{"id":10047,"date":"2026-07-30T01:22:16","date_gmt":"2026-07-30T01:22:16","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10047"},"modified":"2026-07-30T01:22:16","modified_gmt":"2026-07-30T01:22:16","slug":"banyaknya-alih-fungsi-lahan-picu-bencana-hidrometeorologi-di-jawa-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10047","title":{"rendered":"Banyaknya Alih Fungsi Lahan Picu Bencana Hidrometeorologi di Jawa Barat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Provinsi Jawa&nbsp;Barat tercatat menempati posisi pertama terkait terjadinya bencana hidrometorologi se-Indonesia. Bencana hidrometeorologi itu seperti banjir, tanah longsor atau angin kencang.<\/p>\n<p>Berdasarkan data dari BPBD Jawa Barat, dari Januari 2025, sampai dengan Maret 2025 tercatat ada 324 bencana yang terdiri dari banjir (73 kejadian), tanah longsor (98 kejadian, dan cuaca ekstrem (153 kejadian).<\/p>\n<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 252 bencana hidrometeorologi&nbsp;selesai ditangani dan sisanya sedang&nbsp;dalam proses.<\/p>\n<p>Plt Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Anne Hermadiane Adnan, di Bandung, Rabu (12\/3\/2025) mengungkapkan, ada beberapa jenis bencana yang tercatat paling banyak terjadi di wilayah Jawa Barat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245753181\/bantaran-sungai-di-jawa-barat-akan-diklaim-negara\">Baca: Bantaran sungai di Jawa Barat akan diklaim negara<\/a><\/p>\n<p>Misalnya banjir, longsor, angin kencang, dan beberapa lainnya yang termasuk bencana hidrometeorologi.<\/p>\n<p>Atas banyaknya kejadian ini, kata Anne, sedikitnya sembilan daerah telah menetapkan status tanggap darurat kebencanaan karena bencana yang terjadi di daerah tersebut tergolong berat dan besar.<\/p>\n<p>Sembilan daerah tersebut beberapa di antaranya yaitu Kabupaten Indramayu, Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Sukabumi.<\/p>\n<p>Masyarakat dan pemerintah di sembilan daerah yang sudah menetapkan status tanggap darurat kebencanaan itu, harus melakukan mitigasi kebencanaan agar efek yang terjadi tidak makin besar.<\/p>\n<p>Atas berbagai kejadian bencana yang otomatis ada anggaran yang harus dikeluarkan, Anne mengatakan anggaran untuk penanganan dan mitigasi saat ini masih belum bisa diketahui.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245752595\/pasca-banjir-jabodetabek-kementerian-lingkungan-hidup-akan-tertibkan-kawasan-hulu\">Baca: Kementerian Lingkungan Hidup akan tertibkan kawasan hulu<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Nah, ini prakiraannya agak susah karena kami tidak tahu berapa, katakanlah prakiraan nominal yang dikeluarkan oleh logistik, kami juga didukung oleh BNPB. Kemudian oleh Kementerian Sosial dan beberapa instansi lainnya,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Sementara untuk antisipasi terjadinya peristiwa kebencanaan, lanjut Anne, yaitu dengan memperbaiki infrastruktur atau tata ruang di wilayah resapan air.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan membongkar objek wisata di kawasan puncak, Bogor.<\/p>\n<p>Kalau infrastruktur sekarang sudah digencar oleh Pak Gubernur ya, karena itu yang paling susah. Yang paling sulit itu adalah mitigasi struktural dan sosial.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, sosial ini termasuk adalah perilaku masyarakat yang mengubah lahan untuk kegiatan sosial dan ekonomi,&#8221; katanya menambahkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Provinsi Jawa&nbsp;Barat tercatat menempati posisi pertama terkait terjadinya bencana hidrometorologi se-Indonesia. Bencana hidrometeorologi itu seperti banjir, tanah longsor atau angin kencang. Berdasarkan data dari BPBD Jawa Barat, dari Januari 2025, sampai dengan Maret 2025 tercatat ada 324 bencana yang terdiri dari banjir (73 kejadian), tanah longsor (98 kejadian, dan cuaca ekstrem (153 kejadian). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10048,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[791,267],"class_list":["post-10047","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bencana-hidrometeorologi","tag-jawa-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10047","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10047"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10047\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10048"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}