{"id":10334,"date":"2026-07-30T01:23:34","date_gmt":"2026-07-30T01:23:34","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10334"},"modified":"2026-07-30T01:23:34","modified_gmt":"2026-07-30T01:23:34","slug":"paradoks-orang-laut-jadi-manusia-modern-atau-bertahan-dalam-tradisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=10334","title":{"rendered":"Paradoks Orang Laut: Jadi Manusia Modern atau Bertahan Dalam Tradisi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Kehidupan Orang Laut kemudian terkungkung paradoks: menjadi manusia modern atau bertahan dalam tradisi moyang mereka di tengah bentang alam dan iklim yang berubah.<\/p>\n<p>Akses Orang Laut terhadap sumber daya perairan seperti ikan telah&nbsp;jauh&nbsp;berkurang&nbsp;akibat maraknya reklamasi pantai untuk kawasan industri dan riuhnya lalu lintas kapal.<\/p>\n<p>Perubahan inilah yang pada gilirannya melahirkan kesadaran baru dalam komunitas Orang Laut, yakni kesadaran untuk &lsquo;mendarat&rsquo;. Banyak Orang Laut yang akhirnya memilih bermukim tapi tetap melaut untuk mencari nafkah.<\/p>\n<p>Mereka juga melengkapi sampan tradisional dengan perkakas modern seperti mesin perahu. Meski bisa bergerak lebih cepat, mesin membutuhkan bahan bakar yang kemudian menambah beban mereka.<\/p>\n<p>Sayangnya, tidak mudah untuk mencari nafkah di laut di tengah bentang alam Batam yang berubah. Ikan-ikan juga tak lagi mudah didapat. Mereka harus melaut lebih jauh. Artinya, ongkos bahan bakar lebih besar dan lebih sedikit keuntungan yang dibawa pulang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245688826\/mengenal-lebih-dekat-orang-laut-dari-kampung-air-mas-kepulauan-riau\">Baca: Mengenal lebih dekat Orang Laut dari Kepulauan Riau<\/a><\/p>\n<p>Kekerasan infrastruktur tak mereda setelah reformasi. Banyak program pembangunan desa dan daerah yang tidak digunakan secara utuh oleh Orang Laut.<\/p>\n<p>Beberapa di antaranya adalah bantuan panel surya, alat tangkap jaring, serta inisiasi pembuatan rumah yang menetap di satu pulau atau kawasan pesisir.<\/p>\n<p>Studi tahun 2014 turut menggarisbawahi program merumahkan Orang Laut di pulau-pulau sekitar Batam seperti Pulau Bertam, memiliki sejumlah kelemahan.<\/p>\n<p>Program tersebut tidak mempertimbangkan analisis kebutuhan komunitas sasaran, mengesampingkan aspek budaya, adat dan istiadat komunitas setempat.<\/p>\n<p>Studi tersebut juga menyebut Orang Laut di Pulau Bertam terjebak pada kehidupan tokenisme, alias sangat tergantung pada bantuan. Ini membuat Orang Laut sulit bangkit dari kemiskinan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245224357\/upaya-konservasi-masyarakat-adat-dalem-tamblingan-justru-terancam-oleh-kebijakan-pemerintah\">Baca: Upaya konservasi masyarakat adat Dalem Tamblingan<\/a><\/p>\n<p>Kondisi Orang Laut saat ini justru semakin nahas karena perubahan iklim yang memperparah musim badai di perairan Kepulauan Riau. Sebagian dari mereka yang nelayan tak bisa berlayar mencari ikan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sementara, di daratan tak banyak kesempatan karena pendidikan Orang Laut yang rendah dan stigma mereka sebagai warga kelas dua. Pencarian pun berakhir di tempat pembuangan akhir, untuk mengais sisa-sisa makanan dan pakaian.<\/p>\n<p><strong>Masa depan Orang Laut<\/strong><br \/>Hingga saat ini pembangunan Batam belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.<\/p>\n<p>Tahun 2024, atas nama transisi energi terbarukan, rencana pengembangan kawasan industri Rempang Eco City akan berdampak pada Orang Laut yang ada di Rempang-Galang.<\/p>\n<p>Belum lagi rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan yang melewati Tanjungsauh diyakini akan berdampak pada Orang Laut di Kampung Air Mas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24569236\/mengenal-uniknya-tradisi-seba-masyarakat-badui-tahun-ini-singgung-hak-politik\">Baca: Mengenal uniknya tradisi Seba masyarakat Badui<\/a><\/p>\n<p>Pemerintah sepatutnya memberi perhatian pada kondisi Orang Laut di Kota Batam. Alangkah memilukan kalau Orang Laut yang merupakan penduduk asli Kota Batam malah tersisih dalam pembangunan di wilayah mereka sendiri.<\/p>\n<p>Pemerintah dapat menginisiasi pemberdayaan Orang Laut sesuai apa yang mereka butuhkan. Jika mereka membutuhkan alat tangkap atau sampan untuk berlayar mencari hasil laut, pemerintah seharusnya tidak menjalankan program perbaikan rumah.<\/p>\n<p>Sudah saatnya pemerintah turut menghentikan pola pembangunan top down alias dari atas ke bawah yang sudah berlangsung sekian lama.<\/p>\n<p>Proyek infrastruktur ataupun investasi besar lainnya perlu didahului dengan dialog bersama Orang Laut untuk mencegah kekerasan kembali terulang.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Dedi Arman (Peneliti, Badan Riset dan Inovasi Nasional\/BRIN)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia&nbsp;&#8211;&nbsp;Kehidupan Orang Laut kemudian terkungkung paradoks: menjadi manusia modern atau bertahan dalam tradisi moyang mereka di tengah bentang alam dan iklim yang berubah. Akses Orang Laut terhadap sumber daya perairan seperti ikan telah&nbsp;jauh&nbsp;berkurang&nbsp;akibat maraknya reklamasi pantai untuk kawasan industri dan riuhnya lalu lintas kapal. Perubahan inilah yang pada gilirannya melahirkan kesadaran baru dalam komunitas Orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":10335,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3091],"class_list":["post-10334","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-orang-laut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10334"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10334\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}