{"id":10123,"date":"2026-07-30T01:22:35","date_gmt":"2026-07-30T01:22:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10123"},"modified":"2026-07-30T01:22:35","modified_gmt":"2026-07-30T01:22:35","slug":"tidak-hanya-leptospirosis-berikut-sejumlah-penyakit-yang-sering-muncul-pasca-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10123","title":{"rendered":"Tidak Hanya Leptospirosis, Berikut Sejumlah Penyakit yang Sering Muncul Pasca Banjir"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada Senin (3\/3\/2025) dini hari telah surut pada Rabu (5\/3\/2025) malam.<\/p>\n<p>Namun, warga Jakarta yang terdampak banjir diminta untuk mewaspadai sederet penyakit baik kesehatan&nbsp;fisik maupun trauma mental setelah menghadapi bencana banjir yang cukup besar ini.<\/p>\n<p>Dokter Puskesmas Kramat Jati dr. Rachmat Aminullah mengatakan sejumlah penyakit yang paling sering muncul pascabanjir adalah gatal-gatal, trauma fisik, dan infeksi.<\/p>\n<p>&#8220;Yang paling banyak itu memang keluhan gatal-gatal, atau kita sering menyebutnya leptospirosis yang ditularkan oleh tikus atau hewan lain bisa terjadi. Gejalanya meliputi demam, dan nyeri di betis atau mata,&#8221; katanya dikutip Antaranews.com Jumat (8\/3\/2025)<\/p>\n<p>Tidak hanya leptospirosis, kondisi trauma karena terkena pecahan dan luka yang disebabkan dalam air, diare serta infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) juga jadi sejumlah penyakit yang timbul di saat bencana.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau korban mengalami gejala-gejala, harus segera memeriksakan ke posko tanggap darurat terdekat untuk ditangani. Kita tidak boleh menganggap enteng penyakit yang kita rasakan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/245628731\/mengenal-leptospirosis-penyakit-yang-sering-menjangkiti-warga-korban-banjir\">Baca: Leptospirosis, penyakit yang sering menjangkiti korban banjir<\/a><\/p>\n<p>Lebih lanjut, psikolog klinis di Puskesmas Kramat Jati Marina Nurrahmani menjelaskan bahwa tidak semua orang yang mengalami bencana banjir akan terkena trauma.<\/p>\n<p>&#8220;Kebanyakan orang hanya mengalami stres, karena situasi yang tidak nyaman dan penuh ketidakpastian. dan itu wajar,&#8221; kata Marina.<\/p>\n<p>Namun, ia menekankan pentingnya mengelola stres dengan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional, seperti makan dengan baik, cukup tidur, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.<\/p>\n<p>&#8220;Jika stres berlanjut bahkan setelah situasi membaik, bisa jadi itu trauma,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Marina juga menyarankan agar korban banjir mencari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional jika merasa sangat tertekan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244505299\/banjir-di-banyak-tempat-waspada-11-penyakit-ini\">Baca: 11 Penyakit ini sering menjangkiti korban banjir<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dengan ketinggian air lebih dari tiga meter, tenaga sanitasi Puskesmas Kramat Jati Ressa Chintiastuty mengatakan kualitas air bersih menjadi masalah utama pascabanjir.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau sumber air juga ikut terendam banjir maka air kemasan pabrik jadi solusi paling aman. Air isi ulang juga bisa digunakan, tetapi pastikan tidak terdampak banjir dan sebaiknya dimasak dulu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk langkah pasca terjadinya banjir, Ressa menyarankan barang-barang yang sulit kering untuk diganti secara permanen.<\/p>\n<p>&#8220;Barang-barang yang sulit kering total itu saya sarankan memang harus diganti total, karena kita enggak bisa memastikan setelah dibersihkan dia itu sudah bebas dari kuman dan bakteri,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ressa juga menyarankan penggunaan hidrogen peroksida atau cairan disinfektan untuk membersihkan rumah, agar seluruh sisi ruangan benar-benar tersanitasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada Senin (3\/3\/2025) dini hari telah surut pada Rabu (5\/3\/2025) malam. Namun, warga Jakarta yang terdampak banjir diminta untuk mewaspadai sederet penyakit baik kesehatan&nbsp;fisik maupun trauma mental setelah menghadapi bencana banjir yang cukup besar ini. Dokter Puskesmas Kramat Jati dr. Rachmat Aminullah mengatakan sejumlah penyakit yang paling [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10124,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,276],"class_list":["post-10123","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-penyakit"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10123","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10123"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10123\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}