Blog

  • Bapanas Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Ketahanan Pangan di IKN

    Bapanas Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Ketahanan Pangan di IKN

    7cloud.asia – Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan ekosistem ketahanan pangan perlu dibangun di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

    Ketahanan pangan ini perlu disiapkan mumpun pembangunan IKN baru mulai dan masih di titik nol.

    “Kita perlu membangun ekosistem ketahanan pangan di IKN, mumpung IKN ini baru mulai dari nol,” katanya dalam Simposium bertajuk Memperkuat Ekosistem Pertanian Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan IKN dan Kaltim yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (11/7/2023).

    Baca: Penerapan konsep smart city di IKN

    Gusti menambahkan pembangunan ekosistem ketahanan pangan di IKN harus dilakukan dengan matang, seperti halnya penataan pasar tradisional, induk, hingga modern yang perlu ditata dengan baik.

    Ia menyebutkan penataan pasar yang baik, juga akan memenuhi kebutuhan harian sekitar 1,9 juta jiwa calon penghuni IKN dengan baik.

    Grand design tata wilayahnya ada, sehingga kalau pasar tertata, memantau harganya gampang, ini yang kita maksud ketahanan pangan secara komprehensif,” ujarnya.

    Baca:  Kendala yang dihadapi untuk terapkan konsep smart city di IKN

    Ia menyarankan agar IKN mencontoh Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dalam menjaga ketahanan pangannya.

    Menurut dia keadaan IKN yang hanya memiliki lahan sekitar 25 ribu hektare sebagai lahan produksi pangan, mirip seperti DKI Jakarta yang hampir tidak memiliki produksi pangan.

    “Meskipun DKI Jakarta tidak memiliki produksi, tapi ketahanan pangannya bagus, karena mampu mengambil dari daerah lain yang surplus,” tuturnya.

    Baca:  UU IKN layak direvisi, ini alasannya

    Selain itu, sambungnya, ketahanan pangan di IKN juga akan mempengaruhi tingkat inflasi secara nasional. Sebagaimana DKI Jakarta yang memiliki andil inflasi sebanyak 27 persen untuk nasional.

     “Jika IKN memiliki cadangan pangan yang kuat, maka harga akan stabil,” sambungnya.

     Oleh karena itu, dia menambahkan, kerja sama antar daerah akan sangat berguna demi menjaga ketahanan pangan di IKN.

    Baca: Ada masyarakat adat yang terpinggirkan dari pembangunan IKN

  • Tawuran Remaja di Meruya Kian Meresahkan, DPR Minta Polisi Bertindak Tegas

    7cloud.asia – Tawuran yang terjadi di kawasan Meruya Selatan, Kembangan Jakarta Barat  dalam beberapa waktu belakangan sudah sangat meresahkan.
     
    Hal ini karena para pelaku tawuran yang melibatkan puluhan remaja asal Jakarta Barat dan Jakarta Selatan itu menggunakan berbagai jenis senjata tajam (sajam).

     

    Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendorong aparat penegak hukum menindak tegas pelaku tawuran di wilayah Ibu Kota Jakarta dengan memberikan sanksi yang harus menimbulkan efek jera.
     
    “Jadi polisi di lapangan harus tegas. Proses semua pelaku yang terlibat. Harus ada efek jera yang membuat para pelaku onar itu tidak akan mengulang tindakannya lagi,” kata Sahroni melalui keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, Senin (10/7/2023).
     
     
    Menurut Legislator Dapil Jakarta III ini, tawuran yang dilakukan para remaja adalah masalah sosial yang sangat mengkhawatirkan dan meminta agar permasalahan tersebut segera diatasi.
     
    Salah satu caranya yaitu edukasi masif kepada seluruh pihak, sehingga potensi tawuran antar remaja bisa diminimalisasi.
     
    “Saya menekankan pentingnya edukasi tidak hanya pada anak-anak, tapi juga guru dan orang tua. Polisi perlu mengambil peran aktif dalam hal ini,” Politisi Fraksi Partai NasDem ini.
     
    Meski demikian, Sahroni mengapresiasi kinerja Polres Jakbar yang berhasil meredam tawuran di kawasan Meruya Selatan, Kembangan dan Aparat kepolisian diminta tetap meningkatkan pengawasan.
     
     
    “Pengawasan dan edukasi terkait bahaya tawuran harus terus secara konsisten dilakukan. Jangan sampai ada korban satupun dari aksi anarkis seperti ini,” pungkasnya. 

    Diberitakan sebelumnya, Polsek Kembangan menahan puluhan remaja yang hendak tawuran di jalan Meruya Selatan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (8/7/2023) dini hari.

    “Mereka (para remaja) berhasil diamankan di jalan Meruya Selatan Kembangan Jakarta Barat pada Sabtu pagi sekira pukul 04.00 WIB,” ujar Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat AKBP, M Hari Agung Julianto dalam keteranganya, Sabtu (8/7/2023)

    Agung mengatakan, mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada puluhan remaja yang berkumpul dan hendak tawuran.
     
     
    Kemudian, polisipun langsung bergegas ke lokasi dan menemukan berbagai senjata tajam dan tumpul yang dibawa 32 remaja tersebut.

    Menerima informasi tersebut kemudian tim patroli perintis presisi polres metro jakarta barat langsung bergegas meluncur ke lokasi dan bergabung dengan Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya.

    “Kami juga turut mengamankan berbagai senjata tajam maupun senjata tumpul diantaranya 8 buah sajam (6 buah celurit, 1 pedang dan 1 buah corbek), 5 buah senjata tumpul maupun 4 buah petasan yang sudah terpakai,” tambah Agung.

    Baca: Sejarah panjang kota Jakarta

    Lebih lanjut, Agung menjelaskan, dari hasil pemeriksaan 32 orang yang diamankan. Mereka berencana akan tawuran dengan kelompok remaja lainnya dari wilayah Jakarta Selatan yang mana telah janjian sebelumnya lewat media sosial.

    “Berkat kesigapan anggota dilapangan aksi tersebut berhasil dicegah dan tidak terjadi bentrokan antara kedua kelompok tersebut,” ujar Agung.

    Atas hal itu, Agung mengatakan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya 32 remaja tanggung tersebut kini diserahkan ke Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat untuk proses pemeriksaan lebih lanjut

    “Kami serahkan ke piket sat reskrim untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” bebernya sebagaimana dikutip Liputan6.com

    Baca: Metamorfosa Jakarta melalui penataan transportasi publik

     

  • Serunya Pandawara dan Warga Bandar Lampung Bersihkan Salah Satu Pantai Terkotor di Indonesia

    Serunya Pandawara dan Warga Bandar Lampung Bersihkan Salah Satu Pantai Terkotor di Indonesia

    7cloud.asia – Aksi keren awak Pandawara membersihkan sampah plastik ternyata menginspirasi banyak warga Indonesia untuk membersihkan lingkungna mereka. 

    Hal ini antara lain dibuktikan dengan aksi bersih-bersih sampah plastik dari Pantai Sukaraja, Bandar Lampung yang disebut sebagai pantai terkotor nomor dua di Indonesia.

    Dengan dimotori awak Pandawara, ribuan warga Lampung turun bersama membersihkan lautan sampah plastik yang mengotori Pantai Sukaraja pada Senin (10/7/2023).

    Baca: Aksi keren Pandawara bersihkan sampah plastik

    Aksi bersih-bersih sampah plastik di Pantai Sukaraja ini berawal dari Tiktokers Pandawara mengajak masyarakat di Kota Bandar Lampung untuk bersih-bersih pantai.

    “Warga Lampung mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, pantai terkotor nomor dua ada di Kota Kalian. Dicari seribu orang warga Lampung untuk mengurangi sampah di daerah ini. Untuk warga Lampung Let’s Join In The Party. Untuk kegiatan bersih-bersih akan dilakukan pada Senin (10/7/2023) dimulai pukul 07.00,” tulis Pandawara di akun Tiktoknya

    Dari tiktok Pandawara inilah, kemudian ribuan warga Lampung tergerak untuk bersama-sama membersihkan Pantai Sukaraja.

    Baca: Pengembangan teknologi untuk megolah sampah plastik

    Sejak pukul 07.00 Wib, warga telah berdatangan. Hujan deras yang sempat mengguyur lokasi tersebut, tidak menyurutkan semangat warga untuk membersihkan sampah plastik yang menutupi pinggir pantai.

    Setelah menumpuk puluhan tahun lamanya, sampah plastik yang menutupi bibir Pantai Sukaraja, Bandar Lampung akhirnya dibersihkan.

    Terlihat, ribuan warga Kota yang berjuluk Tapis Berseri tumpah membersihkan pantai yang berlokasi di Jalan Ikan Selar, Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras Bandar Lampung tersebut.

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak pedulikan sampah plastik mereka

    Sejumlah warga setempat mengungkapkan, dengan dilaksanakan kegiatan bersih-bersih oleh Pandawara ini bisa membantu para nelayan sekitar.

    Mereka para nelayan ini mengaku terbantu bantu bener untuk nelayan. Sampah plastik yang sudah menumpuk sejak tahun 2004 akhirnya dibersihkan.

    “Sampah ini dari mana-mana, dari sungai ke laut, terus ketarik payang dan numpuk di sini,” kata Bonge, salah seorang warga setempat sebagaimana dikutip Kompas TV. 

    Baca: Kolaborasi pemerintah-produsen dan warga untuk kurangi sampah plastik

    Payang adalah pukat kantong yang digunakan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan. Karena sampah plastik maka tangkapan nelayan menurun.

    “Ini sangat berpengaruh bagi kami para nelayan, bukannya narik ikan malah narik sampah yang dapet,” sambung dia.

    Dalam kesempatan itu, awak Pandawara juga memberikan edukasi terkait bahaya sampah plastik untuk lingkungan. Pandawara mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi sampah plastik.

    Baca: Robries memberi nilai lebih pada sampah plastik

    Imron, selaku Kepala Lingkungan RT 09. menyampaikan, di lokasi tersebut sebenarnya ada pengolahan sampah tetapi saat ini sudah tidak berfungsi.

    “(Pengolahan sampah) pernah ada, sekitar tahun 2010. Sempat berfungsi sebentar lalu enggak berfungsi lagi. Tapi kalau bersih-bersih memang kita selalu rutin bersih-bersih, tapi sampah selalu numpuk di sini,” pungkasnya.

    Ia berharap, warga di daerah hulu untuk tidak membuang sampah plastik yang kemudian mengotori pantai seperti ini. 

    Baca: Sampah styrofoam masih banjiri teluk Jakarta

  • Oktober 2023, Bandara Kertajati Diharapkan Sudah Beroperasi Penuh

    Oktober 2023, Bandara Kertajati Diharapkan Sudah Beroperasi Penuh

    7cloud.asia – Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Kertajati atau Bandara Kertajati Jawa Barat (Jabar) terus meningkat dan diharapkan pada Oktober 2023 sudah beroperasi penuh.

    Apresiasi pun dilontarkan Presiden Jokowi saat meninjau langsung kegiatan dan fasilitas yang ada di bandara Kertajati yang merupakan bandara terbesar di Jawa Barat tersebut, Selasa (11/07/2023).

    “Saya senang karena aktivitas di Bandara Kertajati sudah sangat baik. Sekarang telah digunakan untuk embarkasi haji, bandara embarkasi haji untuk kurang lebih 8 ribu jemaah dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada wartawan.

    Baca: Pilih pemimpin pro lingkungan di Pemilu 2024

    Selain untuk embarkasi haji 2024, Bandara Kertajati juga telah melayani sejumlah penerbangan internasional.

    Penerbangan di Bandara Kertajati tersebut di antaranya penerbangan umrah empat kali seminggu dan penerbangan rute Kuala Lumpur-Kertajati sebanyak dua kali seminggu.

    “Nantinya dimulai bulan Oktober akan operasi penuh, artinya dari Bandara Husein Sastranegara akan digeser ke Bandara Kertajati utamanya untuk yang pesawat jet,” ungkap Presiden.

    Baca: Penerapan konsep smart city di IKN

    Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan apresiasinya akan adanya minat investor dari beberapa negara yang akan berinvestasi di Bandara Kertajati.

    Dia mengatakan bahwa pemerintah akan segera memutuskan dan mempercepat proses investasi para investor di Bandara Kertajati. 

    “Kita putuskan nanti bulan Oktober agar yang mengoperasikan dan juga ikut dalam kepemilikan Bandara Kertajati kita harapkan traffic-nya, lalu lintasnya makin padat apabila ada investor luar yang bergabung di Bandara Kertajati ini,” ucap Presiden.

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang berkelanjutan

    Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kertajati yang diharapkan dapat memberikan hasil terbaik.

    Apalagi, Jalan Tol Cisumdawu yang akan segera diresmikan dapat mempersingkat waktu tempuh antara Bandara Kertajati dan Bandung. Dan, pada saat yang hampir bersamaan Kereta Cepat Jakarta bandung juga akan beroperasi.

    “Saya meyakini Bandara Kertajati ini akan menjadi bandara masa depan dengan traffic yang sangat padat,” tutur Presiden.

    Baca: Kereta cepat Jakarta Bandung Siap Dioperasikan 

    Presiden menjelaskan, salah satu penyebab “mati suri” bandara Kertajati ini karena molornya penyelesaian jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, yang menjadi pendukung bandara itu, terkait masalah pembebasan lahan.

    “Kita harapkan dengan upaya-upaya yang kita lakukan ini plus dengan telah selesainya dan diresmikannya tol Cisundawu, sehingga jarak tempuh antara Bandara Kertajati dan Bandung hanya kurang lebih satu jam,” ujarnya.

    Beroperasinya Tol Cisundawu ini juga akan mempercepat perkembangan Bandara Kertajati.

    Baca: Pemerintah diminta transparan soal pemberian izin pembukaan lahan

    Jokowi menegaskan, perlahan tetapi pasti, lalu lintas dan aktivitas di BIJB Kertajati akan semakin meningkat.

    Pasalnya semua penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung akan dialihkan ke Kertajati secara bertahap dalam kurun waktu satu tahun.

  • Alternatif Pembiayaan Rumah untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah

    Alternatif Pembiayaan Rumah untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah

    7cloud.asia – Sejak 2015, Presiden Joko Widodo telah melaksanakan Program Sejuta Rumah guna mengatasi backlog perumahan terutama untuk masyarakat berpendapatan rendah.

    Adapun, realisasi program itu sejak 2015 hingga 2022 mencapai 7,99 juta unit rumah, atau rata-rata hampir mendekati 1 juta unit rumah per tahun. Meskipun realisasi program sejuta rumah (PSR) dapat dicapai, namun angka backlog masih tinggi.

    Menurut angka Susenas 2021, angka backlog mencapai 12,71 juta rumah, yang menandakan bahwa Program Sejuta Rumah belum cukup untuk mempercepat pengurangan angka backlog.

    Ketua Bidang Ekonomi The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip mengatakan maslah backlog perumahan terutama dihadapi oleh kelompok Masyarakat berpendapatan rendah (MBR) informal.

    Kelompok MBR informal (pekerja maupun pengusaha informal) pada umumnya memiliki penghasilan yang tidak tetap dan tidak terpola. 

    Baca: Prinsip ramah lingkungan di kantor

    Mengutip data Kementerian PUPR, IEI memperkirakan angka backlog dapat selesai pada tahun 2045 bila Indonesia mampu merealisasikan pembangunan rumah sebesar 1,5 juta per tahun.

    “Ini artinya target pembangunan perumahan harus dinaikan setidaknya 1,5 kali dari saat ini,” ujar Sunarsip dalam diskusi bertajuk Prospek dan Tantangan Pembiayaan Perumahan Rakyat, Khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada Selasa (11/7/2023) yang diikuti secara daring.

    Untuk mencapai target program perumahan tersebut dibutuhkan keterlibatan pendanaan baik dari pemerintah pusat (termasuk kelembagaan yang dibentuk pemerintah seperti Bank Tanah, BP3, BP Tapera), pemerintah daerah.

    Ia menambahkan, Bank Indonesia, OJK, industri perbankan dan lembaga keuangan, pengembang, dan masyarakat juga punya peran untuk mengurangi backlog tersebut.

    Baca: DPR turun tangan dalam sengkarut Graha Cempaka Mas

    Dalam rangka mempercepat pembangunan perumahan rakyat, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan terobosan di bidang pembiayaan perumahan.

    Pertama, melalui Skema Sewa Beli (Rent-To-Own). Melalui skema ini, proses pengajuan pembelian rumah dilakukan dengan cara kesepakatan untuk menyewa sebuah properti dengan komitmen pasti untuk membelinya sampai jangka waktu yang ditentukan.

    Kedua, Skema Kepemilikan Bertahap (Staircasing Ownership), yaitu KPR Subsidi dengan skema kepemilikan secara bertahap. Pada tahap pertama dalam bentuk Sewa dan KPR, sedangkan pada tahap kedua murni KPR.

    Kedua inovasi pembiayaan ini terutama diperuntukan pada MBR, terutama yang berada di kota-kota yang memang rasio backlog-nya tinggi dibanding MBR di pedesaan.

    Baca: Kurir sepeda, cara Lazada untuk wujudkan bisnis yang lebih ramah lingkungan

    Sunarsip menilai positif terkait dengan inovasi kebijakan pembiayaan perumahan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, dalam hal ini Kementerian PUPR tersebut.

    Dalam rangka memperkuat efektivitas kebijakan tersebut, Sunarsip mengusulkan adanya perubahan dalam sistem penilaian (assessment dan scoring) terkait dengan pengukuran kapasitas MBR calon penerima program.

    “Ini mengingat, metode credit scoring yang tersedia saat ini belum mengakomodir karakteristik kelompok MBR informal yang “unbankable”,” ujarnya.

    Ditambahkan, soal backlog perumahan terutama dihadapi oleh kelompok MBR informal. Kelompok MBR informal (pekerja maupun pengusaha informal) pada umumnya memiliki penghasilan yang tidak tetap dan tidak terpola.

    Baca: Daur ulang minyak jelantah jadi bisnis yang menjanjikan

    Kondisi inilah yang pada akhirnya menempatkan kelompok masyarakat berpendapatan rendah informal ini sebagai unbankable. Padahal, bila dilakukan profilling secara lebih spesifik, cukup banyak dari kelompok masyarakat berpendapatan rendah informal ini yang memiliki kapasitas membayar relatif tinggi.

    Karenanya, perlu dilakukan penyempurnaan metode credit scoring yang memungkinkan kelompok MBR informal ini dapat mengakses pembiayaan perumahan dari perbankan.

    Untuk atasi hal ini Sunarsip mengusulkan agar dimungkinkannya perbankan menggunakan aspek pengeluaran (expenditure) untuk mengukur kemampuan kredit pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah informal.

    Baca: Ekonomi sirkular di Jawa Tengah

    Pengukuran berbasis data pengeluaran ini antara lain dapat dilakukan pemanfaatan data belanja calon debitur yang dapat ditangkap (captured) dari big data berdasarkan transaksi belanja yang pembayarannya dilakukan secara digital.

    “Dengan demikian, ini berarti calon debitur terlebih dahulu telah terkoneksi dengan perbankan melalui rekening tabungan,” paparnya.

    Namun, penerapan metode pengukuran berbasis pengeluaran ini memiliki sejumlah konsekuensi.

    Baca: Duh, 80 persen dana stunting habis untuk rapat 

    Pertama, OJK perlu mengatur mekanisme penggunaan metode internal credit scoring yang memanfaatkan big data tersebut sebagai metode baku dan diizinkan oleh OJK untuk diterapkan perbankan.

    Kedua, BI bersama perbankan perlu mendorong penetrasi implementasi QRIS khususnya kepada para pelaku ekonomi kecil, misalnya pada merchant atau pedagang pasar. Tujuannya, untuk memudahkan masyarakat (termasuk MBR informal) dalam melakukan transaksi pembayaran secara digital. Semakin masif penetrasi implementasi QRIS akan semakin banyak pula data digital dari calon debitur KPR yang dapat di-captured oleh perbankan untuk dianalisis.

    Ketiga, yang terpenting, penetrasi yang aktif dari para pemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan, untuk mendorong kelompok MBR memiliki tabungan, baik melalui bank yang secara khusus menjadi penyalur KPR bersubsidi maupun lembaga pengelola tabungan perumahan lainnya seperti Tapera.

    Kementerian PUPR telah memiliki program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) bagi kelompok MBR informal. Keberadaan ini program ini dapat menjadi pintu masuk bagi implementasi digitalisasi calon debitur KPR bersubsidi dari kelompok MBR informal tersebut.

     

     

  • Menikmati Kreatifitas Urang Bandung di Pasar Kreatif Bandung

    Menikmati Kreatifitas Urang Bandung di Pasar Kreatif Bandung

    7cloud.asia – Pasar Kreatif Bandung, demikian nama pasar berlokasi di Jalan Pahlawan Kota Bandung, Jawa Barat itu dinamai. 

    Pasar Kreatif Bandung ini belum lama diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Tujuannya guna mewadahi produk UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di kota Bandung. 

    Menyambangi Pasar Kreatif Bandung, kita akan dimanjakan dengan ambience yang unik. Beragam produk apik mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner produk pelaku ekonomi kreatif di Kota Kembang tumpah aruah di sini.

    Baca: Kafe Difabis, kisah perjuangan difabel tuli di tangah kerasnya Jakarta

    Keunikan ini membuat Presiden Jokowi sengaja meluangkan waktu di sela kunjungan kerja ke Jawa Barat pada Selasa (11/7/2023) untuk mendatangi Pasar Kreatif Bandung ini. 

    Dengan didampingi Menseskab Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jokowi tiba di Pasar Kreatif Bandung sekira pukul 18.45 WIB. 

    Jokowi yang petang itu mengenakan kaus lengan panjang berwarna coklat kehijauan langsung menyambangi sejumlah gerai butik fesyen yang ada di Pasar Kreatif Bandung ini

    Baca: Mengenal konsep slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan

    Rombongan juga menjajal kuliner yang ada di lokasi Pasar Kreatif Bandung tersebut sambil menyapa masyarakat. Presiden membeli 10 porsi nasi goreng domba asap rempah untuk dibawa pulang.

    Usai mengunjungi sejumlah gerai yang ada di Pasar Kreatif Bandung ini, Presiden Jokowi kemudian menikmati malam tersebut dengan menyaksikan penampilan musik akustik.

    Presiden juga terlihat beberapa kali ikut bernyanyi. Momen ini dimanfaatkan warga untuk bisa berfoto bersama Presiden.

    Baca: Implementasi konsep smart city di IKN

    Setelahnya, Presiden yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,  singgah di kedai Jabarano Coffe yang berlokasi di dekat gapura Pasar Kreatif Bandung.

    Di kedai kopi tersebut, Jokowi pun “ngopi” satu meja bersama Ridwan Kamil dan Erick Thohir. Sementara itu para pejabat lainnya pun turut mencicipi makanan dan minuman dari kedai kopi tersebut di meja yang lainnya. Mereka menikmati kopi sambil berbincang hangat.

    Baca: Gaya hidup alon-alon waton kelakon warga Yogyakarta

    Pasar Kreatif Bandung ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan akan menjadi pusat pemasaran dan pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

    Pembangunan Pasar Kreatif Bandung akan berlangsung dua tahap. Pada tahap pertama sudah selesai dengan 32 tenant dan 11 booth gerobak.

    Di Pasar Kreatif Bandung ini tak hanya menjadi ajang UMKM Bandung untuk menjajakan produknya. Di sini musisi dan seniman Bandung juga sering menampilkan karya mereka.

    Baca: Mengenal sumbu filosofi dalam perencanaan kota Yogyakarta

    Riska, salah satu penjaga toko yang menghimpun produk dari para pemilik UMKM mengaku sangat senang melihat tanggapan Presiden Jokowi yang sangat mendukung pelaku UMKM.

    Happy ya karena Bapak (Presiden) sangat antusias, terus ngeliatnya juga positif banget ngedukung banget kita sebagai UMKM,” kata Riska.

  • Gerakan Rumah Mungil Sedang Ngetrend, Apa Manfaatnya untuk Lingkungan?

    Gerakan Rumah Mungil Sedang Ngetrend, Apa Manfaatnya untuk Lingkungan?

    7cloud.asia – Sejak awal tahun 2000an muncul gerakan baru di Amerika Serikat, yakni gerakan tiny house atau rumah mungil.

    Gerakan rumah mungil adalah gerakan sosial dan arsitektur yang mengadvokasi tinggal di rumah kecil dan kompak yang biasanya berukuran 100 hingga 400 kaki persegi atau maksimal 37 meter persegi,

    Sejak lahir, gerakan rumah mungil dengan cepat menyebar ke banyak kota lain di dunia. Gerakan rumah mungil didorong oleh keinginan untuk hidup lebih sederhana, lebih berkelanjutan dan fokus pada pengalaman daripada kepemilikan harta benda.

    Baca: Dampak fast fashion untuk lingkungan

    Rumah mungil dirancang agar fungsional dan efisien, dengan furnitur multifungsi dan solusi penyimpanan untuk memaksimalkan fungsi ruang.

    Banyak penggemar rumah mungil juga fokus untuk meminimalkan dampak lingkungan mereka dengan menggunakan energi terbarukan, toilet yang bisa mengomposkan, serta gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan lainnya.

    Gerakan rumah mungil semakin populer dalam beberapa tahun terakhir antara lain karena meningkatnya biaya perumahan, kekhawatiran tentang kelestarian lingkungan, dan keinginan untuk gaya hidup yang lebih sederhana dan minimalis.

    Baca: Ubah gaya hidup yuk demi kelestarian lingkungan

    Pendukung gerakan rumah mungil melihat, cara ini untuk mencapai kebebasan finansial yang lebih besar, mengurangi dampak lingkungan, dan menyederhanakan hidup mereka.

    Rumah mungil adalah ruang hidup kecil yang berfungsi penuh.Rumah mungil dirancang untuk memaksimalkan efisiensi ruang dan sering menyertakan furnitur multifungsi dan solusi penyimpanan.

    Rumah mungil dapat berupa van atau rumah tapak dan dapat disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi individu pemilik rumah.

    Baca: Wujudkan tempat kerja yang ramah lingkungan

    Rumah mungil sering dilihat sebagai cara untuk mengurangi biaya hidup dan meminimalkan dampak lingkungan, serta cara untuk menyederhanakan gaya hidup seseorang.

    Harga rumah mungil di Inggris sangat bervariasi tergantung pada faktor seperti ukuran, bahan, dan lokasi. Umumnya, rumah mungil yang dibangun secara profesional di Inggris dapat menelan biaya antara £30.000 dan £100.000 atau lebih.

    Undang-undang tentang tinggal di rumah mungil di Inggris bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi, zonasi, dan kode bangunan. Secara umum, menemukan tempat yang sah untuk tinggal di rumah kecil di Inggris tidaklah mudah.

    Baca: Mengenal gaya hidup minimalis yang membebaskan

    Dalam banyak kasus, rumah mungil dianggap sebagai bangunan sementara dan mungkin tidak diizinkan sebagai tempat tinggal permanen.

    Namun, tinggal di rumah mungil secara legal di Inggris tetap dimungkinkan jika mematuhi peraturan perencanaan dan pembangunan setempat.

    Di Indonesia, rumah mungil mungkin diwujudkan dalam bentuk rumah sangat sederhana dengan ukuran 21 hingga 42 meter persegi. 

    Baca: Kiat menggunakan internet yang ramah lingkungan

    Ada banyak manfaat potensial tinggal di rumah mungil, berikut beberapa di antaranya sebagaimana dilansir prettyslow.life:

    Biaya hidup lebih rendah

    Salah satu manfaat paling signifikan tinggal di rumah mungil adalah berkurangnya biaya hidup. Dengan ruang yang lebih kecil, ada biaya yang lebih rendah untuk memanaskan, mendinginkan, dan memelihara rumah.

    Selain itu, banyak rumah mungil dibangun di atas roda, memungkinkan fleksibilitas lokasi dan biaya tanah yang lebih rendah.

    Baca: 17 Kiat mewujudkan gaya hidup ramah lingkungan

    Mengurangi dampak lingkungan

    Rumah mungil biasanya memiliki jejak lingkungan yang lebih kecil daripada rumah tradisional. 

    Rumah mungil menggunakan lebih sedikit sumber daya untuk membangun dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk beroperasi, menjadikannya lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Gaya hidup yang disederhanakan

    Dengan ruang terbatas, tinggal di rumah mungil mendorong gaya hidup yang lebih sederhana dengan lebih sedikit harta benda dan fokus pada pengalaman dan hubungan daripada barang-barang materi.

    Baca: Gaya hidup nggak ramah lingkungan yang layak kamu tinggalkan

    Lebih banyak waktu luang

    Dengan biaya hidup yang lebih rendah dan gaya hidup yang disederhanakan, banyak orang yang tinggal di rumah mungil menemukan bahwa mereka memiliki lebih banyak waktu dan kebebasan finansial untuk mengejar hasrat dan hobi mereka.

    Lebih mobile

    Banyak rumah mungil dibangun di atas roda, memungkinkan mobilitas dan fleksibilitas yang lebih besar dalam hal tempat tinggal dan perjalanan.

    Kustomisasi

    Rumah mungil dapat disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan individu dan preferensi pemilik rumah, menciptakan ruang yang secara unik sesuai dengan gaya hidup dan kepribadian mereka.

    Baca: Konsep slow city yang lebih ramah lingkungan

    Pemeliharaan yang lebih murah

    Dengan ruangan yang lebih sedikit dan ukuran luas yang lebih sedikit, rumah mungil membutuhkan lebih sedikit waktu dan upaya untuk membersihkan dan merawat, membebaskan lebih banyak waktu untuk aktivitas lain.

    Sumber: prettyslow.life

  • Penataan Transportasi Publik dan Pembangunan Kawasan Berkonsep TOD Akankah Kurangi Kemacetan di Jakarta?

    Penataan Transportasi Publik dan Pembangunan Kawasan Berkonsep TOD Akankah Kurangi Kemacetan di Jakarta?

    7cloud.asia – Kemacetan dan buruknya kondisi udara di Jakarta seolah menjadi pengingat sudah saatnya Jakarta mengubah paradigma pembangunannya dengan tidak lagi berorientasi pada kendaraan pribadi khususnya mobil dan beralih ke transportasi publik dan sarana lain yang lebih ramah lingkungan.

    Perubahan tersebut tak hanya dalam penyediaan sistem transportasi publik yang memadai, tapi juga konsep pembangunan kota yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga Jakarta.

    Konsep ini termasuk penataan kawasan dan integrasi antarmoda transportasi massal di Jakarta.

    Karena alasan inilah, maka PT MRT Jakarta mengembangkan konsep kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di beberapa stasiun yang ada di fase 1 koridor selatan – utara.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Dilansir di akun PT MRT Jakarta, TOD merupakan kawasan yang dirancang untuk memadukan fungsi transit dengan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang bertujuan untuk mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang.

    Dengan konsep kawasan berorientasi TOD ini, PT MRT Jakarta menawarkan keuntungan bagi warga Jakarta, seperti:

    • Mengurangi penggunaan kendaraan, kemacetan jalan, dan polusi udara;
    • Pembangunan yang mendukung pejalan kaki serta gaya hidup sehat dan aktif;
    • Meningkatkan akses terhadap kesempatan kerja dan ekonomi;
    • Berpotensi menciptakan nilai tambah melalui peningkatan nilai properti;
    • Meningkatkan jumlah penumpang transit dan keuntungan dari penjualan tiket;
    • Menambah pilihan moda pergerakan kawasan perkotaan.

    Baca: LRT segera dioperasikan, tapi tarifnya dinilai kemahalan

    Dalam pembangunan MRT Jakarta fase 1 koridor selatan – utara ini, Pemprov DKI Jakarta pun telah memberikan mandat kepada PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk menjadi operator utama pengelola kawasan TOD di lima kawasan, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M dan Sisingamangaraja, Istora, dan Dukuh Atas.

    Stasiun Lebak Bulus merupakan stasiun pertama di koridor selatan – utara yang diharapkan dapat menjadi magnet bagi masyarakat penglaju dari daerah penyangga seperti Tangerang Selatan yang banyak beraktivitas di Jakarta.

    Para penglaju ini menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi publik setiap hari dari area permukiman padat sehingga berpotensi berkontribusi pada kemacetan.

    Baca: Penerapan konsep smart city di IKN

    Kehadiran konsep TOD yang memiliki sejumlah fasilitas penunjang mobilitas penumpang serta memiliki sistem transportasi pengumpan dari dan ke area tersebut diharapkan akan meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik berbasis rel kereta ini.

    Dengan demikian, maka secara bertahap masyarakat yang setiap hari bekerja di Jakarta dapat mulai meninggalkan kendaraan pribadi dalam mobilitas sehari-hari mereka.

    Sedangkan kehadiran konsep transportasi publik yang terintegrasi seperti di Dukuh Atas, akan mengatur arus penumpang yang menggunakan lima moda tranportasi berbeda di kawasan ini, yaitu MRT Jakarta, Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, kereta bandara (railink), kereta komuter (commuterline), dan kereta Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.

    Baca: Empat kota di dunia yang sangat memperhatikan pejalan kaki

    Pergerakan manusia ini akan didukung oleh sistem pedestrianisasi kawasan yang dikembangkan dengan konsep TOD, baik berupa infrastruktur pedestrian yang baru maupun upgrade dari yang ada serta ruang-ruang terbuka yang akan dibentuk.

    Pengembangan kawasan Cipete (yang mencakup Stasiun Cipete, Haji Nawi, dan Blok A) akan mendorong kawasan perdagangan yang saat ini tumbuh dengan konsep shopping street serta meningkatkan aksesibilitas di setiap bagian dari kawasan tersebut sehingga penyebaran kegiatan tidak hanya terjadi di jalan utama.

    Peningkatan aksesibilitas tersebut diutamakan untuk pejalan kaki dan non-motorized vehicles baik melalui jalan yang ada maupun menggunakan lahan-lahan milik pribadi melalui metode public use private own. 

    Baca: Slow city, konsep tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan

    Pengembangan kawasan transit terpadu atau TOD ini diharapkan menjadikan MRT Jakarta atau moda transportasi publik lainnya sebagai pilihan masyarakat dalam mobilitas sehari-harinya.

    Namun pengembangan kawasan TOD di Jakarta ini telah mengalami deviasi dan seolah-olah itu adalah merek sebuah produk properti. Kawasan berkonsep TOD seolah diartikan sebagai hunian yang dibangun menempel ke stasiun atau fasilitas transportasi publik lainnya, yang ini melenceng dari konsep TOD yang sebenarnya.

    Meski demikian, upaya Pemprov DKI Jakarta tetap mendapat apresiasi. Apa saja yang harus dibenahi dan bagaimana konsep TOD yang ideal akan kami bahas dalam tulisan selanjutnya di 7cloud.asia

    Baca: Gaya hidup selow ala warganya membuat Yogyakarta layak disebut sebagai slow city

     

  • Dalam Lima Hari Pengguna Threads Telah Lampaui 100 Juta Orang

    Dalam Lima Hari Pengguna Threads Telah Lampaui 100 Juta Orang

    7cloud.asia – Dalam waktu lima hari, Threads, aplikasi media sosial baru yang diluncurkan Mark Zuckerberg telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna. 

    Artinya, Threads yang dibuat untuk menandingi Twitter ini telah mengalahkan rekor yang dibuat oleh aplikasi ChatGPT buatan Open AI.

    Threads mulai diluncurkan untuk perangkat Apple dan Android di 100 negara, Rabu (5/72023) lalu. Dan menurut data terbaru pengguna Threads telah melampaui angka 100 juta orang.

    Padahal, aplikasi tersebut tidak tersedia di Eropa karena undang-undang privasi data UE.

    Baca: Jenis pekerjaan yang belum akan tergusur oleh AI

    Mark Zuckerberg, direktur eksekutif Meta, yang juga memiliki Facebook, mengatakan Threads memiliki 10 juta pengguna dalam tujuh jam pertama peluncuran dan lebih dari 30 juta pengguna pada Kamis (06/07/2023 ) pagi waktu setempat.
     

    Sekitar 24 jam kemudian, angka itu meningkat lebih dari dua kali lipat.

    Dengan 100 juta pengguna, menurut angka dari platform data Quiver Quantitative, jumlah pengguna Threads mencapai kurang dari sepertiga dari 350 juta pengguna reguler yang diyakini dimiliki oleh Twitter.

    Para pengamat memperkirakan, Threads akan mampu menarik pengguna Twitter yang tidak senang dengan perubahan kebijakan pada platform tersebut.

    Baca: Generasi alfa yang akan membentuk dunia kerja di masa yang akan datang

    Threads – yang saat ini belum diluncurkan di Uni Eropa – memungkinkan pengguna untuk mengunggah hingga 500 karakter, dan memiliki banyak fitur yang mirip dengan Twitter.

    Sebelumnya, Zuckerberg mengatakan ingin membuat platform yang “bersahabat… yang pada akhirnya akan menjadi kunci keberhasilan”.

    Tetapi pemilik Twitter, Elon Musk, menanggapi dengan: “Lebih baik diserang oleh orang asing di Twitter, daripada menikmati kebahagiaan palsu dan kesedihan di Instagram.”

    Ketika ditanya apakah aplikasi Threads akan “lebih besar dari Twitter”, Zuckerberg berkata: “Itu akan membutuhkan waktu, tapi saya kira harus ada aplikasi percakapan publik dengan lebih dari satu miliar orang di dalamnya.”

    Baca: Pandawara gandeng ribuan warga Lampung bersihkan pantai terkotor di Indonesia

    “Twitter punya kesempatan untuk wujudkan itu, meski belum berhasil. Mudah-mudahan kami bisa melakukannya.”

    Para pesaing mengkritik jumlah data yang mungkin digunakan aplikasi tersebut. Data itu termasuk kesehatan, keuangan, dan penjelajahan yang ditautkan ke identitas pengguna, menurut Apple App Store.

    Meta, yang menaungi Facebook dan Instagram, menyebut Threads sebagai “versi awal”, dengan fitur tambahan yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan orang-orang di aplikasi media sosial lain seperti Mastodon.

    “Visi kami dengan Threads adalah untuk mengambil yang terbaik dari Instagram dan mengembangkannya menjadi teks,” ujar perusahaan itu sebelum peluncuran.

    Baca: Kiat menggunakan internet secara ramah lingkungan

    Meskipun Threads menjadi aplikasi tersendiri, pengguna bisa masuk menggunakan akun Instagram. Nama pengguna Instagram akan tetap ada, namun ada opsi untuk menyesuaikan profil mereka khusus di Threads.

    Pengguna juga bisa memilih untuk mengikuti akun yang sama dengan yang mereka ikuti di Instagram, kata Meta.

    Sumber: BBC

  • Polusi Udara di Jakarta Makin Parah, Apa Kabar Pembatasan Kendaraan Bermotor?

    Polusi Udara di Jakarta Makin Parah, Apa Kabar Pembatasan Kendaraan Bermotor?

    7cloud.asia – Pembatasan penggunaan kendaraan bermotor menjadi hal yang didesakkan pegiat lingkungan untuk mengatasi tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Saat ini memang telah ada sejumlah kebijakan untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor yang masuk Jakarta, seperti jalan berbayar (ERP), kebijakan ganjil-genap ataupun menaikkan tarif parkir di sejumlah kawasan tertentu.

    Guna mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, transportasi publik juga dibenahi seperti pengembangan TransJakarta, pembenahan KRL, pembangunan MRT dan yang terakhir adalah pembangunan LRT.  

    Selain masih bolong-bolong dalam pelaksanaannya, selama ini pemerintah juga dinilai masih menyasar di sektor hilir atau mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.

    Baca: Langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    Di hulu, pemerintah dinilai belum serius menegakkan kebijakan pembatasan pemilikan dan penggunaan kendaraan bermotor.

    “Seperti masih ada subsidi untuk bahan bakar fosil atau bahkan kemudahan untuk membeli kendaraan bermotor pada masa pandemi lalu,” ujar Elisa Sutanudjaja di sela konferensi pers menyoal polusi udara di Jakarta, yang diikuti secara daring pada Minggu (13/8/2023).

    Elisa lantas menambahkan, untuk membuat warga meninggalkan kendaraan pribadi, perlu kebijakan yang mendorong orang meninggalkan kendaraan pribadi dan menarik orang menggunakan transportasi publik.

    Lantas bagaimana menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor yang efektif, dari hulu ke hilir. 

    Baca: Pembangunan kawasan berkonsep TOD di Jakarta

    Rahmad Wandi Putra, Transport Associate ITDP Indonesia dalam tulisannya “Manajemen Pengendalian Lalu Lintas: Pendekatan Terpadu Mengatasi Kemacetan” yang dirilis di laman resmi ITDP menyebut, selama puluhan tahun pembangunan Jakarta lebih untuk mewadahi kendaraan bermotor yang terus bertambah sehingga memicu lingkaran setan.

    “Untuk memutus siklus ini, harus ada pergeseran pendekatan menuju intervensi yang berorientasi pada pengendalian dan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor,” tulisnya.

    Pendekatan ini dikenal sebagai Manajemen Pengendalian Lalu Lintas (Transportation Demand Management/TDM) yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi sekaligus mendorong peralihan ke moda transportasi umum yang lebih berkelanjutan.

    Baca: Seperti ini rencana besar penataan layanan transportasi publik di Jakarta

    Pendekatan ini membutuhkan kombinasi penerapan insentif untuk penggunaan transportasi publik (“pull strategy”) dan disinsentif untuk penggunaan kendaraan bermotor pribadi (“push strategy“).

    “Pendekatan pull dan push ini sering tidak ada dalam strategi transportasi kota,” tulisnya.

    Padahal menurut Rahmad, pendekatan holistik ini terbukti lebih efektif dalam mengalihkan orang untuk menggunakan transportasi publik, berjalan kaki, dan bersepeda.

    Baca: Stasiun Manggarai akan dijadikan stasiun sentral

    TDM juga mendorong penggunaan lahan yang efisien dengan menciptakan tata ruang kota yang padat dan dinamis.

    Penerapan kebijakan push juga dapat menjadi solusi kebijakan yang lebih hemat biaya karena membuka sumber pendapatan baru untuk meningkatkan layanan transportasi publik.

    Hal ini tidak berarti bahwa implementasi pendekatan TDM akan mudah dan langsung terasa manfaatnya.

    “Mengandalkan pull strategy saja, seperti membangun infrastruktur rel atau meningkatkan infrastruktur pejalan kaki dan sepeda saja, mungkin hanya akan menghasilkan sedikit peralihan dari kendaraan bermotor pribadi ke kendaraan umum,” tandasnya.

    Baca: Kota ini sukses terapkan transportasi berkelanjutan

    Sebaliknya, hanya mengandalkan push strategy, seperti meningkatkan pajak BBM atau memberlakukan jalan berbayar tanpa menyediakan pilihan transportasi publik dapat menimbulkan keresahan masyarakat dan mendorong terjadinya kesenjangan aksesibilitas.

    Strategi TDM yang komprehensif membutuhkan keseimbangan antara penyediaan opsi bermobilitas, kebijakan disinsentif kendaraan bermotor pribadi, dan kebijakan pengembangan tata guna lahan yang baik.

    Adakah kota yang sukses menerapkan pembatasan kendaraan pribadi ini, ikuti di tulisan selanjutnya hanya di 7cloud.asia.

    Esti Utami, dari berbagai sumber