{"id":10129,"date":"2026-07-30T01:22:36","date_gmt":"2026-07-30T01:22:36","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10129"},"modified":"2026-07-30T01:22:36","modified_gmt":"2026-07-30T01:22:36","slug":"un-women-perubahan-iklim-turut-memicu-kemunduran-hak-hak-perempuan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10129","title":{"rendered":"UN Women: Perubahan Iklim Turut Memicu Kemunduran Hak-hak Perempuan Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk isu perempuan, UN Women menyebut perubahan iklim dan kemunduran demokrasi telah mengakibatkan kemunduran kak-hak perempuan.<\/p>\n<p>Menurut sebuah laporan UN Women yang diterbitkan pada Kamis (6\/3\/2025) kemunduran hak perempuan ditemukan di seperempat negara di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Laporan tersebut menyebut pandemi Covid-19, konflik global, perubahan iklim, dan teknologi baru, seperti kecerdasan buatan (AI), sebagai semua ancaman potensial baru terhadap kesetaraan gender.<\/p>\n<p>&#8220;Melemahnya lembaga-lembaga demokrasi berjalan seiring dengan reaksi keras terhadap kesetaraan gender,&#8221; kata laporan itu<\/p>\n<p>Ditambahkan bahwa &#8220;aktor-aktor penentang hak secara aktif merusak konsensus yang telah lama ada mengenai isu-isu utama hak-hak perempuan.&#8221;<\/p>\n<p>Laporan tersebut menetapkan peta jalan multi-bagian untuk mengatasi ketidaksetaraan gender, seperti mendorong akses yang adil terhadap teknologi baru seperti AI.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245696099\/ketika-para-perempuan-menarasikan-transisi-energi-yang-berkeadilan\">Baca: Cara perempuan menarasikan transisi energi yang berkeadilan<\/a><\/p>\n<p>Juga langkah-langkah menuju keadilan iklim, investasi untuk memerangi kemiskinan, meningkatkan partisipasi dalam urusan publik dan memerangi kekerasan gender.<\/p>\n<p>&#8220;Hampir seperempat negara melaporkan bahwa reaksi keras terhadap kesetaraan gender menghambat implementasi Platform Aksi Beijing,&#8221; lanjut laporan itu, merujuk pada dokumen dari Konferensi Dunia tentang Perempuan pada 1995.<\/p>\n<p>Dalam 30 tahun sejak konferensi itu, PBB mengatakan bahwa kemajuannya beragam.<\/p>\n<p>Di parlemen di seluruh dunia, keterwakilan perempuan meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 1995, tetapi laki-laki masih mencakup sekitar tiga perempat dari jumlah anggota parlemen.<\/p>\n<p>Jumlah perempuan dengan tunjangan perlindungan sosial meningkat sepertiga antara 2010 dan 2023, meskipun dua miliar perempuan dan anak perempuan masih tinggal di tempat-tempat tanpa perlindungan tersebut.<\/p>\n<p>Kesenjangan pekerjaan berdasarkan gender &#8220;telah mandek selama beberapa dekade.&#8221; Enam puluh tiga persen perempuan berusia antara 25 dan 54 tahun memiliki pekerjaan berbayar, dibandingkan dengan 92 persen laki-laki dalam demografi yang sama.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245733177\/memulihkan-luka-merawat-harapan-cerita-para-pendamping-korban-kekerasan-seksual\">Baca: Cerita para pendamping korban kekerasan seksual<\/a><\/p>\n<p>Data yang disajikan oleh laporan UN Women menemukan bahwa kekerasan seksual terkait konflik telah melonjak 50 persen dalam 10 tahun terakhir, dengan 95 persen korbannya adalah anak-anak atau perempuan muda.<\/p>\n<p>Pada 2023, sebanyak 612 juta perempuan tinggal dalam jarak 50 kilometer dari konflik bersenjata, dan jumlah itu meningkat 54 persen sejak 2010.<\/p>\n<p>Dan di 12 negara di Eropa dan Asia Tengah, setidaknya 53 persen perempuan telah mengalami satu atau lebih bentuk kekerasan berbasis gender secara daring.<\/p>\n<p>Secara global, disebutkan,&nbsp;kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan terus berlanjut pada tingkat yang mengkhawatirkan.<\/p>\n<p>&#8220;Sepanjang hidup mereka, sekitar satu dari tiga perempuan menjadi korban kekerasan fisik atau seksual oleh pasangan intim atau kekerasan seksual oleh orang yang bukan pasangan,&#8221; kata laporan tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk isu perempuan, UN Women menyebut perubahan iklim dan kemunduran demokrasi telah mengakibatkan kemunduran kak-hak perempuan. Menurut sebuah laporan UN Women yang diterbitkan pada Kamis (6\/3\/2025) kemunduran hak perempuan ditemukan di seperempat negara di seluruh dunia. Laporan tersebut menyebut pandemi Covid-19, konflik global, perubahan iklim, dan teknologi baru, seperti kecerdasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[38,173],"class_list":["post-10129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-perempuan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}