Tag: wukirsari

  • Kekayaan Budaya Lokal Antar Jatiluwih dan Wukirsari Masuk Daftar 55 Desa Wisata Terbaik Dunia

    Kekayaan Budaya Lokal Antar Jatiluwih dan Wukirsari Masuk Daftar 55 Desa Wisata Terbaik Dunia

    7cloud.asia – Desa Wisata Jatiluwih di Bali dan Desa Wisata Wukirsari di Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil masuk dalam 55 Desa Wisata Terbaik 2024 versi Organisasi Pariwisata PBB atau UN Tourism.

    Penyerahan penghargaan Desa Wisata Terbaik ini digelar di Cartagena de Indias, Kolombia, Jumat (15/11/2024) lalu.

    Sebelum masuk nominasi dan akhirnya menjadi desa wisata terbaik dunia, Desa Wukirsari telah menjadi juara Desa Wisata Maju versi Kemenparekraf pada 2023.

    Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB Zurab Pololikashvili mengatakan, pariwisata adalah alat penting untuk mewujudkan inklusifitas, sekaligus memberdayakan masyarakat pedesaan.

    Pengembangan desa wisata sekaligus untuk melindungi dan menghargai warisan budaya sambil mendorong pembangunan berkelanjutan.

    Zurab menambahkan, dengan memanfaatkan aset unik mereka, komunitas-komunitas ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, mempromosikan tradisi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup penduduknya.

    Baca: Yuk jalan-jalan ke Desa Adat

    “Kami merayakan desa-desa yang telah memanfaatkan pariwisata sebagai jalan menuju pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, yang menunjukkan bahwa praktik berkelanjutan dapat membawa masa depan yang lebih cerah bagi semua,” ucapnya dikutip dari kanal Youtube UNWTO.

    Dalam ajang tersebut, penilaian untuk desa wisata terbaik didasarkan pada sumber daya alam dan budaya, serta tindakan dan komitmen yang inovatif dan transformatif terhadap pengembangan pariwisata yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

    Keberhasilan Desa Wisata Jatiluwih, dan Desa Wisata Wukirsari meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik tahun ini menyusul keberhasilan Desa Nglanggeran tahun 2021, Desa Penglipuran tahun 2023.

    Desa Wisata Jatiluwih terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, terkenal sebagai tempat wisata dengan keindahan persawahan bertingkat yang masih menggunakan sistem irigasi padi tradisional Bali, subak.

    Dibangun sejak abad ke-11, subak bukan hanya sebuah sistem irigasi tetapi juga filosofi hidup yang menekankan pada keharmonisan dan keberlanjutan.

    Desa Jatiluwih dikelilingi oleh hutan lindung seluas 24 hektare yang merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna endemik, seperti berbagai jenis burung langka dan hewan seperti kukang jawa.

    Baca: Dengan slow city, Kota Solo tawarkan pengalaman wisata yang berbeda

    Jatiluwih tak hanya menawarkan pemandangan sawah terasering yang memukau, tapi juga menjadi pilihan aktivitas luar ruangan seperti trekking dan bersepeda melalui jalur yang menghubungkan sawah dengan hutan.

    Di waktu tertentu, Desa Jatiluwih juga menyelenggarakan festival dan upacara tradisional yang memungkinkan pengunjung untuk merasakan kekayaan budaya dan tradisi lokal.

    Sementara Desa Wukirsari, sebuah desa wisata yang terletak di Kapanewon Imogiri, Bantul, Yogyakarta, atau sekitar 20 kilometer arah tenggara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

    Salah satu kekhasan desa wisata ini adalah tradisi membatik yang turun-temurun.
    Desa Wisata Wukirsari memiliki dua warisan budaya tak benda dunia, yakni wayang dan batik.

    Wukirsari juga sukses melestarikan dua warisan itu termasuk menjaga lingkungannya agar berkelanjutan.

    Batik Giriloyo yang diwariskan secara turun temurun dengan jumlah pembatik yang paling banyak, kemudian tatah sungging, keris, makam raja Imogiri, dan juga pemandangan alamnya yang menawan.