan adalah penyelidikan menyeluruh dan transparan atas apa yang terjadi, namun juga peningkatan dramatis dalam jumlah bantuan yang masuk ke Gaza,” Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak kepada para wartawan pada Rabu.

    Baca: World Central Kitchen tangguhkan bantuan ke Gaza 

    Dia menolak seruan oposisi untuk mempertimbangkan penghentian penjualan senjata ke Israel. Ketiga korban asal Inggris tersebut bertugas menjaga keamanan untuk World Central Kitchen melalui perusahaan Solace Global.

    “Kami telah mencermati segala sesuatu yang terjadi sebelum dan sesudah kejadian tersebut. Kami sepenuhnya puas bahwa semua tindakan telah diambil dan dilaksanakan dengan benar,” Matthew Harding, direktur non-eksekutif di perusahaan tersebut.

    Korban lainnya termasuk seorang pengemudi Palestina yang dipekerjakan oleh Solace Global, bersama dengan seorang warga Australia, seorang warga Polandia, dan seorang warga negara ganda AS-Kanada.

    Pemerintah negara-negara tersebut telah menyuarakan seruan untuk melakukan penyelidikan cepat. Israel mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka tidak bermaksud untuk menarget para pekerja bantuan.

    Baca: Indonesia dukung pengiriman bantuan pangan dengan metode airdrop di Gaza

    “Serangan itu adalah kesalahan yang terjadi setelah kesalahan identifikasi pada malam hari, saat perang, dalam kondisi yang sangat kompleks. Serangan itu seharusnya tidak terjadi,” kata Kepala staf Angkatan Pertahanan Israel Herzi Halevi yang disiarkan di televisi pada Selasa.

    Organisasi Human Rights Watch menolak penjelasan tersebut pada hari Rabu, seperti disampaikan oleh Omar Shakir, direktur organisasi itu untuk Israel dan Palestina yang berbicara dengan VOA melalui tautan Zoom.

    “Serangan mematikan Israel terhadap pekerja bantuan World Central Kitchen di Gaza ini menunjukkan karakteristik serangan udara presisi, yang menunjukkan bahwa militer Israel bermaksud untuk menyerang kendaraan tersebut.

    World Central Kitchen melaporkan posisi dan pergerakannya kepada pemerintah Israel. Kendaraan mereka ditandai dengan jelas. Bagi pemerintah Israel, ini bukanlah insiden yang terjadi hanya satu kali,” katanya.

    Baca: Jutaan warga Gaza terancam kelaparan ekstrem

    World Central Kitchen telah menghentikan operasinya di Gaza. Pendirinya mengatakan serangan itu adalah “akibat langsung dari kebijakan yang menekan bantuan kemanusiaan ke tingkat yang sangat menyedihkan.”

    Meskipun ada tuduhan luas dari lembaga-lembaga bantuan bahwa Israel menghalangi pasokan bantuan ke Gaza, Israel membantah pihaknya memblokir bantuan.

    Sebaliknya, aliran bantuan yang tidak lancar tersebut dipersalahkan pada Hamas – yang dituduh menggunakan rumah sakit dan fasilitas bantuan sebagai pangkalan militer.

    Hamas membantah klaim tersebut dan mengatakan Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.

    Sumber: VOA Indonesia