{"id":10115,"date":"2026-07-30T01:22:32","date_gmt":"2026-07-30T01:22:32","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10115"},"modified":"2026-07-30T01:22:32","modified_gmt":"2026-07-30T01:22:32","slug":"populasi-komodo-di-taman-nasional-komodo-relatif-stabil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10115","title":{"rendered":"Populasi Komodo di Taman Nasional Komodo Relatif Stabil"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Balai Taman Nasional Komodo (TNK) menyatakan populasi satwa Komodo yang berada di kawasan konservasi Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) relatif stabil.<\/p>\n<p>Populasi biawak Komodo secara alami mengalami fluktuasi sesuai dengan ketersediaan populasi satwa mangsa di alam, dan secara umum populasi biawak Komodo meningkat dalam tujuh tahun terakhir.<\/p>\n<p>&#8220;Pada tahun 2024 tren populasi biawak Komodo masih dalam rentang stabil,&#8221; kata Kepala Balai TNK Hendrikus Rani Siga di Labuan Bajo, Jumat (7\/3\/2025)<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan dari Balai TNK, populasi biawak Komodo&nbsp;mengalami&nbsp;penurunan pada tahun 2024&nbsp;lalu setelah naik dalam lima tahun terakhir.<\/p>\n<p>Pada 2018, populasi komodo tercatat sebanyak 2.897 ekor, tahun 2019 sebanyak 3.022 ekor, tahun 2020 sebanyak 3.163 ekor, tahun 2021 sebanyak 3.303 ekor, tahun 2022 sebanyak 3.156 ekor, tahun 2023 sebanyak 3.396 ekor, dan tahun 2024 sebanyak 3.270 ekor.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/244909551\/klhk-akan-tutup-sementara-taman-nasional-komodo-ini-alasannya\">Baca: KLHK tutup sementara Taman Nasional Komodo pada Juli 2024<\/a><\/p>\n<p>Hendrikus menjelaskan, walaupun pada tahun 2024 populasi mengalami penurunan, hal tersebut masih dalam kategori relatif stabil.<\/p>\n<p>&#8220;Pertumbuhan populasi Komodo akan menyesuaikan dengan daya dukung habitat atau daya dukung alam,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, naik dan turunnya populasi satwa Komodo dalam kawasan konservasi merupakan hal yang wajar terjadi di alam liar.<\/p>\n<p>&#8220;Secara alamiah dia (Komodo) akan beradaptasi dengan daya dukung, kalau daya dukung cukup maka populasi dia akan naik, tapi kalau tidak terlalu mendukung maka akan menurun,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Salah satu pendukung naiknya populasi satwa Komodo adalah ketersediaan pakan yang memadai, tingginya keberhasilan anak atau bayi Komodo serta ketersediaan mangsa Komodo.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/245200133\/tinjauan-berkala-cagar-biosfer-komodo-diusulkan-diperluas\">Baca: Tinjauan berkala cagar biosfer komodo akan diperluas<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Biasanya secara alami Komodo pasti akan beradaptasi dengan daya dukung habitat, dia akan menyesuaikan sehingga seperti grafik populasi yang naik turun,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menutup sementara Taman Nasional Komodo, di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan&nbsp;tahun&nbsp;2025.<\/p>\n<p>Pentupan Taman Nasional Komodo dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Taman Nasional Komodo (BTNK)<\/p>\n<p>Penutupan Taman Nasional Komodo itu dengan mempertimbangkan jumlah wisatawan yang berkunjung, manajemen destinasi serta daya tampung destinasi itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Balai Taman Nasional Komodo (TNK) menyatakan populasi satwa Komodo yang berada di kawasan konservasi Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) relatif stabil. Populasi biawak Komodo secara alami mengalami fluktuasi sesuai dengan ketersediaan populasi satwa mangsa di alam, dan secara umum populasi biawak Komodo meningkat dalam tujuh tahun terakhir. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10116,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[544,2006],"class_list":["post-10115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-komodo","tag-populasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10115"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10115\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}