{"id":10139,"date":"2026-07-30T01:22:39","date_gmt":"2026-07-30T01:22:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10139"},"modified":"2026-07-30T01:22:39","modified_gmt":"2026-07-30T01:22:39","slug":"banjir-dan-longsor-sukabumi-akibatkan-satu-warga-tewas-dan-tujuh-lainnya-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10139","title":{"rendered":"Banjir dan Longsor Sukabumi Akibatkan Satu Warga Tewas dan Tujuh Lainnya Hilang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Cuaca ekstrem yang&nbsp;ditandai&nbsp;hujan&nbsp;deras&nbsp;memicu bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis dan Jumat (6-7 Februari 2025).<\/p>\n<p>Bencana banjir&nbsp;dan&nbsp;tanah&nbsp;longsor&nbsp;ini&nbsp;mengakibatkan seorang warga tewas dan tujuh lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.<\/p>\n<p>&#8220;Para korban tersebut berasal dari Kecamatan Simpenan, Lengkong, dan Palabuhanratu,&#8221; kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Jumat (7\/3\/2025).<\/p>\n<p>Adapun rincian korban hilang dan meninggal, yakni di Kecamatan Simpenan satu warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang. Kecamatan Lengkong tiga korban hilang, dan Kecamatan Palabuhanratu dua korban hilang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245730558\/kurangi-risiko-bencana-di-jabodetabek-bmkg-kembali-lakukan-modifikasi-cuaca\">Baca: BMKG kembali lakukan modifikasi cuaca<\/a><\/p>\n<p>Menurut Daeng, hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap tujuh korban hilang pada peristiwa bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.<\/p>\n<p>Untuk jumlah warga yang terdampak bencana masih dalam pendataan, karena data masih terus berkembang. Namun demikian, seluruh daerah yang terdampak banjir dan longsor sudah tertangani.<\/p>\n<p>Dari pendataan sementara, jumlah kecamatan yang yang terdampak bencana banjir dan longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem, yakni Kecamatan Kadudampit, Curugkembar, Simpenan, Palabuhanratu, Waluran.<\/p>\n<p>Banjir dan longsor juga dilaporkan terjadi di Bantargadung, Cisaat, Cikembar, Warungkiara, Sagaranten, Lengkong, Jampangtengah, Ciemas, Cimanggu, Pabuaran, Gunungguruh, Cikakak, dan Cisaat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/245720888\/bmkg-cuaca-ekstrem-masih-berpotensi-terjadi-hingga-10-maret-2025\">Baca: Cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga 10 Maret 2025<\/a><\/p>\n<p>BPBD Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah itu pada 6-7 Maret semakin meluas, yang awalnya sembilan titik menjadi 18 titik.<\/p>\n<p>&#8220;Hingga saat ini dari hasil pendataan petugas di lapangan, jumlah lokasi yang terdampak bencana tersebar di 18 titik,&#8221; kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat di Sukabumi, Jumat.<\/p>\n<p>Novian memaparkan untuk banjir terjadi di 14 titik, Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk di tiga titik, dan longsor di satu titik. Tidak ada korban jiwa pada bencana yang melanda Kamis (6\/3\/2025) malam hingga Jumat (7\/3\/2025) dini hari.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kemudian untuk data sementara jumlah warga yang terdampak bencana sebanyak 91 jiwa, kata dia, kemungkinan jumlah ini masih akan terus bertambah karena petugas penanggulangan bencana masih melakukan asesmen di lokasi bencana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Cuaca ekstrem yang&nbsp;ditandai&nbsp;hujan&nbsp;deras&nbsp;memicu bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis dan Jumat (6-7 Februari 2025). Bencana banjir&nbsp;dan&nbsp;tanah&nbsp;longsor&nbsp;ini&nbsp;mengakibatkan seorang warga tewas dan tujuh lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. &#8220;Para korban tersebut berasal dari Kecamatan Simpenan, Lengkong, dan Palabuhanratu,&#8221; kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,459,1205],"class_list":["post-10139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-cuaca-ekstrem","tag-tanah-longsor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10139"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10139\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}