{"id":10283,"date":"2026-07-30T01:23:20","date_gmt":"2026-07-30T01:23:20","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10283"},"modified":"2026-07-30T01:23:20","modified_gmt":"2026-07-30T01:23:20","slug":"environmental-outlook-2025-orang-muda-melihat-kerusakan-lingkungan-sebagai-masalah-serius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10283","title":{"rendered":"Environmental Outlook 2025: Orang Muda Melihat Kerusakan Lingkungan Sebagai Masalah Serius"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Secara nasional ada tiga isu lingkungan yang diperhatikan orang muda yaitu pengelolaan sampah yang belum optimal, pencemaran dan kerusakan lingkungan yang kian masif dan kolaborasi dan partisipasi orang muda yang bermakna belum maksimal<\/p>\n<p>Orang muda juga memandang pada tahun 2025 Indonesia akan semakin gelap bila ekspansi kegiatan ekstraktif yang&nbsp;merusak&nbsp;lingkungan&nbsp;terus berlangsung.<\/p>\n<p>Demikian hasil pemaparan Environmental Outlook 2025 yang disampaikan direktur Institut Hijau Indonesia, Slamet Daroini.<\/p>\n<p>Peluncuran Environmental Outlook 2025 dengan tema Pemuda di Tengah Krisis: Telaah Persepsi Menata Solusi ini berlangsung Kamis (27\/2\/2025) di sekretariat Institut Hijau Indonesia, Jalan Palapa XVII Nomor 3 Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Mengawali kegiatan, Chalid Muhammad, Ketua Institut Hijau Indonesia menjelaskan, Perumusan Environmental Outlook ini menggunakan pendekatan mix method research.<\/p>\n<p>&rdquo;Penyajian data dalam Environmental Outlook 2025 ini meliputi persepsi nasional, pulau dan provinsi, prediksi situasi lingkungan hidup tahun 2025 serta usulan rekomendasi.&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245489436\/20-tahun-gempa-dan-tsunami-aceh-membangun-pendidikan-risiko-bencana-untuk-generasi-muda-mulai-dari-sekolah\">Baca: Pentingnya pendidikan risiko bencana untuk generasi muda<\/a><\/p>\n<p>Secara nasional orang muda memandang bahwa isu sampah menjadi perhatian utama dengan persentase persepsi mencapai 28 persen, yang disusul dengan isu kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup sejumlah 18,5 persen.<\/p>\n<p>Persoalan lingkungan terbesar ketiga adalah kolaborasi, partisipasi, dan edukasi dengan total persentase 15,4 persen.<\/p>\n<p>Selain itu, beberapa isu lainnya mencakup Perubahan Iklim 13,5 peren; Deforestasi dan Biodiversitas 11,1 persen; kebijakan pengelolaan lingkungan hidup dan sumberdaya alam 7,8 persen; dan isu mencakup bencana ekologis 5,8 persen.<\/p>\n<p>Perumusan Environmental Outlook ini melalui proses panjang yang melibatkan 28.763 orang muda di 34 provinsi. Keterlibatan orang muda ini mulai dari proses FGD dan wawancara mendalam dengan orang muda.<\/p>\n<p>Juga dilakukan roadshow ke sekolah-sekolah di 33 provinsi dengan melibatkan 24.590 siswa SMA yang terlibat dalam 753 kelompok diskusi; Roadshow Kampus di 12 Provinsi dengan melibatkan 3.123 orang pemuda dan mahasiswa;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245679546\/gerakan-bersihkanindonesia-tolak-revisi-uu-minerba-karena-akan-semakin-pinggirkan-rakyat\">Baca: Revisi UU Minerba akan meminggirkan rakyat<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain itu juga dilakukan Focus Group Discussion secara online bersama orang muda di 34 provinsi, dan penyebaran kuesioner yang melibatkan 975 orang pemuda dari seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Institut Hijau Indonesia adalah organisasi non pemerintah yang memiliki program kerjanya mendidik dan memberdayakan kaum muda, serta menyiapkan pemimpin-pemimpin muda dengan perspektif keadilan sosial dan keadilan ekologis.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2021, Institut Hijau Indonesia telah mendidik lebih dari 7.500 pemuda melalui pendidikan Green Leadership Indonesia, Green Youth Movement, dan Green Public Interest Lawyer, serta Laboratorium Keadilan Sosial dan Ekologis (Ekosos Lab).<\/p>\n<p>Rekomendasi orang muda untuk perbaikan lingkungan disampaikan dalam tujuh usulan, diantaranya perlunya penguatan pelibatan orang muda dalam pengelolaan dan pemulihan lingkungan hidup secara bermakna,<\/p>\n<p>Pemerintah juga perlu mendukung inisiatif dan inovasi orang muda dalam pengelolaan dan pemulihan lingkungan hidup.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245696099\/ketika-para-perempuan-menarasikan-transisi-energi-yang-berkeadilan\">Baca: Para perempuan menarasikan transisi energi yang berkeadilan<\/a><\/p>\n<p>Pendidikan lingkungan hidup bagi generasi muda perlu diperkuat dan diperluas termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah, agar terbangun gaya hidup ramah lingkungan (green lifestyle).<\/p>\n<p>Pemerintah diminta membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat dalam proses-proses pengambilan keputusan yang berdampak bagi kehidupan mereka di masa mendatang;<\/p>\n<p>Pemerintah juga perlu merancang kebijakan dan agenda pemulihan lingkungan hidup dengan melibatkan generasi muda sebagai salah satu faktor penting yang harus didengar;<\/p>\n<p>Pemerintah perlu merancang agenda korektif terhadap industri ekstraktif yang dinilai sebagai salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup di berbagai wilayah;<\/p>\n<p>Pemerintah perlu melibatkan anak muda dalam penanganan isu perubahan iklim termasuk keterlibatan mereka dalam agenda transisi energi dan pencapaian FOLU Net Sink 2030.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Secara nasional ada tiga isu lingkungan yang diperhatikan orang muda yaitu pengelolaan sampah yang belum optimal, pencemaran dan kerusakan lingkungan yang kian masif dan kolaborasi dan partisipasi orang muda yang bermakna belum maksimal Orang muda juga memandang pada tahun 2025 Indonesia akan semakin gelap bila ekspansi kegiatan ekstraktif yang&nbsp;merusak&nbsp;lingkungan&nbsp;terus berlangsung. Demikian hasil pemaparan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,3085,115],"class_list":["post-10283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-orang-muda","tag-pengelolaan-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10283\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}