7cloud.asia – Duta Komunikasi World Water Forum ke-10 yang juga aktris, Cinta Laura krisis iklim terutama krisis air akan semakin jadi masalah besar. Karena itu, perlu adanya kesadaran mengenai pentingnya kebutuhan dan akses air bersih.
“Kalau perasaan kepedulian tidak ada, tidak akan mungkin orang mengambil aksi dan kalau aksi tidak diambil tidak akan ada perubahan nyata yang terjadi,” ujar Cinta seperti yang dilansir Antaranews.
Memang ia menyadari bahwa isu kemanusiaan dan kualitas hidup belum menjadi prioritas. Sebab masih banyak masyarakat Indonesia yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Jadi sebagai communication ambassador, role (peran) aku di sini adalah menyosialisasikan isu krisis air ini kepada masyarakat secara luas, terutama anak muda. Karena merekalah yang bisa merubah habit (perilaku) mereka agar kita bisa mencapai goals (sasaran) kita dalam 20 tahun ke depan,” jelasnya.
Baca: Cinta Laura jadi duta World Water Forum
Dia mengungkapkan upaya keberlanjutan termasuk dari sektor air sudah tercantum dalam Peta Jalan Ekonomi Biru yang akan mulai dilaksanakan tahun 2025 sampai tahun 2045.
Aktris berdarah Jerman ini menjelaskan bahwa upaya tersebut membutuhkan banyak sumber daya termasuk air untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto.
Namun, disisi lain kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Menurutnya kesejahteraan masyarakat bisa dimulai dengan mencegah krisis air melalui langkah sederhana.
Diantaranya dengan memilah sampah dan tidak membuang sampah ke sungai atau laut yang dapat mencemari kualitas air. Selain itu, masyarakat dapat mendaur ulang sampah agar bernilai ekonomi.
Baca: World Water Forum resmi dibuka
Saat ini, lanjut Cinta, dirinya tengah aktif membuat program-program dan membangun kerja sama dengan organisasi-organisasi agar kesadaran di kalangan masyarakat kita bisa meningkat.
“Agar mereka sadar bahwa jika mereka ingin mencari kualitas hidup yang lebih tinggi di keesokan hari, mereka harus melibatkan isu lingkungan, isu krisis air. Inilah yang akan sangat berdampak terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi kita di masa depan,” tuturnya.
World Water Forum yang digelar di Nusa Dua, Bali merupakan forum internasional yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di berbagai sektor sumber daya air.
Baca: Air bersih adalah hak asasi manusia
Mulai dari pemerintah, parlemen, pemimpin politik, lembaga multilateral, politisi, akademisi, masyarakat sipil, pelaku usaha, dan lain sebagainya.
Ada beberapa sub-tema yang diusung dalam WWF ke-10 ini, yaitu ketahanan dan kesejahteraan air, air untuk manusia dan alam, pengurangan dan pengelolaan risiko bencana.
Selain itu, sub-tema lainnya adalah tata kelola, kerja sama, dan hidro-diplomasi, pembiayaan air berkelanjutan, dan pengetahuan dan inovasi.
Reporter: Nurakhmayani
