{"id":10249,"date":"2026-07-30T01:23:06","date_gmt":"2026-07-30T01:23:06","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10249"},"modified":"2026-07-30T01:23:06","modified_gmt":"2026-07-30T01:23:06","slug":"ngaji-ramadan-sekadar-menahan-lapar-atau-transformasi-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10249","title":{"rendered":"Ngaji Ramadan: Sekadar Menahan Lapar atau Transformasi Diri?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Puasa Ramadan&nbsp;bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang bagaimana kita bisa bertumbuh secara ruhani dan menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri.<\/p>\n<p>Seperti disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 186, puasa Ramadan adalah wajib hukumnya agar umat Islam menjadi orang-orang yang bertakwa.<\/p>\n<p>Berbicara dalam kajian Al Fatih Ramadhan Festival (ARF) yang dipantau secara daring pada Sabtu (1\/3\/2025) sore, Ustadzah Nur Rofiah dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia mengajak peserta yang hadir untuk melakukan refleksi agar ibadah puasa Ramadan tak sekadar puasa fisik belaka.<\/p>\n<p>Ahli tafsir lulusan Universitas AL Azhar Kairo ini, mengatakan bahwa puasa Ramadan adalah media untuk menjembatani umat Islam agar benar-benar menjadi manusia yang tauhid atau benar-benar hanya menghamba kepada Allah SWT.<\/p>\n<p>Hanya menghamba kepada Allah, berarti benar-benar mengabdikan diri kepada sang Pencipta dan meniadakan hal atau alasan lain dalam beribadah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245705855\/puluhan-ulama-perempuan-ramaikan-program-ngaji-ramadan-bersama-kupi\">Baca: Program Ngaji Ramadan bersama Kongres Ulama Perempuan Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Dia menegaskan, kata bertaqwa harus diartikan tidak hanya berkaitan dengan hubungan dengan sang Khalik, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia.<\/p>\n<p>Seorang muslim yang bertakwa, ujarnya, adalah&nbsp;mereka yang bisa memberikan kebaikan dan kemaslahatan bagi alam dan sesama&nbsp;manusia.<\/p>\n<p>&ldquo;Seseorang bisa disebut bertakwa jika dia bisa bersikap adil baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain,&ldquo; tandasnya.<\/p>\n<p>Dipaparkannya, ibadah puasa Ramadan adalah latihan bagi umat Islam untuk menahan diri dan bersikap tenang terhadap kebutuhan ruhani maupun ragawi. Yang semula dihalalkan saat tidak puasa menjadi dilarang saat puasa.<\/p>\n<p>Diingatkannya, puasa ruhani jauh lebih penting daripada puasa fisik. Puasa fisik, seperti menahan lapar dan haus hanya bersifat sementara. Lapar dan haus itu, ujarnya, akan segera hilang setelah kita makan atau minum.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244499002\/kapan-datangnya-malam-lailatul-qadar-dan-amalan-apa-yang-sebaiknya-dikerjakan\">Baca: Kapan datangnya malam Lailatul Qadar<\/a><\/p>\n<p>Sementara, lapar ruhani sering tidak terbatas&nbsp;dan&nbsp;lebih&nbsp;sulit&nbsp;dikendalikan. Bahkan tidak jarang, seseorang yang coba memenuhi rasa lapar ruhaninya justru akan terjebak dalam rasa ketidakpuasan yang tidak terbatas.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&ldquo;Jadi ketika usai puasa Ramadan, seorang muslim masih bersikap dzalim maka dia telah gagal menjalankan puasa ruhani,&ldquo; imbuhnya.<\/p>\n<p>Nur Rofiah mengingatkan, jika selama bulan Ramadan adalah latihan maka 11 bulan lainnya adalah ujian yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Jadi, lanjutnya, kurang tepat jika kita menyebut 1 Syawal sebagai hari kemenangan. Pasalnya Hari Raya Idul Fitri justru menjadi hari pertama ujian panjang yang harus dilalui.<\/p>\n<p>Jika memasuki hari-hari ujian ini dengan sikap seolah sudah menang, maka akan membuat lengah dalam menghadapi ujian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Puasa Ramadan&nbsp;bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang bagaimana kita bisa bertumbuh secara ruhani dan menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri. Seperti disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 186, puasa Ramadan adalah wajib hukumnya agar umat Islam menjadi orang-orang yang bertakwa. Berbicara dalam kajian Al Fatih Ramadhan Festival (ARF) yang dipantau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10250,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2981,939],"class_list":["post-10249","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-puasa","tag-ramadan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10249"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10249\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}