{"id":10214,"date":"2026-07-30T01:22:59","date_gmt":"2026-07-30T01:22:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10214"},"modified":"2026-07-30T01:22:59","modified_gmt":"2026-07-30T01:22:59","slug":"dampak-kerusakan-lingkungan-sudah-di-depan-mata-investasi-untuk-konservasi-keanekaragaman-hayati-tak-dapat-ditunda-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10214","title":{"rendered":"Dampak Kerusakan Lingkungan Sudah di Depan Mata: Investasi untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati Tak Dapat Ditunda Lagi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ambisi untuk konservasi keanekaragaman hayati tidak dapat dipisahkan dari ambisi untuk pendanaan keanekaragaman hayati, keduanya berjalan beriringan.<\/p>\n<p>Jika masyarakat dunia tidak mewujudkan pendanaan untuk keanekaragaman hayati, komitmen yang dibuat dalam Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Kunming-Montreal akan tetap menjadi harapan kosong.<\/p>\n<p>Dalam tulisannya di Earth.org beberapa waktu lalu, Alice Stroud menyebut dunia sudah lama berpuas diri terhadap krisis akibat perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati yang mengancam.<\/p>\n<p>Angka-angka berbicara sendiri dan tersedia untuk diakses oleh siapa pun. Dipaparkannya, sekitar 1 juta spesies hewan dan tumbuhan kini terancam punah, banyak di antaranya dalam hitungan dekade &ndash; lebih banyak daripada sebelumnya dalam sejarah manusia.<\/p>\n<p>Pada tahun 2100, perubahan iklim dapat menyebabkan hilangnya lebih dari setengah spesies burung dan mamalia Afrika.<\/p>\n<p>Perubahan iklim juga dapat mengakibatkan penurunan 20 hingga 30 persen dalam produktivitas danau-danau Afrika, serta hilangnya spesies tanaman Afrika secara signifikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245432459\/kesehatan-tanah-global-terus-menurun-industri-pertanian-menjadi-salah-satu-penyebab\">Baca: Kesehatan tanah global terus menurun<\/a><\/p>\n<p>Tiga perempat daratan di Bumi telah dan akan &ldquo;berubah drastis,&rdquo; dan lautan di dunia terkena dampak yang lebih parah lagi. Lautan secara tidak proporsional terkena dampak dari ancaman aktivitas manusia.<\/p>\n<p>Sejumlah laporan menyebutkan, suhu laut global telah lebih hangat, lebih asam, dan lebih tercemar daripada sebelumnya.<\/p>\n<p>&#8220;Lautan kita juga menyimpan lebih sedikit oksigen daripada sebelumnya, karena lautan telah menjadi hampir jenuh dengan karbon dioksida seiring berjalannya waktu&#8221; tulis Laura.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, urgensi untuk melindungi alam tidak hanya tentang melindungi kehidupan hewan dan tumbuhan. Kehidupan dan kesejahteraan manusia secara hakiki juga terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan alam.<\/p>\n<p>Gelombang kerusakan lingkungan ini telah memengaruhi sumber daya dan layanan ekosistem yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup semua makhluk hidup &ndash; termasuk manusia &ndash; seperti udara dan air bersih, sumber daya makanan, dan penyerapan karbon.<\/p>\n<p>Sekitar 55 persen dari PDB global bergantung pada keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem yang berfungsi tinggi, dan 20 persen negara berisiko ekosistemnya runtuh karena penurunan keanekaragaman hayati dan layanan bermanfaat terkait.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242962861\/sos-sepertiga-tanah-di-planet-bumi-sudah-rusak\">Baca: Sepertiga daratan di planet Bumi sudah rusak<\/a><\/p>\n<p>Alam sedang berada dalam krisis, dan tanpa tanggapan yang cepat dan berani, planet Bumi akan segera mencapai titik yang tidak bisa kembali lagi ke kondisi awal, di mana sumber daya alam akan sangat terkuras sehingga tidak akan mampu lagi menopang kehidupan, baik manusia maupun nonmanusia.<\/p>\n<p><strong>Harga yang harus dibayar untuk selamatkan Kemanusiaan<\/strong><br \/>Para ahli mencatat bahwa untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati, kita perlu meningkatkan investasi dalam perlindungan alam antara 500-900 miliar dolar AS per tahun.<\/p>\n<p>Analisis terkini Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkirakan pembiayaan keanekaragaman hayati global berjumlah total 78 hingga 91 miliar dolar per tahun, yang mencakup pembiayaan publik, swasta, domestik, dan internasional.<\/p>\n<p>Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa pemerintah menghabiskan sekitar 500 miliar dolar per tahun untuk mendukung kegiatan yang berpotensi membahayakan keanekaragaman hayati &ndash; lima hingga enam kali lebih banyak dari total pengeluaran untuk perlindungan keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Total volume aliran keuangan yang merugikan keanekaragaman hayati (yaitu mencakup semua pengeluaran publik dan swasta) diperkirakan mungkin beberapa kali lebih besar.<\/p>\n<p>Singkatnya, situasi saat ini sangat buruk. Masyarakat dunia tidak hanya gagal untuk berinvestasi secara memadai dalam pemulihan alam, sebaliknya justru secara aktif berinvestasi dalam penghancurannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245272831\/yang-terlewatkan-dari-ktt-keanekaragaman-hayati-atau-cop16-cali\">Baca: Yang terlewatkan dari KTT Keanekaragaman Hayati Cali<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ambisi untuk konservasi keanekaragaman hayati tidak dapat dipisahkan dari ambisi untuk pendanaan keanekaragaman hayati, keduanya berjalan beriringan. Jika masyarakat dunia tidak mewujudkan pendanaan untuk keanekaragaman hayati, komitmen yang dibuat dalam Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Kunming-Montreal akan tetap menjadi harapan kosong. Dalam tulisannya di Earth.org beberapa waktu lalu, Alice Stroud menyebut dunia sudah lama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10215,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[44,17,173],"class_list":["post-10214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-keanekaragaman-hayati","tag-lingkungan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10214"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10214\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}