{"id":10193,"date":"2026-07-30T01:22:52","date_gmt":"2026-07-30T01:22:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10193"},"modified":"2026-07-30T01:22:52","modified_gmt":"2026-07-30T01:22:52","slug":"bmkg-cuaca-ekstrem-masih-berpotensi-terjadi-hingga-10-maret-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10193","title":{"rendered":"BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi hingga 10 Maret 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat telah menyebabkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>BMKG mencatat, selama periode 1 hingga 3 Maret 2025, telah terjadi banjir dan tanah longsor di Provinsi Jambi, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, dan Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p>Dilansir di laman resmi BMKG, bencana hidrometeorologi ini masih berpotensi terjadi, terutama di wilayah dengan cuaca ekstrem yang berada di wilayah pesisir dan bertopografi yang curam.<\/p>\n<p>Melihat potensi yang masih signifikan, dalam memasuki bulan Ramadan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ini.<\/p>\n<p>Cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi di berbagai daerah tersebut terjadi karena beberapa kondisi dinamika atmosfer yang secara signifikan meningkatkan potensi hujan di beberapa wilayah di Indonesia.<\/p>\n<p>Terpantaunya gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Low Frequency, dan Kelvin yang diperkirakan akan tetap aktif hingga sepekan ke depan, mampu meningkatkan aktivitas konvektif di Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/245718921\/banjir-di-jabodetabek-meluas-ribuan-rumah-terdampak\">Baca: Banjir di Jabodetabek meluas ribuan rumah terdampak<\/a><\/p>\n<p>Kondisi ini diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik di Perairan Barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Bengkulu, dan Pesisir Papua Selatan, serta kondisi labilitas lokal yang kuat, dapat mendukung terjadinya pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Hal ini mengakibatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi secara merata di sejumlah daerah.<\/p>\n<p>Dinamika atmosfer<br \/>Prediksi curah hujan dasarian pada bulan Februari III hingga Maret II 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan dengan kriteria rendah hingga menengah (20 &ndash; 150 mm\/hari).<\/p>\n<p><strong>Periode 4 &ndash; 6 Maret 2025<\/strong><br \/>Cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat\/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah berikut:<\/p>\n<p>Hujan Sedang &ndash; Lebat: <br \/>Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur,<\/p>\n<p>Juga&nbsp;Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/245716439\/ditawari-pindah-ke-rumah-susun-korban-banjir-akibat-luapan-sungai-ciliwung-menolak\">Baca: Korban banjir di Jakarta menolak pindah ke rumah susun<\/a><\/p>\n<p>Hujan Lebat &ndash; Sangat Lebat: <br \/>Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.<\/p>\n<p><strong>Periode 7 &ndash; 10 Maret 2025<\/strong><br \/>Wilayah Indonesia masih didominasi berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem yang dapat disertai kilat\/petir dan angin kencang, berada di wilayah berikut:<\/p>\n<p>Hujan Sedang &ndash; Lebat: <br \/>Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.<\/p>\n<p>Juga Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.<\/p>\n<p>Hujan Lebat &ndash; Sangat Lebat: <br \/>Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.<\/p>\n<p>Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG.<\/p>\n<p>Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai petir dan siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja.<\/p>\n<p>Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web http:\/\/www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.<\/p>\n<p>Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat telah menyebabkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mencatat, selama periode 1 hingga 3 Maret 2025, telah terjadi banjir dan tanah longsor di Provinsi Jambi, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, dan Kalimantan Selatan. Dilansir di laman resmi BMKG, bencana hidrometeorologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10194,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[459],"class_list":["post-10193","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cuaca-ekstrem"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10193","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10193"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10193\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10194"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}